Pajak adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab, kita perlu menunaikan kewajiban dengan membayar hak negara Indonesia yaitu pungutan wajib. Mengapa begitu? Karena, pungutan wajib atau pajak ini merupakan sejumlah dana yang akan digunakan untuk melakukan pembangunan negara.

Kamu mungkin sudah sering membayar beberapa jenis pajak saat mendapat hadiah ataupun membeli suatu barang. Namun, apakah kamu benar-benar sudah mengetahui pengertian pajak beserta fungsi, ciri-ciri, jenis, dan manfaatnya?

Untungnya, artikel ini akan membahas semua aspek tersebut agar sebagai warga Indonesia lebih taat untuk menunaikan kewajibannya yaitu membayar iuran wajib. Pastikan kamu baca artikel berikut sampai tuntas ya!

Memahami apa itu Pajak

Pengertian Pajak

Pajak (tax) adalah pungutan wajib yang menjadi salah satu sumber pendapatan negara yang akan digunakan untuk memenuhi kepentingan masyarakat umum.

Secara bahasa, kata ‘pajak’ berasal dari suatu kata dalam bahasa latin yakni ‘taxo’. Adapun, makna dari kata taxo sendiri artinya iuran wajib dari rakyat untuk menunjang kepentingan pemerintah maupun masyarakat.

Sementara itu, pengertian pajak menurut Undang-Undang Nomor 28 tahun 2007 yang tertuang pada Pasal 1 Ayat 1 yakni,

“Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapat imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”

Sesuai dengan pengertian pajak di atas, pihak perorangan atau badan yang harus membayar pungutan wajib (pajak) tidak akan mendapat imbalan apapun secara langsung. Melainkan, pihak-pihak tersebut akan merasakan manfaat dalam bentuk penyediaan fasilitas umum yang diberikan oleh negara.

Selanjutnya, uang iuran  wajib tersebut akan masuk ke dalam pos pendapatan negara dan nantinya akan menjadi ‘uang belanja’ untuk memenuhi kebutuhan pemerintah pusat maupun daerah secara merata.

Ciri-Ciri Pajak

Setelah membaca uraian sebelumnya, kamu tentu sudah sedikit lebih paham bukan tentang apa itu pungutan wajib? Untuk memperjelas pemahaman kamu, silakan pelajari ciri-ciri yang dimiliki oleh jenis pungutan wajib dalam poin penjelasan berikut ini.

1. Pajak Wajib Dibayarkan

Membayar pungutan wajib (pajak) merupakan wujud dari ketaatan bagi setiap warga demi mendukung pembangunan nasional dan menunjang pembiayaan negara.

Menurut falsafah undang-undang perpajakan, pungutan wajib ini juga merupakan hak bagi warga negara untuk turut berpartisipasi terhadap kebutuhan pembiayaan demi pembangunan nasional.

Singkatnya, jika ingin berkontribusi dalam upaya pembangunan negara, kita juga perlu untuk ikut ambil peran dengan cara membayar pungutan wajib.

2. Bersifat Memaksa

Pada dasarnya, pajak merupakan jenis pungutan negara yang bersifat memaksa. Makna memaksa kali ini hanya berlaku untuk pihak-pihak yang sudah dinyatakan sebagai wajib pajak.

Lalu, siapa saja pihak-pihak yang harus membayar pungutan wajib? Yaitu mereka warga negara yang sudah memenuhi persyaratan wajib pajak baik syarat objektif maupun syarat subjektif.

Salah satu dari persyaratan tersebut yaitu warga negara yang sudah mempunyai pendapatan melebihi PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak).

Misalnya, jika nominal PTKP-nya adalah sebesar Rp4,5 juta per bulan, maka orang-orang dengan penghasilan lebih dari Rp4,5 juta dalam sebulan akan menjadi warga negara yang harus membayar pajak.

Jika mereka tidak mengindahkan kewajiban membayar pungutan secara sengaja, pihak tersebut bisa terkena hukuman secara pidana atau sanksi administratif.

Baca Juga: Mengenal apa itu PTKP

3. Memiliki Dasar Hukum yang Sah dan Mengikat

Tidak bisa kita pungkiri bahwa pajak merupakan sumber pendapatan nasional yang dapat menopang keberlangsungan suatu negara. Bisa dibilang, fungsi pajak yaitu untuk memelihara kesejahteraan negara dengan cara terus melakukan pembangunan secara berkelanjutan.

Selain itu, pemerintahan negara juga menetapkan dasar hukum yang kuat untuk mengatur segala mekanisme perpajakan mulai dari perhitungan, proses pembayaran, sampai dengan pelaporannya.

Undang-Undang negara ini memiliki sifat hukum yang sah dan mengikat sehingga warga negara yang bersangkutan perlu menjalankan hak dan kewajiban perpajakan dengan sebaik-baiknya.

4. Warga Tidak Mendapat Imbalan Langsung

Sudah jadi rahasia umum bahwa pendapatan rakyat maupun daerah di seluruh penjuru Indonesia tidak merata. Pungutan wajib merupakan salah satu cara untuk dapat meratakan pendapatan  warga dalam bentuk penyediaan layanan dan fasilitas umum.

Pada dasarnya, uang iuran wajib dari rakyat akan kembali kepada rakyat itu sendiri meskipun tidak diberikan secara langsung.

Iuran wajib yang telah kamu bayarkan akan kamu rasakan kembali setelah beberapa waktu kedepan dalam bentuk fasilitas dan beberapa layanan dari negara.

Seperti halnya kamu menikmati fasilitas negara saat ini, seperti jalan dan fasilitas umum lainnya yang dibangun dengan iuran wajib warga negara yang telah dibayarkan pada masa lampau.

Fungsi Pajak

Fungsi pajak terbagi ke dalam beberapa macam kategori sesuai tujuan penggunaannya. Adapun, macam-macam dari fungsi pajak tersebut antara lain:

1. Fungsi Anggaran (Budgetair)

Secara umum, pungutan wajib atau pajak menjadi sumber pendapatan nasional yang paling besar di banyak negara. Maksud dari fungsi anggaran kali ini, bahwa pungutan wajib akan digunakan untuk membiayai segala jenis pengeluaran yang berhubungan dengan kebutuhan negara.

Contoh kebutuhan negara tersebut antara lain pembiayaan kegiatan rutin, belanja barang negara, belanja pegawai, anggaran pembangunan, pemeliharaan, dan sebagainya.

Selain itu, fungsi pungutan ini juga bertujuan untuk menyeimbangkan pengeluaran dan pemasukan negara agar tidak timpang.

2. Fungsi Mengatur (Regulerend)

Peran pajak juga dapat membantu tugas pemerintah dalam mengelola ekonomi negara. Fungsi mengatur pada pungutan ini akan digunakan untuk menciptakan kesejahteraan rakyat dan mengatur kebijakan negara dalam sektor ekonomi dan sosial.

Selengkapnya, tujuan dari fungsi mengatur yang dimiliki oleh pungutan wajib ini antara lain:

  • Untuk menghambat laju inflasi
  • Menarik investasi modal
  • Membantu meningkatkan produktivitas perekonomian
  • Alat untuk mendorong kegiatan ekspor, contohnya pajak ekspor
  • Dapat memberikan perlindungan terhadap barang buatan dalam negeri, contohnya PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

Baca Juga:
Inflasi adalah: Pengertian, Penyebab, Jenis dan Dampaknya
Investasi Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya

3. Fungsi Pemerataan atau Redistribusi Pendapatan

Semua pungutan yang warga bayarkan akan dialokasikan untuk pembangunan negara secara merata. Fungsi ini akan menyeimbangkan antara pembagian pendapatan negara dengan kesejahteraan masyarakatnya.

Misalnya, pendapatan negara digunakan untuk keperluan pembukaan lapangan pekerjaan baru di suatu daerah. Nantinya, orang-orang di daerah tersebut akan mendapat sumber penghasilan baru sehingga pendapatan masyarakat  pun juga ikut meningkat.

4. Fungsi Stabilitas

Pajak akan menjadi sumber dana bagi pemerintah untuk melaksanakan suatu kebijakan yang berhubungan dengan menjaga stabilitas harga. Seperti mengatasi masalah inflasi, penetapan nominal pungutan wajib, kebijakan peredaran uang, dan lain-lain.

Misalnya, jika negara mengalami inflasi, maka negara akan menetapkan nominal pungutan wajib yang relatif tinggi. Dan apabila negara mengalami deflasi atau kelesuan ekonomi, maka negara akan menurunkan nominal pungutan yang relatif rendah sehingga masalah tersebut bisa teratasi.

Baca Juga: Mengenal apa itu Deflasi

Jenis-Jenis Pajak

Sejatinya, terdapat beberapa jenis pajak yang terbagi ke dalam suatu penggolongan yang berbeda. Adapun jenis-jenis pajak tersebut antara lain:

1. Berdasarkan Sifatnya

Adapun pembagian pajak berdasarkan sifatnya terdiri dari 2 jenis yang berbeda, yakni:

a. Indirect Tax (Pajak tidak langsung)

Indirect tax (Pajak tidak langsung) adalah pungutan wajib yang hanya diberlakukan saat wajib pajak melakukan suatu perbuatan tertentu. Salah satu contoh dari indirect tax yaitu PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah), pungutan yang hanya dibayarkan bagi mereka yang menjualkan barang – barang mewah.

Baca Juga: Mengenal apa itu Pajak Penjualan Atas Barang Mewah

b. Direct Tax (Pajak langsung)

Direct tax (Pajak langsung) adalah jumlah pungutan wajib yang harus dibayar sesuai dengan surat ketetapan yang dikeluarkan oleh kantor perpajakan. Contoh direct tax yaitu PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dan PPh (Pajak Penghasilan).

Baca Juga:
Cara Perhitungan Pajak Penghasilan (PPH) dan Simulasi Pembayaran
Mengenal apa itu Pajak bumi dan bangunan

2. Berdasarkan Instansi Pemungutnya

Adapun pembagian pajak berdasarkan instansi pemungutnya terdiri dari 2 jenis yang berbeda, antara lain:

a. Pajak Daerah

Merupakan pungutan wajib yang diberlakukan oleh pemerintah daerah setempat kepada rakyat daerah tersebut. Contohnya pajak hotel, restoran, hiburan, kendaraan bermotor, PBB pedesaan dan perkotaan, BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), dan lain-lain.

b. Pajak Pusat

Merupakan pungutan wajib yang harus warga negara bayarkan kepada pemerintah pusat melalui DJP (Direktorat Jenderal Pajak). Contohnya PBB (perkebunan, perhutanan, dan pertambangan), PPh, PPnBM, PPN, bea materai, dan lain-lain.

Baca Juga: Mengenal apa itu Pajak pertambahan nilai

3. Berdasarkan Subjek dan Objek Pungutannya

Adapun pembagian pajak berdasarkan subjek dan objeknya juga terdiri dari 2 jenis yang berbeda, antara lain:

a. Pajak Subjektif

Merupakan pungutan wajib yang harus warga bayarkan berdasarkan aspek subjeknya (individunya). Contohnya PPh dan pajak kekayaan.

b. Pajak Objektif

Merupakan pungutan wajib yang didasarkan pada aspek objeknya (kebendaan). Contohnya pajak kendaraan bermotor, bea materai, dan lain-lain.

Manfaat Pajak

Meskipun pajak bersifat memaksa, terdapat beberapa manfaat yang perlu kamu ketahui dari adanya sumber pemasukan negara ini, yakni:

  • Membiayai pembangunan nasional
  • Membayar gaji pegawai negeri, tentara
  • Membayar utang pemerintah
  • Pengadaan fasilitas umum
  • Dan masih banyak lagi

Sebagai warga negara yang baik, sudah semestinya kita harus taat dengan hak dan kewajiban dalam urusan perpajakan ini. Dan pemerintah akan memanfaatkan pajak dengan seoptimal dan seadil mungkin untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat secara umum.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]

News

Dalam dunia investasi, salah satu istilah yang paling umum digunakan yakni emiten. Apa itu emiten? […]