BPJS Ketenagakerjaan: Cara Daftar dan Mencairkannya via Online

Demi melancarkan aktivitas ekonomi di masyarakat, pemerintah Indonesia telah menerbitkan bermacam-macam aturan mengenai ketenagakerjaan. Salah satu dari aturan yang terbit yaitu BPJS, yang pemerintah tujukan bagi pekerja-pekerja dari golongan kurang mampu. Untuk tahu lebih jelasnya tentang BPJS Ketenagakerjaan, mari simak artikel berikut.

Tips untuk BPJS Ketenagakerjaan

Apa Itu BPJS Ketenagakerjaan?

Sebelum kamu memahami cara daftar dan pencairan BPJS, yuk kenali lebih dulu tentang lembaga ini. BPJS Ketenagakerjaan adalah badan hukum publik yang berkewajiban memberi perlindungan kepada para tenaga pekerja di Indonesia, baik yang bekerja di sektor formal maupun informal, dimana pembentukannya berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2011.

Dalam program BPJS Ketenagakerjaan, kamu sebagai peserta akan mendapat sejumlah layanan dan kemudahan dari pemerintah. Sebagai contoh, ada jaminan kehilangan pekerjaan, jaminan kematian, dan jaminan kecelakaan kerja bagi golongan usia produktif yang terkena musibah. Adapun layanan berupa jaminan hari tua dan jaminan pensiun bagi para pesertanya yang tidak lagi produktif di masa tuanya.

Perihal pendaftaran BPJS ini terbilang wajib bagi setiap warga negara Indonesia yang masuk golongan produktif. Oleh karena itu, ada baiknya jika kamu mempelajari cara-cara mendaftar dan mencairkan BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana yang tertera dibawah ini.

Baca Juga:
Apa itu Badan Hukum Publik
Pengertian Asuransi: Unsur, Fungsi, dan Jenisnya
Dana pensiun adalah: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Perhitungannya

Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Pada bagian ini, kamu akan memahami cara mendaftar BPJS Ketenagakerjaan serta langkah-langkahnya. Pastikan kamu membaca syarat-syarat pendaftaran ini dengan seksama.

A. Syarat-Syarat Pendaftaran

Pertama, siapkan berkas-berkas berikut ini untuk kamu serahkan kepada bagian administrasi BPJS Ketenagakerjaan. Inilah dokumen-dokumen bagi peserta penerima upah/ pekerja formal:

  • Berkas Formulir Pendaftaraan Pemberi Kerja / Badan Usaha (bukan fotokopi),
  • Laporan Rinci Iuran Pekerja dan/atau Formulir Pendaftaran / Perubahan Data Pekerja,
  • NPWP Perusahaan,
  • KTP Pemilik Perusahaan,
  • Kartu identitas peserta,
  • SITU (Surat Izin Tempat Usaha) atau Surat Izin Usaha-Perdagangan yang mengandung Nomor Induk Berusaha.

Bagi kamu yang bekerja secara informal atau bukan penerima upah, siapkan dokumen-dokumen berikut:

  • Alamat e-mail yang masih aktif,
  • KTP (Kartu Tanda Penduduk),
  • NIK (Nomor Induk Kependudukan),
  • Nomor telepon yang dapat pihak berwenang hubungi andaikata ada info lebih lanjut.

Apabila ada data diri kamu yang berubah, kamu harus memberitahukan perubahan itu demi mencegah kesalahan administrasi. Misalnya kamu mengubah nomor telepon kamu, jika sudah diganti kamu sebaiknya segera menginfokan perubahan nomor telepon tersebut.

B. Langkah-Langkah Pendaftaran

Begitu kamu selesai dengan urusan pemberkasan, sekarang waktunya kamu mendaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Di bagian pertama ini bagaimana cara mendaftar bagi pekerja penerima upah:

  • Pertama, kamu buka internet dan masuk ke dalam website layanan pendaftaran BPJS tersebut.
  • Begitu halaman utama website muncul di layar, klik pada opsi “Informasi Kepesertaan” pada menu dan pilih status kamu sebagai Penerima Upah.
  • Ketiga, masukkan alamat email kamu yang masih aktif, serta lakukan verifikasi kode captcha, lalu kamu klik daftar di layar.
  • Sekarang kamu cek e-mail kamu untuk melihat pesan aktivasi dari BPJS, ikuti perintah tersebut.
  • Website akan meminta data terkait perusahaan tempat kamu bekerja, maka isilah.
  • Kemudian kamu akan mendapat kode iuran lewat e-mail itu untuk urusan pembayaran biaya administrasi.
  • Jika semua langkah sudah kamu jalankan, kamu akan menerima kartu kepesertaan digital yang dapat kamu unduh.

Untuk para peserta yang sifatnya pekerja bukan penerima upah, ikuti tata cara di bawah ini:

  • Pertama, kamu kunjungi website BPJS Ketenagakerjaan di internet.
  • Pada halaman utama, kamu klik opsi “Informasi Kepesertaan” pada menu dan pilih status kamu sebagai pekerja BPU (bukan penerima upah).
  • Selanjutnya masukkan alamat e-mail kamu dan lakukan verifikasi kode captcha, lalu klik daftar.
  • Jika sudah, cek e-mail kamu untuk menerima pesan berisi perintah aktivasi pendaftaran.
  • Kamu akan mendapatkan formulir data peserta, isilah formulir itu sebagai pekerja BPU.
  • BPJS kemudian akan mengirimkan kode iuran untuk urusan pembayaran biaya administrasi.
  • Kartu kepesertaan digital akan kamu dapatkan setelah menyelesaikan proses pendaftaran, silakan unduh atau ambil di kantor cabang terdekat.

Syarat untuk Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Pencairan dana dari BPJS ini hanya berlaku kepada peserta-peserta yang memenuhi sejumlah kriteria. Contoh dari kriteria itu untuk pekerja yang mengalami PHK atau mengalami kecelakaan di tempat kerja.

Jika kamu mengundurkan diri dari tempat kerja kamu tetapi kamu kemudian mendapat pekerjaan lain tanpa melalui fase pengangguran, kamu boleh jadi tidak memenuhi syarat untuk mengambil dana tersebut.

Perhatikan syarat-syarat berikut jika kamu berniat untuk mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan!

  • Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan (bukan fotokopi),
  • Fotokopi E-KTP,
  • Buku tabungan berisi nomor rekening bank yang masih aktif,
  • Kartu Keluarga,
  • Berkas-berkas seperti Surat Keterangan Berhenti Bekerja, Surat Perjanjian Kerja, atau Surat Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI),
  • Dokumen NPWP (jika kamu seorang yang terkena wajib pajak),
  • Swafoto terbaru,
  • Surat keterangan Pensiun bagi peserta yang memasuki usia pensiun.

Karena kamu akan mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan tersebut lewat internet, kamu perlu men-scan semua berkas itu menjadi bentuk file PDF. Usahakan agar hasil scan Kartu Peserta BPJS dan Surat Keterangan Berhenti Bekerja kamu gabungkan ke dalam satu file.

Kamu bisa melakukan scan secara mandiri menggunakan aplikasi Camscanner yang dengan mudah dapat kamu unduh di PlayStore atau bisa juga membawa berkas ke tempat jasa foto copy. Pastikan juga hasil scan terlihat jernih dan terbaca dengan jelas.

Langkah-Langkah Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Lewat Online

Kamu dapat mencairkan dana bantuan dari BPJS melalui website resmi BPJS Ketenagakerjaan. Apabila kamu sudah menyiapkan semua berkas yang kamu butuhkan dalam bentuk PDF, baru kamu ikuti langkah-langkah ini:

  1. Pertama, kamu kunjungi portal layanan BPJS tersebut.
  2. Pada halaman utama website, kamu wajib mengisi data diri seperti NIK, nama lengkap, dan nomor kepesertaan.
  3. Tunggu beberapa menit selagi website melakukan verifikasi data terhadap klaim kamu.
  4. Jika kamu lolos verifikasi, kamu selanjutnya melengkapi data sesuai perintah yang tampil pada layar.
  5. Di bagian ini, silakan unggah semua berkas dan swafoto terbaru sesuai permintaan website, jangan lupa formatnya yaitu PDF dengan ukuran maksimal 6 MB.
  6. Simpan semua berkas yang kamu serahkan dan tunggu notifikasi dari BPJS.
  7. Peserta yang pengajuannya disetujui akan menerima notifikasi tentang jadwal & kantor cabang di mana kamu dapat mencairkan dana melalui email.
  8. Kamu selanjutnya akan mengikuti wawancara daring melalui video call sesuai jadwal untuk verifikasi data, serta siapkan dokumen-dokumen aslinya.
  9. Saldo dari BPJS akan masuk ke rekening kamu pada akhir proses pencairan.

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Demikianlah artikel mengenai apa itu BPJS Ketenagakerjaan. Pastikan jika kamu mengajukan sudah memenuhi syarat-syarat dan melakukan langkahnya secara lengkap agar dananya bisa segera cair. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang akan mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, ya. Selamat mencoba!

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Dalam mengelola keuangan untuk kehidupan sehari-hari, tentunya tidak akan terlepas dari yang namanya risiko. Risiko […]

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]