Apa itu Royalti? Arti, Jenis, Besaran Pajak, dan Cara Menghitungnya

Setiap wajib pajak memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Selain itu, setiap wajib pajak harus memahami dengan benar berbagai aspek dan ketentuan perpajakan yang berlaku. Misalnya, karena royalti merupakan bentuk pendapatan bagi penulis, musisi, dan profesional kreatif lainnya, pajak royalty akan berlaku atas royalty yang mereka terima.

Jadi, sebelum membahas besaran pajak royalty dan cara menghitungnya, Kamu perlu mengetahui dan memahami definisi dari royalty itu sendiri. Sebab, royalty memiliki 3 definisi menurut KBBI, UU PPh, dan Bea Masuk.

Apa itu Royalti

Apa itu Royalti?

Terdapat 3 pengertian mengenai royalty yang perlu kamu ketahui. Antara lain sebagai berikut:

1. Definisi Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti royalti (royalty) adalah pembayaran yang dilakukan kepada mereka yang memiliki hak paten atas barang yang diproduksi oleh orang lain. Di sisi lain, paten adalah hak kepemilikan eksklusif yang pemerintah beri kepada individu untuk pekerjaan atau karya dari individu tersebut.

2. Definisi dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan.

Suatu jumlah yang dibayarkan, terutang, dihitung secara berkala, atau tidak untuk digunakan sebagai kompensasi untuk hal-hal tertentu adalah arti dari royalti. Hal ini tertulis berdasarkan ketentuan perpajakan yang tercantum di Pasal 4 ayat 1, poin h Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 terkait Pajak Penghasilan (UU PPh).

Hal-hal tertentu ini meliputi penggunaan komunikasi radio; penyediaan dan penggunaan informasi ilmiah atau komersial; dan gambar atau rekaman suara yang dikirimkan melalui satelit. Selain itu, hal lainnya adalah bantuan sehubungan dengan rekaman dan bidang seni, sastra, karya ilmiah, paten, desain, serta model desain.

Baca Juga: Cara Perhitungan Pajak Penghasilan (PPH) dan Simulasi Pembayaran

3. Definisi Royalti dalam Bea Masuk

Terdapat arti royalti terkait dengan ketentuan voluntary declaration dan voluntary payment atas nilai pabean untuk menghitung bea masuk selain Undang-Undang Pajak Penghasilan.

Menurut Pasal 1 Angka 7 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 201/PMK.04/2020, royalty adalah biaya yang harus pembeli tanggung secara langsung atau tidak langsung dalam rangka pembelian dan penjualan produk impor yang terlindungi oleh hak kekayaan intelektual (HaKI).

Pengertian dan ketentuan yang berkaitan dengan royalty tidak hanya terdapat dalam undang-undang perpajakan. Namun juga oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten.

Baca Juga:
Pengertian Daerah Pabean
Apa Itu Deklarasi Inisiatif atau Voluntary Declaration?

Jenis-Jenis Royalti

Pembayaran royalty meliputi beberapa jenis properti, Contohnya jenis yang lebih umum adalah royalty buku, paten, mineral, dll. Setelah mengetahui apa itu royalti, berikut ini adalah penjelasan dari jenis-jenis royalty tersebut.

1. Waralaba

Untuk hak mendirikan cabang di bawah nama perusahaan, penerima waralaba, yang merupakan pemilik bisnis, harus membayar royalty kepada pemberi waralaba.

Misalnya, menjalankan waralaba McDonald’s dapat menghabiskan biaya antara Rp1.000.000.000,00 hingga Rp2.000.000.000,00. Ini termasuk biaya waralaba awal Rp450.000.000,00 yang harus kamu bayarkan ke McDonald’s Corporation.

2. Pertunjukan

Setiap kali lagu atau musik mengisi acara radio, menjadi soundtrack dalam film, atau oleh orang atau organisasi lain, pemilik musik berhak cipta akan mendapat kompensasi finansial. Seorang musisi mungkin mengandalkan perusahaan hak pertunjukan swasta, seperti ASCAP atau BMI, untuk mengumpulkan royalti atas nama mereka.

Baca Juga: Perbedaan Antara BMI dan ASCAP

3. Mineral

Perusahaan ekstraksi atau pengekstrak mineral membayar pemilik properti dengan royalty mineral. Perusahaan ekstraksi mineral sering memberi kompensasi kepada pemilik tanah berdasarkan pendapatan atau unit, seperti ton batu bara atau barel minyak.

4. Buku

Kompensasi penerbit diberikan kepada penulis. Biasanya, penulis menerima jumlah yang telah ditentukan untuk setiap buku yang dijual.

5. Paten

Paten bisa diperoleh oleh penemu atau pencipta. Pihak ketiga kemudian harus menandatangani perjanjian lisensi dan membayar royalti kepada pemegang paten jika mereka ingin menggunakan produk paten yang sama. Akhirnya penemu mendapat kompensasi Hak atas Kekayaan Intelektual atau HaKI mereka.

Berapa Jumlah Pengenaan Pajak Royalti?

Sebagai warga negara yang baik, kamu wajib membayar pajak royalti. Dimana tarif yang akan dikenakan untuk jenis pajak ini sesuai dengan PPh 23 yaitu 15%. Besarnya pajak akan dikenakan atas nilai Dasar Pengenaan Pajak atau jumlah bruto dari penghasilan yang diperoleh.

Jumlah tersebut, yang saat ini dikenakan pada pendapatan kotor, belum bersifat final. Royalti dalam hal ini maksudnya yaitu jenis royalty terhadap subjek pajak dalam negeri. Di sini, suatu badan usaha tetap, maupun orang pribadi, atau jenis badan usaha lainnya yang menjadi subjek pajak.

Baca Juga: Badan Usaha adalah: Pengertian dan Bentuknya

Perlu Kamu ketahui juga, tarif pajak akan naik menjadi 30% jika pihak penerima royalti tidak memiliki kartu NPWP.

Sebenarnya, tarif pajak dapat naik hingga 100% dari yang tertulis dalam ketentuan PPh pasal 23. Dalam hal ini, jumlah kotor royalty yang terutang atau yang harus kamu bayar, dengan nama dan dalam bentuk apapun, menjadi dasar pengenaan pajak.

Pasal 23 ayat 4a UU PPh memuat pengecualian terhadap jenis pemotongan pajak ini, khususnya pemotongan pajak pada bank sebagai subjek pajak dalam negeri.

Baca Juga: Apa itu NPWP? Ini Fungsi, Syarat dan Cara Membuatnya

Cara Menghitung Pajak Royalti

Pencipta lagu memiliki hak kekayaan intelektual atas karya musiknya. Selain itu, dia juga akan mendapatkan royalty dari penjualan lagu-lagu yang penyanyi-penyanyi ternama nyanyikan.

Royalty sebesar Rp250.000.000,00 pencipta lagu terima pada bulan Januari 2020. Kemudian, royalty yang pencipta lagu terima tersebut akan terkena pajak royalty. Berapa besaran dan cara menghitungnya?

Tarif Pajak: 15% x Rp250.000.000,00 = Rp37.500.000,00

Jadi, besaran pajak terutang yang harus pencipta bayar yakni Rp37.500.000,00.

Cara penghitungan pajak royalti sangat sederhana, sehingga lebih mudah untuk menghitung pajak pribadi dan perusahaan.

Kesimpulan

Demikian penjelasan mengenai apa itu royalti, jenis, besaran, dan cara menghitung pajaknya. Salah satu jenis pajak yang memberikan pemasukan bagi negara adalah pajak royalty.

Pada dasarnya, penggunaan lagu oleh artis, serta karya lainnya, dapat mengakibatkan pembayaran royalty oleh seseorang kepada orang yang memiliki hak paten atas barang tersebut.

Dengan demikian, berbagai aspek dan aturan perpajakan yang berlaku di Indonesia harus dipahami oleh wajib pajak yang diwajibkan membayar pajak royalty.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]