Apa Itu Reksadana Pasar Uang? Cara Kerja dan Keuntungannya

Reksadana menjadi salah satu jenis investasi yang saat ini sudah cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini terjadi karena kamu bisa memulai investasi reksadana dari modal kecil, namun tetap mendapatkan return atau imbal hasil yang kompetitif. Kita akan spesifik membahas tentang cara kerja dan keuntungan reksadana pasar uang, apalagi jika kamu masih pemula dalam dunia investasi.

Mengenal Reksadana pasar uang

Apa Itu Reksadana Pasar Uang?

Reksadana Pasar Uang (RPU) adalah salah satu jenis reksadana yang seluruh alokasi dananya ditempatkan dalam instrumen pasar uang. Misalnya, deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), atau obligasi dengan masa jatuh tempo tidak lebih dari 1 tahun.

Reksadana ini pada umumnya tidak mengenakan biaya pembelian dan penjualan kembali, namun tetap menawarkan pengembalian lebih tinggi dari modal yang kamu keluarkan.

Tersedia berbagai macam aplikasi investasi reksadana berbasis digital yang bisa memudahkan kamu untuk mengakses melalui smartphone. Hal ini tentunya meningkatkan minat masyarakat yang sudah mencukupi umur untuk mendaftar reksadana.

Tingkat imbal hasil atau return yang kamu dapatkan juga cukup lumayan yaitu. sekitar 3-5 % setiap tahun. Namun ini juga tergantung dari performa instrumen investasi yang kamu pilih, kompetensi yang dimiliki manajer investasi, serta perusahaan yang mengelola dana tersebut. Oleh sebab itu, kamu perlu menganalisa sebelum memilih instrumen investasi agar tetap mendapatkan keuntungan sesuai tujuan awal.

Baca Juga:
Apa Itu Reksadana: Definisi, Jenis dan Cara Membelinya
Cara Investasi Reksadana dengan Modal Kecil

Bagaimana Cara Kerja Reksadana Pasar Uang

Berikut ini beberapa cara kerja dari RPU secara umum :

  • Pertama, kamu sebagai investor menyetorkan dana ke manajer investasi.
  • Kemudian manajer investasi membuat portofolio investasi berdasarkan dana yang sudah terkumpul.
  • Portofolio investasi berisi instrumen pasar uang seperti deposito, obligasi yang masa jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun, atau Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
  • Selanjutnya manajer investasi akan mulai mengolah dan menginvestasikan portofolio kamu agar mendapat keuntungan.
  • Lalu investor menerima laporan secara berkala atas performa portofolio investasi yang sedang dalam proses pengelolaan tersebut.

Jika kamu memperhatikan cara kerja di atas, melakukan investasi reksadana pasar uang tidak perlu repot menganalisanya sendiri, semua sudah dikelola oleh manajer investasi.

Baca Juga:
Pengertian Deposito, Tingkat Bunga, Keuntungan dan Kekurangannya
Apa itu SBI
Apa itu Obligasi: Cara kerja, kelebihan dan kekurangannya

Apa Saja Keuntungan Investasi Reksadana Pasar Uang?

Berikut ini beberapa keuntungan reksadana pasar uang yang akan kamu peroleh jika melakukan investasi:

  • Tingkat Resiko Sangat Rendah: Reksadana pasar uang menawarkan resiko investasi untuk para investor yang relatif sangat rendah. Hal ini terjadi karena seluruh alokasi dana akan masuk pada instrumen pasar uang dengan fluktuasi rendah.
  • Stabilnya Return atau Imbal Hasil: Return atau tingkat pengembalian dana yang kamu investasikan umumnya cenderung stabil karena pergerakan instrumen pasar uang tidak bersifat fluktuatif. Hanya terjadi sekitar 3-5% setiap tahun. Reksadana ini juga berpotensi menghasilkan keuntungan lebih besar daripada deposito. Namun imbal hasil tergantung dari total modal yang kamu investasikan.
  • Modal Awal Sangat Kecil: Untuk kamu yang baru memulai investasi mungkin ingin mencoba dari modal kecil. Nah, reksadana ini menjadi pilihan tepat karena kamu cukup memulai dari Rp 50.000 – Rp 100.000, atau bahkan ada yang menawarkannya mulai dari Rp 10.000 saja.
  • Tingkat Likuiditas Tinggi: Dana yang kamu investasikan umumnya bisa cair kapan saja hanya dalam hitungan hari. Hal ini terjadi karena jangka waktu pendek pada instrumen pasar uang, sehingga perusahaan lebih memungkinkan untuk membayar hutang dengan cepat. Kamu juga tidak akan mendapat denda atau penalti ketika mencairkan lebih cepat dana investasi.
  • Bebas Pajak: Return atau imbal hasil yang akan kamu terima sebagai investor sepenuhnya sudah bebas dari pajak sehingga kamu tidak perlu khawatir akan kerugian pajak.
  • Aman dan Diawasi oleh OJK: Pengelolaan reksadana pasar uang sudah terjamin keamanannya karena diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga:
Fluktuasi Adalah: Pengertian dan Penyebabnya
Investor Adalah: Pengertian, Resiko dan Tipsnya Supaya Sukses
Apa Itu Likuiditas, Manfaat dan Jenisnya

Apa Saja Risiko Reksadana Pasar Uang?

Meskipun investasinya tergolong memiliki tingkat risiko yang sangat rendah, namun tetap ada kemungkinan kamu mengalami kerugian atau risiko, seperti berikut ini :

  • Manajer Investasi Kurang Kompeten: Kemungkinan pertama yang perlu kamu waspadai, jika dana investasi tidak dikelola oleh manajer investasi yang berkompeten. Hal ini bisa menyebabkan portofolio investasi kamu tidak menghasilkan keuntungan.
  • Risiko Penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB): Hal ini disebabkan oleh turunnya harga efek portofolio, wanprestasi dari penerbit surat berharga atau bank, perubahan tingkat suku bunga, serta force majeure.
  • Risiko Politik dan Ekonomi: Perubahan kondisi ekonomi dalam suatu negara sangat mempengaruhi keuntungan dalam instrumen pasar uang. Selain itu, perubahan struktur, kebijakan pemerintah yang berdampak pada pihak bisnis maupun investor, akan memberikan dampak berupa hilangnya aset, investasi, pendapatan, maupun kontrol manajerial.
  • Risiko Gagal Bayar: Keterlambatan pembayaran dari pihak penerbit reksadana pasar uang akan mengakibatkan gagalnya penerbit obligasi untuk melunasi hutang.
  • Pemerintah Tidak Menjamin Kerugian: Risiko kerugian investasi reksadana ini tidak terjamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), karena reksadana bukan produk perbankan, melainkan produk pasar modal.
  • Risiko Penutupan: Terdapat kemungkinan reksadana yang kamu pilih untuk investasi memiliki performa yang buruk sehingga akan secara otomatis ditutup oleh pemerintah atau Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga:
Wanprestasi adalah: Pengertian, Unsur, dan Hukumnya
Daftar Manajer Investasi di Indonesia, Mana yang terbaik?
Surat berharga adalah: Pengertian dan Ciri-cirinya
Pengertian Suku Bunga dan Jenis-jenisnya
Pasar Uang adalah: Pengertian, Fungsi dan Macam Instrumennya
Pasar Modal: Pengertian, Sejarah, dan Manfaatnya
Aset adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Perbedaan Reksadana Pasar Uang dan Deposito

Berikut ini perbedaan RPU dan deposito yang perlu kamu ketahui sebelum melakukan investasi :

Reksadana Pasar Uang

Beberapa indikator yang perlu kamu ketahui antara lain :

  • Tingkat keuntungan return atau imbal hasil rata-rata sebesar 5 – 6% per tahun.
  • Pengelolaan dana oleh manajer investasi.
  • Dana bisa cair kapan saja dan paling lambat 7 hari kerja tanpa adanya penalti.
  • Modal awal minimal hanya Rp 50.000 – Rp 100.000.
  • Apabila terjadi kerugian akan ditanggung oleh investor.
  • Adanya pajak sebesar 20% untuk nilai deposito yang jumlahnya lebih dari Rp 7.500.000,-.

Deposito

Beberapa indikator yang menjadi perbedaan deposito dengan reksadana pasar uang antara lain :

  • Tingkat keuntungan return atau imbal hasil rata-rata sebesar 2-3 % setiap tahunnya.
  • Pengelolaan dilakukan oleh bank.
  • Dana tidak bisa cair lebih awal dan akan ada biaya penalti.
  • Modal awal setoran minimal Rp 5.000.000,-.
  • Apabila terjadi kerugian akan menjadi tanggung jawab Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  • Bebas dari pajak karena bukan tergolong objek pajak.

Baca Juga:
Return Adalah: Jenis, Komponen, dan Dampaknya pada Investasi
Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah, Tugas dan Fungsinya

Apakah Kamu Tertarik dengan Investasi Reksadana Pasar Uang?

Jika kamu memang belum mengerti soal investasi dan baru akan memulainya, maka reksadana pasar uang merupakan pilihan yang tepat. Karena jenis investasi ini minim risiko dan memiliki tingkat likuiditas tinggi.

Selain itu, penawaran keuntungannya yang besar tentu menjadi daya tarik tersendiri untuk kamu yang belum pernah mencobanya. Namun sebelum memilih jenis investasi, pastikan produk sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi kamu.

Karena, meskipun reksadana ini sangat rendah kemungkinan ruginya, kamu akan tetap memperoleh kerugian tanpa keuntungan jika tidak berhati-hati dari awal. Carilah sumber referensi untuk mempelajari seputar reksadana melalui artikel maupun YouTube, atau bertanya kepada ahlinya.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
021 50928823
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]