Surat Izin Usaha Perdagangan: Pengertian, Cara Membuat dan Contohnya

Menjadi pebisnis pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Surat Izin Usaha Perdagangan, mulai dari apa itu surat izin usaha hingga tujuan SIUP dibuat. Itu karena setiap usaha yang membuka bisnis di dalam negeri, wajib membuat SIUP untuk legalitas dari badan usahanya.

Terutama bagi badan usaha dan bisnis berkembang, yang membutuhkan pengakuan publik dan keamanan hukum, Surat izin ini dapat menjadi tameng pelindung badan usaha rintisan.

Namun sayangnya masih banyak para pelaku usaha yang belum menyadari pentingnya SIUP dalam menjalankan usahanya. Maka dari itu, artikel ini akan membahas tuntas tentang apa itu SIUP, manfaat, cara membuat dan contohnya.

Tips membuat SIUP

Pengertian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Agar usaha yang Kamu jalankan di akui oleh pemerintah, ada baiknya Kamu mempelajari dan mengajukan pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan. Seluruh jenis usaha yang berdiri dan melakukan kegiatan usaha di dalam negeri diwajibkan mengurus SIUP.

Bisa dibilang, pengertian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) adalah surat perizinan yang diturunkan khusus pada setiap pelaku bisnis. Mulai dari bisnis skala kecil hingga skala global yang melakukan usaha di Indonesia.

Setiap badan usaha yang mengurus dan memiliki SIUP secara langsung dan tidak langsung mendapatkan pengakuan penuh akan legalitas hukum pada kegiatan usahanya.

Aturan pemerintah bagi pembuatan SIUP telah dikukuhkan dengan dasar hukum berupa Permendag nomor 7 yang disahkan pada tahun 2017 silam dengan isi aturan berupa perubahan dari Permendag sebelumnya mengenai aturan dan masa berlaku SIUP.

Pada dasarnya seluruh usaha wajib memiliki dan mengurus SIUP dalam menjalankan perusahaannya. Namun, ada sebuah pengecualian yang diatur dalam peraturan resmi mengenai perusahaan yang tidak diwajibkan mengurus dan memiliki SIUP.

Adapun kriteria tersebut diantaranya:

  • Kegiatan usaha di luar perdagangan tidak diwajibkan mengurus dan memiliki surat izin usaha perdagangan.
  • Surat izin ini khusus untuk kantor pusat, jadi setiap kantor perwakilan maupun kantor cabang tidak harus mengurus SIUP.
  • Perusahaan dengan konsep bisnis perorangan maupun sekutu.
  • Bisnis keluarga yang dijalankan anggota keluarga.

Ada juga beberapa bisnis yang tidak boleh membuat SIUP seperti beberapa kegiatan usaha yang menimbulkan kerugian bagi banyak pihak. Contohnya money game, MLM, jasa survei maupun perusahaan dengan kegiatan di luar kelembagaan perdagangan sesuai peraturan yang ada.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Money Game dan Cara Mewaspadainya

Manfaat Badan Usaha Memiliki dan Mengurus SIUP

Apalagi pembuatan SIUP dapat memberikan banyak keuntungan dan manfaat bagi pelaku usaha. Seperti beberapa manfaat Surat Izin Usaha Perdagangan bagi sebuah badan usaha di bawah ini:

  • Legalitas dan bukti kooperatif pelaku usaha dalam menjalankan bisnis sesuai peraturan negara.
  • Mendapatkan perlindungan hukum secara penuh dengan beberapa syarat tertentu.
  • Peluang mendapatkan modal maupun investor akan lebih besar.
  • Lebih mudah mengajukan dana pinjaman besar untuk operasional bisnis maupun modal usaha.
  • Memudahkan proses ekspor maupun impor, karena pada dasarnya perusahaan yang melakukan kegiatan tersebut harus memiliki SIUP.
  • Syarat utama ikut serta dalam mengikuti lelang atau tender yang diadakan pemerintah.
  • Tingkat profesionalitas dan juga kredibilitas akan lebih terjamin.
  • Memudahkan pengawasan oleh pihak pemerintahan.
  • Mendukung perdagangan internasional dan memperluas jangkauan hingga pasar luar negeri.
  • Menjaga trusted para konsumen dan calon investor pada perusahaan. Pasalnya produk dari perusahan yang memiliki SIUP lebih aman secara hukum.

Baca Juga: Investor Adalah: Pengertian, Resiko dan Tipsnya Supaya Sukses

Jenis-Jenis SIUP di Indonesia

SIUP memiliki jenis yang berbeda-beda, di Indonesia sendiri ada beberapa jenis Surat Izin Usaha Perdagangan yang berlaku. Jenis ini biasanya dibedakan melalui modal dan kekayaan yang dimiliki oleh masing-masing badan usaha.

1. Mikro

Untuk jenis pertama, SIUP yang berlaku untuk badan usaha dengan skala paling kecil atau mikro. Dengan spesifikasi badan usaha dengan modal dan kekayaan bersih di bawah Rp 50 juta (di luar aset tanah dan bangunan).

2. Kecil

Jenis kedua Surat Izin Usaha Perdagangan yang diperuntukkan untuk badan usaha dengan modal maupun kekayaan bersih yang kisaran pendapatannya Rp 50 juta hingga Rp 500 juta (di luar aset tanah dan bangunan).

3. Menengah

Selanjutnya ada juga SIUP yang ditangguhkan pada pengusaha dengan skala menengah. Di mana badan usaha ini memiliki kekayaan bersih pada kisaran Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar (di luar aset tanah dan bangunan).

4. Besar

Jenis terakhir berlaku untuk pengusaha dengan tingkatan modal dan kekayaan dengan skala besar. Syarat badan usaha dengan skala besar ini yaitu total kekayaan bersih di atas Rp 10 miliar (tanpa menghitung kekayaan aset tanah dan bangunan).

Baca Juga: Aset adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Syarat Pembuatan SIUP yang Harus Kamu Penuhi

Saat mengurus surat ini, ada beberapa persyaratan yang harus Kamu siapkan sebagai persyaratan administrasi yang dibutuhkan. Setiap jenis atau bentuk usaha memiliki syarat yang berbeda.

1. SIUP untuk PT

Berikut ini beberapa dokumen persyaratan yang harus Kamu lampirkan jika ingin membuat SIUP untuk PT:

  • Foto copy KTP, KK dan NPWP penanggung jawab perusahaan.
  • Surat Domisili atau SITU.
  • Foto copy akta perusahaan.
  • Dokumen pendukung seperti surat izin gangguan (HO), AMDAL dan surat izin prinsip.
  • Laporan neraca perusahaan 2 bulan terakhir.
  • Pas foto penanggungjawab dan materai 6000.

2. SIUP untuk Koperasi

Adapun syarat pembuatan SIUP untuk koperasi diantaranya sebagai berikut:

  • Foto copy KTP dan NPWP dewan pengurus dan pengawas badan usaha.
  • Fotokopi SITU (dari Pemda).
  • Foto copy akta pendirian koperasi.
  • Daftar dan susunan dewan pengurus maupun pengawas.
  • Laporan neraca perusahaan 2 bulan terakhir.
  • Surat pendukung seperti surat izin gangguan (HO), AMDAL dan surat izin prinsip.
  • Pas foto penanggungjawab dan materai 6000.

3. SIUP untuk Perusahaan Perseorangan

Di bawah ini beberapa persyaratan yang harus Kamu penuhi untuk membuat SIUP perusahaan perseorangan:

  • Foto copy KTP dan NPWP pemegang saham.
  • Salinan SITU (dari Pemda).
  • Fotokopi akta pendirian perusahaan.
  • Laporan neraca perusahaan 2 bulan terakhir.
  • Surat pendukung seperti surat izin gangguan (HO), AMDAL dan surat izin prinsip.
  • Dokumen pendukung lain terkait operasional usaha.
  • Pas foto penanggungjawab dan materai 6000.

4. SIUP untuk Perseroan Terbuka (Tbk)

  • FC KTP dan NPWP penanggung jawab usaha.
  • Fotokopi SIUP perusahaan perseroan terbuka (Tbk).
  • Salinan akta pendirian koperasi.
  • Surat persetujuan perubahan status.
  • Dokumen pendukung seperti surat izin gangguan (HO), AMDAL dan surat izin prinsip
  • Surat keterangan resmi dari pihak Badan Pengawas Pasar Modal.
  • Laporan neraca perusahaan 2 bulan terakhir.
  • Foto copy STP-LKTP (Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan) periode terbaru.
  • Pas foto penanggungjawab dan materai 6000.

Baca Juga:
Surat Izin Gangguan adalah
Apa itu AMDAL
Apa itu Surat izin prinsip
Apa itu SITU
Pengertian Laporan Keuangan, Contoh, Dan Fungsinya Untuk Bisnis
Contoh Surat Kuasa dan Cara Buatnya

Cara Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan

Dalam prosedur pembuatan SIUP, Kamu bisa melakukan secara offline maupun online. Jika Kamu merasa awam dalam pengurusan izin usaha ini, maka Kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Membuat SIUP Secara Offline

Jika Kamu merasa lebih nyaman dengan cara konvensional, maka Kamu bisa mengikuti langkah membuat SIUP secara offline di bawah ini:

  • Untuk langkah pertama yang perlu Kamu lakukan yaitu menyiapkan segala jenis kebutuhan dan persyaratan terkait dokumen administratif. Pastikan dokumen terpenuhi sebelum berangkat ke kantor dinas perdagangan setempat.
  • Ambil nomor antrian dan surat formulir permohonan.
  • Isi setiap kolom pada formulir permohonan pengurusan SIUP.
  • Pastikan semua kolom sudah terisi dengan benar.
  • Jika pengurus bukan selaku penanggung jawab usaha, maka harus melampirkan surat kuasa resmi dari perusahaan.
  • Melengkapi syarat administrasi yang ditangguhkan. Dengan membayar sesuai kebijakan yang berlaku.
  • Setelah semua proses selesai, Kamu bisa pulang atau kembali beraktifitas sesuai jadwal yang harus Kamu kerjakan. Karena proses pembuatannya kurang lebih sekitar 2 minggu.
  • Jadi, Kamu bisa kembali setelah 2 minggu untuk mengambil surat SIUP yang Kamu urus.

2. Membuat SIUP Secara Online

Selain cara konvensional, Kamu juga bisa melakukan pengurusan pembuatan SIUP secara online. Hal ini sangat berguna bagi Kamu yang memiliki banyak aktivitas dan mobilitas tinggi.

  • Kamu bisa melakukan pengurusan SIUP secara online melalui website oss.go.id.
  • Sebelum mengakses fitur didalamnya Kamu harus aktif dan terdaftar, Kamu bisa melakukan registrasi pada menu “Daftar” pada sub menu di kanan atas.
  • Lengkapi seluruh kolom formulir registrasi hingga muncul box (Syarat dan Ketentuan) untuk dicentang.
  • Dan klik daftar, tunggu beberapa saat dan lakukan aktivasi melalui link aktivasi yang akan dikirim pada email yang Kamu daftarkan.
  • Masuk dan login untuk lanjut.
  • Langkah pertama yaitu jenis usaha, jika perusahan merupakan jenis perusahaan non perseorangan, pilih menu “Perizinan usaha”. Jenis perusahaan di luar kategori tersebut bisa melengkapi data pada menu “Perekaman Data Akta”.
  • Jika sudah, langkah selanjutnya dengan memilih menu “Permohonan Berusaha” dan lanjut “Pilih Akta”. Informasi validasi KSWP dan NPWP akan muncul secara otomatis untuk diproses.
  • Sebelum lanjut, pastikan data yang Kamu isi sudah sesuai dengan data perusahaan Kamu.
  • Centang semua perizinan. Dan tunggu hingga SIUP masuk tahap pemrosesan.
  • Setelah beberapa minggu akan ada notifikasi, dan Kamu bisa mengambil SIUP pada kantor pengurusan terdekat.

Baca Juga:
Mengenal Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP)
Apa itu NPWP? Ini Fungsi, Syarat dan Cara Membuatnya

Contoh Surat Izin Usaha Perdagangan

Supaya lebih jelas, coba Kamu perhatikan contoh SIUP berikut ini:

Contoh 1

Contoh Surat Izin Usaha Perdagangan

Sumber: kupastibisa.com

Contoh 2 (Perdagangan Kecil)

Contoh SIUP Kecil

Sumber : Scribd.com

Contoh 3 (Perdagangan Menengah)

Contoh SIUP Menengah

Sumber : lezgetreal.com

Contoh 4 (SIUP Perdagangan Besar)

Contoh SIUP Besar

Sumber : lezgetreal.com

Ternyata Surat Izin Usaha Perdagangan Itu Penting, Ya!

Sekian penjelasan mengenai Surat Izin Usaha Perdagangan yang penting untuk Kamu ketahui, terutama jika Kamu memiliki kegiatan usaha. Mulai dari pengertian, jenis, syarat, cara membuat, hingga contohnya. Semoga bermanfaat.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]

News

Dalam dunia investasi, salah satu istilah yang paling umum digunakan yakni emiten. Apa itu emiten? […]