Mengenal Arti Resesi: Penyebab, Dampak, dan Contoh Resesi Indonesia

Selama periode 2 tahun ini, banyak ahli mengatakan bahwa dunia akan mengalami gejolak ekonomi yang sebabnya dari penyebaran Covid-19 secara meluas. Resesi menjadi kata yang mereka rujuk untuk menggambarkan keadaan tersebut. Kamu juga pastinya sering mendengar kata itu saat keadaan negara atau dunia genting kan?

Namun, sebenarnya apa itu resesi? Dampak apa yang timbul karenanya? Ada juga istilah depresi ekonomi, apa bedanya? Serta seperti apa itu contoh dari resesi dalam kehidupan sesungguhnya?

Memahami apa itu Resesi

Apa Itu Resesi?

Yang disebut dengan resesi adalah sebuah periode penurunan ekonomi secara sementara saat aktivitas perdagangan dan juga industri berkurang, yang umumnya memiliki tanda yaitu penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) selama dua kuartal secara berturut-turut.

Arti resesi juga bisa bermakna sebagai sebuah periode yang terjadi perlambatan atau kontraksi besar dalam kegiatan-kegiatan ekonomi. Adanya penurunan pengeluaran yang sangat drastis mengarah pada kondisi ini.

Para ahli juga menyatakan bahwa keadaan ini bisa kamu lihat ketika terjadi peningkatan jumlah pengangguran, penurunan ritel, dan terjadi peningkatan pertumbuhan dalam sektor ekonomi riil bernilai negatif seperti manufaktur dalam periode kuartal tertentu secara berurutan.

Akibatnya tidak lain yaitu perlambatan ekonomi yang nantinya bisa membuat sektor riil menahan kemampuan produksinya yang berimbas pada PHK karyawan. Lalu, investor akan cenderung berinvestasi pada sektor yang menurutnya aman, sehingga dampak resesi membuat daya beli masyarakat melemah karena sangat selektif dalam menggunakan uang.

Mereka akan menggunakan uang untuk sektor penting demi pemenuhan kebutuhan pokok terlebih dahulu.

Baca Juga: Apa itu PDB

Perbedaan Resesi dengan Depresi Ekonomi

Selain istilah resesi, kamu juga pastinya sering mendengar adanya istilah depresi ekonomi? Apa beda antara keduanya?

Telah kamu baca sebelumnya kalau arti resesi adalah sebuah penurunan kondisi ekonomi dalam jangka waktu dua atau beberapa kuartal. Lalu, depresi ekonomi itu sendiri adalah sebuah kondisi resesi yang terjadi secara berkepanjangan dan tak kunjung berakhir.

Depresi ekonomi bisa juga disebut dengan resesi yang terjadi secara ekstrim. Artinya jika keadaan suatu negara berada pada kondisi depresi, persoalan ekonomi tersebut tak kunjung teratasi.

Selain dari jangka waktunya, perbedaan antara keduanya bisa kamu lihat dari prosentase penurunan PDB-nya. Saat terjadi resesi ekonomi di sebuah negara penurunan PDB menunjukkan angka pada kisaran 0,3% hingga -5% dalam jangka waktu setengah tahun hingga satu setengah tahun berikutnya. Sedangkan untuk depresi sendiri penurunan berada di kisaran -14,7% dalam jangka waktu 18 hingga 43 bulan.

Dampak Resesi bagi Beberapa Pihak

Resesi merupakan keadaan yang banyak orang hindari dan tidak mereka inginkan tentunya. Hal ini karena setiap terjadi periode ini, dampak negatifnya sangat terasa dari sektor besar hingga sektor kecil. berikut ini beberapa dampaknya yang bisa tergambarkan dari beberapa lini.

1. Dampak bagi Pemerintah

Dampak resesi yang paling terasa yaitu adanya peningkatan pengangguran di sebuah wilayah. Dalam hal ini rakyat akan meminta pemerintah memberikan solusi sesegera mungkin untuk menyelesaikan hal ini.

Mereka akan meminta pemerintah untuk mengusahakan agar lapangan kerja kembali terbuka, sehingga tenaga kerja yang ada tidak melampiaskan energinya pada hal-hal yang tidak mengarah pada tindakan negatif.

Tidak hanya pengangguran, pemerintah akan menderita karena pinjaman negara yang kian melonjak tinggi karena setiap negara membutuhkan dana dalam menyelesaikan persoalan ini untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Para kreditur akan lebih selektif dan meningkatkan suku bunga yang perlu negara bayarkan ketika mengambil pinjaman.

Oleh karena daya beli masyarakat rendah membuat pendapatan negara yang asalnya dari pajak menjadi menurun. Ketika terjadi resesi, para pekerja akan mendapatkan upah yang minim dan ini akan muncul dampak pada pengeluaran yang menghasilkan berupa pajak bagi pemerintah.

Misalnya saja dampak resesi seperti membuat harga properti rendah, sehingga pemerintah juga memperoleh pajak dari jual beli aset tersebut di angka yang rendah.

Akibat dari banyaknya pengangguran, tentu saja membuat pemerintah harus mengeluarkan sejumlah pengeluaran yang tujuannya untuk tetap menjaga kesejahteraan rakyat.

Bantuan sosial biasanya akan pemerintah keluarkan. Ketika pendapatan menurun, justru malah pengeluaran tidak ikut turun bahkan malah meningkat. Hal ini tentu saja akan membuat keadaan ekonomi dalam negeri melemah.

Baca Juga: Pengertian Suku Bunga dan Jenis-jenisnya

2. Efek Domino bagi Perusahaan dan Pekerja

Arti resesi bagi perusahaan yaitu munculnya bayang-bayang kebangkrutan. Ekonomi yang negatif, krisis kredit, merosotnya aset yang berbasis utang dan masih banyak hal lainnya menjadi penyebab ancaman tersebut.

Apalagi jika daya serap masyarakat terhadap produk-produk perusahaan tersebut juga menurun, maka ada penurunan juga dari pendapatan yang mereka peroleh.

Hal ini akan menciptakan efek domino yang berimbas bukan hanya pada perusahaan atau pemilik modal tetapi juga para buruh atau pekerja. Saat terjadi krisis terhadap perusahaan, maka mereka para pekerja harus menerima nasib pahit untuk terkena PHK.

Bagi mereka yang terkena PHK maka akan sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Saat itulah daya beli masyarakat merosot turun dan dengan itulah potensi dari perusahaan mendapatkan pendapatan juga merosot.

Apalagi kalo tambahannya jika semakin berhati-hatinya masyarakat dalam menggunakan uangnya. Maka sebuah perusahaan hanya bisa melakukan langkah terakhir untuk bertahan yaitu menerapkan perang harga.

Mereka akan memotong harga jual, yang efeknya menurunnya profitabilitas. Akan ada efisiensi dengan langkah menutup tempat-tempat bisnis yang kurang menguntungkan bagi mereka. Sehingga berdampak lagi bagi pekerja nantinya.

Contoh Resesi di Indonesia

Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan dengan perubahan ekonomi dalam negeri maupun global. Terhitung terjadi beberapa kali Indonesia mengalami yang namanya resesi.

Jika melihat kembali ke masa lalu, Indonesia pernah mengalami resesi pada masa akhir pemerintahan Presiden Soeharto, yaitu sejak tahun 1997 hingga bahkan berlanjut ke tahun 1998. Saat itu harga BBM naik melonjak tinggi ke angka yang fantastis. Bukan hanya BBM, nilai tukar rupiah pun menurun drastis.

Resesi ekonomi pada masa itu membuat munculnya banyak pengangguran dan sektor ekonomi mati. Banyaknya pengangguran dan kondisi ekonomi yang anjlok membuat emosi rakyat memuncak.

Pada akhirnya mereka meminta agar Soeharto turun dari jabatannya sebagai seorang presiden. Secara tidak langsung resesi menjadi salah satu faktor penyebab dari turunnya Presiden Soeharto turun dari jabatannya.

Selama penyebaran epidemic Covid-19 dan kebijakan lockdown juga berdampak pada perekonomian Indonesia. Digadang-gadang keadaan selama Covid-19 ini juga termasuk contoh resesi di Indonesia.

Banyak pengangguran karena sektor pekerjaan publik banyak yang ditutup. Harga bahan pokok pun terus meningkat. Untungnya pemerintah bergerak cepat dan hal-hal yang tidak diinginkan bisa mereka hindari.

Sudah Tahu Apa Itu Resesi?

Secara umum apa itu resesi yakni sebuah periode  penurunan ekonomi akibat merosotnya aktivitas ekonomi dan industri yang terjadi dalam jangka waktu dua kuartal.

Keadaan ini membuat banyak dampak salah satunya seperti munculnya banyak pengangguran dan tutupnya bidang usaha tertentu. Kita tentu saja tidak pernah mengharapkan hal ini terjadi, maka mari bersama-sama menguatkan perekonomian dalam negeri!

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Pastinya kamu sering mendengar istilah benefit. Ya, benefit menjadi kata yang sering kamu pakai dalam […]

News

Seiring perkembangan zaman, tidak hanya pajak tahunan saja yang bisa kamu bayar secara online. Bayar […]

News

Di era yang serba digital seperti saat ini, kartu kredit merupakan salah satu hal yang […]

News

Zaman yang sudah canggih sekarang ini memang memfasilitasi kamu untuk mencari untung dengan mudah. Mau […]

News

Di bidang bisnis ada istilah Break Even Point atau BEP yang dijadikan patokan atau parameter […]

News

Telkomsel merupakan provider kartu SIM yang saat ini memiliki pengguna sangat banyak di Indonesia. Namun, […]