Buyback: Pengertian, Fungsi, Keuntungan, dan Tujuannya

Sebagai seorang investor, sudah pasti kamu tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini. Apa itu arti dari buyback? Buyback diketahui sebagai salah satu tindakan yang investor lakukan dalam kondisi tertentu, tindakan seperti apakah itu?.

Nah, agar kamu bisa memahami kenapa investor baik perorangan maupun dalam suatu perusahaan melakukan kegiatan yang satu ini, kamu harus mengikuti pembahasan berikut ini. Yuk simak selengkapnya.

Memahami apa itu Buyback

Apa itu Buyback?

Kegiatan investasi bisa berjalan baik apabila kamu bisa menginvestasikan dana mu pada saham yang tepat. Hal ini bisa kamu lakukan dengan mengetahui saham mana saja yang memiliki nilai baik di pasar bursa efek.

Perlu kamu perhatikan bahwa suatu saham tidak akan selalu memiliki nilai yang stabil. Terkadang, ada faktor tertentu yang mampu membuat nilai dari saham tersebut anjlok maupun naik secara signifikan.

Buyback adalah tindakan yang dilakukan perusahaan untuk menangani ketidakstabilan nilai saham dengan cara membeli kembali saham yang telah mereka edarkan kepada publik.

Misalnya sebelumnya saham yang perusahaan pegang sebesar 60 persen dan yang beredar di publik sebesar 40 persen. Karena perusahaan melihat bahwa terlalu banyak lembar saham yang beredar di publik dan membuat harga saham menjadi terus menurun, perusahaan akan mengurangi jumlah saham yang beredar itu.

Dengan mengurangi jumlah saham yang beredar, harapannya jumlah permintaan akan tetap atau bahkan meningkat. Sehingga perbandingan dari jumlah permintaan akan lebih besar daripada jumlah saham yang beredar. Dengan begitu, harga saham akan naik dengan sendirinya.

Perusahaan akan menggelontorkan dana yang cukup besar yang akan perusahaan ambil dari total cash perusahaan untuk melakukan buyback terhadap saham mereka sendiri ini.

Kemudian setelah melakukan tindakan ini, perusahaan akan memiliki treasury stock yang bisa bebas perusahaan gunakan untuk apapun. Bisa perusahaan simpan, bisa juga perusahaan jual kembali, atau perusahaan hapuskan sesuai dengan kebijakan yang perusahaan terapkan.

Baca Juga:
Apa yang dimaksud dengan treasury stock
Pasar Modal: Pengertian, Sejarah, dan Manfaatnya
Apa Itu Saham: Definisi, Jenis, dan Cara Membelinya

Cara Perusahaan Melakukan Buyback Saham

Dalam melakukan buyback, tentunya perusahaan tidak bisa sembarangan melakukannya. Berikut ini terdapat dua cara yang bisa perusahaan lakukan untuk melakukan pembelian kembali saham yang sudah beredar.

Tender offer

Cara pertama yang bisa perusahaan lakukan yaitu dengan melakukan tender offer. Buyback menggunakan cara tender offer ini, bisa perusahaan lakukan dengan menawarkan saham milik mereka kepada para shareholder dengan harga tertentu.

Kemudian bagi para investor yang ingin menjadi bagian dari tindakan tersebut, investor bisa mengajukan diri dan memberi tahu jumlah saham yang ingin dibeli. Tentunya dengan menggunakan harga beli sesuai dengan yang sudah investor tersebut perhitungkan sebelumnya.

Dalam hal ini terdapat kasus tertentu di mana jumlah saham yang ditawarkan pada publik dan investor lebih banyak daripada yang diperlukan. Nah, dalam kondisi seperti itu, perusahaan akan mengalah dan mengutamakan pembelian saham dengan harga lebih rendah sesuai di pasar.

Baca Juga:
Apa yang dimaksud dengan shareholder
Investor Adalah: Pengertian, Resiko dan Tipsnya Supaya Sukses

Open Market

Sedangkan untuk cara yang satu ini, bisa perusahaan lakukan dengan langsung melakukan buyback di open market. Dengan menggunakan cara yang satu ini, tentunya perusahaan akan menggunakan harga yang sudah pasar tentukan sebelumnya.

Cara yang satu ini memiliki tingkat kerugian yang tidak terlalu besar. Hal ini karena perusahaan berpeluang mendapatkan harga yang tinggi sehingga bagus untuk saham dari perusahaan milik mereka sendiri.

Hal itu terjadi karena isu atau rumor mengenai share buyback ini memiliki nilai yang positif di kalangan para investor. Ini mampu membuat jumlah permintaan di pasar bisa naik berlipat ganda. Secara tidak langsung, ini mampu membuat peningkatan nilai dan juga harga saham secara signifikan.

Baca Juga: Apa yang dimaksud dengan open market

Alasan Perusahaan Sebelum Melakukan Buyback Saham

Pada pembahasan sebelumnya, sebenarnya kamu sudah mengetahui bahwa perusahaan akan melakukan buyback karena beberapa faktor. Salah satu yang sudah ada pada pembahasan sebelumnya yaitu agar harga tidak terus anjlok.

Selain itu, ternyata ada beberapa alasan lain yang juga sering kali perusahaan pertimbangkan saat ingin mengambil keputusan akan melakukan pembelian kembali atau tidak.

Beberapa alasan buyback diantaranya sebagai berikut :

1. Mencegah Dilusi dan Meningkatkan Kepemilikan

Semakin lama perusahaan masuk di dalam pasar saham, pasti ada kalanya perusahaan harus menerbitkan jenis saham yang baru. Misalnya yaitu dengan meningkatkan modal maupun dengan melakukan opsi lain yang menandakan bahwa sedang terjadi dilusi pada pemilik saham tersebut.

Dilusi sendiri merupakan kondisi di mana persentase kepemilikan dari investor akan menurun. Hal ini karena saham milik investor akan berubah persentasenya karena jumlah saham yang beredar semakin meningkat.

Maka dari itu, perusahaan akan melakukan buyback untuk mengatasi hal semacam ini. Selain itu, perusahaan juga akan meningkatkan kepemilikan dari manajemen perusahaan mereka sendiri.

Ini menjadikan tindakan yang satu ini sebagai solusi yang tepat untuk mencegah adanya dilusi dan juga isu kepemilikan yang akan sangat merugikan perusahaan dan menurunkan harga saham.

Baca Juga: Apa yang dimaksud dengan dilusi

2. Meningkatkan Rasio Keuangan

Alasan lain yang juga sering kali menjadi bahan pertimbangan dari perusahaan saat ingin melakukan buyback adalah peningkatan rasio keuangan. Hal ini merupakan efek samping yang juga akan perusahaan dapatkan saat melakukan pembelian kembali saham yang beredar.

Pengurangan terhadap jumlah saham yang beredar mampu memberikan efek yang baik terhadap berbagai rasio keuangan dari perusahaan. Hal ini sangat bagus karena rasio keuangan seringkali menjadi bahan analisis para investor saat ingin menentukan saham mana yang menarik dan berpotensi menguntungkan.

Nah, berikut ini merupakan beberapa rasio yang akan berubah setelah adanya tindakan buyback. Diantaranya sebagai berikut :

  • Return on asset (ROA): ROA merupakan rasio yang bisa kamu dapatkan dengan cara membagi laba bersih perusahaan dengan seluruh total aset perusahaan. Karena pembelian kembali saham yang beredar akan mengurangi total aset perusahaan, maka ROA akan meningkat setelah adanya tindakan semacam ini.
  • Return on equity (ROE): ROE merupakan rasio yang bisa kamu dapatkan dengan menghitung jumlah laba bersih yang dikembalikan kepada pemilik saham nantinya dalam bentuk persentase. Saat buyback, pendapatan perusahaan akan tetap konstan sehingga akan mengurangi ekuitas total dan meningkatkan ROE.
  • Earnings Per Share (EPS): EPS merupakan rasio yang bisa kamu dapatkan dengan cara mengurangkan laba bersih dengan dividen saham preferen kemudian kamu bagi dengan jumlah rata-rata saham beredar. Pengurangan jumlah saham yang beredar tentunya akan membuat peningkatan yang signifikan pada EPS dari perusahaan.

Baca Juga:
Apa yang dimaksud dengan Rasio Keuangan
Profit adalah: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya
Aset adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya
Dividen: Pengertian, Jenis, Cara kerja dan Tipsnya

Keuntungan Buyback Saham untuk Shareholder

Pembelian kembali saham yang beredar ini menjadi salah satu strategi dalam melakukan manajemen terhadap modal perusahaan. Dalam pelaksanaannya, buyback seringkali memiliki arti yang baik bagi kalangan para shareholder.

Para shareholder akan mendapatkan keuntungan dari pengembalian uang yang perusahaan lakukan pada shareholder. Ini terjadi karena shareholder mengajukan diri mereka untuk cara pembelian kembali saham beredar dengan cara tender offer yang sudah ada pada pembahasan sebelumnya.

Perusahaan akan memberikan kesempatan kepada para shareholder ini untuk menggunakan investasi milik mereka yang sudah mereka keluarkan sebelumnya.

Baca Juga: Manajemen Keuangan: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Prinsip, dan Tips Pengelolaannya

Tujuan Melakukan Buyback Saham

Disamping itu, sebenarnya terdapat beberapa tujuan yang ingin perusahaan capai dengan adanya tindakan semacam ini. Diantaranya sebagai berikut :

1. Menghindari Penurunan Harga Saham

Seperti yang sudah sedikit disinggung, tujuan utama dari buyback ini untuk menghindari penurunan harga saham secara berkelanjutan. Hal itu terjadi karena jumlah permintaan yang lebih rendah daripada jumlah yang beredar. Ini membuat para pemilik saham perusahaan akan menjual dengan harga serendah mungkin.

Agar harga saham dari perusahaan tidak mengalami penurunan setiap harinya, perusahaan akan mengurangi jumlah saham yang beredar di publik. Inilah yang membuat perusahaan harus melakukan pembelian kembali saham yang sudah beredar itu.

Harapannya sudah pasti agar jumlah permintaan lebih tinggi daripada jumlah saham yang beredar. Sehingga harga saham tersebut akan naik dengan sendirinya.

2. Mempersiapkan Cadangan Modal

Selain itu, tujuan yang lain adalah untuk mempersiapkan cadangan modal. Kegiatan buyback sendiri akan menghasilkan treasury stock yang akan disimpan dalam perusahaan.

Nah, treasury stock inilah yang akan menjadi cadangan modal dari perusahaan tersebut.

Sudah Paham Mengenai Apa itu Buyback?

Setelah memahami apa itu arti dari buyback, sebagai investor, kamu bisa lebih bijak lagi dalam menyikapi hal semacam ini. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah lagi saat menyusun rencana investasi kedepannya. Selamat mencoba!

Baca Juga:
Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun
Investasi Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]

News

Dalam dunia investasi, salah satu istilah yang paling umum digunakan yakni emiten. Apa itu emiten? […]