Investasi Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya

Investasi adalah aktivitas yang bisa kamu temukan sehari-hari dalam skala yang kecil. Misalnya adalah menabung atau membeli suatu produk yang memiliki manfaat jangka panjang.

Apakah kamu tertarik untuk melakukan penanaman modal? Jika ya, maka jangan terburu-buru untuk mengambil keputusan. Simak terlebih dahulu ulasan mengenai apa itu penanaman modal, jenisnya, hingga manfaatnya untukmu.

Mengenal apa itu Investasi

Apa Itu Investasi?

Investasi adalah aktivitas menanam modal yang memiliki tujuan agar bisa ditarik di masa depan dengan nilai yang lebih besar.

Melalui penanaman modal ini, maka kamu bisa berharap bahwa nilai dari suatu aset akan meningkat seiring dengan berjalannya waktu.

Aset penanaman modal ini bisa berwujud emas, saham, hingga reksadana. Definisi tentang apa itu investasi juga sudah disebutkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, investasi merupakan penanaman modal. Tujuannya adalah untuk memperoleh keuntungan.

Baca Juga: Aset adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Tujuan Investasi

Tujuan dari penanaman modal memang sangat penting untuk kamu ketahui. Investasi sendiri merupakan cara mengembangkan modal yang lebih cepat.

Menurut KBBI, tujuan dari penanaman modal ini adalah untuk memperoleh keuntungan. Tujuan lain dari penanaman modal ini adalah untuk mengontrol sebuah perusahaan dan menjaga hubungan antar perusahaan.

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Jenis Investasi

Investasi adalah kegiatan menanam modal, baik yang dilakukan secara langsung maupun tidak. Selain itu, ada juga harapan yang pada nantinya pemilik modal ini bisa memperoleh keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut.

Bagi kamu yang berminat untuk melakukan penanaman modal, maka perlu memahami dengan benar jenis-jenis investasi yang akan kamu lakukan.

Pasalnya, hal ini akan berpengaruh pada peluang keuntungan yang akan kamu dapatkan. Untuk itu, silahkan kamu pelajari terlebih dahulu jenis-jenis investasi berikut ini.

1. Deposito

Deposito merupakan produk investasi yang ditawarkan oleh perbankan untuk para nasabah yang ingin mendapatkan keuntungan lebih. Manfaat ini bisa nasabah dapatkan selain dengan membuka rekening tabungan. Penanaman modal dalam bentuk deposito ini sendiri terbagi menjadi sertifikat deposito dan deposito berjangka.

Baca Juga: Pengertian Deposito, Tingkat Bunga, Keuntungan dan Kekurangannya

2. Saham

Saham merupakan bentuk lain dari aset perusahaan. Pada umumnya, saham ini akan berwujud surat berharga. Tujuannya untuk menunjukkan kepemilikan investor.

Baca Juga: Cara Menabung Saham yang Menguntungkan untuk Pemula

3. Obligasi

Jenis lain dari investasi adalah obligasi. Obligasi sendiri biasa ada pada bisnis yang mengakomodasi jasa pinjaman modal.

Manfaat dari penanaman modal obligasi ini cenderung lebih besar daripada deposito. Hal ini terlihat dari bunga yang lebih tinggi.

Menginvestasikan modal finansial pada obligasi ini cukup beresiko. Sebab, jika peminjam bangkrut, maka kemungkinan besar hutang modal yang kamu berikan tidak akan mereka bayar.

Baca Juga: Apa itu Obligasi: Cara kerja, kelebihan dan kekurangannya

4. Reksa Dana

Reksadana ternyata juga turut meramaikan dunia investasi bagi para pebisnis dan masyarakat umum. Pada dasarnya, jenis investasi reksa dana ini merupakan wadah untuk menghimpun uang secara bersama-sama.

Tujuannya adalah untuk kemudian dikelola oleh pihak manajer. Seluruh manfaat dari penanaman modal ini akan dibagi rata kepada semua investor yang bergabung.

Baca Juga: Cara Investasi Reksadana dengan Modal Kecil

5. Emas

Sebagian masyarakat Indonesia menginvestasikan uangnya dalam bentuk emas. Emas memiliki manfaat yang lebih beragam.

Selain dalam bentuk perhiasan, penanaman modal ini bisa berupa emas murni maupun emas batangan.

6. Investasi Properti

Investasi properti termasuk dalam tipe penanaman modal non riil. Dikatakan demikian karena tidak melibatkan uang secara langsung, melainkan berupa bangunan. Jenis investasi properti ini terus diminati karena harga jualnya cenderung selalu mengalami peningkatan.

Baca Juga: Tips Investasi Properti Untuk Pemula

Manfaat Investasi

Tujuan dari investasi adalah untuk menghasilkan keuntungan. Perlu kamu ketahui, bahwa keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari penanaman modal ini berupa bunga, deviden, maupun royalti.

Selain itu, penanaman modal ini juga memiliki beragam manfaat yang bisa kamu dapatkan. Berikut ini adalah beberapa manfaat investasi yang akan kamu dapatkan.

1. Mengendalikan Perusahaan

Salah satu manfaat dari penanaman modal yakni memiliki nilai yang berupa penanaman modal dalam suatu perusahaan.

Adanya kepemilikan atas sebagian ekuitas ini akan menjadikan investor ikut terlibat dalam pengambilan keputusan perusahaan.

2. Menjamin Ketersediaan Bahan Baku

Beberapa perusahaan banyak yang berinvestasi pada usaha produksi bahan baku. Namun, hal ini bisa kamu lakukan pada hal yang berkaitan dengan bisnismu tersebut.

Dengan begitu, maka instansi tersebut bisa memastikan ketersediaan bahan baku yang mereka perlukan untuk operasional perusahaan utamanya.

3. Memenuhi Kebutuhan Mendatang

Manfaat lain dari penanaman modal yakni untuk mempersiapkan kebutuhan yang tidak terduga pada masa mendatang. Nilai investasi yang cenderung naik ini akan menjadi sarana untuk mencari keuntungan.

Baca Juga: Dividen: Pengertian, Jenis, Cara kerja dan Tipsnya

Resiko Investasi

Selain manfaat, melakukan penanaman modal juga memiliki resiko. Salah satu resiko investasi adalah risiko suku bunganya. Nah, berikut ini ada beberapa resiko penanaman modal yang perlu kamu ketahui.

1. Risiko Suku Bunga

Risiko suku bunga merupakan risiko yang timbul karena adanya perubahan suku bunga. Jika suku bunga meningkat, maka harga penanaman modal obligasi akan menurun.

Baca Juga: Pengertian Suku Bunga dan Jenis-jenisnya

2. Risiko Pasar

Risiko pasar ini adalah resiko naik turunnya nilai dari aset akibat adanya perubahan sentimen pada pasar keuangan.

Perlu kamu ketahui, bahwa risiko ini tidak bisa kamu hindari. Selain itu, resiko ini juga pasti akan selalu dialami oleh para investor. Hal ini bahkan bisa membuat para investor mengalami kerugian atas penurunan nilai investasinya.

Baca Juga: Pasar Modal: Pengertian, Sejarah, dan Manfaatnya

3. Risiko Inflasi

Risiko inflasi ini merupakan resiko daya beli. Artinya, arus kas yang berasal dari penanaman modal ini tidak akan bernilai sebanyak yang bisa kamu dapatkan pada masa depan.

Sebab, perubahan daya beli yang terus tergerus oleh inflasi. Hal ini memang cukup merugikan, karena adanya kenaikan rata-rata dari harga konsumsi.

Ancaman inflasi sendiri merupakan nilai tunai yang akan berkurang karena inflasi.

Baca Juga: Inflasi adalah: Pengertian, Penyebab, Jenis dan Dampaknya

4. Likuiditas

Risiko lain dari investasi adalah risiko likuiditas. Hal ini sering muncul karena sulitnya menyediakan uang tunai dalam jangka waktu yang cepat.

Hal ini bisa terjadi apabila pihak pemberi pinjaman tidak bisa menjual hartanya. Sebab, tidak ada pihak lain yang berminat membeli.

5. Risiko Valuta Asing

Risiko valuta asing adalah risiko yang terjadi akibat perubahan kurs valuta asing atas pasar. Terlebih ketika kamu konversikan ke mata uang domestik.

Risiko valuta asing ini erat kaitannya dengan fluktuasi nilai tukar uang atas suatu negara terhadap mata uang negara lainnya. Oleh sebab itu, menguatnya dolar terhadap rupiah akan menimbulkan kerugian.

Cara Investasi

Menjadi investor pada pasar modal dengan cara penanaman modal yang memang sudah menjadi gaya hidup. Selain dari keuntungan yang bisa kamu dapatkan, kamu juga harus siap dengan segala risiko yang mungkin terjadi.

Untuk itu, berikut adalah cara dan contoh investasi bagi pemula.

  1. Tentukan jangka waktu penanaman modalnya.
  2. Tentukan instrumen investasi.
  3. Buka rekening penanaman modal.
  4. Lakukan diversifikasi penanaman modal.
  5. Mulai dari modal yang kecil terlebih dahulu.
  6. Lakukan secara konsisten.

Baca Juga: Diversifikasi Portofolio Investasi dengan 5 Langkah Penting Ini

Contoh Investasi

Pada tahun 2012 lalu, Ayu membeli 1 gram emas batangan seharga 350 ribu per gramnya. Setelah emas Ayu simpan selama 10 tahun, harga emas ini naik menjadi 550 ribu per gramnya.

Kemudian, Ayu memutuskan untuk menjual emas dengan keuntungan sejumlah 200 ribu. Hal ini yang dikatakan dengan penanaman modal. Selisih harga jual beli investasi adalah hasil dari perhitungan keuntungan selama jangka waktu 10 tahun penyimpanan emas.

Tips Investasi

Meskipun penanaman modal merupakan kegiatan yang menarik, namun sebaiknya kamu melakukan penanaman modal dengan perhitungan yang matang. Pasalnya, calon investor perlu memahami risiko dari aktivitas penanaman modal tersebut.

Nah, berikut ini adalah beberapa tips investasi yang perlu kamu ketahui:

  • Tentukan tujuan penanaman modal yang jelas.
  • Hindarilah tindakan yang kurang spekulatif.
  • Pertimbangkan jangka waktu penanaman modal.
  • Tentukan besaran modal yang kamu perlukan untuk memilih objek penanaman modal.
  • Pahami resiko dari jenis penanaman modal.

Sebagai calon investor, kamu perlu memahami betul konsep investasi agar nantinya dapat mempertimbangkan keputusan secara tepat. Semoga artikel ini dapat memberikanmu pengetahuan lengkap seputar investasi. Selamat mencoba dan salam sukses!

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Pastinya kamu sering mendengar istilah benefit. Ya, benefit menjadi kata yang sering kamu pakai dalam […]

News

Seiring perkembangan zaman, tidak hanya pajak tahunan saja yang bisa kamu bayar secara online. Bayar […]

News

Di era yang serba digital seperti saat ini, kartu kredit merupakan salah satu hal yang […]

News

Zaman yang sudah canggih sekarang ini memang memfasilitasi kamu untuk mencari untung dengan mudah. Mau […]

News

Di bidang bisnis ada istilah Break Even Point atau BEP yang dijadikan patokan atau parameter […]

News

Telkomsel merupakan provider kartu SIM yang saat ini memiliki pengguna sangat banyak di Indonesia. Namun, […]