Pengertian Opportunity Cost Beserta Contoh dan Cara Menghitungnya

Apa itu opportunity cost? Mungkin inilah pertanyaan yang sering muncul ketika kamu mendengarnya. Bagi sebagian orang, istilah satu ini memang terdengar asing. Nah, untuk menjawab rasa penasaran kamu seputar opportunity cost beserta contoh dan cara menghitungnya, simak artikel ini sampai habis, ya!

Mengenal Opportunity Cost

Pengertian Opportunity Cost

Opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya atau kerugian yang akan kamu ambil untuk mendapatkan keuntungan. Sederhananya, opportunity cost menjadikan hilangnya satu keuntungan untuk mendapatkan keuntungan lainnya.

Fungsi Memahami Opportunity Cost

Kamu harus mengetahui fungsi dari proses pemahaman jenis biaya satu ini. Sebab, keberadaan biaya peluang tidak hanya muncul dalam sebuah perusahaan, melainkan juga akan muncul dalam kehidupan sehari-sehari kamu. Berikut ini beberapa fungsinya:

1. Memudahkan dalam Menentukan Skala Prioritas

Fungsi biaya peluang yang pertama yaitu memudahkan kamu dalam menentukan skala prioritas. Yup, setiap individu pastinya memiliki skala prioritas yang berbeda-beda tergantung dengan kemampuan finansial dan faktor lainnya.

Umumnya, setiap individu akan memiliki berbagai macam tujuan yang ingin dicapai, termasuk kamu. Nah, dengan menggunakan biaya peluang ini, kamu bisa memilih mana prioritas yang paling penting dan menguntungkan sesuai dengan kondisi maupun kebutuhan saat ini.

Bagi sebuah perusahaan, biaya peluang sangat berkaitan erat dengan mendapatkan peluang bisnis yang menguntungkan. Sebab, sektor bisnis sangat berhubungan dengan nilai ekonomi. Artinya, semakin menguntungkan, maka semakin besar pula peluang tersebut untuk dipilih.

Baca Juga: Risiko Finansial adalah: Pengertian, Jenis dan Contohnya

2. Meminimalkan Risiko

Fungsi berikutnya yakni meminimalkan risiko. Kamu bisa memanfaatkan opportunity cost sebagai perbandingan dalam menentukan keputusan. Ingat, keputusan ini harus menimbulkan dampak baik seperti harapan kamu.

Bagi perusahaan, menjalankan bisnis akan selalu ada risiko yang menghampiri, baik itu kecil maupun besar. Ketika melakukan perhitungan biaya peluang, maka perusahaan akan tahu mana keputusan yang menimbulkan risiko minim dan mana yang akan menimbulkan risiko besar.

Baca Juga: Jenis-Jenis Risiko Bisnis

3. Membantu Perhitungan Modal

Dari segi ekonomi, saat ini banyak pihak atau perusahaan yang bersedia meminjamkan modal dengan syarat dan ketentuan tertentu. Jika kamu ingin membuka usaha, tentu saja membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Nah, di sinilah fungsinya menghitung opportunity cost atau biaya peluang. Kamu akan menemukan besaran modal yang tepat untuk membuka usaha. Sehingga, kamu tidak perlu cemas apakah modal tersebut cukup atau tidak nantinya. Karena sudah kamu perhitungkan dengan matang.

Baca Juga: Cara Menghitung Modal

4. Menghemat Pengeluaran Bisnis

Adanya perhitungan biaya peluang, kamu juga bisa menghemat pengeluaran bisnis yang tidak terduga. Fungsi opportunity cost ini masih berkaitan dengan fungsi sebelumnya, yaitu membantu perhitungan modal yang kamu butuhkan.

Di dalam proses perhitungannya, kamu harus bisa menentukan pilihan terbaik dengan biaya paling hemat. Nantinya, biaya ini akan berkaitan dengan dana tambahan yang harus diminimalisasikan dalam skala prioritas keuangan.

Agar, kamu tahu apa saja pengeluaran yang sifatnya penting dan pengeluaran yang sifatnya tidak terlalu penting.

Nah, ketika kamu sudah memprediksi jumlah keseluruhan modal, maka peluang terjadinya pengeluaran yang tidak kamu harapkan pun sangat minim. Jadi, kamu bisa melakukan penghematan setiap adanya pengeluaran yang terjadi.

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Cara Menghitung Opportunity Cost

Agar lebih mudah menghitung opportunity cost, anggap saja saat ini kamu sedang berada dalam kondisi yang mengalami keterbatasan atau kelangkaan sumber daya. Sehingga, kamu berhadapan dengan pilihan yang harus segera kamu ambil.

Setelah itu, akan ada dua kondisi yang mungkin saja kamu hadapi. Nah, cara menghitung biaya peluangnya sebagai berikut:

  • Jika kamu menghadapi dua pilihan, maka biaya peluang merupakan selisih antara biaya yang tidak kamu pilih atau korbankan dengan biaya yang kamu pilih.
  • Jika kamu menghadapi lebih dari dua pilihan, maka biaya peluang yaitu pilihan yang harus kamu korbankan dan memiliki nilai terbesar.

Jadi, kamu hanya bisa menghitung biaya peluang jika berada dalam kondisi yang mengharuskan untuk memilih antara dua atau lebih pilihan yang kamu hadapi. Pilih atau korbankan biaya yang nantinya memberikan dampak besar untuk finansial kamu.

Contoh Opportunity Cost dalam Kehidupan Sehari-hari

Selanjutnya contoh opportunity cost yang perlu kamu ketahui dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh pertama, Biyan baru saja lulus SMA dan sedang mempertimbangkan rencana, antara langsung bekerja atau melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi.

Dari contoh masalah di atas, maka ilustrasi biaya yang berkaitan dengan pilihan Biyan antara lain:

1. Opsi Pertama

Biyan akan mendapatkan pekerjaan dan mengharuskannya untuk menyewa kendaraan seharga Rp 500 ribu per bulan. Di sisi lain, Biyan tinggal di rumah, sehingga tidak perlu mengeluarkan uang sewa kontrakan.

Meski Biyan memilih tinggal di rumah, akan ada biaya utilitas yang harus dibayar sebesar Rp 800 ribu setiap bulan. Sedangkan gaji yang diperoleh Biyan sebesar Rp 3 juta.

Jika Biyan memilih opsi pertama, maka ia akan mengeluarkan Rp 500 ribu per bulan untuk biaya sewa kendaraan dan Rp 800 ribu untuk biaya utilitas. Penghasilan yang akan Biyan dapatkan dalam sebulan adalah Rp 3 juta.

Berikut ini ilustrasi keuntungan yang akan Biyan dapatkan selama 8 tahun bekerja:

Keuntungan= (Pendapatanx96)-{(Biaya Sewa Kendaraan+Biaya Utilitas)x96}

= (Rp 3.000.000×96)-{(Rp 500.000+Rp 800.000)x96}

= Rp 288.000.000-Rp124.800.000= Rp 163.200.000

Baca Juga: Biaya utilitas adalah

2. Opsi Kedua

Biyan akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi dan harus meninggalkan rumah. Orang tua Biyan akan membayar kontrakan dan keperluan lainnya.

Setiap bulan, uang yang harus dikeluarkan sebesar Rp 4,3 juta. Anggap saja uang Rp 3 juta ini yaitu untuk keperluan kuliah dan Rp 1,3 juta untuk keperluan harian. Akan tetapi, ketika Biyan lulus, dia memperkirakan penghasilannya sebesar Rp 5 juta per bulan.

Jika Biyan memilih opsi kedua, maka Biyan harus mengeluarkan uang sebesar Rp 3 juta dalam sebulan untuk keperluannya. Biaya ini dikalikan selama Biyan berkuliah, yaitu empat tahun.

Namun, ketika Biyan sudah lulus, dia memperkirakan penghasilan yang akan ia dapatkan dalam sebulan adalah Rp 5 juta. Di mana penghasilan ini lebih tinggi dari pengeluaran Rp 3 juta selama berkuliah.

Berikut ini ilustrasi keuntungan yang akan diterima oleh Biyan, bila memutuskan untuk kuliah dan mendapatkan gaji Rp 5 juta setelah lulus:

Biaya = Hutang biaya 4 tahun kuliah+ Biaya harian selama 4 tahun selama bekerja

=(Rp 3.000.000×48)+(Rp 1.300.000×48)

=Rp 144.000.000+Rp 62.400.000= Rp 206.400.000

Keuntungan = (Rp 5.000.000×48)-Rp 206.400.000

= Rp 240.000.000-Rp 206.400.000= Rp 33.600.000

Keuntungan ini akan dia dapat selama 4 tahun, setelah lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan dengan gaji Rp 5 juta.

3. Perhitungan Biaya Peluang

Berdasarkan kedua opsi di atas, berikut ini perhitungan biaya peluang jika Biyan memilih opsi pertama:

Biaya peluang = Biaya opsi 2-Biaya opsi 1

= Rp 206.400.000-Rp124.800.000

= Rp 81.600.000

Jika, Biyan memilih opsi kedua, maka biaya peluangnya sudah pasti minus dan dianggap sebagai hutang yang harus ia bayar setelah bekerja nanti.

Sudah Semakin Paham Tentang Opportunity Cost?

Kesimpulannya, konsep opportunity cost atau biaya peluang merupakan hilangnya manfaat ketika memilih satu alternatif dari alternatif lainnya. Karena tidak semua individu memiliki pemikiran yang sama dan juga ada faktor lainnya, maka pilihannya tidak dijamin sama.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Siapa yang tidak tertarik melamar pada pekerjaan dengan gaji besar? Salah satu motivasi kerja yaitu […]

News

Dalam peradaban tak hanya kebudayaan, sosial, perekonomian dan teknologi saja yang perlu masyarakat kenal. Melainkan […]

News

Bagi sebagian besar orang, hukum penawaran sudah menjadi makanan sehari-hari. Walaupun begitu masih banyak juga […]

News

Banyak pebisnis eksportir pemula yang gagal karena tidak memahami apa itu embargo. Secara garis besar […]

News

Di era globalisasi ini, bukan tidak mungkin lagi bila para pelaku ekonomi dapat melakukan transaksi […]

News

Pernahkah kamu mendengar kata hibah sebelumnya? Hibah merupakan salah satu istilah yang banyak orang ketahui […]