Pengertian Asuransi: Unsur, Fungsi, dan Jenisnya

Asuransi merupakan bentuk upaya penanggulangan resiko yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang dengan nominal biaya cukup besar.

Oleh sebab itu, kamu butuh pertanggungan untuk menjamin sesuatu yang bernilai. Tujuannya adalah agar kamu bisa mendapatkan langkah preventif jika nantinya terjadi sesuatu.

Mengenal Apa itu Asuransi

Pengertian Asuransi

Asuransi adalah istilah yang berasal dari Bahasa Inggris, yakni insurance yang artinya pertanggungan. Pengertian pertanggungan juga memiliki arti sebagai bentuk agreement/ persetujuan antara pihak bank sebagai penyedia asuransi kepada pihak nasabah.

Perusahaan asuransi ini akan mengganti kerugian dari nasabahnya yang berkaitan dengan hal yang mereka asuransikan.

Untuk mendapatkan jaminan pertanggungan ini, maka pihak nasabah wajib membayarkan sejumlah uang atau premi setiap bulan atau tahun dalam jangka waktu tertentu.

Pengertian asuransi atau pertanggungan ini adalah suatu perjanjian antara pihak penanggung dengan tertanggung.

Unsur-Unsur dalam Asuransi

Dalam pertanggungan, ada tiga unsur yang menjadi pedoman utama mekanismenya. Berikut ini adalah unsur-unsur dalam pertanggungan yang perlu kamu ketahui.

1. Premi

Premi merupakan kewajiban untuk membayar tanggungan kepada pihak asuransi sebagai jasa pengalihan resiko yang mereka inginkan.

Untuk mendapatkan manfaat dari pengalihan resiko, maka pihak penanggung jawab wajib membayarkan premi untuk memberikan penggantian risiko selama waktu yang sudah pihak jasa tentukan.

2. Polis Asuransi

Unsur lain dari asuransi adalah polis pertanggungan. Sebagai ganti dari premi yang sudah kamu bayarkan, pihak tertanggung akan memiliki hak untuk mendapatkan polis.

Polis ini merupakan surat perjanjian antara dua pihak yang dikeluarkan oleh pihak pemberi jaminan kepada pihak tertanggung.

Hal ini menjadi dasar dari pihak pemberi jaminan untuk memberikan penggantian kepada pihak tertanggung atas ganti rugi dan kerugian yang sudah mereka alami.

3. Klaim

Ketika kamu mendapatkan kerugian dari suatu peristiwa, kamu juga bisa mengecek resiko tersebut sudah masuk pertanggungan dan tercantum dalam polis atau belum.

Jika memang terbukti ada, maka kamu bisa melakukan pengajuan klaim sebagai bentuk dari permintaan ganti rugi dari kerugian yang kamu alami.

Fungsi Asuransi

Selain bentuk resiko yang mungkin saja terjadi pada masa yang akan datang, maka pertanggungan ini juga memiliki fungsi penting lainnya.

Berikut ini adalah fungsi asuransi yang perlu kamu ketahui.

1. Penghimpunan Dana

Fungsi pertama dari asuransi yaitu sebagai penghimpun dana. Sebuah perusahaan pertanggungan mengambil peran sebagai penghimpun dana masyarakat.

Dana tersebut kemudian akan diinvestasikan dalam usaha. Tujuannya adalah agar lebih produktif.

2. Membantu Lebih Fokus

Setiap bisnis pastinya mengandung resiko. Untuk pengusaha, keberadaan pertanggungan ini cukup penting. Sebab, bisa membantu mengurangi rasa cemas atas hal yang mungkin bisa terjadi pada masa mendatang.

Melalui pertanggungan ini, maka pengusaha bisa lebih fokus untuk mengembangkan bisnisnya tanpa perlu merasa khawatir akan resiko.

3. Mengurangi Potensi Terjadi Risiko

Perusahaan penyedia jaminan ini memang pada umumnya selalu memberikan rekomendasi produk yang sesuai dengan yang kamu butuhkan.

Hal ini berkaitan dengan usaha kamu dan resiko yang mungkin saja akan terjadi pada masa yang akan datang.

4. Membagi Resiko Kerugian

Penyedia jaminan ini ternyata juga bisa meminimalisir potensi kerugian dalam usaha kamu. Hal ini juga bisa kamu bagi kepada pihak lain.

Dalam membayarkan premi ini tentunya harus seimbang dengan risiko yang akan pihak pertanggungan tanggung.

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Jenis-Jenis Asuransi

Penyedia jaminan juga memiliki beberapa jenis yang cukup beragam dan bisa kamu sesuaikan dengan apa yang kamu butuhkan. Berikut ini adalah jenis-jenis pertanggungan yang perlu kamu ketahui.

1. Asuransi Kesehatan

Jenis pertama dari asuransi yakni pertanggungan kesehatan. Penyedia jaminan ini merupakan salah satu jenis pertanggungan yang bisa memberikan pertanggungan untuk masalah kesehatan.

Pertanggungan ini digunakan untuk kondisi kecelakaan atau penyakit.

2. Asuransi Jiwa

Jenis pertanggungan yang kedua yaitu asuransi jiwa. Jenis penyedia jaminan ini merupakan perusahaan yang memberikan pertanggungan atas kematian seorang nasabah yang memiliki nilai keuangan.

3. Asuransi Pendidikan

Jenis pertanggungan ini berupa penyedia jaminan yang memberikan jaminan pendidikan kepada pihak yang tertanggung.

4. Asuransi Bisnis

Jenis pertanggungan ini dimana penyedia jaminan yang memberikan jaminan kepada pihak perusahaan apabila terjadi resiko yang menyebabkan kerugian.

5. Asuransi Kepemilikan Rumah dan Properti

Jenis pertanggungan ini merupakan pertanggungan yang memberikan jaminan kepada pemilik properti apabila memang terjadi kerusakan.

6. Asuransi Kendaraan

Jenis pertanggungan yang terakhir adalah asuransi kendaraan. Pertanggungan ini memberikan pertanggungan terhadap kendaraan jika terjadi risiko.

Kriteria Risiko yang Ditanggung

Sebelum kamu melakukan klaim, maka kamu harus memahami terlebih dahulu apakah risiko asuransi termasuk kriteria yang ditanggung oleh pihak penyedia jaminan.

Tidak semua resiko bisa kamu asuransikan. Hanya ada beberapa risiko yang memang tidak bertentangan dengan hukum.

Berikut ini ada beberapa kriteria yang harus terpenuhi oleh resiko tersebut. Pada akhirnya, hal tersebut bisa diasuransikan melalui metode pengalihan seperti berikut ini.

1. Risiko Murni dan Khusus

Kriteria risiko yang ditanggung pertama, harus termasuk resiko murni dan khusus. Resiko tersebut bisa muncul secara tidak terduga dan bisa menimpa siapa saja.

Contohnya, seperti adanya resiko kecelakaan untuk asuransi jiwa dan segala bentuk kerugian maupun kerusakan mobil, bisa kamu asuransikan untuk kendaraan.

2. Bisa Diukur dengan Uang

Hal ini berarti pengalihan resiko bisa kamu nilai dari segi finansial, bukan dari sisi emosional tertanggung. Contohnya pada asuransi jiwa.

Perlu kamu ketahui, bahwa memang pihak penyedia jaminan bisa memberikan pengalihan pertanggungan berupa uang dengan kondisi pihak tertanggung meninggal dunia.

3. Bersifat Sama

Banyaknya resiko yang terjadi pada apa yang sudah kamu asuransikan, tentunya menjadi penilaian tersendiri bagi pihak penyedia jaminan untuk menentukan perkiraan besarnya kerugian yang bisa terjadi.

4. Terjadi Secara Kebetulan

Pihak penyedia jaminan akan bertanggung jawab dalam pengalihan resiko atas kerugian yang terjadi secara kebetulan/ tidak direncanakan.

Contohnya adalah adanya nilai pertanggungan bagi seseorang yang masuk ke rumah sakit akibat hal tak terduga. Namun jika kasusnya percobaan bunuh diri yang gagal, kemudian sakit maka tidak akan ditanggung, karena itu disengaja.

5. Bisa Dibuktikan

Pihak asuransi menjadi pihak yang akan menuntut bukti sah atas kerugian yang kamu alami sebelum pihaknya mengeluarkan ganti rugi.

Contohnya ketika kamu kehilangan mobil yang sudah kamu asuransikan. Kamu pun harus memiliki surat keterangan polisi yang menyatakan bahwa mobil kamu hilang.

Barulah setelah itu kamu bisa mengajukan proses klaim kepada pihak penyedia jaminan.

6. Adanya Kerugian Bagi Pihak Tertanggung

Resiko harus menyangkut tentang diri tertanggung sendiri. Jadi, resiko ini hanya akan berdampak pada orang lain, misal istri atau anak tertanggung. Pihak penyedia jaminan pun tidak akan bisa mengalihkan resiko tersebut.

Tujuan Asuransi

Tujuan dari asuransi yaitu untuk memberikan jaminan pergantian terhadap resiko yang mungkin terjadi nantinya.

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari pertanggungan yang perlu kamu ketahui:

  1. Untuk mengalihkan ragam resiko yang mungkin terjadi dengan para nasabahnya. Resiko tersebut akan tergantikan dengan perusahaan penyedia jaminan setelah kamu melakukan sejumlah pembayaran premi kepada perusahaan asuransi tersebut.
  2. Jaminan bagi pihak nasabah dalam mendapatkan perlindungan dengan resiko kerugian yang mungkin terjadi pada masa mendatang.
  3. Untuk memperkecil nilai dan potensi kerugian yang lebih besar. Terlebih jika kamu mengeluarkan biaya sendiri ketika sedang mengalami resiko.
  4. Khusus untuk pertanggungan jiwa, maka kamu bisa menggunakannya sekaligus menabung. Sebab, sebagian dari biaya premi ini akan dikembalikan kepada nasabah dalam kurun waktu tertentu.
  5. Untuk efisiensi perusahaan.
  6. Bertujuan mendapatkan ganti rugi sesuai dengan nilai premi.
  7. Untuk menutup loss of earning power.

Baca Juga: Apa itu loss of earning power

Sudah paham informasi lengkap mengenai asuransi? Kira-kira asuransi apa yang akan kamu pilih untuk menjamin hidup kedepan? Apapun itu, pastikan kamu memilih agen asuransi yang terpercaya, ya. Semoga artikel ini bermanfaat!

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
021 50928823
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]