Apa Itu Reksadana: Definisi, Jenis dan Cara Membelinya

Saham dan obligasi memang sudah marak dilakukan akhir-akhir ini. Hal ini karena sudah banyak investor yang berhasil mendapatkan untung banyak dengan waktu singkat. Selain itu, masa-masa pandemic memungkinkan kita untuk menjalani hari dalam rumah. Untuk menambah aktivitas dan produktivitas, kamu dapat mencoba memulai pekerjaan sampingan. Reksadana termasuk salah satu bentuk investasi yang juga populer belakangan ini. Lalu, apa itu reksadana dan jenis serta cara membelinya?

Mengenal Apa itu Reksadana

Mengenal Apa Itu Reksadana?

Seperti yang telah terbilang sebelumnya, reksadana adalah wadah khusus untuk masyarakat yang ingin menjadi pemodal menghimpun atau mengumpulkan dana untuk selanjutnya akan menjadi portofolio efek para manajer investasi yang mengelolanya (UU Pasar Modal No.8 Tahun 1995).

Para manajer tersebut akan mengumpulkan dana dan mengelola dana tersebut dalam investasi-investasi untuk kemudian mendapatkan keuntungan bagi sang pemodal dan manajer itu sendiri.

Singkatnya, dengan kamu melakukan reksadana, kamu akan memberikan uangmu kepada orang lain untuk selanjutnya mereka kelola sehingga kamu tidak perlu memasukkan danamu sendiri.

Tentunya manajer investasi tersebut sudah berpengalaman dan mengerti trik-trik untuk meraih kesuksesan. Selain itu, para manajer investasi ini akan secara berkala memantau pergerakan jarum saham dan melaporkannya pada kamu sang investor modal.

Tentunya untuk kamu yang masih pemula, reksadana menjadi langkah yang tepat untuk memulai investasi tanpa harus susah belajar bagaimana menebak pergerakan saham yang ada. Selain untuk para investor muda, reksadana juga cocok untuk kamu yang tidak memiliki waktu banyak untuk terus menatap pergerakan saham.

Baca Juga: Investor Adalah: Pengertian, Resiko dan Tipsnya Supaya Sukses

Jenis-Jenis Reksadana

Menurut Manajer Investasi, Reksadana sendiri terbagi atas 4 jenis, tergantung pengelolaan dana para pemodal. Tentunya setiap jenis reksadana ini juga memiliki kerugian dan keuntungan tersendiri. Berikut ini adalah jenis-jenis reksadana yang bisa kamu tahu

1. Reksadana Saham

Jenis pertama ini menempatkan reksadana yakni modal untuk saham. Para manajer Investor akan menempatkan dana para pemodal sekurang-kurangnya 80 persen ke dalam perusahaan saham untuk mendapatkan keuntungan.

Sama seperti penempatan para investor saham lainnya, reksadana saham ini juga ada pada high risk high return. Yang mana artinya, kamu bisa mendapatkan untuk banyak dalam waktu cepat, namun tingkat kerugian yang kamu dapat jika tidak sedang beruntung juga akan semakin banyak.

2. Reksadana Pasar Uang

Untuk jenis ini, dana yang kamu masukkan ke dalam reksadana akan terkelola menjadi sebuah investasi pada pasar uang milik Negara. Biasanya, jangka waktu investasi untuk pasar uang adalah kurang lebih setahun.

Para pemodal yang memasukkan dananya pada investasi jenis ini akan berinvestasi pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Deposito berjangka, Surat Berharga Pasar Uang, dsbnya.

Reksadana jenis ini juga hampir tidak memiliki kerugian untuk kamu sebagai pemodal, namun kamu tidak akan mendapatkan untung yang besar dalam reksadana jenis ini.

Baca Juga:
Pengertian Deposito, Tingkat Bunga, Keuntungan dan Kekurangannya
Apa itu SBI

3. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana jenis pendapatan tetap ini hampir sama cara kerjanya dengan reksadana pasar uang karena berinvestasi dengan pendapatan Negara. Namun, yang membedakannya adalah, investasi pendapatan tetap ini akan bertempat pada efek surat utang Negara. Contohnya adalah Surat Utang Negara (SUN) obligasi, dan sukuk dengan minimal 80 persen.

Untuk kamu para pemula yang masih belum berani mengambil resiko terlalu banyak, kamu bisa mencoba reksadana pendapatan tetap ini.

Baca Juga:
Apa itu Obligasi: Cara kerja, kelebihan dan kekurangannya
Mengenal Investasi Sukuk: Definisi, Keuntungan, dan Cara Membeli

4. Reksadana Campuran

Jenis terakhir reksadana adalah reksadana campuran. Nah, pada jenis ini, reksadana adalah modal yang akan tersalur menjadi investasi gabungan antara obligasi dan saham.

Keunggulan Reksadana

Berikut ini adalah keuntungan yang akan kamu dapati jika kamu memasukkan danamu ke dalam reksadana :

1. Para Ahli Dalam Bidangnya Akan Mengelola Dana Milikmu

Seperti yang telah terbilang sebelumnya, cara kerja reksadana yaitu danamu akan dikelola oleh orang lain. Nah, para manajer investasi tersebut sudah terbilang ahli dalam bidangnya hingga memiliki kemampuan lebih untuk menganalisis pergerakan yang ada. Tentunya, pekerjaan mereka adalah mencari cara untuk menguntungkanmu.

2. Investasi Yang Terjangkau

Tidak seperti saham yang mengharuskan kamu menyetor uang dalam jumlah tertentu, berinvestasi pada reksadana tidak mempunyai batas minimum. Dengan modal awal sebesar Rp 100.000 saja, kamu sudah bisa berinvestasi pada pasar modal.

Baca Juga: Cara Menabung Saham yang Menguntungkan untuk Pemula

3.  Resiko Minimal

Karena uangmu akan dikelola oleh para Manajer yang berpengalaman, tentunya kamu akan mendapatkan resiko paling minimal. Namun, hal ini tergantung jenis reksadana apa yang akan kamu masuki.

4.  Transparan

Para manajer investasi secara transparan akan memberitahukan kepada kamu tentang resiko dan biaya yang harus kamu lakukan. Tentunya, semua pilihan tetap ada pada kamu.

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Kekurangan Reksadana

Selain kelebihan reksadana yang ada tersebut, tentunya hal ini tetap memiliki kekurangan. Inilah beberapa kekurangan yang ada pada reksadana :

1. Resiko Likuiditas

Untuk jenis reksadana tertutup, para pemodal tidak akan bisa menjual dana investasi nya kapanpun karena harus bergantung pada permintaan pasar yang ada.

2.  Berkurangnya Nilai Unit

Para manajer investasi yang akan mengelola efek-efek pasar uang tersebut sewaktu-waktu akan mendapat penurunan nilai. Hal ini tentunya akibat dari berpengaruhnya pasar modal terhadap para dana investor.

Contoh dari pasar modal tersebut adalah jatuhnya harga saham, perubahan terhadap suku bunga yang ada, dan resiko emiten. Jika nilai reksadana turun, maka reksadana akan mengalami sebuah fluktuasi terhadap NAB per unit.

Baca Juga:
Pasar Modal: Pengertian, Sejarah, dan Manfaatnya
Mengenal Emiten

3. Mismanajemen dalam Pengelolaan Dana

Jikalau manajer investasi yang kamu pilih kurang baik dalam mengelola dana investasi yang kamu berikan, hal itu akan berdampak buruk pada portofolio efek. Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada setiap unit reksadana akan menurun drastis.

Baca Juga: Apa itu NAB

4. Kamu Akan Kena Biaya Pengelolaan

Tidak seperti saham yang mengharuskan kamu bermain sendiri, Yang reksadana adalah maksud adalah modalmu akan terkelola dengan orang lain. Hal ini tentunya akan mengakibatkan keuntungan yang kamu dapat tidak akan sebanyak keuntungan yang bisa kamu dapat jika bekerja sendiri.

Cara Membeli Reksadana

Jika kamu sudah membulatkan tekad untuk membeli reksadana, inilah yang harus kamu lakukan. Reksadana menjadi sebuah instrumen investasi yang berjalan karena adanya sebuah perusahaan sekuritas, maka dari itu, cara membelinya untuk sekarang ini hanya ada 2 tahap.

  1. Mendatangi Kantor Sekuritas Secara Offline
  2. Membeli reksadana secara online.

Carilah perusahaan yang menawarkan reksadana dan isi formulir pendaftaran diri kamu dengan membawa beberapa persyaratan seperti :

–    KTP

–    NPWP

–    Materai

–    Rekening (Jika Perlu)

Apakah Kamu Tertarik Investasi di Reksadana?

Itulah beberapa hal yang perlu kamu tahu tentang reksadana sebelum kamu menentukan pilihan. Tentunya, sama seperti yang lain, reksadana juga menjadi sebuah wadah yang tidak akan bisa menghindarkan kamu sepenuhnya dari kerugian.

Walaupun para manajer investor sudah berpengalaman pada bidangnya, kamu tetap harus hati-hati dan siap akan resiko. Selamat mencoba dan semoga artikel ini dapat membantumu!

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Siapa yang tidak tertarik melamar pada pekerjaan dengan gaji besar? Salah satu motivasi kerja yaitu […]

News

Dalam peradaban tak hanya kebudayaan, sosial, perekonomian dan teknologi saja yang perlu masyarakat kenal. Melainkan […]

News

Bagi sebagian besar orang, hukum penawaran sudah menjadi makanan sehari-hari. Walaupun begitu masih banyak juga […]

News

Banyak pebisnis eksportir pemula yang gagal karena tidak memahami apa itu embargo. Secara garis besar […]

News

Di era globalisasi ini, bukan tidak mungkin lagi bila para pelaku ekonomi dapat melakukan transaksi […]

News

Pernahkah kamu mendengar kata hibah sebelumnya? Hibah merupakan salah satu istilah yang banyak orang ketahui […]