Kenali Apa Itu Skema Ponzi Agar Tidak Menjadi Korban

Indonesia memiliki banyak platform investasi legal yang sudah terdaftar di OJK. Meskipun begitu, ternyata masih banyak platform investasi ilegal yang menggunakan skema ponzi. Pada dasarnya skema ponzi ini sudah cukup lama digunakan oleh para penipu investasi, sayangnya masih banyak yang belum tahu apa itu skema ponzi.

Untuk itulah, supaya kamu tidak terjebak dalam skema ponzi, kami akan menjelaskan secara rinci apa itu skema ponzi dan ciri-ciri skema ponzi untuk kamu.

Skema Ponzi adalah

Apa Itu Skema Ponzi?

Skema ponzi adalah sebuah metode investasi palsu atau bodong yang memberikan keuntungan kepada investornya. Masalahnya, keuntungan yang mereka berikan kepada investornya bukanlah dari dividen melainkan dari investor selanjutnya yang baru mendepositkan investasinya.

Memang bisnis skema ponzi ini bisa terus berjalan, tetapi jika bisnis mereka tidak memiliki anggota baru lagi, mereka tidak mampu membayar keuntungan kepada investor lamanya.

Skema ponzi ini pertama kali dicetuskan oleh Charles Ponzi seorang warga Italia yang beroperasi di Amerika pada tahun 1920. Pada saat itu, dia menjanjikan para investornya akan mendapatkan keuntungan sebesar 50% dalam 45 hari atau 100% dalam 90 hari.

Namun, keuntungan yang dia berikan kepada investornya berasal dari investor baru. Bisnis Charles Ponzi berjalan selama satu tahun hingga akhirnya aksi penipuan tercium karena menyebabkan kerugian senilai $20 juta dollar bagi para investornya. Charles Ponzi ditangkap pada bulan Agustus 1920.

Baca Juga:
Investor Adalah: Pengertian, Resiko dan Tipsnya Supaya Sukses
Dividen: Pengertian, Jenis, Cara kerja dan Tipsnya

Ciri-Ciri Skema Ponzi

Supaya kamu tidak terperangkap dalam operasi skema ponzi, berikut ini ciri-ciri skema ponzi yang harus kamu ketahui:

1. Skema Piramida

Ciri-ciri skema ponzi yang pertama menggunakan skema piramida. Skema ini biasanya sering digunakan oleh MLM (Multi-Level-Marketing).

Skema ini dapat berjalan apabila bisnis tersebut terus mendapatkan investor untuk menanam modal secara konsisten. Dengan begitu, setiap investor lama akan tetap mendapatkan keuntungan jika mereka mendapatkan investor baru.

2. Sistem Bisnis Tidak Jelas

Ciri selanjutnya yaitu skema ini biasanya tidak memiliki bisnis yang jelas. Jika kamu menemukan perusahaan investasi dengan model bisnis atau tidak memiliki operasional bisnis yang jelas, lebih baik hindari berinvestasi disana.

3. Iming-Iming Keuntungan Tinggi

Investasi bodong biasanya memberikan iming-iming keuntungan tinggi kepada para investornya. Keuntungan yang mereka berikan ini sangat tidak wajar dan melebihi instrumen legal dalam waktu yang cepat.

Perlu kamu ketahui, investasi legal biasanya memberikan keuntungan dalam waktu yang lama untuk bisa mendapatkan keuntungan besar. Jadi, hindari investasi dengan ciri janji untung besar dalam waktu cepat supaya kamu tidak tertipu.

4. Keuntungan Akan Didapat Jika Sales Merekrut Investor Lain

Biasanya, investasi palsu akan memberikan keuntungan jika mereka mengajak investor lain untuk berinvestasi di bisnisnya. Keuntungan tersebut biasanya disesuaikan berdasarkan jumlah korban yang mereka ajak. Semakin banyak, semakin besar keuntungan yang didapatkan.

Baca Juga:
Investasi Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya
Rekomendasi Investasi Terbaik

Bagaimana Cara Kerja Skema Ponzi?

Cara kerja penipuan ini biasanya meyakinkan para korban untuk menginvestasikan uang mereka dengan menjanjikan keuntungan atau pengembalian yang tinggi.

Mereka menggunakan uang yang diinvestasikan para investor untuk membayar kembali janji-janji yang mereka berikan kepada investornya supaya tidak ada yang curiga dengan sistem bisnis mereka. Selain itu, biasanya mereka juga mendorong investor mereka untuk mengajak teman dan kerabat kerja mereka untuk berinvestasi juga.

Contoh Praktek Skema Ponzi di Indonesia

Tidak hanya terjadi di Amerika Serikat saja, ternyata praktek skema ponzi juga terjadi di Indonesia. Berikut beberapa contohnya:

1. Praktek Skema Ponzi MLM

Praktek yang satu ini sering kita temui di Indonesia. MLM merupakan kata singkatan dari Multi-Level-Marketing yang berarti Pemasaran Berjenjang.

Sistem MLM ini biasanya dimulai dari satu orang yang kemudian mengajak orang lain untuk melengkapi skema piramida mereka.  Tugas dari MLM ini yakni mencari orang lain atau investor lain yang berminat dengan bisnis mereka. Keuntungan yang akan diberikan oleh para investor ini biasanya berasal dari orang rekrutan mereka.

2. First Travel

Praktek penipuan yang menggunakan gaya Charles Ponzi selanjutnya seperti kasus First Travel yang bergerak di biro perjalanan umroh dan haji. Sistem kerja mereka hampir sama seperti MLM, namun mereka mengincar orang yang ingin pergi ke Tanah Suci.

Menariknya, First Travel berani membayar artis besar untuk mempromosikan bisnis mereka. Sehingga banyak masyarakat Indonesia yang percaya dan tergiur dengan layanan biro perjalanan umroh dan haji mereka.

Bisnis mereka berjalan dengan lancar sebelumnya berkat bantuan artis besar tersebut. Namun sayangnya, akibat sistem bisnis mereka yang tidak berjalan mulus, banyak jamaah yang melaporkan bisnis mereka karena tidak mendapatkan giliran untuk pergi ke Tanah Suci.

Tercatat bahwa sebanyak 63.310 calon jamaah tertipu sejumlah Rp. 905 miliar oleh First Travel. Akhirnya, pada tahun 2019, pengadilan memutuskan pemilik First Travel bersalah dan mendapat hukuman kurungan selama 20 tahun dengan denda sebesar Rp. 10 miliar.

Cara Menanggulangi Skema Ponzi

Praktik penipuan ini sering menjanjikan keuntungan besar yang menggiurkan, tidak heran jika banyak masyarakat awam atau investor pemula sering terjebak di dalam investasi bodong ini. Tapi, ini bukan berarti kamu harus takut untuk berinvestasi jangka panjang.

Supaya kamu tidak tertipu dengan investasi ilegal seperti ini, kamu bisa menanyakan legalitas perusahaan tersebut. Apakah mereka adalah perusahaan investasi resmi yang legal dan sudah terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau tidak?

Selain cara tersebut, kamu juga bisa mengecek legalitas perusahaan investasi pada laman sikapiuangmu.ojk.go.id. Di laman tersebut mencantumkan daftar perusahaan investasi yang terdaftar dan tidak terdaftar. Kamu bisa memanfaatkan laman tersebut untuk menjadi acuan investasi awal.

Lalu, periksa juga penawaran investasi yang mereka berikan ke kontak OJK di 157 atau melalui pesan WhatsApp di 081-157-157-157. Selain cara-cara tersebut, kamu dapat mengantisipasi penipuan dengan cara berikut ini:

  1. Sebelum memutuskan untuk ikut berinvestasi, kamu harus cari tahu terlebih dahulu mengenai profil perusahaan, informasi legalitas, karyawan, dan juga produk yang mereka tawarkan.
  2. Lalu, mintalah salinan tertulis mengenai pemasaran, penjualan, dan sistem investasi dari perusahaan tersebut.
  3. Ingat, keuntungan besar yang mereka janjikan sama dengan besaran risiko kerugian yang bisa kamu dapatkan.
  4. Hindari perusahaan yang tidak memiliki rencana bisnis perusahaan yang jelas.
  5. Terakhir, cari tahu juga apakah ada permintaan produk yang sama di pasar investasi.

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Investasi Bukanlah Hal yang Harus Kamu Takuti!

Melakukan investasi merupakan hal yang baik untuk menjaga kesehatan finansial kamu di masa depan. Sayangnya, banyak oknum yang memanfaatkan hal ini untuk menipu banyak orang, sehingga banyak masyarakat yang enggan untuk melakukan investasi.

Setelah mengetahui apa itu skema ponzi dan ciri-ciri skema ponzi, semoga kamu bisa terhindar dari modus penipuan berkedok investasi. Selalu berhati-hati dan waspada terhadap tawaran investasi dengan keuntungan besar dan jangan lupa untuk mengecek legalitas mereka di OJK!

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]