Bank Umum: Pengertian, Fungsi, dan Kegiatan Usahanya

Seperti kita ketahui, dalam melakukan aktivitas keuangan seperti menabung, melakukan pengiriman dan penerimaan uang, bukan hal baru bahwa akan melibatkan lembaga keuangan yang dikenal sebagai bank. Bank sendiri memiliki jenis yang berbeda berdasarkan fungsinya. Disini kita akan bahas terkait bank umum.

Memahami apa itu Bank Umum

Apa itu Bank Umum

Bank umum adalah lembaga keuangan di Indonesia yang mengumpulkan dana dari masyarakat berupa simpanan/ tabungan dan disalurkan kembali untuk masyarakat melalui pinjaman/ kredit. Bank umum juga memberikan layanan terkait pembayaran dan peredaran uang dalam masyarakat.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank umum merupakan bank yang melakukan kegiatan usahanya berupa jasa dalam lalu lintas pembayaran baik dengan metode konvensional ataupun berbasis syariah.

Dengan kata lain, jenis bank ini bertujuan untuk menawarkan jasa kepada masyarakat demi meningkatkan perekonomian. Dana yang ditawarkan pun seperti yang disebutkan sebelumnya, bisa dalam bentuk kredit ataupun bentuk-bentuk lainnya.

Baca Juga:
Perbedaan Perbankan Syariah & Konvensional
Mengenal Lembaga Keuangan, Fungsi dan Jenisnya

Tugas dan Fungsi Bank Umum

Peran bank umum ini dalam kehidupan masyarakat sangatlah penting. Apa sajakah fungsi lembaga keuangan ini di Indonesia?

Berikut merupakan enam peran dan fungsi jenis bank ini untuk berjalannya perekonomian Indonesia.

1. Penciptaan Uang Giral

Bank umum mampu menciptakan uang giral. Apakah arti dari istilah uang giral? Cek, giro, kartu kredit, dan kartu debit merupakan beberapa contoh dari uang giral. Dengan kemampuan ini, tugas bank umum berkontribusi dalam pelaksanaan kebijakan moneter.

Jenis bank ini mampu mengatur kestabilan peredaran uang di masyarakat demi mempertahankan nilai mata uang.

Baca Juga:
Giro Adalah: Perbedaan Giro, Cek, dan Tabungan
Kebijakan Moneter: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Instrumennya

2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran

Fungsi Bank umum juga mampu menopang kelancaran pembayaran di dalam masyarakat. Fungsi ini sangatlah penting. Jika layanan bank umum tidak berfungsi baik di dalam masyarakat, transaksi pun akan terhambat dan mungkin tidak dapat terjadi dengan mudah.

Contoh jasa lembaga keuangan ini yaitu fasilitas pembayaran. Kegiatan ekonomi bisa terhambat jika akses seperti sistem tunai, kartu kredit, kartu debit, dan sistem pembayaran elektronik tidak disediakan.

3. Penghimpun Dana Simpanan Masyarakat

Bank umum menawarkan masyarakat untuk dapat menyimpan dana. Beberapa jenis dana simpanan yang terdapat di Indonesia yaitu giro, deposito berjangka, tabungan, dan sebagainya.

Mengapa dana simpanan ini penting? Simpanan ini berguna dalam menyalurkan dana bagi pemilik kartu kredit.

Baca Juga:
Apa itu Tabungan Berjangka, Manfaat dan Daftar Produk Terbaik
Pengertian Deposito, Tingkat Bunga, Keuntungan dan Kekurangannya

4. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional

Apakah kamu pernah melakukan transaksi antar negara? Bank umum ini memberikan fasilitas yang mempermudah transaksi antar negara. Hal ini disebabkan setiap negara mempunyai kebijakan ekonomi yang berbeda-beda. Bank umum pun dapat membantu dalam penyelesaian transaksi jenis ini.

Jadi, transaksi pembelian dan penjualan kamu dengan pihak di beda negara akan lebih mudah dan cepat, kamu akan terbantu dari proses yang rumit.

5. Penyimpanan Barang-Barang Berharga

Apakah kamu mempunyai sertifikat tanah dan merasa tidak aman untuk menyimpan di rumah? Atau, apakah kamu ingin tempat yang aman untuk menyimpan perhiasaan dan ijazah sekolah kamu?

Bank umum menyediakan jasa penyimpanan barang-barang berharga milik masyarakat. Biasanya, tempat penyimpanan dalam bentuk kotak saja. Selain itu, hanya kamu yang dapat membuka dengan menggunakan kode yang diketahui oleh kamu sendiri. Adanya bank umum, membuat kamu bisa lebih tenang untuk menyimpannya.

6. Pemberian Jasa-Jasa Lainnya

Fungsi bank umum pun telah meluas hingga jangkauan penawaran jasa lainnya. Sekarang, kamu bisa membayar tagihan listrik, air, telepon, dan lainnya melalui lembaga keuangan jenis ini.

Kegiatan Usaha Bank Umum

Lembaga keuangan umum ini menjalankan kegiatan usaha tertentu, yaitu:

1. Himpun Dana dari Masyarakat

Bank umum mempunyai kewenangan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan. Upaya ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat bagaimana menyimpan uang dengan aman dan benar.

Tidak hanya dalam bentuk tabungan, penyimpanan dana bisa dalam bentuk deposito. Bentuk ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyimpan sekaligus menginvestasikan dana mereka.

2. Memberikan Kredit

Pada awalnya, layanan bank umum terhenti pada menghimpun dana masyarakat dan menawarkan layanan jasa. Namun, seiring berjalannya waktu, lembaga keuangan umum ini pun telah berhasil memberikan layanan penyaluran kredit.

Masyarakat bisa menggunakan layanan kredit ini dengan meminjam dana dari bank untuk kebutuhan apapun. Namun, lembaga keuangan ini mewajibkan nasabah untuk mengembalikan dana dalam jangka waktu tertentu.

3. Memindahkan Dana

Pernahkah kamu melakukan mengirim uang ke bank orang tua kamu? Atau, apakah kamu pernah membayar gaji bulanan dari karyawan kamu? Bank umum membantu dalam memindahkan dana ke rekening tujuan yang diinginkan.

Kegiatan usaha ini sudah dilakukan sejak lama. Hal ini bertujuan sebagai pemerataan pembangunan ekonomi nasional. Terkadang pula, pemindahan dana juga dilakukan demi kepentingan ekonomi suatu lembaga.

4. Tempat Penyimpanan Aman Barang Berharga

Bank umum menghadirkan jasa penyimpanan dengan menawarkan tempat yang aman untuk barang dan surat berharga. Jika kamu mempunyai surat tanah, kamu bisa mempercayakan keselamatannya di lembaga keuangan ini.

Mereka akan menyimpan milik kamu yang berharga di dalam safety box, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah.

5. Penempatan Dana

Bank umum melakukan kegiatan usaha dengan menempatkan dana nasabah ke lembaga keuangan lainnya. Mengapa bank umum perlu melakukan penempatan dana? Kegiatan ini bertujuan untuk menopang kelancaran kegiatan operasional.

Bank umum juga perlu penghasilan atau pendapatan. Kegiatan penempatan dana juga bertujuan untuk secondary reverse. Apa itu secondary reverse? Istilah ini menjelaskan harta yang memberikan pendapatan untuk lembaga keuangan ini. Jadi, bank menginvestasikan aset dalam bentuk surat berharga yang berjangka pendek. Surat ini akan menjadi sumber likuiditas tambahan. Fungsi di masa depan yaitu untuk menopang cadangan utama dari bank umum.

Baca Juga:
Aset adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya
Apa yang dimaksud dengan likuiditas

Contoh Bank Umum

  • Bank BCA
  • Bank BNI,
  • Bank Danamon
  • Bank BRI
  • Bank Mandiri dan lain lain

Apakah Kamu Sudah Paham Tentang Bank Umum?

Bank umum berperan penting dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Bahkan, kamu sangat memerlukan kontribusi lembaga keuangan ini dalam pembayaran dan transaksi apapun.

Bank umum menawarkan banyak jasa dalam menopang ekonomi masyarakat. Semakin berkembang zaman, lembaga ekonomi ini pun semakin berevolusi dan memperluas jangkauan layanan mereka. Semuanya bertujuan untuk memberikan akses mudah kepada masyarakat dan negara.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]

News

Dalam dunia investasi, salah satu istilah yang paling umum digunakan yakni emiten. Apa itu emiten? […]