Surat Kuasa: Definisi, Fungsi, Struktur, dan Contohnya

Surat kuasa salah satu hal yang menjadi kebutuhan penting bagi pihak tertentu yang tidak bisa menyelesaikan masalah karena suatu keadaan. Di sinilah peran surat kuasa diperlukan, sehingga tidak harus turun tangan sendiri dan bisa meminta bantuan dengan memindahkan wewenang kepada pihak penerima kuasa.

Contoh Surat Kuasa

Apa Itu Surat Kuasa?

Surat kuasa merupakan secarik kertas yang berisikan pelimpahan wewenang dari satu pihak kepada pihak yang lain yang diberi kepercayaan dimana surat tersebut memiliki kekuatan hukum tentang suatu kuasa.

Biasanya pemberi kuasa berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengerjakan sendiri suatu hal tersebut.

Jadi, surat kuasa ini paling tidak melibatkan 2 orang dalam kegiatan serah terima kuasa dan harus disahkan dan disepakati oleh kedua belah pihak. Sehingga sifatnya menjadi sah di mata hukum.

Kepentingan untuk pembuatan surat kuasa bisa berkaitan dengan urusan yang berhubungan dengan properti, medis, atau masalah keuangan. Sehingga jika terjadi suatu hal, si penerima kuasa bisa menyelesaikan masalah tersebut tanpa harus melibatkan si pemberi kuasa secara langsung.

Fungsi Surat Kuasa

Tujuan awal dengan adanya contoh surat kuasa, sudah tentu untuk mempermudah menyelesaikan urusan melalui ‘perpanjangan tangan’ orang lain yang sudah diberikan kepercayaan.

Di sini surat kuasa memiliki kekuatan secara hukum. Pihak penerima kuasa diberikan hak dan kewajiban yang secara sadar disepakati kedua belah pihak untuk melakukan berbagai hal sesuai yang sudah menjadi mufakat di surat kuasa.

Struktur Surat Kuasa

Berkaitan dengan surat kuasa, tentu saja penulisan dari surat ini tidak boleh sembarangan. Ada ketentuan dari struktur penulisan yang harus menjadi patokan dari awal penulisan hingga akhir. Penempatan struktur yang tidak benar akan membuat surat kuasa tersebut hilang keabsahannya.

Berikut paparan mengenai struktur dari penulisan surat kuasa secara resmi.

1. Kepala Surat

Kepala surat atau kop surat selalu digunakan apabila surat kuasa tersebut berhubungan dengan sebuah instansi atau perusahaan.

Untuk surat kuasa yang sifatnya pribadi, surat kuasa tidak perlu menggunakan kepala surat. Lalu, untuk isi dari kop surat, terdiri dari, nama perusahaan atau instansi, alamat lengkap dengan menyertakan kode pos, nomor telepon dan logo dari perusahaan tersebut.

2. Nomor Surat

Komponen yang harus ada di dalam contoh surat kuasa adalah nomor surat. Nomor surat ini diterbitkan oleh perusahaan, organisasi, atau instansi yang membuat surat tersebut. Jika surat yang tujuannya personal, tidak wajib membubuhkan nomor surat.

3. Pemberi Kuasa beserta Identitas Lengkap

Pemberi kuasa berperan penting untuk menyatakan surat tersebut menjadi sah. Sebab hal tersebut merupakan bukti apabila hal-hal yang ada di surat kuasa tersebut adalah memang benar dan sudah menjadi persetujuan dari pihak pemberi ke pihak penerima.

Selain itu, yang harus ada di dalamnya adalah data pribadi dari pemberi kuasa. Hal tersebut meliputi nama lengkap, nomor identitas sesuai KTP, pekerjaan dan nomor telepon.

4. Penerima Kuasa beserta Identitas Lengkap

Jika dalam contoh surat kuasa ada si pemberi kuasa, otomatis harus tercantum si penerima kuasa. Hal ini tentu saja menjadi bukti bahwa penerima kuasa memahami pernyataan terkait tugas yang harus dikerjakan olehnya.

Selain tertulis siapa penerima kuasanya, di dalamnya harus terpapar lengkap mengenai data diri pihak penerima kuasa. Mulai dari nama lengkap, NIK, pekerjaan dan juga nomor telepon aktif.

5. Isi Kuasa

Di bagian isi ini, pihak pemberi kuasa mencantumkan hal apa saja yang nantinya akan dikuasakan oleh pihak penerima kuasa. Penugasan tersebut harus tertulis dengan rinci dan jelas.

6. Waktu Pemberian Kuasa

Untuk bab waktu pemberian kuasa, penentuannya berdasarkan penerbitan dari surat tersebut dan baiknya langsung diberikan kepada pihak penerima kuasa, agar kevalidan dari surat tersebut lebih kuat.

Namun, beda halnya apabila surat kuasa bersifat pribadi. Pihak pemberi dan juga penerima akan melakukan diskusi pribadi terlebih dulu sebelum menentukan tanggal dari pembuatan surat tersebut.

7. Tanda Tangan

Tanda tangan wajib ada untuk sebuah surat kuasa. Ini menjadi bukti kuat bahwa hal-hal yang ada di surat kuasa menjadi keputusan bersama, atau sudah menjadi sepakat dari pihak pemberi kuasa dan penerima kuasa.

Jenis Surat Kuasa beserta Contohnya

Selain fungsi yang mengikat antara pihak pemberi kuasa dengan penerima kuasa, surat kuasa dibedakan berdasarkan jenis dan juga tujuannya. Berikut penjelasan jenis surat kuasa yang perlu kamu simak.

1. Surat Kuasa Formal

surat kuasa formal
sumber: theinsidemag.com

Jenis dari surat kuasa yang pertama adalah surat kuasa formal. Jenis dari surat ini memiliki ciri-ciri yang paling utama yaitu menggunakan bahasa baku atau formal dan yang menerbitkan surat ini biasanya adalah organisasi, instansi atau perusahaan.

Surat kuasa formal memiliki beberapa jenis dan contoh, di antaranya yaitu:

a. Kedinasan

surat kuasa kedinasan
Sumber: suratresmi.com

Jenis surat yang pertama dari kategori formal yaitu contoh surat kuasa yang jenisnya bersifat kedinasan. Tentu saja, surat ini selain bersifat formal, biasanya akan melibatkan pihak ketiga sebagai saksi.

Surat ini biasanya dibuat oleh suatu perusahaan untuk karyawannya dan kepentingannya berkaitan dengan perusahaan. Pemberi kuasa biasanya dari pihak organisasi, perusahaan swasta, dan instansi pemerintah.

Contoh dari surat kedinasan ini adalah surat untuk kepentingan dinas ke luar kota, pemberitahuan cuti bersama, dan surat untuk penugasan atau dinas ke luar kota.

b. Istimewa

surat kuasa istimewa
Sumber: academia.edu

Poin selanjutnya, contoh surat kuasa yang bersifat istimewa. Mengapa istimewa? Sebab surat ini bersifat resmi namun tertutup dan berkaitan dengan pihak hukum.

Surat kuasa dari jenis ini umumnya surat yang berkaitan dengan orang yang terjerat oleh masalah hukum. Misalnya surat untuk ikrar talak atau pengajuan cerai, bisa juga surat untuk pembagian harta atau ahli waris.

Surat tersebut akan ditujukan kepada pihak pengadilan atau suatu lembaga bantuan hukum, baik swasta atau negeri, untuk meminta bantuan masalah hukum yang sedang dihadapi.

c. Insidentil

surat kuasa insidentil
Sumber: siapgrak.com

Jenis yang ketiga dari kategori surat formal yaitu insidentil. Pengertian dari insidentil sendiri adalah penulisan surat ini berdasarkan suatu peristiwa atau insiden. Pembuat dari surat ini biasanya masih memiliki hubungan keluarga.

Contoh dari surat kuasa insidentil adalah apabila dalam suatu sidang, seseorang saksi memberikan kesaksian setelah memperoleh izin dari ketua sidang atau hakim.

2. Surat Kuasa Non Formal

surat kuasa non formal
Sumber: pelajaran.co.id

Surat kuasa non formal biasanya dibuat oleh pihak yang memiliki hubungan darah atau masih berkerabat dekat seperti sahabat. Maka dari itu, penggunaan bahasa dalam surat tidak terlalu formal dan terperinci.

Namun, meski bersifat pribadi, kekuatan surat kuasa ini tetap sah dan juga kuat di mata hukum. Contoh dari surat kuasa non formal adalah yang sifatnya perseorangan.

Isi surat ini adalah pihak pemberi kuasa memberikan tugas kepada si penerima kuasa untuk mewakilinya menyelesaikan sesuatu yang sifatnya pribadi.

Secara umum, kepentingan surat ini untuk urusan yang berhubungan dengan dokumen perseorangan atau pribadi dan di dalamnya tidak berkaitan untuk kepentingan orang banyak.

Surat ini penggunaannya untuk kepentingan yang lebih pribadi, bisa yang berkaitan dengan pengambilan dokumen, ijazah, atau, pengambilan gaji pensiunan.

Kesimpulan

Apabila ingin mengurus surat kuasa, pastikan ada saksi atau pihak ketiga sehingga sah di mata hukum. Jadi, apabila ada hal-hal yang tidak sesuai kesepakatan, akan bisa dipertanggungjawabkan.

Pastikan juga pihak penerima kuasa yaitu orang yang bisa menjalankan kepercayaan untuk memenuhi tugas tersebut.

Baca Juga:
Surat Izin Usaha Perdagangan: Pengertian, Cara Membuat dan Contohnya
Contoh Surat Perjanjian Kontrak Kerja Sesuai Hukum
Contoh Surat Dinas Dengan Struktur yang Baik dan Benar
Contoh Surat Penawaran Barang
Contoh Surat Paklaring dan Fungsinya

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]