Koperasi Simpan Pinjam: Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Koperasi simpan pinjam merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang keuangan. Seperti namanya, lembaga ini bisa menerima simpanan atau pinjaman. Inilah definisi sederhana mengenai koperasi simpan pinjam. Ingin tahu lebih dalam tentang lembaga satu ini? Simak artikel ini sampai habis, ya!

Koperasi Simpan Pinjam dan Fungsinya

Pengertian Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi simpan pinjam (KSP) adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang keuangan dengan kegiatan utamanya yaitu menerima ataupun memberikan pinjaman dimana KSP ini menerapkan asas kekeluargaan dalam menjalankan usahanya.

Terdapat dua sumber modal dalam lembaga ini. Sumber yang pertama berasal dari simpanan anggota koperasi seperti simpanan wajib, simpanan pokok, dan simpanan sukarela. Sumber kedua berasal dari modal pinjaman badan usaha maupun koperasi lainnya, hibah, dan Sisa Hasil Usaha (SHU).

Kehadiran koperasi simpan pinjam bertujuan untuk bantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, lembaga ini menerapkan prinsip terbuka, mandiri, sukarela, demokratis, dan tentu saja asas kekeluargaan.

Lembaga keuangan mikro satu ini harus mengikuti aturan UU Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian. Sebagai salah satu lembaga keuangan mikro, koperasi simpan pinjam juga sudah masuk dalam pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Nomor 5 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Lembaga Keuangan Mikro.

Dalam peraturan OJK, lembaga keuangan mikro seperti KSP ini hanya boleh melayani sistem simpanan atau tabungan serta pinjaman untuk para anggotanya dan tidak boleh memberikan pinjaman kepada orang yang bukan termasuk anggotanya atau orang asing.

Jadi, koperasi simpan pinjam menjadi salah satu lembaga keuangan mikro di Indonesia yang bertugas menyimpan sekaligus memberikan pinjaman modal kepada para anggota. Dalam penyebutannya, lembaga ini juga umum disebut dengan Kospin Jasa dan KSP.

Baca Juga:
Apa yang di maksud dengan Simpanan Wajib?
Apa yang di maksud dengan Simpanan Pokok?
Apa yang di maksud dengan Simpanan Sukarela?
Mengenal Sisa Hasil Usaha (SHU) dan Cara Pembagiannya

Fungsi Koperasi Simpan Pinjam

Sebelum membahas apa saja fungsi dari KSP, perlu diketahui bahwa lembaga ini berbeda dari lembaga keuangan lainnya seperti perbankan ataupun leasing. Di mana, prosedur pencairan dana pinjaman dari koperasi simpan pinjam lebih cepat.

Tidak hanya prosedur pencairannya yang lebih simple dan cepat, KSP juga memberikan penawaran bunga yang lebih tinggi daripada bunga perbankan dalam penyimpanan uang. Bahkan sudah banyak KSP yang menawarkan sistem akad syariah, lho.

Karena cukup populer dan keberadaannya sangat penting bagi masyarakat Indonesia, berikut beberapa fungsi dari KSP yang sangat mengutamakan anggotanya:

  • Mengumpulkan dana berupa simpanan atau tabungan dari para anggotanya
  • Memberikan bantuan pinjaman dana kepada anggota yang memiliki kebutuhan sangat mendesak
  • Memberikan tambahan modal usaha kepada para anggotanya
  • Mengelola dana simpanan atau tabungan lalu diberikan kepada anggotanya

Secara keseluruhan, fungsi dari KSP sendiri memang memprioritaskan anggota mulai dari pelayanan, pengelolaan, dan lainnya. Tentu saja ini sejalan dengan asas kekeluargaan. Oleh sebab itu, tujuan KSP untuk bantu mensejahterakan masyarakat Indonesia bisa terwujud.

Peran Koperasi Simpan Pinjam

Berpedoman pada prinsip dasar koperasi, tentu saja KSP memiliki beberapa peran untuk memperkuat perekonomian anggotanya. Peran-peran tersebut antara lain:

  • Bantu meningkatkan pendapatan sekaligus kesejahteraan anggotanya melalui peminjaman dana.
  • Menetapkan bunga ringan kepada anggotanya
  • Membagi Sisa Hasil Usaha (SHU) sebagai dana tambahan kepada anggota, khususnya yang telah berkontribusi atau aktif di KSP
  • Mengelola dana simpanan atau tabungan para anggota sebagai investasi
  • Memberikan pelayanan terbaik agar menimbulkan hasrat masyarakat untuk menyimpan atau menabung di KSP

Peran di atas harus berjalan dengan baik pada lembaga keuangan mikro yang termasuk dalam bagian KSP. Dengan adanya peran serta tanggung jawab yang jelas, maka sistem pengelolaan serta pelayanan KSP bisa memuaskan para anggotanya.

Sebaliknya, jika KSP tidak menjalankan peran dan tugasnya dengan baik, maka akan menimbulkan masalah pada pengelolaan serta pelayanan. Dampak buruknya lembaga keuangan mikro ini bisa kehilangan kepercayaan dari seluruh anggotanya.

Oleh sebab itu, peran atau tugas yang sudah tertulis harus benar-benar dijalankan dengan baik oleh KSP. Apalagi lembaga keuangan mikro ini sudah memiliki badan hukum yang jelas. Artinya, jika sistemnya bertentangan dengan peraturan dalam undang-undang, maka bisa dibekukan oleh pemerintah.

Contoh Koperasi Simpan Pinjam

Keberadaan koperasi simpan pinjam atau KSP sudah sangat banyak. Tapi tidak semua masyarakat tahu bahwa koperasi-koperasi yang berada di sekitarnya tersebut merupakan bagian dari KSP.

Contoh koperasi simpan pinjam atau KSP antara lain Kospin Jasa, Koperasi Pasar (KPS), Koperasi Simpan Pinjam Unit Desa (KUD), Koperasi Kredit (KKD) dan Koperasi Serba Usaha.

Sebelumnya, KSP memang hanya melayani simpan pinjam kepada anggotanya saja. Namun, saat ini sudah ada beberapa KSP yang bersedia melayani simpan pinjam kepada non-anggotanya. Dengan catatan, status mereka menjadi calon anggota selama melakukan simpan pinjam.

Nah, untuk menjadi anggota KSP ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain:

  • Calon anggota harus Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Anggota bersifat perseorangan bukan badan hukum
  • Bersedia membayar simpanan pokok dan simpanan wajib sebagaimana peraturan dalam KSP
  • Menyetujui keterlibatan dalam beberapa anggaran dan ketentuan yang berlaku dalam koperasi seperti Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), dan lainnya.

Setelah menjadi anggota KSP, nasabah memiliki hak untuk melakukan berbagai transaksi keuangan, salah satunya mengajukan pinjaman. Nah, untuk mengajukan pinjaman, nasabah harus bersedia memenuhi beberapa syarat, antara lain:

  • Seseorang yang mengajukan pinjaman harus berstatus anggota atau calon anggota
  • Mengisi formulir pinjaman dengan lengkap
  • Menyerahkan kartu identitas seperti KTP dalam bentuk fotocopy
  • Menyerahkan dokumen seperti fotocopy KK, slip gaji, rekening listrik, dan dokumen atau barang yang akan dijadikan sebagai jaminan pinjaman

Saat mengajukan pinjaman, nasabah akan mendapatkan penjelasan mengenai akad, bunga, hingga jangka waktu pinjaman. KSP akan memberikan bunga yang lebih kecil dari bank, leasing, atau lembaga keuangan lainnya.

Dalam perhitungannya, KSP menggunakan beberapa cara seperti perhitungan bunga anuitas, mekanisme bunga flat, perhitungan bunga menurun, dan perhitungan bunga efektif.

Baca Juga:
Anuitas: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Contoh Menghitungnya
Pengertian Suku Bunga dan Jenis-jenisnya

Kesimpulan

Koperasi simpan pinjam adalah lembaga keuangan mikro yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota atau calon anggotanya. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, lembaga keuangan yang juga terkenal dengan sebutan KSP ini menerapkan asas kekeluargaan.

Dalam lingkungan masyarakat, KSP cukup populer. Karena bergerak dalam ruang lingkup simpan dan pinjam, KSP sudah masuk dalam pengawasan oleh OJK. Selain itu, KSP juga wajib menaati peraturan yang sudah tertulis dalam undang-undang. Dengan adanya badan hukum yang cukup jelas, masyarakat tidak perlu khawatir.

Demikianlah artikel seputar koperasi simpan pinjam atau juga KSP. Tidak hanya sekadar memberikan pelayanan simpan dan pinjam, KSP juga memiliki fungsi serta peran yang bermanfaat untuk kesejahteraan anggotanya.

Tertarik ingin menjadi anggota KSP agar bisa menyimpan sekaligus meminjam dana untuk modal? Jangan lupa untuk mempersiapkan berkas dan beberapa dokumen di atas, ya. Selamat mencoba dan semoga artikel ini bermanfaat.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Saat menjalankan bisnis, kamu tentu ingin mencapai kesuksesan. Oleh karena itu pastikan kamu menganalisis proses […]

News

Salah satu sektor yang mengalami banyak kemajuan pada zaman yang serba digital seperti saat ini […]

News

Surat kuasa salah satu hal yang menjadi kebutuhan penting bagi pihak tertentu yang tidak bisa […]

News

Inovatif dan inovasi merupakan dua hal yang selalu berkaitan satu dengan lainnya. Pengertian dari inovatif […]

News

Banyak cara untuk belajar menjadi investor yang andal. Mulai dari baca-baca buku, menonton berita, bahkan […]

News

Istilah pemasaran atau marketing tentu saja tidak asing lagi untuk kamu. Pemasaran merupakan aktivitas untuk […]