Wanprestasi adalah: Pengertian, Unsur, dan Hukumnya

Wanprestasi merupakan pelaksanaan kewajiban yang tidak terpenuhi atau kelalaian atau ingkar janji oleh seorang debitur. Misalnya melakukan hal yang dilarang pada surat perjanjian atau tidak melakukan hal-hal yang menjadi kesepakatan kedua belah pihak.

Nah, apabila kamu pernah mengalami situasi ini, kamu bisa melakukan gugatan ke badan hukum. Tujuannya untuk mendapatkan hak dan meminimalisir kerugian atas kondisi tersebut. Tetapi, sebelum mengajukan gugatan, ada baiknya kamu mengenal lebih jauh lagi tentang wanprestasi.

Memahami apa itu Wanprestasi

Pengertian Wanprestasi

Apa itu wanprestasi? Istilah wanprestasi disadur dari bahasa Belanda, yakni “wanprestatie” yang memiliki arti tidak terpenuhinya kewajiban atau prestasi yang sudah menjadi kesepakatan bersama sebelumnya. Baik kesepakatan yang berlandaskan undang-undang maupun dari sebuah surat perjanjian.

Berdasarkan buku yang ditulis oleh Saliman (2004), arti dari wanprestasi, yaitu sikap seseorang yang lalai atau tidak memenuhi kewajibannya. Sebagaimana yang sudah tertulis pada surat perjanjian antara debitur dan juga kreditur.

Sedangkan menurut pernyataan dari Harahap (1986) di dalam bukunya, wanprestasi merupakan pelaksanaan kewajiban yang lewat dari waktu yang sudah dijanjikan atau tidak sesuai dengan yang seharusnya.

Sehingga mengakibatkan keharusan untuk debitur membayar atau memberikan ganti rugi. Karena adanya wanprestasi dari pihak debitur, maka pihak kreditur bisa melakukan penuntutan pembatalan perjanjian.

Lain lagi dari penuturan Prodjodikoro (2000) yang menyebutkan wanprestasi merupakan ketiadaan suatu prestasi pada hukum perjanjian. Oleh karena itu, suatu hal wajib dilakukan sebagai isi dari surat perjanjian.

Baca Juga: Apa itu Debitur

Bentuk-bentuk Wanprestasi

Menurut Satrio, ada 3 bentuk utama dari wanprestasi. Simak ulasannya berikut ini:

  • Debitur tidak bisa memenuhi pencapaian dan prestasinya secara keseluruhan.
  • Pihak debitur bisa memenuhi prestasi sesuai perjanjian, namun tidak tepat waktu dalam pelaksanaannya.
  • Debitur dapat memenuhi pencapaian, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan kesepakatan. Apabila debitur tidak bisa memperbaikinya, maka debitur akan dianggap tidak memenuhi pencapaiannya secara keseluruhan.

Unsur Unsur Wanprestasi

Ada beberapa unsur yang membuat suatu keadaan disebut sebagai wanprestasi, yaitu:

1. Perjanjian dengan Materai

Apabila kamu membuat sebuah perjanjian kerjasama tertulis dengan membubuhi tanda tangan di atas materai. Maka perjanjian tersebut secara tidak langsung sudah membawa kekuatan hukum di dalamnya. Jika terjadi suatu pelanggaran menurut pasal-pasal di dalam perjanjian tersebut, kamu bisa membawanya ke jalur hukum.

2. Terjadi Pelanggaran

Salah satu pihak yang terikat dalam perjanjian melakukan sebuah pelanggaran atau tidak memenuhi hal-hal yang sudah menjadi kesepakatan bersama. Sehingga menimbulkan kerugian untuk pihak lainnya.

3. Adanya Pernyataan Bersalah Tapi Tetap Dilakukan

Kamu sudah menyatakan kesalahan yang dilakukan oleh pelaku. Tetapi pelaku tetap melakukannya lagi dan tidak mengindahkan pernyataan serta larangan yang ada di dalam perjanjian.

Baca Juga: Contoh Surat Perjanjian Kerjasama untuk Berbagai Bisnis

Faktor Penyebab Wanprestasi

Ada 2 faktor yang menjadi penyebab utama suatu keadaan dinilai sebagai wanprestasi, yaitu:

1. Debitur Melakukan Kelalaian

Kerugian yang kamu terima bisa kamu tuntut kepada debitur apabila ada unsur kelalaian atau kesengajaan saat ia melakukannya. Khususnya untuk kondisi yang sudah pasti merugikan diri debitur dan menjadi tanggung jawab dia sepenuhnya. Kelalaian merupakan suatu keadaan dimana debitur telah memahami dan bisa menerka jika dia melakukan hal tersebut akan memicu kerugian.

Berikut ini ada 3 kewajiban seorang debitur yang apabila dia tidak melakukannya maka bisa menjadi sebuah kelalaian:

  • Memberikan hal yang sudah dijanjikan.
  • Tidak melakukan suatu perbuatan yang menjadi larangan.
  • Melakukan perbuatan sesuai perjanjian.

2. Terjadinya Kondisi Memaksa

Wanprestasi dapat terjadi akibat suatu kondisi memaksa yang mengakibatkan debitur tidak bisa memenuhi kewajibannya, tetapi bukan menjadi kesalahannya. Karena kondisi itu terjadi di luar dugaan dan tidak diketahui oleh debitur akan terjadi dalam kurun waktu perjanjian. Khusus kondisi memaksa ini, kamu tidak bisa menyalahkan debitur. Sebab, debitur tidak melakukan hal tersebut secara sengaja.

Ada sejumlah syarat yang menjadikan sebuah kondisi dikatakan sebagai kondisi memaksa, yaitu:

  • Musnahnya benda yang berperan sebagai objek perjanjian akibat kondisi tertentu yang bersifat tetap, sehingga debitur tidak bisa memenuhi prestasinya.
  • Terjadinya suatu kondisi yang bersifat sementara atau tetap yang berpotensi menghalangi debitur untuk melakukan kewajibannya.
  • Kondisi memaksa terjadi tanpa bisa diperkirakan oleh kedua belah pihak yang melakukan perjanjian pada masa perjanjian masih berlangsung. Sehingga, tidak ada pihak yang dapat kamu persalahkan.

Syarat Terjadinya Wanprestasi

Ada 2 kondisi atau syarat tertentu yang dilakukan oleh debitur untuk dapat dinilai sebagai wanprestasi:

1. Material

Persyaratan material ini terjadi oleh dasar kesengajaan pelaku yang ia ketahui bisa merugikan pihak lain. Selain itu, pelaku juga melakukan kelalaian yang dia sudah dapat perkirakan dapat menyebabkan kerugian dalam bentuk materi baik untuk dirinya maupun rekan bisnisnya.

2. Formal

Persyaratan formal berupa panggilan maupun pernyataan pengadilan karena wanprestasi atau kelalaian dari pihak debitur. Tetapi, pernyataan ini harus disampaikan secara resmi kepada debitur terlebih dahulu melalui sebuah peringatan.

Peringatan yang menyatakan pihak kreditur membutuhkan pembayaran sesegera mungkin atau dalam waktu dekat. Bentuk pengajuan itu wajib berupa akta tertulis dari kreditur. Agar pihak debitur memiliki kewajiban untuk melaksanakannya serta terdapat penalti atau sanksi jika tidak dipenuhi.

Cara Mengajukan Gugatan Wanprestasi

Berdasarkan tata cara pengajuan gugatan wanprestasi, hal pertama yang perlu kamu lakukan, yaitu membuat surat gugatan. Berikutnya mendaftarkan surat tersebut ke kepaniteraan pengadilan negeri Indonesia.

Selanjutnya pihak berwajib akan memeriksa masalah yang kamu gugat, apabila memenuhi persyaratan, maka pengadilan akan segera menggelar sidang serta memanggil semua pihak yang bersangkutan. Cara membuat surat gugatan ini tidak jauh berbeda dengan surat gugatan cerai yang dapat kamu buat melalui jasa pengacara atau membuatnya sendiri.

Khusus surat gugatan kamu bisa menyontek formatnya melalui internet, karena tidak ada format baku untuk surat tersebut. Berbeda halnya dengan surat gugatan perdata, kamu harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Kompetensi Pengadilan

Pada saat terjadi gugatan, kamu perlu melaporkan atau melakukannya sesuai wilayah hukum pihak yang bersangkutan. Tidak boleh membuat laporan di kantor wilayah yang lokasinya jauh dari tempat tinggal pihak-pihak yang terlibat.

Penentuan kompetensi pengadilan ini bertujuan untuk mempercepat proses penyelesaian gugatan yang kamu laporkan. Khusus kasus wanprestasi harus dilaksanakan di wilayah hukum semua pihak yang terkait.

2. Identitas Semua Pihak

Kamu harus mencantumkan identitas lengkap baik dari pihak penggugat maupun pihak tergugat pada saat membuat surat gugatan. Identitas tersebut seperti nama dan alamat lengkap, kemudian kamu juga bisa menambahkan keterangan pekerjaan, agama, atau informasi lainnya perihal pihak yang bersangkutan.

3. Posita

Posita adalah dasar gugatan wanprestasi kamu yang memuat semua dalil untuk menuntut hak dari pihak penggugat. Dasar gugatan tersebut meliputi semua dasar hukum atau fakta di lapangan.

4. Petitum

Dasar gugatan harus kamu rancang secara sistematis supaya bisa menjelaskan sebab-sebab dan tuntutan pengajuan hak. Tulislah setiap dasar gugatan menurut fakta yang terjadi. Jangan sampai kamu membuat dasar tuntutan yang bertolak belakang dengan kontrak kerja sama dengan pihak tergugat.

Petitum merupakan tuntutan yang memuat keterangan jelas mengenai pokok tuntutan dari pihak penggugat. Petitum wajib kamu tulis pada surat gugatan supaya surat tersebut sah di mata hukum.

Ketika kamu menuliskan surat gugatan perdata wanprestasi harus ekstra teliti. Alangkah baiknya lagi jika menggunakan jasa ahli hukum, misalnya pengacara. Supaya semua tuntutan yang kamu harapkan bisa terealisasikan secara tepat dan bisa mencapai tujuan dari gugatan tersebut.

Akibat Hukum Wanprestasi

Sanksi atau akibat hukum yang dapat kamu berikan terhadap debitur karena sudah lalai dari kewajibannya seperti berikut ini:

1. Pembayaran Ganti Rugi

Ganti rugi maksudnya membayar semua kerugian akibat rusaknya atau musnahnya barang-barang milik kreditur karena kelalaian dari debitur. Jika kamu ingin menuntut ganti rugi, wajib melakukan somasi atau penagihan terlebih dahulu. Lain halnya dengan kondisi tertentu yang tidak membutuhkan teguran.

Baca Juga: Apa yang dimaksud dengan Somasi

Ketentuan perihal ganti rugi tercantum pada pasal 1246 KUHPerdata, yang terbagi atas biaya, bunga, dan juga rugi. Biaya merupakan keseluruhan pengeluaran atas pembiayaan yang sudah diberikan oleh kreditur. Sementara bunga adalah semua kerugian yang berbentuk kehilangan keuntungan yang telah diperhitungkan atau diperkirakan sebelumnya.

Ganti rugi wajib kamu hitung menurut nilai uang dan wajib berbentuk uang. Oleh sebab itu, ganti rugi yang diakibatkan oleh wanprestasi harus kamu perhitungkan dalam nominal mata uang. Tujuannya yaitu untuk mencegah kesulitan dalam memperhitungkan apabila kamu ganti dengan cara yang lain.

Baca Juga: Apa yang dimaksud dengan Hukum Perdata

2. Pembatalan Perjanjian

Sanksi kedua karena tindakan kelalaian debitur yaitu pembatalan perjanjian. Hukuman atau sanksi ini jika seseorang tidak bisa melihat sifat pembatalannya akan menganggap pembatalan tersebut bukanlah sebuah hukuman. Melainkan merasa terbebas dari melakukan semua kewajiban yang tertera pada perjanjian kontrak.

Berdasarkan KUHPerdata pasal 1266, syarat pembatalan dinilai untuk selalu dicantumkan pada setiap persetujuan yang ada timbal baliknya. Jika salah satu pihak tidak mampu memenuhi prestasi atau kewajibannya.

Pada hal tersebut persetujuan tidak batal karena hukum, namun pembatalan wajib kamu minta secara langsung kepada hakim. Permintaan ini juga perlu kamu lakukan walaupun syarat pembatalan berhubungan dengan wanprestasi dinyatakan pada surat perjanjian.

Apabila syarat pembatalan tidak tertulis pada surat persetujuan kontrak. Maka hakim menjadi lebih leluasa menetapkan hukuman berdasarkan kondisi, memberikan kurun waktu tertentu untuk memenuhi kewajibannya yang tidak lebih dari 1 bulan, atau menurut permintaan tergugat.

3. Peralihan Risiko

Penyebab wanprestasi yang berbentuk peralihan risiko ini hanya berlaku untuk perjanjian dengan objek suatu barang, misalnya perjanjian pembiayaan leasing. Sanksi ini ada dalam pasal 1237 KUHPerdata(2) yang menerangkan apabila debitur lalai memenuhi kewajibannya, maka kelalaian debitur berupa kebendaan menjadi tanggung jawabnya.

Sudah Pahamkah Kamu Perihal Wanprestasi?

Surat perjanjian kerja antara dua belah pihak modal utamanya yaitu kepercayaan. Apabila salah satu pihak tidak melakukan kewajibannya, maka pihak yang lain pasti akan merasa kecewa dan rugi baik secara materi maupun waktu.

Jika kamu sedang mengalami kerugian seperti yang tertera di atas karena dasar kesengajaan dari pihak lain. Maka kamu dapat mengajukan gugatan wanprestasi kepada pihak bersangkutan untuk mendapatkan hak kamu kembali dengan tata cara di atas. Semoga bermanfaat.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]