Rasio Solvabilitas: Pengertian, Jenis dan Rumusnya

Rasio solvabilitas merupakan salah satu perhitungan dasar yang ada di dalam dunia akuntansi. Perhitungan ini memperlihatkan kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi hutang dengan memperhitungkan keseluruhan aset sebagai penjamin hutang perusahaan.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan lebih lengkapnya mengenai rasio solvabilitas berikut ini.

Memahami apa itu Solvabilitas

Apa Itu Rasio Solvabilitas?

Rasio solvabilitas adalah sebuah rasio atau perbandingan untuk mengukur total kewajiban perusahaan yang harus dilunasi dengan total asetnya dalam bentuk persentase. Ini berarti, rasio solvabilitas dapat menunjukkan kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi kewajiban atau hutangnya dengan aset yang mereka miliki.

Rasio ini dapat mengukur leverage keuangan dari suatu perusahaan. Apabila sebuah perusahaan memiliki tingkat rasio yang lebih tinggi daripada aset, maka kreditur akan menilai bahwa perusahaan tersebut memiliki risiko yang tinggi untuk diberi pinjaman.

“Leverage keuangan adalah penggunaan dana yang memiliki beban tetap dengan maksud/harapan akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada beban tetapnya sehingga akan meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham (sumber dosen.uta45jakarta.ac.id)”

Maka dari itu, rasio solvabilitas ini menjadi penting untuk diketahui karena dapat membantu investor dan kreditur untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban mereka di masa depan.

Baca Juga:
Akuntansi adalah: Pengertian dan Manfaatnya untuk Bisnis
Aset adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya
Apa itu Kreditur

Tujuan penggunaan Rasio Solvabilitas

Terdapat 7 tujuan dari penggunaan rasio solvabilitas yang harus kamu  ketahui, yaitu:

  • Sebagai informasi posisi dan kondisi perusahaan saat ini kepada kreditur.
  • Bertujuan untuk mengetahui atau menilai kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban kredit beserta bunganya.
  • Untuk mengetahui keseimbangan dari nilai aktiva tetap dari perusahaan atau organisasi terhadap modalnya.
  • Dapat menilai perusahaan dari besaran aktiva biaya hutang.
  • Mengetahui besaran pengaruh hutang terhadap manajemen aset ataupun aktiva perusahaan atau organisasi.
  • Untuk mengetahui nilai dana pinjaman dari perusahaan ketika ditagih atau telah jatuh tempo atas nilai modal yang dimiliki perusahaan.
  • Untuk mengetahui dan menilai jumlah jaminan hutang yang bersifat jangka panjang berdasarkan nominal modal rupiah.

Jenis Rasio Solvabilitas

Setelah mengetahui tujuan dari penggunaan rasio solvabilitas, sekarang kamu  harus tahu jenis-jenis rasio solvabilitas berikut ini:

1. Debt Ratio

Debt ratio atau rasio hutang merupakan jenis yang biasa digunakan untuk mengevaluasi nilai perusahaan sesuai dengan jumlah hutang untuk dapat membiayai aset. Dengan jenis rasio ini, perusahaan membandingkan jumlah keseluruhan aset dan uang yang tersedia. Selain itu, debt ratio juga mampu menunjukkan kapasitas perusahaan untuk memperoleh kredit dengan jaminan aktiva tetap untuk menambah modal.

Apabila tingkat debt ratio ini meningkat, maka jaminan kreditur jangka panjang akan lebih terjamin. Namun pada umumnya, kreditur kerap memilih perusahaan yang memiliki rasio hutang yang rendah. Hal ini karena mereka percaya bahwa kemungkinan besar kondisi perusahaan tersebut terbilang lebih aman dan tidak mudah bangkrut.

2. Debt-to-Equity-Ratio

Jenis rasio solvabilitas selanjutnya yaitu debt-to-equity-ratio yang berarti rasio hutang atas ekuitas. Jenis ini biasanya kerap digunakan untuk membandingkan ekuitas dengan liabilitas. Ini berarti, jumlah hutang tidak boleh lebih besar daripada modal. Dengan begitu, beban yang akan ditanggung oleh perusahaan tidak akan bertambah.

Biasanya, perusahaan dengan nilai rasio yang kecil menandakan bahwa perusahaan tersebut dalam kondisi yang baik. Maka dari itu, potensi untuk mendapatkan kredit akan jauh lebih besar.

Baca Juga:
Apa yang dimaksud dengan ekuitas
Apa yang dimaksud dengan liabilitas

3. Debt to Capital Ratio

Jenis rasio solvabilitas yang terakhir yakni debt to capital ratio yang biasa digunakan untuk membandingkan jumlah kewajiban hutang dengan total modal operasional perusahaan atau biasa disebut dengan ekuitas.

Apabila rasio hutang dari perusahaan terlihat lebih besar dari modal operasionalnya, ini berarti bahwa solvabilitas perusahaan tersebut dalam kondisi yang kurang baik.

Rumus Rasio Solvabilitas dan Cara Menghitungnya

Setelah mengetahui apa itu rasio solvabilitas, sekarang kami akan menjelaskan rumus rasio solvabilitas:

1. Cara Menghitung Debt Ratio

Rumus rasio solvabilitas debt ratio cukup sederhana, yakni:

Total Hutang/Total Aset Perusahaan

Namun apabila nilai dari rasio ini lebih dari 1.0, maka solvabilitas perusahaan tersebut dalam kondisi yang tidak baik.

Contoh Kasus:

  1. Maju Berkarya memiliki total kewajiban hutang yang belum dibayar sebesar Rp.200 miliar dengan nilai aset yang dimiliki sebesar Rp. 180 miliar.  Maka perhitungannya adalah:

Solvabilitas debt ratio PT. Maju Berkarya = Rp. 200 miliar / Rp. 180 miliar = 1.111

Maka, solvabilitas dari PT. Maju Berkarya adalah 1.111 yang berarti kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban hutang akan bermasalah.

2. Cara Menghitung Debt-to-Equity-Ratio

Cara menghitung rasio jenis ini hampir sama dengan cara menghitung debt ratio. Namun, hal yang membedakan adalah nilai debt-to-equity yang bernilai 2.0.

Rumus untuk menghitung debt-to-equity-ratio yaitu:

Debt-to-Equity-Ratio (DER) = Total Hutang:Ekuitas

Contoh kasus:

Sebuah perusahaan PT. Maju Terus memiliki ekuitas sebesar Rp.200 miliar dari total aset sebanyak Rp.300 miliar (ini berarti sebanyak Rp.100 miliar didapat dari hutang). Sementara itu, PT. Maju Terus memiliki kewajiban-kewajiban lain yang harus mereka bayar. Jika di total, maka kewajiban tersebut sebesar Rp.30 miliar.

Jika dilihat dari debt-to-equity-ratio, maka perhitungannya adalah:

Solvabilitas Debt-to-Equity-Ratio PT. Maju Terus

= (Rp. 100 miliar + Rp. 30 miliar)/Rp.200 miliar

=Rp.130 miliar/Rp. 200 miliar

=0.65

Jadi, rasio solvabilitas debt-to-equity PT. Maju terus adalah 0.65. Ini berarti nilai rasio ekuitas hutangnya masih di bawah batas maksimal.

3. Cara Menghitung Debt to Capital Ratio

Rumus rasio solvabilitas yang satu ini berbeda dengan dua jenis solvabilitas sebelumnya, yaitu:

Debt/(Debt + Equity)

Contoh kasus:

  1. Jaya Sentosa memiliki hutang sebesar Rp.200 miliar dengan ekuitas sebesar Rp. 220 miliar. Apabila kamu  ingin mencari debt to capital ratio, maka perhitungannya adalah:

Solvability debt to capital ratio PT. Jaya Sentosa:

= Rp. 200 miliar/(Rp. 200 miliar + Rp. 220 miliar)

= Rp. 200 miliar/Rp.420 miliar

= 0.476

Jadi, rasio hutang dari PT. Jaya Sentosa hanya 47 persen dari total kapitalisasi perusahaan. Ini berarti, PT. Jaya Sentosa dalam kondisi yang baik dan sehat dari sisi solvabilitasnya.

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Perbedaan Solvabilitas, Likuiditas, & Viabilitas

Banyak yang masih sering menyamakan antara likuiditas, solvabilitas, dan viabilitas. Padahal, ketiganya memiliki arti dan tujuan yang berbeda.

Likuiditas merupakan sebuah perhitungan untuk bisnis jangka pendek, sedangkan solvabilitas merupakan sebuah perhitungan untuk bisnis jangka panjang.

Ini berarti, likuiditas lebih berkaitan dengan arus keuangan jangka pendek, sedangkan solvabilitas cenderung melihat stabilitas keuangan perusahaan dalam jangka panjang. Untuk lebih sederhananya, likuiditas adalah besaran uang tunai yang diperoleh perusahaan dari menjual semua asetnya.

Baca Juga: Apa Itu Likuiditas, Manfaat dan Jenisnya

Selain itu, solvabilitas juga sering disamakan dengan viabilitas. Padahal, viabilitas itu adalah untuk menilai kelayakan perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang.

Hal Ini berarti, viabilitas kerap digunakan untuk mengetahui tingkat keuntungan yang didapat oleh perusahaan setiap tahunnya.

Di lain sisi, solvabilitas lebih cenderung berkaitan dengan stabilitas kas perusahaan jangka panjang supaya tetap bisa melakukan kewajibannya dalam membayar hutang. Ini berarti perhitungan solvabilitas tidak dapat melihat keuntungan yang dilakukan oleh perusahaan.

Kesimpulan

Solvabilitas sangat berguna untuk mengetahui kesehatan keuangan perusahaan. Dengan mengetahui solvabilitas, perusahaan dapat mengukur kemampuannya bisnisnya dalam jangka panjang sehingga mereka dapat membuat sebuah keputusan yang tepat di masa depan.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]