Film-Film Yang Menginspirasi Mengatur Keuangan Lebih Baik

--rangkulteman

Melalui film, biasanya kita mendapatkan pesan-pesan yang sangat berguna bagi kita. Dan film yang memiliki cerita dan makna yang bagus serta memberikan pesan yang dapat membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik, akan membuat film ini laku dipasaran karena banyak diminati oleh masyarakat. Tidak sedikit juga film yang mengambil kisah nyata seseorang yang dianggap inspiratif dikalangan masyarakat.

Dalam mengatur keuangan pun terdapat film-film yang memiliki kisah yang inspiratif yang dapat memberikan kamu cara ataupun tips dalam mengatur keuangan kamu agar jauh lebih baik kedepannya.

Berikut beberapa film yang dapat menginspirasi kamu dalam mengatur keuangan:

The Queen of Versailles (2012)

Film dokumenter ini dibuat pada tahun 2012 oleh Lauren Greenfield dengan teknik sinematografi yang apik, menceritakan tentang pasangan Jackie dan David Siegel yang berusaha membangun mansion terbesar di Amerika Serikat. Pasangan ini adalah pemilik Westgate Resorts, sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang pariwisata. Ketika perekonomian Amerika mengalami krisis, mereka terpaksa menjual bangunan yang baru setengah jadi tersebut, dan mengubah gaya hidup mereka menjadi lebih sederhana.

Pesan yang disampaikan oleh film The Queen of Versailles ini sangat dalam meskipun dikemas dengan sederhana. Film ini menunjukkan bagaimana keluarga ini bertahan menghadapi krisis. Mereka terpaksa menghentikan pembangunan rumah mewah mereka agar perusahaannya tetap bertahan. Saat ini Wesgate Resorts sudah kembali pulih dan pembangunan istana Versailles kedua ini pun dilanjutkan.

Pesan yang dapat dipetik dari film ini adalah bagaimana kita dapat mengurangi ego kita dalam keuangan, dan melihat kembali batas kesanggupan dan cara kita agar dapat mengatur keuangan supaya terhidar dari kebangkrutan akibat kesalahan dalam mengatur pola keuangan.

 

After the Fall


Sumber : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/f/fd/After_the_Fall_film_poster.jpg

Film yang dirilis pada tahun 2014 ini dibintangi oleh Wes Bentley (sebagai Bill Scanlon) yang dipecat dari pekerjaannya sebagai agen asuransi, karena terlalu “baik”, dalam arti selalu mengabulkan klaim kliennya. Demi mencukupi kebutuhan keluarganya, Bill akhirnya terlibat didalam perampokan bersenjata.

Film ini mengajarkan bahwa pekerjaan yang terlihat “aman” sekalipun, ternyata bisa memberikan masa depan yang tak terduga. Oleh karena itu, kita tetap perlu dana cadangan untuk masa-masa ini.

Sumber: https://www.cekaja.com/info/6-film-yang-ajarkan-anda-hindari-bangkrut-di-usia-muda/

 

Confession of a Shopaholic


Sumber: http://beta-friend.blogspot.com/2010/08/confessions-of-shopaholic-suze.html

Ini nih film yang tepat buat kamu yang punya hobi belanja tapi susah untuk mengendalikannya sehingga kondisi keuansgan kamu sedikit acak-acakan. Film yang bertema romance-comedy ini bercerita tentang perempuan bernama Rebbeca Bloomwood (Isla Fisher) yang memiliki kecanduan dalam berbelanja.

Kecanduannya pun menjadi sangat parah dititik dia harus melakukan terapi untuk meredam keinginan belanjanya. Untuk kamu generasi millenial yang baru bekerja dan pegang uang sendiri perlu menonton film ini agar mengerti seberapa pentingnya memiliki sikap bisa menahan diri dan menjadi boros.

 

The Princess and The Frog (2009) – Miliki Tabungan


Sumber: https://www.discogs.com/de/Randy-Newman-The-Princess-And-The-Frog/release/8181735

Tiana dalam karakter film Disney berjudul The Princess and The Frog mengisahkan seorang wanita yang memiliki etika kerja yang patut dicontoh.

Dia bekerja keras dan menghemat uangnya sehingga suatu hari dia bisa membuka restorannya sendiri. Meskipun tidak berjalan sesuai rencana, dia akhirnya bisa mendapatkan restorannya.

Menabung adalah salah satu usaha yang kita lakukan untuk masa depan keuangan yang lebih baik, tentu saja termasuk kesejahteraan secara jasmaniah.

Namun, seringkali pemahaman tentang menabung masih salah kaprah. Kita diajarkan untuk menabung dengan paradigma “menyisihkan” yang bisa diartikan sebagai sisa.

Jika diambil dari akar kata menabung, bahasa Inggrisnya adalah “Pay yourself FIRST”. Dengan kata lain, kita harus MEMPRIORITASKAN bukan menyisihkan.

Tabungan haruslah diawal (mungkin bisa setelah donasi/perpuluhan/zakat dan juga pajak, tapi bukan di akhir sebagai sisa).

Wujudkan tujuan keuangan kamu melalui tabungan yang kamu prioritaskan yang dikembangkan melalui kendaraan menabung yang tepat.

Ekonomi
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

Tidak Ada Berita Terkait.