Delegasi adalah: Pengertian, Jenis dan Tips Pelaksanaannya

Apabila kamu mendengar kata delegasi, kamu boleh jadi langsung memikirkan topik-topik semacam politik atau diplomasi antara dua negara. Apa kamu tahu jika dalam bidang administrasi dan organisasi juga ada istilah delegasi? Untuk mengerti apa itu delegasi dalam administrasi perusahaan, silakan baca artikel ini hingga tuntas.

Memahami apa itu Delegasi

Pengertian Delegasi

Dalam suatu perusahaan atau organisasi, tentunya harus ada sebuah peta struktur organisasi yang menyatakan siapa berwenang atas pekerjaan apa. Di sinilah letak delegasi dalam perusahaan tersebut.

Delegasi adalah suatu pelimpahan wewenang dari seorang atasan kepada bawahannya yang paling dia percayai atas suatu tugas atau pekerjaan. Tindakan ini lumrah kamu saksikan dalam perusahaan-perusahaan besar yang karyawannya bisa berjumlah ratusan hingga ribuan orang. Seorang ahli ekonomi bernama Charles J. Keating pernah menyatakan bahwa delegasi adalah sebuah upaya memberikan kewajiban yang atasan miliki kepada pihak lain secara formal dalam melakukan suatu kegiatan.

Mengapa sampai ada aktivitas melimpahkan wewenang? Sebab atasan menghendaki tugas-tugas di tempat kerjanya itu agar cepat selesai dan efisien, jadi perusahaan dapat menghemat waktu, tenaga, dan uang.

Tujuan Delegasi

Segala aktivitas yang kamu lakukan di tempat kerja memiliki tujuannya tersendiri, baik itu bersifat langsung atau tidak langsung. Begitu pula dengan hal pendelegasian kekuasaan di tempat kerja. Tujuan perusahaan melakukan delegasi diantaranya seperti dibawah ini:

1. Efisiensi dan Efektivitas Kerja

Kamu sebagai seorang karyawan di tempat kerja tentu sudah tahu jika di perusahaan, ada banyak pekerjaan yang tak mungkin kamu selesaikan sendiri. Oleh sebab itu, kegiatan delegasi dapat membantu kamu dalam membagi-bagi tugas kepada bawahan agar bisa cepat terselesaikan.

2. Fokus Terhadap Tugas-Tugas

Ada pekerjaan yang sifatnya segera dan harus kamu kerjakan sekarang. Ada pula tugas-tugas yang sifatnya sederhana sehingga tidak mendapat prioritas utama. Kegiatan delegasi membuat para petinggi di perusahaan fokus kepada pekerjaan apa yang sebaiknya segera mereka tuntaskan agar tak menumpuk.

3. Membantu Atasan Membuat Kebijakan

Atasan tidak mungkin membuat kebijakan di perusahaan secara sepihak. Dengan adanya delegasi di antara bawahan, atasan bisa melihat pekerjaan apa yang berhasil dan yang gagal. Hasil evaluasi itu nantinya akan menjadi bahan pertimbangan atasan ketika membuat kebijakan.

4. Mengevaluasi Setiap Pegawai

Kemampuan setiap karyawan di tempat kerja itu berbeda-beda. Ada yang pandai dalam bidang akuntansi, namun ada pula yang cermat dalam bidang pemasaran. Pendelegasian tugas akan memudahkan atasan dalam menilai siapa pegawai yang bagus dalam pekerjaannya dan siapa yang harus dievaluasi kinerjanya.

Baca Juga: Akuntansi adalah: Pengertian dan Manfaatnya untuk Bisnis

5. Memotivasi Para Karyawan

Delegasi tugas dapat menjadi media motivasi kepada para pegawai untuk tumbuh dan berkembang di tempat kerjanya. Untuk menjadi seorang pegawai yang berprestasi, mereka harus bekerja dengan lebih serius dan efisien agar mendapat kepercayaan dari atasan.

Unsur-Unsur Delegasi

Masalah penyusunan organisasi dalam suatu perusahaan sudah pasti melibatkan pendelegasian berbagai macam kewenangan kepada para bawahan. Unsur-unsur yang mendasari perihal delegasi diantaranya sebagai berikut:

1. Tugas

Standar kerja para pegawai dan staf di sebuah perusahaan dapat kamu lihat dari hasil kerjanya. Pendelegasian tugas yang mengikuti alur organisasi perusahaan yang tepat akan membantu atasan dalam memonitor kinerja para pegawainya. Hasil pengawasan tersebut bisa dijadikan bahan evaluasi untuk tugas-tugas selanjutnya.

2. Kekuasaan

Seorang atasan yang memiliki kekuasaan atas suatu jabatan atau tugas harus mampu menjelaskan apa-apa saja yang perlu bawahannya kerjakan. Seorang bawahan yang menerima wewenang atau delegasi dari atasannya juga dituntut supaya mampu menyelesaikan tugasnya dengan sempurna.

3. Tanggung Jawab

Dalam perihal delegasi di tempat kerja, semua pegawai yang mendapat wewenang dari atasannya berkewajiban mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh. Atasan pun mempunyai kewajiban juga, yaitu mengawasi, mengevaluasi, dan menunjuk bawahan yang kompeten untuk mengerjakan tugas-tugas perusahaan.

4. Tingkat Kepercayaan

Tingkat kepercayaan seringkali disebut dengan nama akuntabilitas. Akuntabilitas ini merupakan kewajiban seorang bawahan yang menerima kekuasaan untuk mempertanggung jawabkan semua yang dia kerjakan. Jika pekerjaannya itu gagal, maka bawahan harus bisa menjelaskan dan memperbaiki kegagalan itu.

Jenis Delegasi

Kamu perlu mengetahui bahwa tugas-tugas yang terdapat dalam sebuah perusahaan ada banyak sekali ragamnya. Oleh karena itu, perusahaan pun membutuhkan bermacam-macam jenis delegasi demi menjamin keberhasilan dan efektivitas kegiatan mereka. Jenis-jenis delegasi antara lain:

1. Umum

Sebuah bentuk pendelegasian dimana seorang pegawai mendapat wewenang untuk mengerjakan tugas-tugas administrasi umum perusahaan. Contohnya yaitu kegiatan monitoring, perencanaan, maupun inventarisasi yang biasanya tidak atasan lakukan secara langsung.

Baca Juga: Inventaris adalah: Pengertian dan Pengelolaannya pada sebuah bisnis

2. Khusus

Dalam bentuk ini, pihak bawahan mendapat wewenang untuk mengerjakan tugas-tugas yang sifatnya luar biasa. Contohnya seperti melakukan kunjungan kerja ke perusahaan lain atau menagih janji dari klien saat jatuh tempo.

3. Formal

Delegasi formal ialah bentuk delegasi yang membagikan wewenang kepada para bawahan menggunakan peta struktur organisasi sebagai panduannya demi mencegah tumpang-tindih jabatan.

Misalnya bagian marketing mendapat tugas membuat iklan untuk menarik konsumen baru, tetapi urusan biaya pembuatan iklan jatuh pada bagian keuangan, bukan pada bagian marketing.

4. Informal

Pada delegasi bentuk informal, seorang pegawai akan segera mengerjakan tugas-tugas tanpa menunggu atau mendapatkan wewenang formal dari atasannya. Sebagai contoh, ada laporan keuangan yang sudah siap namun belum atasan minta, tetapi kamu sebagai pegawai segera mencetak laporan itu andaikata atasan memintanya.

Baca Juga: Pengertian Laporan Keuangan, Contoh, Dan Fungsinya Untuk Bisnis

5. Lateral

Delegasi jenis Ini merupakan sebuah delegasi yang melibatkan dua sektor atau lebih dalam suatu perusahaan untuk bekerja sama dalam menyelesaikan pekerjaan yang rumit.

Contohnya, ketika atasan meminta data mengenai tenaga marketing, namun bagian marketing tidak sanggup mengerjakannya sendiri, sehingga dia meminta bantuan bagian personalia.

Tips Pelaksanaan Delegasi yang Baik

Sekarang kamu akan mempelajari bagaimana cara melaksanakan delegasi di tempat kerja. Sebagaimana sebuah pekerjaan tak boleh kamu lakukan asal-asalan, pembagian wewenang juga begitu. Tips-tips pelaksanaan delegasi seperti ini:

  • Berikan tugas dan kepercayaan kepada bawahan yang telah kamu (sebagai atasan) tunjuk secara penuh. Apabila kamu yakin jika bawahan tersebut dapat menyelesaikan tugas-tugas tanpa intervensi, maka delegasikan tugas itu padanya.
  • Pilih orang yang sekiranya sanggup mengemban amanah dengan sepenuh hati. Jangan sampai kamu sebagai atasan memilih bawahan yang tidak cermat, malas-malasan, atau malah menyalahgunakan amanahnya demi kepentingannya sendiri.
  • Ketahui tingkat keterampilan pegawai-pegawaimu, juga minat dan bakat mereka. Jika kamu ingin melimpahkan pekerjaan atau proyek, pilihlah bawahan yang keterampilannya sesuai dengan pekerjaan itu supaya selesai secara tepat dan efisien.
  • Setiap kali kamu mendelegasikan tugas pada bawahan, berilah instruksi yang jelas pada mereka. Instruksi tersebut harus berisi apa-apa saja yang bawahan boleh dan tak boleh lakukan. Jangan sampai terjadi kesalahan komunikasi yang dapat berakibat perusahaan kamu merugi.

Itulah artikel mengenai apa itu delegasi dalam bidang administrasi perusahaan. Semoga informasi yang ada di atas bermanfaat untukmu, ya. Yuk, terapkan pelaksanaan delegasi yang baik!

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Dalam mengelola keuangan untuk kehidupan sehari-hari, tentunya tidak akan terlepas dari yang namanya risiko. Risiko […]

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]