Apa Itu Retribusi, Contoh dan Bedanya dengan Pajak Daerah

penting untuk pembiayaan pembangunan daerah. Hal ini tersirat dalam UU nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Apa itu Retribusi

Mengenal Apa itu Retribusi

Secara harfiah, retribusi adalah pungutan uang oleh pemerintah daerah sebagai bentuk dari balas jasa. Selain itu, peretribusian juga merupakan salah satu sumber pembiayaan atas suatu wilayah selain pajak daerah.

Sementara menurut UU Nomor 28 Tahun 2009, peretribusian merupakan pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa maupun pemberian izin tertentu yang khusus untuk pemerintah daerah bagi kepentingan individu maupun badan.

Mungkin, bagi sebagian orang akan mengira bahwa peretribusian ini sama halnya dengan pajak daerah. Meskipun memang pada kenyataannya kedua hal ini tidak sepenuhnya salah, akan tetapi keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Baik pajak daerah maupun peretribusian ini merupakan sumber pendapatan bagi pemerintah daerah yang berperan penting dalam pembiayaan pembangunan wilayah tersebut.

Selain itu, keduanya juga bersifat wajib bagi masyarakat untuk membayar. Jika masyarakat taat dalam membayar keduanya, maka akan tercipta kesejahteraan bersama.

Baca Juga:
Pajak adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya
Cara Perhitungan Pajak Penghasilan (PPH) dan Simulasi Pembayaran
Definisi Pajak Daerah dan Jenis-jenis Pajak Daerah

Pengertian Retribusi Menurut Para Ahli

Setelah membaca penjelasan di atas, kamu sudah mengetahui bahwa retribusi adalah pungutan uang yang dilakukan oleh pemerintah untuk kepentingan individu maupun badan. Selanjutnya, kamu juga harus memahami beberapa pendapat lain dari para ahli mengenai jenis pungutan ini.

1. Kunarjo (1996: 17)

Menurut Kunarjo, peretribusian merupakan pungutan uang dan sebagai pembayaran atas penggunaan jasa milik pemerintah daerah. Baik yang berkepentingan atau atas dasar peraturan umum pemerintah daerah.

2. Kaho (1997: 153)

Menurut Kaho, peretribusian merupakan pungutan daerah sebagai pembayaran penggunaan karena sudah mendapatkan jasa pekerjaan milik daerah.

Tujuannya adalah untuk kepentingan umum, baik secara langsung maupun tidak langsung.

3. Eugenia, Muljono & Liliawati (2001: 85)

Menurut Eugenia, Muljono, dan Liliawati, peretribusian ini merupakan pungutan daerah sebagai pembayaran atas izin jasa tertentu yang khusus dari pemerintah daerah untuk kepentingan individu atau badan.

Perbedaan Pajak dan Retribusi

Menurut UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pungutan pajak daerah dan retribusi merupakan dua hal yang berbeda.

Hal ini akan tergantung dari kewenangan setiap kepala daerahnya masing-masing. Perbedaan pajak dan retribusi yang paling utama yaitu dari segi subjek, objek, dan balas jasanya. Selebihnya, kamu bisa memahami perbedaan lainnya berikut ini:

  • Objek peretribusian merupakan jasa yang diberikan kepada individu atau badan yang menggunakan jasa tersebut. Sementara objek pajak daerah sendiri adalah penghasilan yang didapatkan atas pekerjaan atau usaha yang dilakukan di daerah tersebut.
  • Subjek peretribusian merupakan orang yang menikmati jasa yang diberikan oleh pemerintah daerah. Sementara subjek pajak daerah berlaku untuk orang yang menikmati pekerjaan yang ada pada daerah tersebut.

Dari segi balas jasanya sendiri, peretribusian ini memiliki keuntungan secara langsung untuk pemerintah daerah, sementara pajak daerah tidak memilikinya secara langsung.

Fungsi Retribusi

Pada hakikatnya, fungsi utama dari pemungutan peretribusian ini mirip dengan pajak, yakni sebagai sumber anggaran daerah, pemerataan pendapatan masyarakat daerah, dan sebagai stabilitas ekonomi daerah.

Peretribusian yang berperan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah ini berfungsi sebagai anggaran. Tujuannya, untuk membiayai seluruh kebutuhan sehari-hari pemerintahan dan pembangunan daerah.

Ketika sumber anggaran pada suatu daerah sudah tercukupi, maka seluruh kegiatan ekonomi tentunya bisa berjalan dengan baik.

Fungsi lain dari retribusi yaitu sebagai stabilitas ekonomi daerah. Dengan cara mengendalikan harga pasar dan dapat membuka lapangan kerja baru dalam rangka mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat wilayah setempat.

Karakteristik Retribusi

Hal lain yang perlu kamu ketahui seputar peretribusian yakni karakteristiknya. Berikut ini beberapa karakteristik dari peretribusian daerah:

  • Pungutan retribusi ini dilaksanakan oleh pemerintah daerah berdasarkan pada Peraturan Pemerintah, yakni Peraturan Daerah. Dinas terkait yang bertugas untuk memungut dan mengelola peretribusian daerah ini yakni Dinas Pendapatan Daerah.
  • Peretribusian ini bersifat memaksa secara ekonomi bagi masyarakat yang sudah memenuhi syarat UU dan Perda.
  • Pungutan biaya ini dibebankan kepada setiap orang atau badan yang menggunakan layanan publik dari pemerintah daerah.
  • Orang pribadi atau badan akan mendapatkan balas jasa secara langsung sesaat setelah membayar retribusi ini. Bahkan, pada beberapa peretribusian, balas jasa ini bersifat rahasia secara individu.

Retribusi Jasa Umum

Dalam jasa umum, retribusi adalah pungutan atas jasa yang pemerintah daerah berikan. Tujuannya yaitu untuk kepentingan umum, dan bisa dinikmati oleh individu atau badan.

Contoh retribusi jasa umum meliputi pelayanan kesehatan lingkungan, pungutan biaya kebersihan dan sampah, pungutan biaya KTP, dan akta pencatatan sipil, pungutan biaya pemakaman, dan lain sebagainya.

Tarif pungutan biaya ini sendiri ditentukan dengan cara melihat biaya penyediaan jasa terkait. Selain itu, tarif ini juga bisa kamu lihat dari kemampuan masyarakat, unsur keadilan, hingga tingkat efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut.

Tidak hanya itu, ada juga biaya operasional dan pemeliharaan, biaya bunga, dan biaya modal.

Retribusi Jasa Usaha

Retribusi atau pungutan biaya jasa usaha ini juga merupakan pungutan yang pemerintah daerah berikan. Hal ini mengacu pada prinsip komersial. Hal ini meliputi penggunaan kekayaan daerah yang belum termanfaatkan secara memadai oleh pihak swasta.

Tarif peretribusian ini terhitung atas dasar untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Keuntungan atas pelayanan jasa ini akan dilaksanakan secara efektif, dan mengacu pada harga pasar.

Retribusi Perizinan Tertentu

Retribusi perizinan tertentu adalah pungutan jasa perizinan tertentu dari pemerintah daerah kepada individu atau badan.

Tujuannya yakni untuk mengatur dan mengawasi kegiatan pemanfaatan ruang, barang, sarana, prasarana tertentu. Selain itu, hal ini juga untuk melindungi kepentingan masyarakat umum dan memelihara kelestarian lingkungan.

Jelas bukan Perbedaan antara Retribusi dan Pajak Daerah?

Jadi, retribusi merupakan pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus pemerintah daerah sediakan untuk kepentingan individu atau badan.

Secara garis besarnya, peretribusian daerah dan pajak daerah jelas dua hal yang berbeda. Jadi, kamu jangan sampai salah dalam mengartikannya.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
021 50928823
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]