Apa Itu KPR (Kredit Pemilikan Rumah), Bunga dan Syaratnya?

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem kredit atau cicilan. Namun, sebenarnya apakah dan seperti apa KPR itu?

Memahami Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Apa Itu KPR?

Urusan pembelian dan kepemilikan properti bagi masyarakat umum itu memang cukup sulit, belum lagi harganya yang semakin tinggi. Oleh karena itu, ada solusi yang pemerintah tawarkan, yakni mengajukan sebuah kredit bernama KPR.

KPR adalah akronim dari Kredit Pemilikan Rumah yang tujuannya memudahkan urusan jual beli properti, semisal rumah, ruko, atau apartment. Target utama dari kredit ini, yaitu masyarakat golongan menengah ke bawah yang kesulitan dalam mencari hunian dengan harga terjangkau.

Pemerintah negara Indonesia telah mengatur sejumlah syarat yang harus kamu ikuti, sehingga tak semua orang berhak menerima KPR. Kredit ini dapat kamu ajukan di lembaga-lembaga seperti bank pemerintah, bank swasta, dan jasa pinjaman uang yang terpercaya.

Nantinya saat kamu membeli rumah, kamu hanya perlu membayar uang muka atau down payment (DP) saja. Sisa pembayarannya dapat kamu bayarkan secara angsuran dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Baca Juga:
Ini Pinjaman dengan Bunga Rendah tanpa Jaminan
11 Daftar Pinjaman Online Bunga Rendah 2022 dan Cara Daftarnya
Daftar 10 Aplikasi Pinjaman Online yang Aman
Apa itu Bank Sentral: Definisi, Tugas dan Fungsinya

Jenis-Jenis KPR

Dalam pengajuan kredit tersebut, ada sekurang-kurangnya lima jenis KPR yang sebaiknya kamu pertimbangkan. Berikut ini penjelasan mengenai masing-masing jenis Kredit Pemilikan Rumah yang perlu kamu ketahui:

1. Subsidi

Subsidi merupakan jenis kredit rumah yang diberikan secara langsung dari pemerintah, tidak melalui perantara seperti bank. Jenis kredit ini memberikan beragam keringanan bagi nasabah, mulai dari pengurangan jumlah uang muka sampai pengurangan suku bunga.

Khusus untuk jenis kredit ini, suku bunganya sebesar 7,25 persen dan sudah mencakup asuransi jiwa, kebakaran, dan kredit. Inilah kredit yang cocok bagi warga berpenghasilan rendah dan belum punya rumah sendiri.

Baca Juga: Pengertian Asuransi: Unsur, Fungsi, dan Jenisnya

2. Non-Subsidi

Jenis KPR yang kedua, yaitu kredit non-subsidi yang pemberiannya dilakukan oleh bank-bank negara tanpa campur tangan pemerintah. Suku bunga pada kredit ini mengacu kepada BI Rate, yang bisa bergerak naik-turun setiap saat.

Oleh sebab itu, biaya yang kamu dapatkan untuk membayar uang muka rumah penetapannya ada di tangan bank. Apabila kamu terlambat membayar cicilan rumah, maka kamu akan terkena denda yang cukup tinggi. Sebagai gantinya, kredit non-subsidi mengizinkan waktu pembayaran cicilan hingga 20 tahun atau lebih.

3. Angsuran Berjenjang

Ada pula jenis KPR ketiga, yaitu kredit angsuran berjenjang yang mengutamakan layanan penundaan pembayaran cicilan rumah. Dalam kredit angsuran berjenjang, penundaan pembayaran angsuran pokok rumah dapat nasabah atur sampai dua atau tiga tahun. Setelah tiga tahun masa pinjaman itu berakhir, nasabah harus kembali melanjutkan pembayaran.

4. Refinancing

Kredit jenis refinancing ini merupakan suatu bentuk pinjaman uang yang jaminannya menggunakan rumah yang sudah nasabah miliki. Selain rumah pribadi, nasabah juga bisa menggunakan surat kepemilikan lahan sebagai jaminannya.

Kredit ini sebetulnya bukanlah benar-benar pembiayaan yang bank atau pemerintah berikan pada nasabah untuk membeli rumah. Mengapa demikian? Sebab nasabah sudah punya rumah sendiri, sehingga kredit ini lebih layak disebut pinjaman pribadi.

5. Syariah

Jika kamu merasa kesulitan membayar cicilan rumah berdasarkan sistem bunga, ada jenis KPR yang mengikuti sistem syariah. Betul, kredit syariah memberikan kemudahan pembayaran yang sifatnya berbagi imbalan jasa.

Maksudnya, nasabah dan bank menentukan kesepakatan dalam urusan pembayaran cicilan, sehingga bank tak bisa menentukan besaran bunga secara sepihak. Kesepakatan tersebut bisa berbentuk sewa beli (istishna’), pesan bangun (ijarah muntahiyah bi tamlik), dan bagi hasil keuntungan (mutanaqishah).

Syarat KPR

Sebelum kamu pergi ke bank untuk mengajukan kredit, kamu harus memenuhi tiga kriteria sebagai berikut:

  • Memiliki kewarganegaraan sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dan bertempat tinggal di Indonesia
  • Usia minimal nasabah yang mengajukan kredit yaitu 21 tahun.
  • Sudah bekerja atau punya penghasilan tetap sebagai pegawai lembaga pemerintahan, pekerja perusahaan, atau wiraswasta.

Jika kamu sudah memenuhi semua kriteria tersebut, selanjutnya kamu siapkan syarat-syarat KPR berupa dokumen berikut ini:

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau Paspor.
  • Slip gaji yang paling baru (gaji terakhir yang kamu terima).
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (jika mengajukan kredit di atas Rp 100 juta).
  • Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (jika mengajukan kredit di atas Rp 50 juta).
  • Fotokopi surat izin praktek bagi yang bekerja sebagai spesialis.
  • Salinan dokumen perusahaan, seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan NPWP.
  • Salinan atau fotokopi kartu kredit (credit card) serta tagihan bulanan terakhir kartu kredit.

Meskipun demikian, persyaratan di atas dapat berubah tergantung dari jenis kredit yang kamu ajukan ke bank serta jumlah kreditnya.

Besaran Suku Bunga Kreditnya

Setelah kamu membaca tentang apa itu KPR, jenis-jenisnya, dan syarat KPR, kini saatnya kamu mengetahui besaran suku bunga kredit tersebut. Suku bunga kredit tersebut merupakan sebuah bentuk balas jasa yang harus nasabah bayarkan kembali kepada bank dalam bentuk cicilan.

Bank-bank milik pemerintah yang terdiri dari BTN, BRI, Mandiri, dan BNI telah menetapkan besaran suku bunga sebesar 7,25% untuk Kredit Pemilikan Rumah.

Sedangkan bank-bank swasta menetapkan suku bunga yang cukup beragam, seperti berikut ini:

  • Bank Panin (8,25%)
  • CIMB Niaga (7,25%)
  • BCA (7,25%)
  • Maybank Indonesia (9,25%)

Baca Juga:
Pengertian Suku Bunga dan Jenis-jenisnya
Bank Umum: Pengertian, Fungsi, dan Kegiatan Usahanya

Simulasi Pelaksanaan Kredit

Simulasi KPR adalah sebuah proses yang bisa seorang nasabah ikuti untuk membantu mereka memperkirakan jumlah uang yang nanti harus mereka keluarkan. Ada empat bank pemerintah yang menyediakan simulasi tersebut, antara lain BNI, Bank Mandiri, BRI, dan BTN.

Dana yang perlu kamu perhitungkan bisa mencakup angsuran rumah, uang muka atau DP, hingga suku bunga pinjaman tergantung jenis KPR yang kamu pilih.

Berikut ini adalah tahapan-tahapan simulasi KPR:

  • Pertama, kamu perlu mengakses situs salah satu dari empat bank tersebut (contoh, situs simulasi kredit milik BNI).
  • Pada halaman utama situs simulasi kredit, isilah identitas diri kamu dengan benar serta jumlah penghasilan kamu apabila diminta.
  • Kemudian, kamu pilih jenis KPR apa yang sekiranya cocok bagimu, contohnya BTN Bersubsidi atau BNI Multiguna.
  • Setelah itu, pilihlah lama jangka waktu kredit yang kamu perlukan untuk membayar angsuran rumah, misalnya 10 tahun.
  • Selanjutnya, ketikkan besaran suku bunga yang kamu inginkan dalam bentuk persen, lalu pilih opsi hitung.
  • Begitu hasil perhitungan kredit muncul, coba kamu bandingkan dengan jumlah penghasilan dan kemampuan kamu untuk mengembalikan pinjaman ke bank.

Tertarik Untuk Mengajukan KPR saat Membeli Rumah?

Itulah tadi pembahasan singkat tentang apa itu KPR, jenis-jenisnya, serta syarat KPR yang dirangkum dari berbagai sumber. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang sedang mencari dan atau ingin mengajukan KPR dalam waktu dekat.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Dalam mengelola keuangan untuk kehidupan sehari-hari, tentunya tidak akan terlepas dari yang namanya risiko. Risiko […]

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]

News

Dalam dunia investasi, salah satu istilah yang paling umum digunakan yakni emiten. Apa itu emiten? […]