Koperasi Simpan Pinjam Syariah

--rangkulteman

Kalian tahu gak sih ada juga loh koperasi simpan pinjam Syariah. Ulasan kali ini akan membahas seputar koperasi simpan pinjam Syariah sekaligus supaya bisa menambah pengetahuan kamu. Langsung simak aja yuk pembahasan tentang KSP Syariah berikut ini

Pengertian Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah

Menurut Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 16/ Per/ M. KUKM/ IX/ 2015 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah oleh Koperasi, yang dimaksud dengan koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan perundang-undangan perkoperasian. Menurut Nur Bukhori dalam bukunya Koperasi Syariah halaman 12 koperasi Syariah adalah usaha ekonomi yang terorganisir secara mantap, demokratis, otonom partisipatif, dan berwatak sosial yang operasionalnya menggunakan prinsip-prinsip yang mengusung etika moral dengan memperhatikan halal atau haramnya sebuah usaha yang dijalankan sebagaimana diajarkan dalam agama Islam.

Pada hakikatnya tujuan didirikannya koperasi syariah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, koperasi syariah dapat menjalankan berbagai usaha komersial, termasuk yang berhubungan langsung dengan penyediaan barang-barang manufaktur/produk konsumen, dan usaha lain yang menghimpun dan menyalurkan dana dalam bentuk jasa keuangan. Penghimpunan dana dalam bentuk simpanan adalah dana yang dipercayakan kepada koperasi oleh anggota, calon anggota, koperasi lain dan/atau anggotanya dalam bentuk simpanan/tabungan dan simpanan tetap. Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah hanya dapat dilakukan oleh KSPPS dan Koperasi USPPS. KSPPS dapat bersifat primer atau sekunder. KSPPS primer adalah koperasi perseorangan yang beranggotakan orang perorang, sedangkan KSPPS sekunder adalah koperasi yang beranggotakan dan beranggotakan KSPPS. Koperasi simpan pinjam dan pembayaran syariah harus memiliki visi, misi dan tujuan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan ekonomi anggota sehingga dapat menjadi kuat, sehat, mandiri dan tangguh.

koperasi syariah

Pendirian Legalitas Usaha KSPPS

KSPPS dibentuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dengan memperhatikan kelayakan usaha dan kepentingan untuk anggotanya. Pengesahan akta pendirian KSPPS dilakukan melalui penerbitan dua dokumen, yaitu dokumen pengesahan badan hukum dan dokumen ijin usaha simpan pinjam dan pembiayaan Syariah. Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, pendirian koperasi dilakukan dengan akta pendirian yang memuat anggaran dasar seperti

1) Daftar nama pendiri
2) Nama dan tempat kedudukan
3) Maksud dan tujuan serta bidang usaha
4) Ketentuan mengenai keanggotaan
5) Ketentuan mengenai rapat anggota, ketentuan mengenai
pengelolaan
6) Ketentuan mengenai permodalan
7) Ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya
8) Ketentuan mengenai pembagian sisa hasil usaha
9) Ketentuan mengenai sanksi

Selain itu, undang-undang ini juga mengatur mengenai kegiatan usaha yang dijalankan oleh koperasi simpan pinjam dan pembiayaan Syariah seperti

  • Menghimpun simpanan dari anggota yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dengan akad wadiah atau mudharabah. Untuk menjalankan fungsi pembiayaan, KSPPS/USPPS perlu melakukan kegiatan penghimpunan dana dari para anggota maupun koperasi lainnya dalam bentuk tabungan dan simpanan berjangka
  • Menyalurkan pinjaman dan pembiayaan syariah kepada anggota, calon anggota dan koperasi lain dan atau anggotanya dalam bentuk pinjaman berdasarkan akad qardh dan pembiayaan dengan akad murabahah, salam, istishna‟, mudharabah, musyarakah, ijarah, ijarah muntahiya bittamlik, wakalah, kafalah dan hiwalah, atau akad lain yang tidak bertentangan dengan syariah.
  • Mengelola keseimbangan sumber dana dan penyaluran pinjaman dan pembiayaan syariah. Kegiatan usaha simpan pinjam dan pembiayaan syariah dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah dengan tata kelola yang baik, menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko, serta mematuhi peraturan yang terkait dengan pengelolaan usaha simpan pinjam dan pembiayaan Syariah

menggunakan koperasi syariah

Akad Koperasi Syariah

Sedangkan berdasarkan jenis akad, akad yang digunakan pada produk simpanan koperasi syariah dapat menggunakan dua akad yaitu akad wadi’ah dan akad mudharabah. Akad wadi’ah adalah akad penitipan barang atau uang antara pihak yang mempunyai barang atau uang dan pihak yang diberi kepercayaan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan, keamanan, serta keutuhan barang atau uang.

Akad Mudharabah adalah akad atau sistem kerjasama dimana seseorang menyerahkan hartanya kepada pihak lain untuk dikelola dengan ketentuan bahwa keuntungan yang diperoleh (dari hasil pengelolaan tersebut) dibagi antara kedua pihak sesuai dengan nisbah yang disepakati, sedangkan kerugian ditanggung oleh shahib al mal sepanjang tidak ada kelalaian dari mudharib.

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Ada banyak jenis tabungan mandiri. Mulai dari jenis tabungan mandiri haji, TKI, tabungan untuk anak-anak, […]

News

Tabungan pendidikan anak adalah simpanan bank yang didedikasikan untuk penyiapan dana pendidikan anak, mulai dari […]

News

Siapa sih disini yang masih susah banget buat menabung? Terkadang pengeluaran yang kita keluarkan masih […]

News

Pada saat sekarang ini investasi semakin diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Pasalnya hampir semua orang […]

News

Pastinya setiap orang menginginkan situasi keuangan yang tertib dan disiplin. Rencana keuangan yang teratur dapat […]

News

Siapa yang tidak mau menjadi kaya, yap, semua orang pasti ingin menjadi kaya dan salah […]