APBN adalah: Tujuan, Fungsi dan Strukturnya

Dalam lingkup pemerintahan negara, APBN merupakan salah satu aspek yang tak terhindarkan perihal pengelolaan keuangan suatu negara. Tanpa adanya aspek yang satu ini, negara kita bisa-bisa bermasalah dalam penyelenggaraannya. Apa ya sebenarnya APBN ini? Yuk pahami lebih mendalam.

Memaham apa itu APBN

Apa Itu APBN?

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah rencana keuangan pemerintah Indonesia yang mendapatkan persetujuan dari DPR dimana anggaran ini memuat rincian mengenai rencana pendapatan dan belanja negara selama 1 tahun.

Periode berlakunya APBN seperti dijelaskan yaitu satu tahun, dan seluruh aktivitas pemerintah dalam anggaran itu harus sistematis dan terstruktur.

Definisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara juga telah diatur dalam Undang-Undang tentang Keuangan Negara Nomor 17 Tahun 2003. APBN adalah rencana keuangan yang pemerintah negara Indonesia miliki setiap tahunnya dan disetujui pihak Dewan Perwakilan Rakyat.

DPR akan menilai apakah semua pembiayaan dalam anggaran periode itu layak dicantumkan sebelum mereka nyatakan sah. Masa berlaku APBN tersebut yaitu dari tanggal 1 Januari sampai tanggal 31 Desember.

Pada bab VIII Undang-Undang Dasar 1945, ada pasal yang mengatur tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yaitu pasal 23 di Amandemen IV. Ayat pertama pasal 23 tentang APBN, kurang lebih menyatakan jika anggaran tersebut penetapannya dilaksanakan secara terbuka dan transparan demi kemakmuran rakyat.

Sedangkan ayat keduanya menyebutkan bahwa presiden negara Indonesia berwenang mengajukan rancangan anggaran atau RAPBN untuk mendapat pertimbangan dari DPR RI.

Prinsip APBN

Sekarang kamu sudah tahu pengertian APBN, selanjutnya ada tiga prinsip yang pemerintah ikuti dalam penyusunan anggaran belanja negara. Di bawah ini merupakan penjelasan mengenai prinsip-prinsip penyusunan anggaran:

1. Dinamis

Dinamis yang dimaksud yaitu penyusunan anggaran yang ditinjau dari pergerakan tabungan kas pemerintah, apakah naik terus dari tahun ke tahun atau bergejolak. Jika tabungan pemerintah terus naik, itu namanya dinamis absolut. Namun jika naik-turun, maka dia bernama dinamis relatif.

2. Fungsional

Fungsional disini yakni prinsip penyusunan anggaran yang hanya fokus kepada belanja pembangunan infrastruktur dan bukan pada belanja rutin. Bila pemerintah mendapat dana bantuan dari luar negeri, itu sifatnya hanya sebagai pelengkap saja.

3. Defisit

Defisit merupakan prinsip penyusunan yang tujuannya menutup kekurangan anggaran dengan menggunakan sumber pembiayaan dari dalam dan luar negeri. Uang pinjaman dari luar negeri tidak akan dicatat sebagai penerimaan, tetapi sebagai sumber pembiayaan.

Fungsi APBN

Segala macam prosedur dalam menjalankan pemerintahan negara tentu dilengkapi dengan undang-undang yang mengaturnya. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003, pada Pasal 3 Ayat 4, telah menyatakan fungsi APBN sebagai berikut ini:

1. Otorisasi

Adanya anggaran pembelanjaan ini dimaksudkan sebagai otoritas paling utama dalam menentukan untuk apa anggaran negara dibelanjakan pada tahun penetapan anggaran tersebut.

2. Perencanaan

Setiap kegiatan tentunya memerlukan sebuah perencanaan agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik. APBN dapat menjadi bahan pedoman dan perencanaan dalam mengelola kegiatan-kegiatan pemerintah pada tahun tersebut.

3. Pengawasan

Fungsi APBN ketiga yaitu mengawasi agar anggaran yang ada dapat pemerintah gunakan demi mengurangi kemiskinan dan pengangguran di masyarakat. Tanpa adanya pengawasan, kegiatan yang pemerintah kerjakan berpotensi mengalami penyalahgunaan.

4. Penghematan

Kas negara, sebagaimana tabungan rakyat biasa, sifatnya bukan tak terbatas sehingga perlu ada penghematan. Fungsi keempat anggaran tersebut yakni mencegah terjadinya pemborosan sumber daya, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam.

5. Pendistribusian

Lembaga-lembaga yang pemerintah Indonesia naungi tak mungkin bekerja tanpa anggaran yang memadai. Itulah fungsi APBN yang keempat; mendistribusikan anggaran kepada lembaga-lembaga pemerintahan yang membutuhkannya secara adil dan patut.

6. Stabilisasi

Fungsi terakhir dari APBN yaitu sebagai upaya untuk memelihara dan menyeimbangkan perekonomian Indonesia. Fungsi ini terlaksana demi mencegah jatuhnya aktivitas ekonomi rakyat Indonesia.

Tujuan APBN

Semua anggaran yang pemerintah tetapkan untuk kebutuhan operasional mereka pasti memiliki tujuan-tujuan yang dapat mereka benarkan. Berikut ini macam-macam tujuan APBN ditetapkan oleh pemerintah.

  • Mengatur semua pendapatan dan pengeluaran kas negara sebagai bentuk akuntabilitas atau keterpercayaan pemerintah.
  • Meningkatkan produksi industri-industri di Indonesia dan membuka kesempatan bekerja bagi masyarakatnya.
  • Membantu mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam upayanya mewujudkan kesejahteraan rakyat.
  • Sebagai pedoman bagi pemerintah dalam mencatat pendapatan dan melaksanakan pembelanjaan negara.
  • Mencegah kas negara dari mengalami defisit atau kekurangan dana, yang dapat berakibat pada tersendatnya layanan pemerintah.

Struktur APBN

Anggaran yang pemerintah dan DPR tetapkan mempunyai struktur atau format yang juga disebut I-account, yang isinya merupakan postur anggaran belanja negara.

Baca Juga: Apa itu i-account

Isinya bisa berupa pendapatan negara dan hibah, belanja negara, serta catatan surplus dan defisit keuangan pemerintah Faktor-faktor yang berpengaruh pada struktur atau postur APBN adalah sebagai berikut:

1. Pembiayaan Negara

Ada dua jenis pembiayaan negara dalam postur APBN. Yang pertama yaitu pembiayaan dalam negeri, yang mencakup pengelolaan perbankan, pengelolaan aset, dan penjaminan harta negara seperti surat berharga dan dana investasi.

Pembiayaan yang kedua yakni pembiayaan luar negeri, seperti penarikan dan penerusan pinjaman bank luar negeri, serta pembayaran cicilan pokok utang luar negeri.

Baca Juga:
Surat berharga adalah: Pengertian dan Ciri-cirinya
Aset adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

2. Penyusunan APBN

Penyusunan dan penetapan anggaran perlu melalui dua tahap. Tahap pertama penyusunan APBN yaitu diskusi pembuka antara pemerintah dan DPR, bermula dari bulan Februari sampai pertengahan bulan Agustus. Kemudian diikuti oleh pengajuan pembahasan anggaran dari bulan Agustus itu hingga akhir bulan Desember.

Dalam menyiapkan rancangan anggaran atau RAPBN, pemerintah akan menentukan asumsi dasar anggaran serta perkiraan pemasukan dan pengeluaran anggaran tersebut.

3. Penerimaan Pajak

Pajak mempunyai kontribusi paling besar dalam setiap penetapan APBN. Ada penerimaan pajak dari bumi dan bangunan, pajak penghasilan, pajak bea masuk barang, dan pajak penjualan barang mewah.

Pajak-pajak ini pengelolaannya ada di tangan Kementerian Perpajakan. Dari tangan Kementerian Perpajakan ini nantinya uang penerimaan pajak akan masuk ke dalam anggaran pemerintah.

Baca Juga:
Pajak adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya
Cara Perhitungan Pajak Penghasilan (PPH) dan Simulasi Pembayaran
Mengenal apa itu Pajak Penjualan Atas Barang Mewah

4. Belanja Negara

Urusan belanja negara dapat kita kelompokkan menjadi dua, yaitu belanja pemerintah pusat dan belanja daerah. Pada level pemerintah pusat, ada belanja barang dan modal, belanja pegawai, pembayaran bunga utang, subsidi BBM dan non-BBM, serta belanja hibah.

Di tingkat daerah, anggaran tersebut terbagi menjadi pendapatan APBD, seperti dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana otonomi khusus.

Baca Juga:
Apa itu Hibah
Apa itu dana bagi hasil
Apa itu dana alokasi umum
Apa itu dana otonomi khusus

5. Penerimaan Selain Pajak

APBN juga dapat menerima dana dari sumber-sumber yang bukan pajak. Contoh penerimaan non-pajak APBN seperti penerimaan sumber daya alam selain minyak dan gas, pendapatan laba BUMN, dan pendapatan pengelolaan BUMN.

Baca Juga: Mengenal Apa itu BUMN, Fungsi dan Contohnya

Ada pula penerimaan anggaran dari kejaksaan dan peradilan, serta dari hasil sitaan tindak pidana korupsi. Semua ini tergolong dalam PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).

Itulah artikel yang menjelaskan tentang pengertian APBN, beserta fungsi dan tujuan dari sistem anggaran tersebut. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu kamu memahami tata cara operasional pemerintah negara Indonesia, ya!

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]