Stock Split Saham dan Keuntungannya Bagi Investor

Saat ini berinvestasi dalam pasar modal dapat menjadi salah satu cara untuk menabung. Karena investasi yang kamu lakukan di pasar saham dapat memberikan keuntungan. Contohnya, seperti mendapatkan dividen, capital gain, dan bisa juga stock split. Apakah kamu tahu apa itu stock split?

Sebuah solusi atas kondisi tingginya nilai saham suatu perusahaan di bursa. Nah, untuk mengetahui lebih lengkap mengenai pengertian stock split, tujuan, dan contohnya, simak penjelasannya di bawah ini!

Apa itu Stock Split Saham

Apa Itu Stock Split?

Bagi kamu yang berperan sebagai investor di pasar saham, tentu kamu pernah mendengar istilah stock split. Stock split merupakan langkah dari korporasi untuk melakukan pemecahan nilai saham dengan rasio tertentu. Pemecahan ini membuat nilai saham menjadi lebih rendah daripada nilai saham sebelumnya.

Sederhananya, stock split adalah aksi pemecahan nilai saham. Sebagai contoh, sebuah korporasi berencana melakukan pemecahan harga saham dalam rasio 1:4, artinya harga saham tersebut akan berubah menjadi dibagi empat.

Misalnya, harga saham korporasi A sebesar Rp 20.000 per lembar dengan rasio pemecahan nilai saham 1:4. Maka harga sahamnya dapat kamu beli dengan harga Rp 5.000 per lembar. Meskipun terjadi perubahan harga saham, tetapi hal ini tidak mempengaruhi jumlah modal yang sebelumnya sudah kamu setorkan.

Baca Juga:
Pasar Modal: Pengertian, Sejarah, dan Manfaatnya
Pasar Uang adalah: Pengertian, Fungsi dan Macam Instrumennya
Dividen: Pengertian, Jenis, Cara kerja dan Tipsnya
Capital Gain Adalah: Jenis dan Cara menghitungnya

Tujuan Pemecahan Nilai Saham

Bagi investor, adanya pemecahan nilai saham dapat memberikan beberapa keuntungan. Tak hanya itu saja, bagi perusahaan pun juga bisa mendapat keuntungan dari aksi ini. Berikut ulasan singkatnya:

1. Meningkatkan Likuiditas Saham

Tujuan pertama dengan adanya tindakan stock split yaitu untuk meningkatkan likuiditas saham. Bagi emiten, dengan meningkatnya likuiditas saham maka dapat menambah jumlah saham yang beredar di masyarakat.

Apabila saham dari suatu emiten lebih likuid, hal ini dapat meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh pelaku pasar. Karena, sebagian besar pelaku pasar menyukai saham yang bersifat likuid agar mudah untuk diperjualbelikan.

2. Membuat Harga Saham Semakin Terjangkau Bagi Investor Ritel

Selain meningkatkan likuiditas, tujuan pemecahan nilai saham untuk membuat harga saham menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel. Investor ritel adalah investor perorangan atau bukan atas nama institusi.

Harga saham yang terjangkau akan menguntungkan baik untuk emiten atau untuk investor. Dari sisi investor, mereka bisa membeli saham dengan harga yang tidak terlalu mahal. Sedangkan dari sisi emiten, harga saham yang terjangkau dapat meningkatkan jumlah transaksi.

Baca Juga: Investor Adalah: Pengertian, Resiko dan Tipsnya Supaya Sukses

3. Meningkatkan Citra Perusahaan

Terakhir, tujuan stock split yakni untuk meningkatkan citra perusahaan. Dengan melakukan tindakan ini bagi korporasi, tentu banyak media yang akan memberitakan hal tersebut. Ini bermanfaat agar semakin banyak masyarakat yang mengenal perusahaan dan menjadi tertarik untuk melakukan investasi di perusahaan tersebut.

Baca Juga: Rekomendasi Investasi Terbaik

Contoh Tindakan Stock Split

Jika kamu sudah memahami apa itu stock split dan tujuannya, kamu juga perlu tahu beberapa tindakan pemecahan nilai saham yang pernah terjadi dalam beberapa tahun ini. Berikut beberapa emiten yang pernah melaksanakan aksi tersebut:

1. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Emiten pertama yang melakukan pemecahan nilai saham di pasar modal yakni dari PT. Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Sejak meluncur ke publik, perusahaan di bidang perbankan ini melakukan pemecahan nilai saham sebanyak dua kali.

Pertama, BBRI melakukan pemecahan nilai saham di tahun 2011 dengan rasio 1:2. Kedua, perusahaan milik negara ini melakukan kembali pemecahan nilai saham di tahun 2017 dengan rasio 1:5.

2. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR)

Contoh tindakan stock split berikutnya terjadi pada salah satu pemain consumer good industry, PT. Unilever Indonesia (UNVR) juga pernah melakukan aksi pemecahan nilai saham beberapa kali.

Hal ini karena harga saham Unilever sempat menjadi salah satu yang termahal, sehingga dilakukan pemecahan nilai saham agar menjadi lebih terjangkau.

Semenjak IPO, UNVR melakukan pemecahan nilai saham di tahun 2000, 2003, dan 2020. Terakhir di tahun 2020, UNVR memecah nilai saham menjadi 1:5. UNVR yang saat itu sempat berada di harga Rp 40.000 per lembar dapat kamu beli dengan harga baru sebesar Rp 8.000 per lembar.

3. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)

Tindakan pemecahan nilai saham yang terakhir juga terjadi pada emiten perbankan, yakni PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Hal ini dilakukan di tahun 2021. Setelah sebelumnya cukup mahal dengan harga Rp 35.000, harga saham BBCA menjadi lebih terjangkau dengan kisaran harga Rp 7.500 per lembar. Hal ini terjadi setelah adanya pemecahan nilai saham dengan rasio 1:5.

Dapatkan Keuntungan dari Pemecahan Nilai Saham

Dalam berinvestasi, kamu tentu ingin mendapatkan keuntungan dari modal yang kamu tanamkan. Salah satu caranya, kamu bisa membeli saham-saham yang memiliki fundamental untuk jangka panjang yang baik.

Saat ini, saham-saham dengan fundamental yang baik pun harganya sudah cukup terjangkau. Karena adanya tindakan pemecahan nilai saham dari emiten apabila harga saham sudah terlalu tinggi di pasar modal.

Nah, setelah memahami apa itu stock split, tujuan, dan beberapa contohnya, apakah kamu semakin tertarik untuk berinvestasi di pasar modal?

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Dalam mengelola keuangan untuk kehidupan sehari-hari, tentunya tidak akan terlepas dari yang namanya risiko. Risiko […]

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]