Likuidasi adalah: Pengertian, Jenis dan Contohnya

Kata likuidasi kadang terdengar di media cetak dan elektronik, dimana banyak orang memahaminya sebagai kondisi bangkrutnya suatu perusahaan.

Proses likuidasi sebenarnya bertujuan untuk mengetahui nilai bisnis akibat kebangkrutan. Hal ini terjadi ketika perusahaan sudah tidak memiliki cukup dana untuk membayar para kreditornya.

Pengajuan kebangkrutan ini ada yang bersifat sukarela. Ada juga dalam bentuk Petisi untuk melikuidasi perusahaan yang diajukan ke pengadilan oleh kreditur, ,disebabkan status hutang belum terbayarkan. Jika pengadilan mengabulkan, maka bisnis tersebut akan dinyatakan pailit. Jadi apa sebenarnya likuidasi itu?

Memahami apa itu Likuidasi

Pengertian Likuidasi

Likuidasi adalah proses menjual semua aset untuk menyelesaikan kewajiban kepada kreditor, mendistribusikan dana yang tersisa kepada pemegang saham, dan ditutupnya suatu perusahaan sebagai sebuah badan hukum oleh likuidator.

Ada banyak sekali pengertian likuidasi yang perlu kamu ketahui, mulai dari arti likuidasi dalam bisnis, hingga arti likuidasi bagi direktur perusahaan. Untuk lebih jelasnya, silahkan kamu simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Memahami Likuidasi dalam Bisnis

Banyak pemilik bisnis yang tidak memahami likuidasi. Padahal, secara sederhana likuidasi mengacu pada proses ketika sebuah perusahaan secara resmi tutup dan asetnya mereka realisasikan. Hal ini biasanya akan terjadi karena perusahaan tidak bisa membayar hutang ketika jatuh tempo.

Selain itu, perusahaan juga mengalami liabilitas melebihi asetnya. Meski memang istilah likuidasi lebih umum ada dalam konteks perusahaan yang bangkrut. Namun, istilah ini juga bisa kamu gunakan dalam konteks perusahaan yang sedang melakukan akuisisi.

Baca Juga:
Aset adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya
Apa yang dimaksud dengan liabilitas

Memahami Likuidasi Bagi Direktur Perusahaan

Bagi seorang direktur perusahaan, likuidasi yaitu kondisi dimana kurator berlisensi akan secara resmi ditunjuk untuk menutup perusahaan. Dan dalam hal ini, kekuasaan direktur pun berhenti.

Dengan begitu, maka direktur harus bekerja sama dengan likuidator, karena bisa memahami situasi perusahaan terkait lebih baik. Hal lain yang tidak kalah penting dilakukan yaitu penyelidikan atas perilaku direktur selama periode sebelum masa bangkrut.

Jika direktur diketahui memprioritaskan kepentingan pribadi diatas kepentingan kreditornya, maka setelah perusahaan dinyatakan bangkrut, bisa dimintai pertanggungjawaban atas tuduhan penyelewengan bisnis.

Jenis-Jenis Likuidasi

Berikut jenis-jenis likuidasi yang perlu diketahui:

1. Likuidasi Wajib

Jenis likuidasi ini dilakukan pada saat terjadinya pembubaran sebuah perusahaan, dan perusahaan tersebut tidak dapat melakukan tindakan hukum kecuali untuk keperluan proses likuidasi. Ini terjadi ketika sebuah perusahaan sudah tidak mampu membayarkan hutangnya.

Pihak kreditor bisa memutuskan untuk mengajukan petisi agar perusahaan ditutup, diamini oleh perusahaan, pemegang saham dan penerima resmi.

2. Likuidasi Sementara

Likuidasi sementara menjadi proses yang dilakukan saat terjadinya pelanggaran hukum oleh sebuah perusahaan ataupun adanya resiko terhadap aset perusahaan.

Maka likuidasi sementara akan menjadi pilihan yang diambil, melalui likuidator yang telah ditunjuk untuk mempertahankan dan melindungi aset perusahaan sampai terjadinya sidang petisi.

3. Likuidasi Sukarela

Likuidasi sukarela merupakan proses likuidasi yang cukup berbeda, tanpa melalui petisi. Likuidasi jenis ini terjadi karena adanya kesepakatan antara para kreditor, minimal 75% suara mayoritas wajib menyetujuinya.

Likuidasi jenis ini juga harus mendapat persetujuan oleh dewan perusahaan, dimana direktur perusahaan dan para pemegang saham ikut dalam keputusan tersebut, biasanya pertimbangan ini diambil ketika perusahaan sudah tidak lagi mampu dalam menjalankan bisnisnya yang justru bisa semakin merugi.

Penyebab Likuidasi

Beberapa penyebab dari likuidasi yaitu sebagai berikut:

  • Keputusan yang didapat dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
  • Izin berdirinya perusahaan sudah habis dan tidak bisa diperpanjang lagi.
  • Keputusan pengadilan yang sudah memiliki kekuatan hukum.
  • Hasil merger perusahaan, maka likuidasi perlu dilakukan.

Perlu diketahui, bahwa likuidasi ini memang sangat erat kaitannya dengan masalah finansial yang sedang perusahaan hadapi, dimana kondisi perusahaan sedang tidak stabil. Salah satu penyebabnya, karena perusahaan tidak bisa membayar utang.

Pada dasarnya, berdirinya sebuah perusahaan pasti akan menargetkan cuan meskipun tidak dalam jangka waktu yang cepat. Biasanya, perusahaan sudah memiliki metode perhitungan likuidasi, ada yang menggunakan metode Break Even Point (BEP).

Jadi, jika perusahaan tidak bisa membayarkan hutangnya, maka perusahaan bisa meminjam dana kembali dari pihak lain untuk menutupi utang tersebut. Tentu saja, hal ini hanya akan berlangsung untuk sementara waktu, hingga akhirnya perusahaan tersebut akan mengalami pembubaran.

Baca Juga: Ini Pinjaman dengan Bunga Rendah tanpa Jaminan

Contoh Likuidasi

Likuidasi memang tidak selalu dilakukan perusahaan ketika mengalami kebangkrutan. Banyak sekali bisnis yang memutuskan untuk menutup perusahaan karena akan bergabung dengan perusahaan lainnya.

Perusahaan dan divisi yang tidak dibutuhkan sering ditutup dengan aset yang dijual atau ditambahkan ke divisi lain. Terkadang, memang investor dan perusahaan ingin menutup bisnisnya untuk mengambil sebagian dari sisa investasinya. Situasi ini sering disebut dengan dividen likuidasi.

Disini, dewan direksi akan mengumumkan dividen kepada pemegang saham tanpa saldo laba untuk sisa pengembalian. Perusahaan secara efektif akan mengembalikan sebagian dari investasi awal pemegang sahamnya.

Dengan kata lain, tidak ada cukup kas dari kegiatan operasional untuk membayar investor atas investasinya. Maka beberapa aset bisnis pun akan dijual untuk memberikan keuntungan kepada investor.

Baca Juga:
Rekomendasi Investasi Terbaik
Investor Adalah: Pengertian, Resiko dan Tipsnya Supaya Sukses
Dividen: Pengertian, Jenis, Cara kerja dan Tipsnya

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]

News

Dalam dunia investasi, salah satu istilah yang paling umum digunakan yakni emiten. Apa itu emiten? […]