Saham Blue Chip: Pengertian, Ciri-ciri, dan Daftarnya

Untuk kamu yang suka investasi dalam bentuk saham, mungkin sudah tidak asing dengan istilah saham blue chip. Namun bisa jadi sebagian kamu ada yang bertanya apa itu saham blue chip? Lalu apa saja saham yang termasuk ke dalam kategori ini?

Memahami apa itu Saham Blue Chip

Apa Itu Saham Blue Chip

Saham blue chip adalah saham yang berasal dari perusahaan yang memiliki reputasi baik, setidaknya dalam skala nasional, karena kualitas kesehatan finansialnya sudah teruji selama bertahun-tahun, walaupun keadaan ekonomi tidak baik sekalipun cenderung tetap menghasilkan keuntungan.

Sebagian orang menyebut saham blue chip ini dengan big cap. Dengan kata lain, saham jenis ini merupakan saham unggulan. Salah satu indikatornya yaitu saham ini memiliki kapitalisasi pasar yang cukup besar. Beberapa orang juga beranggapan jika saham jenis ini lebih aman untuk dijadikan pilihan investasi.

Hal itu juga berkaitan dengan kondisi dari perusahaan asal saham tersebut. Beberapa alasan lain mengapa saham jenis ini cukup bisa diandalkan yaitu karena reputasi perusahaan yang sudah sangat baik, setidaknya di tingkat nasional. Kualitas dan kemampuannya untuk tetap beroperasi tidak diragukan, baik dalam situasi ekonomi yang sedang baik maupun kondisi yang buruk.

Baca Juga:
Apa yang dimaksud dengan Kapitalisasi Pasar
Cara Menabung Saham yang Menguntungkan untuk Pemula

Ciri-ciri Saham Blue Chip

Untuk kamu yang tertarik menginvestasikan uangnya di saham jenis ini, maka ada beberapa ciri-ciri dari saham yang termasuk kategori ini:

1. Harga yang Cukup Mahal

Salah satu ciri-ciri dari saham blue chip yaitu harganya yang cukup mahal. Kategori mahal ini akan terlihat jika kamu membandingkannya dengan saham lain di sektor yang sama. Meski demikian, masih ada beberapa saham jenis ini yang harganya masih ramah di kantong.

Meskipun mahal, namun harga saham jenis ini relatif stabil. Kalaupun terjadi fluktuasi, maka perubahannya tidak terlalu tajam. Salah satu alasannya, karena saham-saham ini sudah didukung dengan fundamental yang kuat.

Selain masalah kinerja, harganya akan sebanding dengan keuntungan yang akan kamu dapatkan. Biasanya, saham-saham ini secara rutin selalu membagikan dividen tiap tahunnya.

Baca Juga:
Dividen: Pengertian, Jenis, Cara kerja dan Tipsnya
Fluktuasi Adalah: Pengertian dan Penyebabnya

2. Nilai Kapitalisasi Pasar yang Besar

Jika ciri pada poin pertama memiliki harga yang mahal, maka hal ini juga sebanding dengan nilai kapitalisasi dari saham tersebut. Saham jenis ini merupakan saham dengan nilai kapitalisasi pasar yang besar. Indikatornya yaitu nilai kapitalisasi dari saham tersebut berada di atas 1 Triliun Rupiah.

3. Termasuk Pemain Lama

Hal lain yang juga menjadi ciri dari saham jenis ini yaitu dari sisi waktu beroperasi. Biasanya, saham jenis ini merupakan saham yang berasal dari perusahaan kawakan di sektor industrinya. Artinya, mereka sudah berpengalaman di sektor tersebut.

Dengan pengalaman tersebut, kebanyakan perusahaan ini juga merupakan market leader pada tiap sektor industrinya masing-masing.

4. Likuiditas Tinggi

Masalah likuiditas juga termasuk salah satu ciri dari saham blue chip. Dengan semua keunggulan yang mereka punya, maka tidak heran jika saham-saham big cap ini memiliki likuiditas tinggi.

Salah satu indikatornya, saham-saham ini mudah untuk dijual kembali. Selain itu, harga saham ini juga tidak mudah untuk dimanipulasi.

Baca Juga: Apa Itu Likuiditas, Manfaat dan Jenisnya

5. Rutin Membagikan Dividen

Dividen merupakan salah satu indikator apakah operasional sebuah perusahaan berlangsung dengan baik. Dengan adanya pembagian dividen, maka bisa disimpulkan bahwa perusahaan mendapatkan keuntungan.

Semakin rutin memberikan dividen, menunjukan jika perusahaan tersebut stabil mencatatkan keuntungan. Ini juga merupakan salah satu ciri dari saham jenis ini.

6. Memiliki Kinerja yang Positif

Berkaitan dengan poin sebelumnya, saham jenis ini rutin membagikan dividen. Maka hal tersebut juga merupakan salah satu indikator jika kinerja perusahaan berada pada posisi yang baik.

Beda Saham Blue Chip dan LQ45

Selain saham blue chip, mungkin kamu juga sering mendengar tentang LQ45. Banyak orang yang menyamakan kedua hal ini, padahal keduanya berbeda.

Jika saham blue chip merupakan sebutan untuk saham dengan kualitas terbaik. Maka LQ45 merupakan indeks harga saham. LQ45 merupakan sebutan untuk 45 saham terbaik dalam rentang waktu tertentu.

LQ45 ini mirip dengan IHSG. Jika IHSG adalah harga gabungan semua saham yang ada di lantai bursa, maka LQ45 adalah harga gabungan dari 45 saham terbaik yang ada di market dalam rentang waktu tertentu.

Jika dirunut, maka perbedaan dari saham blue chip dan LQ45 adalah sebagai berikut:

  • Saham Blue Chip

    • Merupakan market leader
    • Sudah pasti masuk LQ45
    • Memiliki kualitas baik, dan sudah teruji dalam waktu yang lama.
  • LQ45

    • Belum tentu bertindak sebagai market leader
    • Belum tentu termasuk saham blue chip
    • Kualitasnya sedang baik, setidaknya dalam rentang waktu 6 bulan terakhir

Daftar Saham Blue Chip

Untuk kamu yang tertarik untuk membeli saham jenis ini, berikut termasuk daftar dari beberapa saham blue chip dengan peringkat terbaik yang ada di Indonesia saat ini:

1. Bank Central Asia

Perusahaan dengan kode BBCA ini merupakan salah satu saham big cap yang ada di sektor perbankan. Saham BCA saat ini memiliki volume sekitar 66 juta, dengan harga yang berada di kisaran 7900-an per lembarnya. Selain itu, BBCA juga memiliki nilai kapitalisasi pasar lebih dari 967 Triliun.

2. Bank Rakyat Indonesia

Masih dari sektor yang sama, perusahaan dengan kode saham BBRI juga merupakan salah satu saham terbaik di sektor perbankan yang layak untuk kamu jadikan pilihan investasi. Nilai kapitalisasi sahamnya sudah lebih dari 664 Triliun, dengan volume sekitar 123 juta.

3. Unilever

Saham blue chip lainnya yang juga layak untuk kamu jadikan pilihan investasi yaitu Unilever atau UNVR yang masuk pada sektor FMCG. Volume sahamnya mencapai 15 Juta, dengan nilai kapitalisasi mencapai lebih dari 146 Triliun.

4. Telkom Indonesia

Bergeser ke sektor lain, tepatnya sektor telekomunikasi. Maka salah satu saham besar yang ada pada sektor ini yakni Telkom Indonesia atau TLKM. Saham perusahaan ini memiliki volume mencapai 86 Juta, dan memiliki nilai kapitalisasi mencapai 435 Triliun.

5. PT Indofood CBP

Dari sektor industri makanan, maka salah satu saham terbaik yang ada, dimiliki oleh PT Indofood CBP atau ICBP. Dengan nilai kapitalisasi pasar yang mencapai 99 Triliun dan memiliki volume mencapai 4 Juta, menjadikan emiten ini sebagai salah satu perusahaan besar yang layak untuk kamu jadikan tempat untuk investasi.

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Tips Membeli Saham Blue Chip.

Saham blue chip merupakan saham yang cukup direkomendasikan untuk kamu beli. Meskipun memiliki harga yang relatif lebih mahal, namun dengan kemampuan dan kualitas yang sudah mereka punya, maka sebenarnya hal tersebut cukup sebanding.

Selain itu, saham dengan kualitas terbaik ini juga cukup menjanjikan kestabilan. Untuk beberapa investor pemula, maka membeli saham jenis ini merupakan hal yang sangat direkomendasikan. Berikut adalah beberapa tips membeli saham-saham terbaik ini:

1. Miliki Target

Ketika kamu akan membeli sebuah investasi, maka pastikan kamu memiliki target dan tujuan dari investasi tersebut. Nantinya, target atau tujuan ini bisa menjadi langkah yang menentukan strategi dari investasi yang akan kamu lakukan.

2. Perhatikan Laporan Keuangan

Ketika kamu bingung untuk memilih saham blue chip, maka salah satu hal yang bisa kamu lakukan yaitu dengan memperhatikan laporan keuangan yang mereka punya.

Kamu bisa memilih perusahaan yang tiap tahun keuntungannya terbesar, atau kamu bisa menyesuaikan dengan dana yang kamu miliki dengan target saham yang kamu akan beli.

Baca Juga: Pengertian Laporan Keuangan, Contoh, Dan Fungsinya Untuk Bisnis

3. Jangan Terburu-Buru

Hal yang perlu kamu ketahui yaitu saham merupakan investasi yang cocok untuk jangka panjang. Artinya, semakin lama justru akan semakin menguntungkan. Inilah mengapa, ketika kamu berinvestasi di saham, maka sebaiknya tidak terburu-buru untuk menjual atau menarik keuntungan.

Itulah penjelasan dan beberapa contoh dari saham blue chip. Dengan semua kekuatan fundamental yang mereka miliki, maka sebenarnya saham blue chip merupakan pilihan aman yang bisa kamu jadikan sebagai pertimbangan kamu dalam berinvestasi.

Baca Juga:
Investasi Jangka Panjang: Pengertian, Tujuan, Resiko dan Jenisnya
Rekomendasi Investasi Terbaik

Keuntungan lainnya dengan menempatkan uang kamu di saham blue chip, kamu tidak perlu terlalu khawatir dengan fluktuasi harga. Harga sahamnya cenderung naik, walaupun mengalami penurunan maka biasanya tidak terlalu jatuh dan biasanya juga akan kembali naik.

Oleh karena itu, untuk pemula saham jenis ini merupakan salah satu pilihan yang terbaik. Apakah kamu tertarik mencoba?

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Dalam mengelola keuangan untuk kehidupan sehari-hari, tentunya tidak akan terlepas dari yang namanya risiko. Risiko […]

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]