Mengenal P2P Lending sebagai Alternatif Investasi

P2P Lending saat ini menjadi salah satu pilihan untuk investasi karena perubahan gaya hidup masyarakat yang berkembang pesat dan terbentuk karena kemajuan teknologi. Sekarang, siapapun dapat belajar berinvestasi dengan mudah dan dalam jumlah dana tidak besar melalui P2P lending.

Banyak orang tertarik melakukan investasi dengan P2P lending, dikarenakan return yang diberikan cukup menarik. Namun, perlu pertimbangan panjang sebelum melakukannya agar tidak mengalami kerugian besar. Pahami apa itu P2P lending, kelebihan, kekurangan, dan cara kerjanya dulu yuk.

Mengenal Apa itu P2P Lending

Apa Itu P2P Lending

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.77/POJK.01/2016, fintech P2P Lending adalah layanan peminjaman uang rupiah secara langsung yang melibatkan pemberi pinjaman atau lender dan penerima pinjaman atau borrower dengan basis teknologi informasi. Kamu juga bisa menyebutnya sebagai peer-to-peer lending.

Sejak 19 Februari 2020, sebanyak 161 perusahaan menjadi penyelenggara fintech terdaftar dan memiliki izin. OJK menghimbau masyarakat agar selalu menggunakan jasa peer-to-peer lending yang terdaftar dan mengantongi izin dari OJK.

Peer-to-peer lending menyediakan fasilitas bagi pemilik dana di platform online untuk memberikan pinjaman uang secara langsung kepada penerima pinjaman. Peminjaman ini memiliki return yang tinggi bagi pemberi pinjaman.

Penerima pinjaman dapat mengajukan kredit langsung kepada pemberi pinjaman dengan syarat yang relatif lebih mudah dan proses yang cepat daripada harus ke lembaga keuangan konvensional.

Tentunya, kamu bisa menjadikan peer-to-peer lending sebagai alternatif investasi karena memberikan janji return yang tinggi setiap tahunnya. Namun, ketika kamu berinvestasi, harus sesuai dengan profil dan risk appetite kita serta cara pengelolaannya.

Oleh karena itu, langkah pertama pada proses investasi di peer-to-peer lending yaitu memahami risiko yang dapat timbul. Jangan sampai kamu melakukan investasi dana tanpa mengetahui dan memahami tingkat dan jenis risikonya.

Baca Juga:
Mengenal Lembaga Keuangan, Fungsi dan Jenisnya
Apa itu Risk Appetite
Apa itu Kreditur

Kelebihan P2P Lending

Setelah mengetahui apa itu P2P lending, kamu perlu tahu keuntungannya. Peer-to-peer lending terkenal dengan kelebihannya, yaitu mudah dalam pendaftarannya. Terlebih, sekarang teknologi sudah banyak memudahkan kamu untuk memulai investasi di platform online.

Namun, tidak hanya itu saja. Terdapat beberapa macam keuntungan investasi P2P lending yang perlu kamu tahu, yaitu:

1. Return Tinggi

Kelebihan investasi peer-to-peer lending yang pertama yakni return atau bunga yang relatif tinggi. Kabarnya, jika kamu berkecimpung di investasi peer-to-peer lending, kamu bisa mendapatkan bunga antara 14 hingga 21 persen setiap tahunnya.

Baca Juga:
Return Adalah: Jenis, Komponen, dan Dampaknya pada Investasi
Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

2. Tenor Pendek

Selanjutnya, kelebihan investasi ini memiliki tenor yang pendek. Itu berarti, investasi peer-to-peer ini cocok untuk menjadi alternatif investasi jangka pendek. Maka, investasi ini merupakan jenis investasi jangka pendek yang bisa bikin keuntungan kamu mengalir terus.

Baca Juga: Investasi Jangka Pendek: Pengertian, Jenis dan Tipsnya

3. Membantu UMKM

Menariknya, salah satu keuntungan memilih investasi peer-to-peer lending, yaitu kamu bukan hanya berinvestasi, tetapi juga sekaligus membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Tentu saja, karena sistem peer-to-peer lending yang membuat kamu menjadi pemberi pinjaman. Artinya, kamu melakukan investasi dengan cara meminjamkan modal pada jangka waktu tertentu kepada borrower yang merupakan pebisnis UMKM.

Dengan kata lain, kamu berperan penting dalam membantu dan melancarkan bisnis UMKM milik banyak orang di luar sana yang mungkin sedang ingin berkembang.

Kekurangan P2P Lending

Setelah mengetahui apa itu P2P lending, kamu juga harus memahami risiko investasi peminjaman ini, yaitu:

1. Adanya Penipuan

Investasi bodong bisa ada di sekitar kamu, termasuk pada jenis peer-to-peer lending. Oleh karena itu, kamu perlu memastikan untuk memeriksa latar belakang platform peer-to-peer lending yang hendak kamu pilih. Supaya kamu terhindar dari penipuan, pastikan platform peer-to-peer lending yang kamu pilih terdaftar di OJK.

2. Tak Bisa Selalu Menarik Dana

Jenis investasi ini bukan likuid, jadi membuat kamu tidak bisa asal menarik dana. Kamu harus selalu mengingat tenor pengembalian yang telah ada di awal. Jika hendak menarik uang, kamu perlu menunggu sampai akhir tenor yang sudah disetujui.

3. Gagal bayar

Selanjutnya, kekurangan P2P lending yaitu ada resiko peminjam yang terlambat atau gagal membayar cicilan. Untuk menghindari hal ini, kamu harus memastikan latar belakang calon peminjam.

Cara Kerja P2P Lending

Jika kamu sudah tahu keuntungan dan kekurangan peer-to-peer lending, berikut inilah cara kerjanya:

  • Registrasi, yaitu pengguna (lender dan borrower) registrasi keanggotaan secara online.
  • Borrower mengajukan pinjaman.
  • Platform P2P melakukan analisis dan memilih bahwa borrower layak mendapatkan pinjaman atau tidak.
  • Selanjutnya, platform menetapkan tingkat risiko.
  • Platform peer-to-peer lending memilih borrower dan menempatkannya dalam marketplace lengkap dengan informasi borrower tersebut.
  • Lender menganalisis dan memilih borrower pada marketplace.
  • Kemudian, lender melakukan pendanaan ke borrower.
  • Borrower harus mengembalikan pinjaman sesuai waktu pengembalian pinjaman ke platform peer-to-peer lending.
  • Lender peer-to-peer lending menerima kembali dana pinjaman dari borrower melalui platform.

P2P Lending dan Investasi

Lalu, bagaimana jika peer-to-peer menjadi alternatif investasi? Investasi di peer-to-peer lending memberikan return relatif tinggi setiap tahunnya, tetapi sebelum melakukan investasi harus teliti dan hati-hati terhadap risikonya.

Baca Juga: Rekomendasi Investasi Terbaik

Tertarik Mencoba P2P Lending?

Sudahkah kamu memahami apa itu P2P lending, kelebihan, dan kekurangannya? Jika kamu tertarik berinvestasi di peer-to-peer lending, tentunya harus siap dengan risiko yang dapat terjadi walaupun kamu sudah berusaha untuk selalu menekannya. Selain itu, perluas jaringan agar bertemu orang-orang terpercaya yang juga memiliki pengalaman dijenis investasi ini.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Dalam mengelola keuangan untuk kehidupan sehari-hari, tentunya tidak akan terlepas dari yang namanya risiko. Risiko […]

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]