Kitas adalah: Jenis dan Kegunaannya

KITAS digunakan oleh orang asing yang ingin bekerja secara legal atau tinggal di Indonesia lebih lama dibandingkan dengan visa kunjungan. Jika tidak memiliki KITAS, warga negara asing (WNA) tersebut dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda sebesar $37.000 atau sekitar Rp500.000.000.

Yuk kita bahas lebih mendalam ulasan tentang KITAS supaya semakin bisa menambah wawasanmu. Langsung simak ulasannya berikut ini ya.

Memahami kegunaan KITAS

Apa itu Kitas

KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) adalah surat izin atau dokumen yang dapat digunakan warga negara asing untuk tinggal sementara di Indonesia. Dokumen ini awalnya bernama KIMS (Kartu Izin Tinggal Sementara). Kartu ini berlaku selama 2 tahun dan harus diperpanjang jika ingin terus menggunakannya.

KITAS atau Kartu Izin Tinggal Terbatas diperlukan jika warga asing ingin bekerja dan tinggal di Indonesia untuk jangka waktu yang lebih lama sebagai ekspatriat. ITAS/ KITAS dapat diperbarui sesuai kebutuhan.

Peraturan imigrasi baru pada Mei 2011 memberlakukan denda yang lebih tinggi daripada UU 9/1992 tentang pelanggaran visa dan izin. Dengan memperoleh izin ini, warga asing dapat tinggal di Indonesia hingga lima tahun dengan perpanjangan setiap dua belas bulan.

Baca Juga: Visa adalah: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Bedanya dengan Paspor

Jenis Kitas

Di Indonesia, ada 3 jenis KITAS yang dikeluarkan yaitu, yaitu KITAS izin kerja, KITAS visa pernikahan maupun KITAS visa pensiun. Di bawah ini merupakan informasi terbaru tentang tiga jenis ITAS/KITAS yang paling umum.

1. Izin kerja

Izin kerja harus disponsori oleh perusahaan atau organisasi Indonesia yang terdaftar di Indonesia; termasuk PT, PT PMA, perwakilan dan lembaga publik dan swasta.

Sebelum mendapatkan izin kerja, seorang warga asing harus mendapatkan izin kerja dengan mengkonfirmasi posisi dengan perusahaan sponsor di Indonesia. Posisi pekerjaan akan menentukan lamanya waktu izin kerja.

Perusahaan sponsor harus dengan hati-hati menyerahkan pekerjaan kepada pemohon sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Kementerian Tenaga Kerja. Secara hukum, otoritas kontrak bertanggung jawab atas pemohon visa, yaitu pembayaran dan denda jika pemohon tidak dapat melakukannya. Itulah mengapa sangat penting bagi sponsor untuk menyadari tanggung jawab ini.

2. KITAS visa pernikahan

Orang asing yang menikah secara sah dengan warga negara Indonesia dapat disponsori oleh pasangannya untuk mendapatkan visa keluarga ITAS/KITAS. Namun, visa ini bukan visa kerja, sehingga warga asing bisa tinggal, tapi tidak untuk bekerja.

Akta nikah resmi yang disahkan oleh pemerintah Indonesia merupakan syarat wajib. Jika menikah di luar negeri, memerlukan CNI atau Certificate of No Impediment to Marriage yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan kemudian dapat mengajukan permohonan visa tinggal tetap (KITAP) setelah dua tahun menikah. KITAP dapat berlaku maksimal 5 tahun dengan MERP (multiple exit and re-entry permit).

Baca Juga: Apa itu MERP

3. KITAS visa lansia

Visa ini tidak dapat digunakan untuk pemilik bisnis atau pengusaha. Namun, jika warga asing berusia 55 tahun atau lebih dan ingin menghabiskan pensiun di Indonesia, maka dapat masuk ke Indonesia terlebih dahulu dengan visa turis dan kemudian mengajukan visa pensiun ITAS / KITAS setelah satu bulan.

Dengan visa ini maka dapat tinggal di Indonesia selama bertahun-tahun dan masuk atau keluar negara sebanyak yang diinginkan. Warga asing juga dapat membuka rekening bank lokal dan menyewa sopir atau asisten. Namun, tidak bisa bekerja di Indonesia.

Masa kadaluarsa Kitas

Masa berlaku kartu ini hingga 2 tahun dengan kemungkinan perpanjangan selama 2 tahun lagi. Izin tinggal maksimum di Indonesia tidak akan melebihi 6 tahun saat menggunakan dokumen ini.

Khusus untuk WNA yang bekerja di Indonesia, juga berlaku aturan 90 hari dan selanjutnya dapat diperpanjang. Namun, jumlah izin tinggal di Indonesia tidak lebih dari 180 hari.

Ada juga KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap). KITAP bisa didapatkan warga negara asing yang memegang KITAS yang merupakan investor, pekerja, lanjut usia, maupun rohaniawan. Selain itu pemegang KITAS karena perkawinan ternyata juga bisa mengajukan KITAP setelah jangka waktu tertentu.

Baca Juga:
Investor Adalah: Pengertian, Resiko dan Tipsnya Supaya Sukses
Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Sanksi melanggar aturan Kitas

Adapun sanksi bagi mereka yang melanggar aturan KITAS yang telah ditetapkan. Data perizinan warga negara asing harus benar. Jika tidak, maka mereka akan diminta merubah perizinannya yang melanggar agar sesuai mengikuti aturan yang berlaku.

Setelah beberapa saat kemudian, keimigrasian akan mengecek kembali apakah izin telah diurus dengan benar atau belum. Setelah itu, WNA akan diberikan peringatan terlebih dahulu sebelum sanksi diberikan.

Adapun sanksi yang diberikan terkait pelanggaran keimigrasian didasarkan atas UU 6 Tahun 2011 pasal 122A, yang berupa lima tahun penjara dan denda Rp 500 Juta. Jika warga negara asing melebihi izin tinggalnya (overstay) atau melanggar pasal 75, maka sanksi yang dikenakan akan berupa pendeportasian

Yang berhak mendapat izin tinggal terbatas

Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Permenkumham) No. 27 tahun 2014, Izin Tinggal Terbatas merupakan izin yang diberikan kepada orang asing (WNA) untuk tinggal dan berada di wilayah Indonesia untuk jangka waktu terbatas.

Izin Tinggal Terbatas dapat diberikan kepada :

  1. Orang asing yang masuk wilayah Indonesia dengan Visa Tinggal Terbatas;
  2. Anak yang lahir di wilayah Indonesia pada saat lahir ayah dan/atau ibunya pemegang Izin Tinggal Terbatas;
  3. Orang asing yang diberikan alih status dari Izin Tinggal Kunjungan
  4. Nahkoda, awak kapal atau tenaga ahli asing di atas kapal laut, alat apung, atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
  5. Orang asing yang kawin secara sah dengan warga Negara Indonesia
  6. Anak dari orang asing yang kawin secara sah dengan warga Negara Indonesia

Dasar hukum Kitas

Nyatanya ada beberapa dasar hukum yang digunakan oleh pemerintah untuk membuat aturan mengenai KITAS. KITAS memiliki dasar hukum tersendiri yang tertuang sebagai berikut

  • Peraturan Kemenkumham Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Pemberian Visa dan Izin Tinggal untuk TKA
  • Peraturan Presiden No.20 Tahun 2018 Mengenai Penggunaan Tenaga Kerja Asing
  • UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
  • Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 2013 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU No.6 Tahun 2011 (UU Kemigrasian)
  • Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 2018 Tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik
  • Selain itu, KITAS juga diatur dalam PP No.26 Tahun 2016 Tentang Perubahan Peraturan PP No.31 Tahun 2013 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU No.6 Tahun 2011 (UU Kemigrasian)

Perbedaan Kitas dan Kitap

KITAS dan juga KITAP memiliki perbedaan masing-masing. KITAS merupakan Kartu Izin Tinggal Terbatas. Sedangkan, yang dimaksud dengan KITAP adalah (Kartu) Izin Tinggal Tetap.

KITAP adalah visa kediaman permanen untuk warga negara asing (WNA) yang tinggal dan menetap di Indonesia. Masa berlaku dari KITAP ialah 5 tahun, selain itu jumlah perpanjangan KITAP tak terbatas juga diizinkan.

Sedangkan KITAS memiliki jangka waktu perizinan yang berbeda dengan KITAP. Selain itu, KITAP diberikan kepada mereka yang telah memiliki KITAS sebagai ekspat, pensiunan, investor rohaniawan dalam jangka waktu tertentu.

KITAP juga diberikan untuk WNA yang sebelumnya merupakan penduduk Indonesia atau memiliki kewarganegaraan ganda misalnya Indonesia dan negara lain. Sehingga peruntukannya juga berbeda dengan KITAS.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]