Profit adalah: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

Ketika membahas mengenai dunia bisnis pastinya kamu sering menjumpai seseorang yang berbicara mengenai profit. Secara umum memang setiap orang yang akan menjalankan sebuah bisnis atau usaha akan terpaku pada tujuan utama untuk mendapatkannya dengan sebanyak-banyaknya.

Apa itu profit sebenarnya? Lalu, apakah berbeda dengan yang orang sering sebut dengan istilah omset?

Pahami Apa itu Profit

Apa itu Profit

Secara garis besar, arti dari profit adalah sejumlah uang yang diperoleh seorang pengusaha saat melakukan bisnis dalam jangka waktu tertentu yang telah dikurangi dengan HPP serta biaya-biaya lainnya. Istilah ini juga merujuk pada kata lain yaitu laba bersih atau sebuah keuntungan yang pengusaha peroleh.

Jadi secara sederhananya apa itu profit tidak lain merupakan istilah yang sama artinya dengan keuntungan dari sebuah bisnis. Namun, untuk bisa mencapai profit yang kamu inginkan tentu saja caranya tidak mudah. Kamu perlu memahami banyak aspek dan menguasai berbagai macam ilmu marketing.

Istilah ini juga menggambarkan adanya manfaat finansial yang terwujud ketika aktivitas usaha atau berbisnis bisa menghasilkan uang yang melebihi ongkos, biaya, serta pajak yang terpakai untuk menjalankan bisnis tersebut.

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Mengenali Jenis-Jenis Laba

Dalam dunia bisnis, mengetahui jenis-jenis laba menjadi sesuatu yang sangat berguna. Apalagi jika kamu seorang pemula, harus pintar-pintar mengenal istilah ini. Berikut ini penjelasan mengenai beberapa jenis laba yang perlu kamu kenali.

1. Laba Kotor

Pertama ada yang disebut dengan laba kotor. Istilah ini berarti setiap laba yang seorang pengusaha peroleh setelah hasil penjualan mereka kurangi biaya yang terkait dengan modal produksi dan penjualan dari produk-produk, atau juga seluruh biaya yang berkaitan dengan layanan.

Di dalam biaya untuk mengurangi hasil penjualan seperti membeli bahan baku, proses produksi, hingga membayar karyawan. Dengan mengurangi hasil penjualan dengan komponen inilah akan kamu dapatkan hasil laba kotor.

2. Laba Operasional

Selanjutnya ada laba operasional. Laba operasional adalah keuntungan yang kamu dapatkan setelah mengurangi hasil penjualan dengan biaya tidak langsung yang bisa mempengaruhi laba.

Contoh dari biaya tidak langsung ini adalah komponen yang sering pengusaha gunakan untuk penelitian dan pengembangan. Ada juga biaya untuk kampanye pemasaran, biaya administrasi, serta penyusutan dan amortisasi. Selain dari semua komponen itu ada juga biaya umum.

3. Laba Bersih Atau Profit

Seorang pengusaha bisa mendapatkan laba bersih apabila nanti dia telah memperoleh hasil dari penjualan produknya lalu menguranginya dengan semua komponen yang ada termasuk biaya pajak. Salah satu komponen yang perlu mereka hitung juga termasuk biaya untuk memakai pikiran sendiri.

Artinya strategi yang muncul dan tenaga pribadi perlu sekali masuk hitungan dalam pengurangan untuk menghasilkan angka laba bersih.

Di lain sisi, laba bersih juga perlu memperhitungkan berbagai komponen yang sifatnya tidak terjadi setiap waktu. Misalnya mesin produksi rusak, maka biaya perbaikan tersebut perlu sekali untuk mereka hitung sebagai biaya mendadak.

Perbedaan Omset dengan Profit

Kadangkala kamu mungkin menemukan istilah profit bersandingan dengan istilah omset. orang-orang sering keliru mengatakan bahwa hal itu sama. Padahal sejatinya omset dan profit adalah sesuatu yang berbeda.

1. Perbedaan Definisi

Omset adalah sejumlah uang yang seorang pengusaha hasilkan dari penjualan barang atau jasa selama aktivitas bisnis. Uang tersebut masih utuh belum dikurangi dengan HPP dan biaya lain-lain seperti gaji karyawan, listrik, air, dan hal lain penunjang usaha.

Istilah lain dari omset adalah laba kotor. Tentu saja ini sudah membedakan profit dengan omset.

2. Cara Menghitung

Perbedaan antara keduanya bukan hanya soal definisi tetapi juga cara menghitungnya. Merujuk dari pengertiannya, omset bisa kamu hitung dengan cara mengalikan antara harga jual dengan jumlah produk yang terjual.

Cukup simpel bukan? Berbeda dengan omset, menghitung profit itu cukup rumit karena harus memperhatikan segala bentuk komponen.

3. Cara Memaksimalkan

Cara untuk mendapatkannya secara maksimal juga berbeda. Untuk memperoleh omset yang besar saat menjalankan bisnis, maka kamu perlu memiliki produk yang perputarannya cepat. Maksudnya yaitu produk yang kamu jual harus memiliki masa kadaluarsa yang cepat.

Dengan begitu, penjualan harus cepat pula agar omset yang kamu hasilkan maksimal. Bukan hanya itu, kamu juga perlu mengukur cash flow serta tujuan jumlah profit yang tepat untuk membuat perputaran produk stabil dan jika ternyata lama, tidak membuatmu mengalami kerugian. Cara ini membuat bisnis yang kamu jalankan bisa berorientasi jangka panjang.

Untuk mendapatkan profit yang besar maka akan lebih cocok jika kamu menjalankan usaha yang bertipe penjualan produk pasar ritel. Produk yang masa kadaluarsanya panjang atau tidak memiliki kadaluarsa sama sekali akan lebih baik.

Namun, karena usaha di bidang ini memiliki resiko balik modal yang lama serta persaingan ketat, maka kamu harus berusaha semaksimal mungkin dengan keras untuk mendapatkan profit yang besar.

Yuk, Dapatkan Profit Berlimpah dari Bisnismu!

Kamu harus paham bahwa profit merupakan tujuan utama dalam sebuah bisnis. Sehingga orientasi marketing yang kamu lakukan seharusnya mengarah untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya.

Membangun rencana bisnis dengan tujuan yang jelas akan mempermudah usaha berkembang dengan lebih cepat. Arti profit harus kamu tanamkan dalam otak untuk kelangsungan bisnis itu sendiri. Semoga sukses!

Baca Juga: Ini Pinjaman dengan Bunga Rendah tanpa Jaminan

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Dalam peradaban tak hanya kebudayaan, sosial, perekonomian dan teknologi saja yang perlu masyarakat kenal. Melainkan […]

News

Bagi sebagian besar orang, hukum penawaran sudah menjadi makanan sehari-hari. Walaupun begitu masih banyak juga […]

News

Banyak pebisnis eksportir pemula yang gagal karena tidak memahami apa itu embargo. Secara garis besar […]

News

Di era globalisasi ini, bukan tidak mungkin lagi bila para pelaku ekonomi dapat melakukan transaksi […]

News

Pernahkah kamu mendengar kata hibah sebelumnya? Hibah merupakan salah satu istilah yang banyak orang ketahui […]

News

Salah satu teori yang penting untuk kamu ketahui bahkan kuasai dalam kehidupan yaitu manajemen risiko. […]