Equity Crowdfunding dan Perbedaannya dengan Security Crowdfunding

Dalam dunia pendanaan, kini muncul yang namanya sistem pendanaan equity crowdfunding. Sistem ini ada untuk mendongkrak tingkat perekonomian mulai dari tingkat mikro seperti UMKM atau bahkan startup. Skema pendanaan ini mampu menjadi alternatif bagi seseorang yang hendak memulai sebuah usaha agar nantinya bisnisnya berkembang. Lalu, sebenarnya apa itu equity crowdfunding?

Mengenal skema pendanaan yang satu ini tentu saja menjadi hal yang penting. Pasalnya sistem pendanaan crowdfunding ini telah banyak membantu orang-orang.

Apa itu Equity Crowdfunding

Apa Itu Equity Crowdfunding?

Equity crowdfunding (EC) adalah sebuah sistem pendanaan untuk bisnis-bisnis mikro yang tengah berkembang, seperti UMKM dan Startup.

Secara umum, Crowdfunding merupakan sebuah usaha penggalangan dana yang dilakukan sejumlah orang untuk mencapai tujuan tertentu.

Sederhananya, Sistem Equity crowdfunding menerapkan sebuah skema yang mendorong masyarakat luas untuk melakukan patungan, dan nantinya mereka bisa memiliki sejumlah saham.

Jika kamu masuk dalam kelompok yang ikut bergabung pada skema ini, kamu akan mendapatkan sejumlah capital gain serta dividen. Biasanya skema ini memanfaatkan media digital dengan pendekatan investasi yang akan terakomodir secara online.

Di luar negeri telah banyak perusahaan yang memakai skema ini, akan tetapi di Indonesia baru ada dua, yaitu PT Santara Daya Inspiratama dan PT Investasi Digital Nusantara. Keduanya telah memiliki izin dari OJK untuk beroperasi di Indonesia.

Baca Juga:
Ide Usaha Sampingan Karyawan, Mudah, Terbukti Menambah Penghasilan
10 Peluang Usaha Rumahan Menjanjikan Beserta Kelebihannya
10 Usaha Modal Kecil yang Menarik dan Pasti Untung
Capital Gain Adalah: Jenis dan Cara menghitungnya

Jenis Crowdfunding

Skema crowdfunding ternyata terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut penjelasan untuk masing-masing jenis crowdfunding:

1. Donation Based

Jenis crowdfunding yang pertama yaitu donation based. Pada jenis ini nantinya para donatur akan melakukan penyetoran modal, tetapi tidak ada timbal balik atau imbalan dari proyek tersebut.

Donation based ini memang orang peruntukan untuk sebuah proyek yang tujuannya tidak untuk profit. Misalnya saja donasi crowdfunding untuk pembangunan masjid, panti asuhan, atau tujuan-tujuan mulia lainnya.

2. Debt Based

Skema pendanaan jenis ini memiliki sistem yang hampir sama dengan pinjaman pada umumnya. Jika kamu merupakan calon debitur, maka kamu harus mengajukan sebuah proposal kepada para pemberi pinjaman.

Kalau pemberi pinjaman menyetujui, maka mereka akan menyuntikkan dana untuk usaha kamu. Kemudian, mereka akan meminta imbalan tertentu, seperti misalnya berupa bunga dengan jumlah yang sesuai kesepakatan awal antara kedua belah pihak.

Baca Juga:
Apa itu Debitur
Pengertian Suku Bunga dan Jenis-jenisnya

3. Reward Based

Jenis selanjutnya dari crowdfunding yakni reward based. Pada jenis skema pendanaan yang satu ini, pihak yang membutuhkan pendanaan harus mengajukan proposal serta menjanjikan penawaran menarik dalam bentuk hadiah ataupun imbalan.

Misalnya hadiah atau imbalan tersebut berupa produk, jasa, hak, atau bagi hasil dari keuntungan yang pihak pengaju proposal dapatkan ketika menjalankan usaha. Reward based biasanya orang pakai untuk proyek-proyek yang berbau industri kreatif, seperti pembuatan games.

4. Equity Based

Jenis terakhir yang perlu kamu ketahui yaitu equity based. Crowdfunding yang satu ini memiliki konsep saham murni. Modal akan pendana setorkan dan menjadi sebuah ekuitas atau dianggap sebagai bagian kepemilikan atas sebuah perusahaan. Nantinya, para pendana akan mendapatkan timbal balik berupa dividen.

Baca Juga:
Apa yang dimaksud dengan ekuitas
Apa Itu Saham: Definisi, Jenis, dan Cara Membelinya
Dividen: Pengertian, Jenis, Cara kerja dan Tipsnya

Cara Kerja Equity Crowdfunding

EC memiliki 3 komponen penting yang tergabung di sini, yaitu pihak pemilik bisnis yang membutuhkan modal (penerbit). Lalu, ada platform online yang menjadi media untuk para penerbit menawarkan proposal usaha. Terakhir yakni pihak yang memberikan dana atau investor. Kemudian, cara kerjanya:

  1. Jika kamu merupakan seorang penerbit, maka hal pertama yang biasanya perlu kamu lakukan yaitu mengajukan proposal usaha ke platform yang menyediakan layanan permodalan. Biasanya pihak platform akan memberitahukan standar isi proposal tersebut. Misalnya harus memuat informasi bisnis, proyek-proyek yang akan kamu jalankan, serta prospek kedepannya usaha kamu akan seperti apa.
  2. Setelah mengajukan proposal, kemudian pihak platform penyedia layanan akan melakukan tahapan listing saham. Mereka akan melakukan pencatatan dan publikasi proposal kamu supaya nantinya bisa menarik para investor yang sedang mencari proyek untuk mereka danai.
  3. Jika nantinya ada investor yang tertarik dengan proposal dan penawaran yang kamu berikan, mereka akan membeli sejumlah saham yang ada dalam usaha tersebut. Karena itu, usahakan penawaran yang kamu berikan bisa terlihat menggiurkan untuk mereka, tetapi tetap realistis dengan kondisi usaha kamu.

Itulah tata cara mendapatkan modal dengan menggunakan equity crowdfunding. Sebenarnya sangat mudah asalkan kamu bisa mengemas ide usaha dengan menarik untuk para investor.

Baca Juga: Investor Adalah: Pengertian, Resiko dan Tipsnya Supaya Sukses

Kelebihan Equity Crowdfunding

Kelebihan yang pasti dari skema ini yaitu kemudahan untuk akses sektor privat dalam kebutuhan modal kecil. Artinya, ketika kamu memiliki usaha kecil, jika memakai metode ini akan lebih besar kesempatan mendapatkan investor yang kredibel.

Selain itu, resikonya juga lebih rendah karena hanya pihak-pihak terpercaya dan platform yang terdaftar di OJK saja yang akan terlibat dalam skema ini. Selain itu, cara mengakses informasinya juga sangat mudah, sebab menggunakan platform digital.

Baca Juga:
Ini Pinjaman dengan Bunga Rendah tanpa Jaminan
Mengenal OJK, Tugas, Fungsi dan Wewenangnya

Kekurangan Equity Crowdfunding

Meskipun memiliki keuntungan yang besar, skema ini juga memiliki kekurangan, salah satunya yaitu rawan pencurian ide, karena informasi mengenai gagasan usaha kamu akan terbuka. Sehingga, penting sekali untuk melindungi gagasan kamu dengan mendaftarkan HAKI.

Selain itu, jika kamu tidak cermat dalam memilih platform, kemungkinan besar kamu akan terjebak pada platform ilegal.

Kekurangan equity crowdfunding yang terakhir, yaitu mengenai perbukuan bisnis kamu yang mungkin akan sedikit rumit.

Baca Juga: Apa itu HAKI

Perbedaan Equity Crowdfunding dengan Security Crowdfunding

Selain skema equity crowdfunding, ada juga skema pendanaan security crowdfunding. Meskipun nampak mirip, keduanya berbeda.

Equity Crowdfunding (EC) mengkhususkan untuk memberikan modal pada usaha mikro seperti UMKM serta Startup agar bisa melakukan ekspansi bisnis menjadi lebih besar.

Sedangkan untuk Security Crowdfunding (SC) lebih luas jangkauannya. Skema pembiayaan ini memberikan banyak penawaran pada investor. Bisa dalam bentuk instrumen investasi seperti saham, saham syariah, sampai obligasi.

Lalu, perbedaan EC dan SC lainnya ada pada badan hukum tempat investor menanamkan modal. Kalau untuk EC hanya berfokus pada perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT). Sedangkan SC bisa memberikan pelayanan pembiayaan modal pada yang selain PT, misalnya CV dan juga Firma.

Baca Juga: Apa itu Obligasi: Cara kerja, kelebihan dan kekurangannya

Berminat Untuk Memakai Layanan Equity Crowdfunding?

Kamu bisa mencoba menggunakan pelayanan dan platform equity crowdfunding mana pun, tapi ingat untuk cermat memilihnya ya. Agar usaha kamu bisa berkembang dan tidak ada kegagalan yang terjadi. Selamat mencoba!

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Dalam mengelola keuangan untuk kehidupan sehari-hari, tentunya tidak akan terlepas dari yang namanya risiko. Risiko […]

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]