Pengertian Kapitalisme dan Contohnya

Perekonomian suatu negara tentunya berlandaskan ideologi tertentu agar sistem ekonomi negara tersebut dapat berjalan. Seringkali kita mendengar mengenai istilah kapitalisme. Namun apa sih yang dimaksud dari kapitalisme itu sendiri? Pada artikel kali ini kita akan membahas secara lengkap mengenai kapitalisme. Langsung simak yuk.

Memahami apa itu Kapitalisme

Apa itu kapitalisme

Kapitalisme adalah ideologi dari salah satu sistem ekonomi yang meyakini bahwa adanya modal yang dimiliki oleh perorangan maupun sekelompok orang yang ada didalam masyarakat dapat menghasilkan kesejahteraan masyarakat di negara tersebut.

Terkait penerapan dari sistem kapitalis ini, setiap warga memiliki kemungkinan untuk mempunyai dan menguasai modal dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Adapun ciri yang dapat terlihat dari sistem ini yaitu adanya intervensi dari negara yang minim. Pemerintah dapat menerapkan peraturan pada negaranya seperti menetapkan upah minimum rakyat. Namun pada sistem kapitalis ini, pemerintah tidak terlibat secara aktif dalam perencanaan produksi nasional.

Konsep ini lahir pada abad ke-19 oleh ekonom Skotlandia Adam Smith. Beliau merumuskan teori “the invisible hand” bahwa keseimbangan pasar dapat terjadi secara alami berdasarkan penawaran dan permintaan.

Salah satu hal yang menguntungkan kapitalisme yaitu pasar bebas. Karena persaingan sengit antara penjual yang menjual produk serupa, penjual yang memiliki modal lebih banyak bisa menciptakan produk yang lebih inovatif.

Hal ini membuat produk mereka sangat diminati oleh pembeli. Semakin tinggi permintaan, semakin bebas harga barang dapat dinaikkan, selain itu campur tangan pemerintah yang minim dalam regulasi membawa keuntungan pada sistem ekonomi ini.

Dan konsep ini juga menekankan hak individu untuk menguasai modal. Hal ini memiliki pengaruh terhadap distribusi pendapatan.

Jika individu memiliki banyak modal dan mengelolanya dengan baik, ia dapat menuai banyak uang dan memberikannya kepada ahli waris ketika dia meninggal. Oleh karena itu, modal kekayaan sangat kecil kemungkinannya untuk didistribusikan kepada orang yang berada di luar lingkaran keluarga atau kerabat.

Keuntungan sistem kapitalisme

Nyatanya dalam sistem ekonomi kapitalis ini memiliki keuntungan yang bisa dinikmati oleh masyarakatnya. Keuntungan kapitalisme misalnya pemanfaatan sumber daya dapat digunakan secara lebih efisien dan efektif, dikarenakan pemilik modal telah menetapkan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

Selain itu, mentalitas masyarakat lebih kreatif karena adanya persaingan yang ketat. Ini juga didukung karena produk-produk yang unik cenderung meningkatkan permintaan konsumen.

Kelebihan kapitalisme bisa dilihat dari poin-poin berikut ini:

  1. Penggunaan sumber daya dan pendistribusian barang yang efisien
  2. Agar dapat bersaing, setiap orang berusaha untuk lebih kreatif
  3. Adanya pertumbuhan ekonomi yang pesat karena persaingan pasar
  4. Adanya penghargaan yang diberikan kepada individu yang bekerja keras dalam bisnis
  5. Konsumen memiliki control untuk mengendalikan pasar karena persaingan harga yang terjadi antar perusahaan

Kekurangan Sistem Kapitalisme

Selain kelebihan, nyatanya sistem kapitalisme ini juga memiliki kekurangan. Persaingan tidak sempurna di pasar bebas tidak dapat dihindari, karena akses permodalan hanya dapat dimiliki oleh kelompok tertentu. Inilah penyebab terjadinya monopoli pasar.

Baca Juga: Apa itu Pasar Monopoli: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Dampaknya

Apalagi, sistem kapitalis ini memungkinkan pengusaha mengabaikan masalah lain seperti kesejahteraan pekerja dan hanya fokus pada uang.

Dampak negatif berikutnya yang kita hadapi yaitu ancaman terhadap kelestarian sumber daya alam. Pemilik modal menetapkan target keuntungan yang tinggi dan oleh karena itu hal ini juga membuat eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan tanpa mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan.

Adapun kekurangan sistem ekonomi kapitalis dapat dilihat dari poin berikut ini:

  1. Munculnya pasar persaingan tidak sempurna dan pasar persaingan monopolistik
  2. Persaingan pada sistem ini memicu konflik dan ketidakadilan karena pemimpin pasarnya merupakan pengusaha besar
  3. Perekonomian berorientasi pada uang sehingga perusahaan akan memiliki sudut pandang yang materialistik
  4. Dalam sistem ini, profit dijadikan sebagai tujuan utama dalam berbisnis sehingga perusahaan besar akan  mengambil alih perusahaan kecil
  5. Terjadinya eksploitasi sumber daya alam demi keuntungan sebesar-besarnya
  6. Adanya kesenjangan dalam distribusi antar individu dan juga berbagai sarana produksi yang terpusat pada satu kelompok
  7. Meningkatnya krisis dan kriminalitas karena pengangguran yang meningkat akibat ada pihak produsen yang berhenti berproduksi karena kalah bersaing

Contoh Negara penganut Kapitalisme

Setelah mengenal mengenai sistem ekonomi kapitalisme, Adapun beberapa contoh negara yang menganut sistem ekonomi kapitalisme misalnya saja:

1. Amerika Serikat

Ketika kita membahas sistem kapitalis, kita biasanya memikirkan Amerika Serikat. Tetapi negara ini secara efektif menggunakan ideologi kapitalis campuran.

Sistem ekonomi kapitalis ini, membentuk Amerika Serikat telah menjadi negara impor dan ekspor terbesar kedua di dunia. Bahan utama yang diekspor dari Amerika Serikat yaitu bahan kimia.

Memang, keberadaan sistem kapitalis di negara ini juga didukung dengan situasi geografis di negara tersebut. Seperti yang diketahui, Amerika Serikat memiliki wilayah yang luas dengan iklim yang beragam, yang memberi negara ini banyak sumber alam.

Tentu saja, sumber daya alam ini didukung oleh pembangunan infrastruktur yang pesat, sehingga mendukung peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, dapat dilihat bahwa fase kebijakan publik negara membantu meningkatkan produktivitas di AS.

2. Inggris

Negara berikutnya yang menganut ideologi kapitalis yaitu Inggris. Inggris identik dengan AS dan menggunakan ideologi kapitalisme campuran.

Dalam kapitalisme campuran, sektor swasta mendominasi kegiatan ekonomi, tetapi juga mengenakan pajak dalam persaingan.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pendanaan sektor pajak mendorong pencapaian tujuan Pembangunan Nasional Inggris.

Bahkan, bisa dikatakan bahwa Inggris telah memiliki ideologi ini sejak lama. Banyak investor besar telah memperluas bisnis mereka dan membuat bisnisnya menjadi industri yang lebih besar.

Baca Juga:
Cara Perhitungan Pajak Penghasilan (PPH) dan Simulasi Pembayaran
Investor Adalah: Pengertian, Resiko dan Tipsnya Supaya Sukses

3. Jerman

Jerman merupakan negara yang terkenal dengan produk otomotifnya. Memang, banyak industri berkembang di Jerman.

Setiap wilayah Jerman memiliki karakteristik uniknya sendiri. Jerman juga merupakan negara yang menerapkan ideologi kapitalisme campuran.

Menegakkan ideologi kapitalisme, negara Jerman juga memberlakukan tarif pajak yang kompetitif di berbagai bidang industri. Hal ini juga menyebabkan penyediaan pendidikan gratis bagi siswa, yang kepentingannya juga untuk warga negara. Walaupun pada kenyataannya, tarif pajak setiap warga negara Jerman tergolong tinggi.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]