Return Adalah: Jenis, Komponen, dan Dampaknya pada Investasi

Return merupakan tingkat keuntungan yang bisa investor dapatkan ketika melakukan investasi. Jadi, dalam melakukan investasi yang paling ditunggu oleh para investor yaitu return ini.

Namun, apa sih sebenarnya return itu? Apa saja jenis dan dampaknya pada investasi? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Return itu Adalah

Apa Itu Return?

Return adalah perubahan harga atas sebuah investasi setelah beberapa periode waktu. Pengembalian investasi atau return juga bisa kamu representasikan dalam bentuk selisih harga atau persentase. Return inilah tingkat keuntungan yang investor dapatkan dalam melakukan investasi.

Pengembalian investasi ini merupakan salah satu faktor yang mendorong adanya interaksi dari para investor.

Selain itu, pengembalian investasi ini juga bisa kamu artikan sebagai imbalan atas adanya keberanian dari para investor dalam menanggung setiap resiko dari investasi yang mereka lakukan.

Misalnya, Return dalam investasi jenis reksadana merupakan hasil dari performa reksadana yang sudah diatur oleh pihak manajer investasi. Aturan ini tentunya sudah sesuai dengan nilai modal investasi dan akan selalu ada pembaruan setiap hari kerja bursa saham.

Angka dari nilai saham ini akan selalu berubah setiap harinya. Perubahan ini berdasarkan dari harga saham NAB yang terpengaruh oleh harga pasar pada Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG, dan kondisi ekonomi dalam dan luar negeri.

Pengembalian investasi ini memiliki kemungkinan untuk menunjukkan angka negatif. Artinya, investasi kamu sedang mengalami kerugian.

Baca Juga:
Investasi Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya
Investor Adalah: Pengertian, Resiko dan Tipsnya Supaya Sukses

Komponen Utama dalam Return

Setelah kamu mengetahui bahwa return itu perubahan harga atas sebuah investasi, maka kamu juga harus mengetahui komponen utama yang ada dalam pengembalian investasi ini.

Perlu kamu ketahui, bahwa pengembalian investasi ini memiliki dua komponen, yakni yield dan capital gain.

1. Yield

Yield merupakan persentase kas yang masuk ke pihak investor secara berkala terhadap suatu investasi. Contoh paling sederhana dari yield seperti bunga deposito, dividen, dan obligasi.

Baca Juga:
Cara Menghitung Bunga Deposito Serta Rumusnya
Dividen: Pengertian, Jenis, Cara kerja dan Tipsnya
Apa itu Obligasi: Cara kerja, kelebihan dan kekurangannya

2. Capital Gain

Capital gain merupakan keuntungan yang bisa investor dapatkan dari selisih nilai investasi pada saat ini terhadap nilai investasi yang sudah tertanam pada harga periode yang lalu.

Sementara itu, jika terdapat kondisi atas turunnya nilai investasi yang membuat pihak investor mengalami kerugian, maka kondisi tersebut disebut capital loss.

Dalam praktiknya, tidak semua instrumen investasi yang kamu pilih bisa menghasilkan return investasi. Capital gain ini juga akan sangat tergantung pada harga pasar instrumen investasi yang ada pada pasar bursa saham.

Nah, kegiatan jual beli ini akan mempengaruhi harga aset investasi, dan memiliki kemungkinan adanya perubahan nilai.

Beberapa contoh yang bisa menghasilkan capital gain ini yaitu saham dan obligasi.

Baca Juga: Apa Itu Saham: Definisi, Jenis, dan Cara Membelinya

Jenis-Jenis Return

Selain komponen utama, pengembalian investasi ini juga memiliki dua jenis yang perlu kamu ketahui. Dua jenis return ada return realisasi dan ekspektasi.

Untuk lebih memahami apa saja jenis-jenis return, silahkan kamu simak saja ulasannya berikut ini.

1. Return Realisasi

Return Realisasi merupakan bentuk pengembalian yang sudah terjadi sebelumnya. Pengembalian investasi ini bisa kamu jadikan sebagai dasar penentu return ekspektasi.

Selain itu, jenis pengembalian investasi ini juga memiliki potensi resiko yang bisa kamu alami pada masa mendatang.

Jenis pengembalian pada investasi ini bisa kamu hitung berdasarkan dari data pengembalian historisnya. Return realisasi ini bisa kamu gunakan untuk menilai performa perusahaan. Selain itu, jenis pengembalian ini juga bisa menjadi indikator dalam penilaian return ekspektasi untuk masa depan.

2. Return Ekspektasi

Return ekspektasi merupakan bentuk dari pengembalian yang bisa kamu dapatkan selaku investor untuk masa yang akan datang. Artinya, return ekspektasi ini merupakan bentuk pengembalian yang belum terjadi.

Tingkat pengembalian yang diharapkan adalah keuntungan yang nantinya akan didapatkan oleh para investor. Keuntungan ini berasal dari penanaman dana atas perusahan emiten pada masa depan.

Tingkat pengembalian ini bisa terpengaruh oleh berbagai prospek perusahan yang bersangkutan pada masa depan.

Seorang investor tentunya mengharapkan pengembalian dengan jumlah tertentu untuk masa depan. Namun, ketika investasi tersebut sudah selesai kamu lakukan dan keuntungan sudah benar-benar kamu dapatkan. Maka, nilai dari keuntungan tersebut akan dianggap sebagai return realisasi.

Contoh Perhitungan

Perlu kamu ketahui, semakin tinggi nilai return yang tampil, maka akan semakin bagus kinerja investasi yang kamu miliki. Nah, untuk menghitung return yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut ini:

(Harga saat ini – harga pembelian) x jumlah dari unit yang kamu miliki

Contoh 1

Jika kamu memiliki 100 unit reksadana yang masing-masing harganya adalah 110 ribu rupiah. Ketika masa mendatang, harga per unitnya pun meningkat menjadi 125 ribu rupiah.

Untuk mengetahui nilai returnnya adalah:

(Rp 125.000 – Rp 110.000) x 100 = Rp 1.500.000

Namun, hal ini akan berbeda ketika kamu mendapatkan 100 unit reksadana dengan harga per unit adalah 110 ribu rupiah.

Dan beberapa waktu kemudian harga per unitnya turun menjadi 95 ribu. Maka, nilai return yang kamu dapatkan adalah:

(Rp 95.000 – Rp 110.000) x 100 = – Rp 1.500.000

Contoh 2

Ketika nilai pengembalian kamu berada pada posisi loss, maka jangan terlalu khawatir dan melakukan penarikan dana. Sebab, masih ada kemungkinan nilai tersebut bisa naik kembali pada masa yang akan datang.

Selama memang kamu tidak mencairkan unit reksadana, maka angka negatif tersebut tidak akan terjadi. Untuk itu, pastikan agar dana investasi hanya akan kamu ambil ketika sudah mencapai tujuan.

Contohnya return yaitu ketika kamu melakukan investasi pada bidang properti seharga 700 juta rupiah. Setelah dua tahun, properti tersebut kamu jual dan laku dengan harga 800 juta rupiah. Maka, pengembalian investasi yang kamu peroleh sebanyak 100 juta rupiah.

Dengan memahami bagaimana cara menghitung nilai pengembalian ini, tentu kamu bisa lebih semangat lagi dalam berinvestasi. Namun, perlu kamu waspadai juga ketika ada perusahaan yang menjanjikan nilai pengembalian tinggi dengan tingkat resiko yang rendah.

Sebab, pada umumnya hal tersebut merupakan jenis investasi bodong. Karena biasanya, return akan sesuai dengan resiko atas investasi yang kamu pilih.

Baca Juga:
Cara Investasi Reksadana dengan Modal Kecil
Tips Investasi Properti Untuk Pemula

Resiko dan Return dalam Investasi

Seorang investor tentu tidak hanya akan memperhatikan nilai pengembaliannya saja. Melainkan juga harus bisa memperhitungkan dan mempertimbangkan tingkat resikonya.

Dengan melakukan perbandingan tingkat pengembalian dan tingkat resikonya, maka kamu bisa mengambil keputusan yang bijak dalam berinvestasi.

Resiko yang ada dalam investasi ini merupakan segala ketidakpastian yang terjadi dalam investasi namun tetap bisa mencapai pengembalian yang sesuai dengan harapan.

Selain itu, resiko dalam investasi ini juga mampu mempengaruhi tingkat pengembalian investasi. Beberapa diantaranya adalah risiko suku bunga, resiko inflasi, hingga risiko nilai tukar.

Baca Juga:
Pengertian Suku Bunga dan Jenis-jenisnya
Inflasi adalah: Pengertian, Penyebab, Jenis dan Dampaknya

Dalam investasi tersebut, seorang investor harus bisa menghadapi berbagai resiko dari berbagai sumber. Jadi, tujuan investor melakukan investasi yaitu untuk memaksimalkan nilai pengembalian dan menghindari resiko yang ada. Sudah tahu informasi lengkap tentang return? Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu, ya!

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]

News

Dalam dunia investasi, salah satu istilah yang paling umum digunakan yakni emiten. Apa itu emiten? […]