Cara Menghitung Diskon dengan Rumus dan Contohnya

Pada dasarnya, diskon merupakan suatu hal yang menjadi dambaan bagi para konsumen jika berhubungan dengan pembelian barang atau jasa. Dari sini, kamu bisa paham bahwa diskon akan jadi strategi bisnis yang menjanjikan untuk menggaet minat beli pelanggan. Lalu, bagaimana cara menghitung diskon?

Perlu kamu ingat bahwa menetapkan promo diskon akan menjadi jalan pembawa keuntungan pada bisnis jika dikelola dengan cara yang tepat dan dihitung dengan rumus yang benar.

Sebelum melangkah ke pembahasan terkait penghitungan diskon, tak ada salahnya kamu perlu memahami apa itu diskon beserta jenis-jenisnya. Selengkapnya, silakan simak ulasan artikel ini secara seksama dan sampai tuntas.

Tips menghitung diskon

Pengertian Diskon

Secara makna, diskon adalah pengurangan harga tercatat yang diberlakukan oleh pihak penjual kepada pihak konsumen yang hendak membeli suatu produk.

Tak dapat dipungkiri, pengurangan harga ini menjadi daya tarik yang ampuh untuk menggaet minat beli para konsumen terhadap barang maupun jasa yang penjual tawarkan. Bagaimana tidak? Calon konsumen akan dapat memiliki barang dengan tawaran harga lebih murah daripada harga biasanya.

Selain pengurangan harga, definisi diskon ternyata juga memiliki beragam makna lain berdasarkan pendapat para ahli. Sebelum merangkak ke pembahasan cara menghitung diskon, berikut ini pengertian diskon menurut pendapat para ahli, yakni sebagai berikut:

1. Menurut Kotler

Pengertian diskon menurut Kotler adalah penyesuaian harga dasar dalam rangka memberikan suatu penghargaan kepada pelanggan. Dengan kata lain, pemilik usaha akan memberikan ‘reaksi’ berupa tawaran harga khusus kepada pelanggan yang melakukan kegiatan pembelian tertentu.

Contohnya, melakukan pembayaran tagihan lebih awal, membeli barang dalam jumlah besar, dan lain sebagainya.

2. Menurut Tjiptono

Selanjutnya, pendapat Tjiptono mengenai definisi diskon adalah pemberian potongan harga kepada pihak pembeli sebagai bentuk apresiasi karena suatu pelanggan telah melakukan aktivitas pembelian tertentu yang dianggap menguntungkan bagi pihak penjual.

Dengan kata lain, pelanggan akan mendapat keuntungan setelah memberikan keuntungan kepada pihak penjual melalui aktivitas pembelian. Contohnya, pemesanan barang dalam jumlah tertentu, mengajak orang lain untuk menggunakan suatu jasa, dan contoh sejenis lainnya.

3. Menurut Suhardi Sigit

Makna utama dari pengertian diskon menurut Suhardi Sigit mungkin hampir sama dengan pengertian-pengertian sebelumnya. Menurutnya, diskon merupakan pengurangan harga yang sudah ditetapkan kepada pelanggan tertentu yang mampu memenuhi segala persyaratan tertentu yang telah pihak penjual tetapkan.

Dengan kata lain, pembeli akan mendapat potongan harga jika memenuhi syarat pembelian tertentu yang diberlakukan oleh pemilik usaha. Contohnya, promo beli 3 gratis 1, belanja minimal Rp200 ribu dapat bonus khusus, pembelian paket bundling, dan sebagainya.

Baca Juga: Apa itu Bundling

Macam-Macam Bentuk Diskon

Secara umum, makna diskon tidak melulu tentang pengurangan harga normal agar produk jadi lebih murah. Diskon sendiri telah terbagi menjadi berbagai macam jenis yang tujuannya yaitu untuk menaikkan minat beli konsumen dan menaikkan keuntungan bisnis.

Jika kita pikir selintas, penetapan diskon mungkin akan terlihat merugikan di sisi penjual karena dapat memangkas rentang keuntungan yang akan didapatkan oleh pemilik bisnis. Namun, hal tersebut tidaklah benar jika penjual mampu memahami bisnisnya dengan baik dan tahu cara menghitung diskon dengan benar.

Selain itu, penetapan promo diskon akan mendorong konsumen untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar dan menjadi ajang promosi word of mouth secara cuma-cuma.

Baca Juga: Word of mouth adalah

Selanjutnya, berikut ini macam-macam diskon yang sering kamu jumpai yakni sebagai berikut:

1. Diskon Potongan Harga

Secara umum, kebanyakan orang mengenali diskon sebagai promo potongan harga yang diberikan oleh pihak penjual. Pada kenyataanya, potongan harga merupakan salah satu dari macam-macam diskon di antara beragam jenis diskon yang lainnya.

Sesuai dengan namanya, diskon jenis ini merupakan pemberian potongan harga terhadap suatu barang atau jasa tertentu. Umumnya, pihak penjual akan memberlakukan potongan harga sebesar sekian rupiah untuk semua atau beberapa jenis produk pada kategori tertentu.

Di samping itu, pihak penjual akan menetapkan diskon ini dengan nilai yang bervariasi untuk setiap produk yang mereka tawarkan.

2. Diskon Buy One Get One

Tampaknya, sebagian besar dari kita telah familiar dengan jenis diskon buy one get one (BOGO) atau beli satu dapat gratis satu. Jenis diskon ini terbilang sering diterapkan oleh banyak penjual di hampir segala bidang bisnis.

Melalui diskon ini, para pembeli hanya perlu membayar harga satu produk untuk kemudian mendapatkan dua jenis produk secara sekaligus. Umumnya, jenis produk yang diberikan secara gratis ini memiliki nilai di bawah atau sejajar dengan nilai produk utama yang penjual tawarkan.

Bagi para penjual, tujuan utama dari pemberlakuan jenis diskon BOGO ini yaitu untuk mengurangi jumlah stok produk yang ada di gudang. Jika kamu penasaran dengan cara menghitung diskon BOGO, pastikan kamu simak ulasan artikel ini sampai tuntas untuk menemukan jawabannya.

3. Diskon dalam Persen

Jika kamu sering memperhatikan, berbagai bidang bisnis telah banyak yang menetapkan promo diskon spesial dalam bentuk persen atau persentase.

Secara umum, pemberlakukan jenis diskon ini dilakukan oleh toko retail maupun pelaku bisnis lainnya dengan menerapkan syarat atau kriteria tertentu terhadap calon pembelinya.

Misalnya, pemberlakuan diskon bagi pelanggan yang tergabung sebagai loyalty member, diskon 50% setiap pembelian barang dalam jumlah tertentu, diskon 25% selama hari raya, dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

Meski begitu, masih ada beberapa penjual yang juga memberlakukan diskon dalam persen tanpa menetapkan syarat apapun.

Pada dasarnya, diskon dalam persen ini terbilang efektif dalam membujuk konsumen agar mau membeli produk tertentu. Apalagi jika persentase diskonnya tertulis dalam angka yang besar.

Namun bagi konsumen, jenis diskon ini terbilang cukup tricky dan membingungkan. Bisa saja, potongan harga tersebut tidak sebesar seperti yang konsumen kira dan juga perlu dilakukan penghitungan diskon dengan cermat. Untuk itu, konsumen perlu tahu cara menghitung diskon persen sebelum membeli produk tersebut.

Baca Juga: Ini Pinjaman dengan Bunga Rendah tanpa Jaminan

Rumus Cara Menghitung Diskon dan Contohnya

Bagi pihak penjual, kamu perlu menetapkan promo diskon secara tepat dan cermat sesuai dengan kemampuan dan bisnis usaha kamu pada saat itu. Meski tujuannya untuk menggaet minat beli konsumen, kamu juga harus memperhatikan besaran diskon yang tepat agar tidak menyebabkan potensi kerugian.

Dan sebagai pembeli, kamu juga perlu menyikapi diskon dengan bijak dan hati-hati agar tidak tertipu dengan besarnya jumlah diskon yang berpotensi membuat dompet kamu jadi cepat kosong.

Untuk itu, penting bagi kamu untuk mengetahui cara menghitung diskon apapun jenis diskonnya. Berikut ini cara penghitungan diskon produk yang perlu kamu pahami, antara lain:

1. Cara Menghitung Diskon Persen

Pada dasarnya, jenis diskon dalam persen memang perlu proses penghitungan yang cukup rumit daripada jenis diskon yang lain.

Namun, jika kamu dapat memahami cara dan konsep penghitungannya, maka kamu akan terbiasa untuk menghitung harga produk yang sebenarnya setelah dipotong dengan persentase diskon yang tertera.

Untuk mengetahui cara menghitung diskon persen, kamu perlu menggunakan rumus dasar sebagai berikut,

Harga setelah diskon = Harga produk – ( % diskon x harga produk)

Contohnya, jika Kamu hendak membeli produk pakaian dengan harga normal Rp200.000 dengan diskon sebesar 20%, maka harga pakaian yang harus kamu bayarkan:

Rp200.000 – ( 20% x Rp200.000)

= Rp200.000 – Rp40.000

= Rp160.000

Jadi, kamu hanya perlu membayar harga pakaian tersebut sebesar Rp160.000.

2. Cara Menghitung Diskon Persen …% + …%

Salah satu jenis diskon yang efektif untuk menarik minat beli konsumen yaitu jenis diskon tambahan. Secara umum, jenis diskon ini berupa penambahan sejumlah persentase potongan harga terhadap persentase diskon awalnya. Contohnya, diskon tambahan produk sebesar 50% + 20%.

Meskipun terlihat seperti penjumlahan biasa, cara menghitung diskon tambahan di atas tidak sama dengan menjumlah 50+20 = 70%.

Cara tepatnya, kamu perlu mengurangkan harga normal produk dengan diskon utamanya, yakni sebesar 50%. Kemudian, hasil perhitungan tadi kamu hitung kembali dengan diskon tambahannya yakni sebesar 20%.

Atau, kamu dapat menggunakan cara penghitungan harga diskon tambahan menggunakan rumus berikut ini,

Diskon Utama =  % diskon utama x harga produk

Kemudian, dilanjut dengan rumus,

Diskon Tambahan = % diskon tambahan x Diskon Utama

Setelah itu, perhitungan masih berlanjut dengan rumus,

Harga Sebenarnya = Harga Produk – (Diskon Utama + Diskon Tambahan)

Contohnya, kamu hendak membeli sepatu seharga Rp300.000 dengan promo diskon 50% + 20%. Berdasarkan besaran diskon tersebut, harga sebenarnya yang perlu kamu bayarkan dari pembelian produk sepatu tersebut yakni,

Diskon Pertama     = 50% x Rp300.000

= Rp150.000

Kemudian, hasil perhitungan diskon pertama dilanjutkan dengan perhitungan diskon tambahan sebagai berikut,

Diskon Tambahan    = 20% x Rp150.000

= Rp30.000

Perhitungan selanjutnya,

Harga sebenarnya     = Rp300.000 – (Rp150.000 + Rp30.000)

= Rp300.000 – Rp180.000

= Rp120.000

Jadi, pembeli akan mendapat diskon total sebesar Rp180.000, sehingga jumlah harga yang perlu pembeli bayarkan yakni sebesar Rp120.000

3. Cara Menghitung Diskon Buy One Get One

Jika kamu seorang konsumen, apakah kamu kerap terpikat dengan promo diskon spesial Buy One Get One atau BOGO? Jika iya, tak ada salahnya kamu perlu memahami konsep dan cara penghitungan jenis diskon yang satu ini.

Pada pembahasan sebelumnya, kamu telah mengetahui bahwa produk dengan sistem diskon BOGO ini akan memberikan satu produk tambahan secara gratis yang mana nilai produk tambahan tersebut berada di bawah produk utamanya atau bahkan setara.

Dengan kata lain, jikalau produk tambahan tersebut memiliki nilai yang sama dengan produk utamanya, maka penetapan diskon BOGO tersebut tak jauh berbeda dengan sistem diskon separuh harga atau potongan harga sebesar 50%.

Dengan demikian, penghitungan diskonnya akan sama dengan cara menghitung diskon persen seperti yang telah dijabarkan pada ulasan sebelumnya.

Sebagai contoh, seorang penjual memasang promo beli satu gratis satu untuk produk tas seharga Rp200.000. Maksudnya, pembeli akan mendapat dua produk tas hanya dengan membayar harga jual sebesar Rp200 ribu.

Jika kedua produk tas tersebut memiliki nilai yang sama, itu artinya setiap produk tas dibanderol dengan setengah harga menggunakan penghitungan,

Rp200.000 : 2 = Rp100.000

Atau,

Rp200.000 – (50% x Rp200.000)

= Rp200.000 – Rp100.000

= Rp100.000

Jadi, harga produk tas tersebut senilai Rp100.000 per satu tas.

Itu dia cara menghitung diskon produk beserta rumus dan contohnya. Sebelum kamu menetapkan diskon maupun sebelum membeli produk berdiskon, jangan lupa lakukan cara perhitungan diskon yang tepat untuk mendapat keuntungan yang paling besar. Siap mencoba?

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]

News

Dalam dunia investasi, salah satu istilah yang paling umum digunakan yakni emiten. Apa itu emiten? […]