Memahami Manajemen Risiko, Tujuan dan Manfaatnya dalam Bisnis

Salah satu teori yang penting untuk kamu ketahui bahkan kuasai dalam kehidupan yaitu manajemen risiko. Dengan memahami secara tuntas hingga menerapkan pada kehidupan, maka kamu bisa memperkirakan rencana untuk kedepannya.

Memahami Manajemen Risiko

Pengertian Manajemen Risiko

Menurut Noshworthy (2000), pengertian dari manajemen risiko adalah implementasi tindakan yang bertujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya ancaman dan meminimalkan kerusakan.

Terlebih lagi apabila berprofesi sebagai pelaku bisnis, maka manajemen risiko menjadi hal paling penting untuk kamu terapkan. Secara garis besar teori ini mengenai bagaimana cara seseorang melakukan penanganan pencegahan terhadap berbagai macam risiko.

Kerugian yang dapat teratasi dengan penerapan teori ini seperti bangkrut, penjualan menurun, kekurangan investor, tidak ada client, dan lain sebagainya. Penerapan teori ini juga harus bersamaan dengan pemikiran analisis yang tepat dan terstruktur.

Mengapa perlu untuk melakukan hal tersebut? Ini karena sebagai upaya pencegahan agar sebuah bisnis atau perusahaan tidak mengalami kerugian yang masif. Dalam pelaksanaannya terdiri dari berbagai langkah yang perlu penerapan secara bertahap.

Selain penting bagi pelaku bisnis, pengertian manajemen risiko juga bisa untuk kamu terapkan dalam berorganisasi, kehidupan sosial, dan keluarga sehari-hari.

Baca Juga: Pailit adalah: Pengertian, Penyebabnya dan bedanya dengan Bangkrut

Tahapan dari Manajemen Risiko

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang pelaksanaan dan manfaat dari penerapannya, kamu wajib mengetahui lebih dahulu terkait elemen tahapan penerapannya. Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Lingkungan Dalam

Elemen pertama berkaitan tentang urusan yang berpotensi muncul pada lingkungan internal sebuah organisasi, bisnis maupun perusahaan. Pada elemen ini, yang terdeteksi hanyalah risiko yang terjadi pada internal sebuah kelompok.

2. Penentuan Target Sasaran

Dalam contoh perencanaan manajemen risiko, penting untuk menentukan sebuah target secara gamblang. Target dari elemen ini yaitu visi dan misi usaha yang biasanya memunculkan potensi risiko dari aktivitas operasional maupun teknis.

3. Identifikasi Peristiwa

Sebuah pengelolaan risiko memerlukan setidaknya data yang berisikan peristiwa yang terjadi secara terperinci. Hal ini untuk membangun analisis pemecahan masalah dan penanganan risiko yang potensial bagi sebuah perusahaan.

4. Penilaian Risiko

Penilaian ini merupakan langkah dalam menilai berdasarkan situasi atau peristiwa yang terjadi dengan sebuah target dari perusahaan atau organisasi.

5. Tanggapan Risiko

Elemen manajemen risiko selanjutnya yakni langkah dalam merespon terhadap risiko yang terjadi. Pada penyampaiannya, respon risiko terbagi menjadi 4 kategori yakni reduction, acceptance, sharing, dan avoidance.

Baca Juga: Risk Avoidance dan Risk Reduction dalam Manajemen Risiko

6. Pengendalian

Elemen nomor enam, bagaimana langkah-langkah yang berguna untuk menjamin bahwa sebuah respon dari risiko tersebut merupakan tanggapan yang sesuai. Pada elemen ini biasanya dilakukan kegiatan sebagai berikut:

  • Merancang dan memutuskan kebijakan
  • Pengawasan
  • Pengamanan aset perusahaan

7. Informasi dan Komunikasi

Elemen ini berjalan dengan tugas mengidentifikasi informasi yang akan disampaikan kepada pihak yang berkaitan. Selain itu, langkah ini juga memerlukan cara penyampaian yang tepat agar informasi dapat seluruhnya tersampaikan dengan benar.

8. Pemantauan

Pada elemen terakhir yaitu proses monitoring, dimana perlunya penerapan secara berkala. Hal ini karena demi mencapai kesesuaian fungsi yang baik.

Tipe Risiko yang Muncul dalam Manajemen Risiko

Setelah mengetahui pengertian dan apa saja elemen tahapannya, maka saatnya bagi kamu untuk mengenal jenis manajemen risiko yang ada. Berikut ini tipe-tipe risikonya:

1. Risiko Geografis

Pada jenis pertama ini berkaitan dengan kondisi letak geografis sebuah perusahaan. Misalnya sebuah bangunan usaha terletak di lokasi yang berpotensi mengalami gempa, longsor atau bencana alam yang lain.

Maka dari itu pilihan pengelolaan risiko yang dapat menjadi jawaban dari jenis ini yakni evakuasi bencana alam dan asuransi terhadap aset berharga.

Baca Juga: Aset adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

2. Risiko Bisnis

Tipe ini merupakan yang paling familiar karena berhubungan langsung dengan aktivitas sehari-hari sebuah usaha. Pada tipe ini maka jenis manajemen risiko yang sesuai seperti kelas pelatihan karyawan atau memulai penerapan K3 saat bekerja.

3. Risiko Persaingan

Tak dapat terelakkan bahwa setiap usaha akan memiliki pesaing tersendiri. Pesatnya pertumbuhan industri bersamaan dengan kompetisi sehingga muncul jenis risiko ini. Untuk penanganan yang tepat bagi jenis ini yaitu dengan memiliki tim hukum di badan usaha.

4. Risiko Ketidakstabilan Ekonomi

Pada jenis ini, dampak risiko besar yang terjadi pada perusahaan yaitu permasalahan ekonomi skala besar. Hal tersebut meliputi peristiwa inflasi, penurunan nilai mata uang, labilnya kondisi ekonomi nasional, dan lain sebagainya.

Peristiwa ekonomi ini sangat memberikan dampak bagi sebuah perusahaan. Tak hanya satu perusahaan saja yang berdampak, namun seluruh pelaku usaha dan bisnis pasti akan terkena dampaknya.

Baca Juga: Inflasi adalah: Pengertian, Penyebab, Jenis dan Dampaknya

Tujuan dari Penerapan Manajemen Risiko

Setelah mengetahui risiko apa saja yang potensial dan merugikan, maka ini saatnya untuk mengetahui tujuan dari penerapan manajemen risiko.

Berikut ini tujuan dari pelaksanaan penanganan sebuah risiko:

1. Database Informasi

Tujuan yang pertama yaitu sebagai tempat informasi dari berbagai risiko yang berpotensi muncul dalam perusahaan.

2. Mengidentifikasi Akar Risiko

Selanjutnya, sebagai identifikasi dari sisi mana saja yang potensial untuk menimbulkan risiko. Hal ini akan menghasilkan risiko baik dalam skala kecil hingga yang bisa merugikan perusahaan.

3. Mencegah Kerugian

Pada nomor tiga, tujuan dari penerapan penanganan risiko, sebagai upaya mencegah terjadinya kerugian yang bisa menimpa perusahaan. Tujuan manajemen risiko tentu dapat membantu memperkecil kerugian perusahaan jika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.

4. Mempertahankan Stabilitas

Tujuan terakhir dari contoh penerapan manajemen risiko adalah menjaga kestabilan perusahaan. Adanya penerapan pengelolaan risiko bertujuan agar kondisi sebuah perusahaan senantiasa dalam keadaan yang stabil dan baik-baik saja.

Manfaat dari Penerapan Manajemen Risiko

Selanjutnya yang perlu kamu ketahui adalah manfaat dari penerapan manajemen risiko. Berikut ini manfaatnya:

1. Mengendalikan Perusahaan agar tidak Bangkrut

Penerapan manajemen risiko tentu dapat membantu stabilitas perusahaan. Sehingga beberapa faktor penting yang sedang dalam kondisi terancam bisa keluar dari permasalahan.

Penyebab utama perusahaan bangkrut umumnya karena gagalnya sistem finansial yang ada. Oleh karena itu cara penanganan yang tepat akan sangat membantu sebuah perusahaan.

2. Mendukung Perusahaan Meraih Visi dan Misi

Visi dan misi sebuah perusahaan akan sulit tercapai jika tidak ada pengelolaan risiko yang jelas. Terlebih lagi visi dan misi membantu perusahaan untuk meraih target bisnis. Oleh karena itu, dengan penerapan pengelolaan risiko yang tepat dapat membantu proses terwujudnya visi dan misi sebuah perusahaan.

Baca Juga: Pengertian Visi Misi: Perbedaan, Fungsi, dan Manfaatnya

3. Memaksimalkan Keuntungan Perusahaan

Selain membantu perusahaan agar tidak kolaps, manajemen risiko juga berperan dalam memaksimalkan keuntungan. Bagaimana hal ini terjadi?

Ini karena dalam penanganannya dapat menganalisis faktor apa saja yang masih belum bekerja secara maksimal. Dari situlah hal yang belum efektif bisa kamu kelola secara maksimal dan memberikan keuntungan yang lebih baik lagi.

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Kesimpulan

Nah, itu dia ulasan mengenai pengertian, tujuan, dan contoh manfaat manajemen risiko untuk kamu yang ingin mempelajari tentang ini. Kamu jadi bisa mengenal lebih dalam mengenai apa sih sebenarnya manajemen risiko itu.

Di era digital saat ini, sangat mudah bukan untuk memperoleh informasi pengetahuan yang sangat bermanfaat? Tunggu apalagi,  inilah saatnya bagi kamu agar bisa mencoba membuat perencanaan penanganan risiko sendiri.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
021 50928823
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]