Apa itu Polis Asuransi, Jenis dan Fungsinya

Banyak yang belum mengetahui apa itu polis asuransi, padahal asuransi merupakan salah satu proteksi penting bagi kesehatan finansial seseorang. Perlu pemahaman dan pertimbangan yang matang sebelum memutuskan untuk memilikinya.

Pemahaman yang kurang, dapat menyebabkan turunnya minat dalam menggunakannya. Oleh karena itu, simak artikel ini untuk mengetahui definisi, jenis, fungsi, dan berbagai istilah dalam polis asuransi.

Mengenal apa itu Polis Asuransi

Apa itu Polis Asuransi

Polis asuransi adalah bukti perjanjian tertulis dari pihak perusahaan asuransi, atau penanggung dengan nasabah yang menggunakan layanan, atau tertanggung. Perjanjian tertulis tersebut menjelaskan semua hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Baca Juga: Pengertian Asuransi: Unsur, Fungsi, dan Jenisnya

Jenis Polis Asuransi

Setelah mengetahui apa itu polis asuransi, berikut ini macam-macam jenisnya, dari yang paling umum, yaitu:

1. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa merupakan program perlindungan untuk keluarga dari kerugian finansial dikarenakan terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap pemegang polis asuransi, misalnya wafat.

Asuransi jenis ini ada yang memiliki kurun waktu tertentu, unit link, seumur hidup, dan dwiguna untuk kamu yang memerlukan jaminan perlindungan diri. Berfungsi sebagai suatu nilai ukur jiwa nasabah yang dapat dicairkan berupa nominal uang jika nasabah meninggal. Orang yang menerima dana tersebut yaitu ahli waris.

Baca Juga:
Asuransi Unit Link
Asuransi Dwiguna

2. Asuransi Kesehatan

Bagi nasabah yang memerlukan proteksi kesehatan, jenis ini dapat sangat membantu. Pihak penanggung dapat mengcover biaya pengobatan, seperti rawat inap di rumah sakit dan rawat jalan.

Tidak hanya itu, dengan memilikinya, nasabah dapat memilih estimasi biaya perawatannya sehingga mendapatkan sesuai dengan kebutuhan.

3. Asuransi Tempat Tinggal

Jenis ketiga, yaitu proteksi tempat tinggal. Pihak penanggung akan memberikan jaminan ganti rugi terhadap kerusakan bangunan dan harta benda yang termasuk dalam persetujuan kedua belah pihak.

Biasanya, pihak penanggung akan mengganti kerugian karena bencana alam, seperti banjir, kebakaran, tindakan pencurian, dan kejadian lainnya sesuai dengan kesepakatan.

4. Kendaraan Bermotor

Jenis polis asuransi selanjutnya yakni jaminan untuk kendaraan bermotor. Jaminan ganti rugi ini berguna untuk kendaraan milik nasabah yang terdaftar. Jika terjadi kerugian, seperti kerusakan atau pencurian, maka nasabah akan mendapatkan ganti rugi.

Ada beberapa jenis proteksi bagi kendaraan bermotor, di antaranya TLO atau Total Loss Only dan all-risk. Sebelum memilihnya, kamu perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi.

Baca Juga: Asuransi Mobil All Risk dan TLO, Apa Bedanya?

5. Polis Perjalanan

Jenis terakhir yaitu proteksi bagi nasabah yang melakukan perjalanan pada kurun waktu tertentu. Asuransi ini akan menanggung ganti rugi bagi kecelakaan atau kerugian yang terjadi selama nasabah melakukan perjalanan dan kembali lagi ke tempat asal.

Isi Polis Asuransi

Sebelum menandatangani perjanjian, kamu perlu memastikan terlebih dahulu isi di dalamnya. Berikut ini isi polis asuransi:

  • Keterangan mengenai jangka waktu penanggungan kerugian nasabah.
  • Macam-macam risiko yang menjadi tanggungan perusahaan asuransi.
  • Berbagai manfaat yang menjadi kesepakatan kedua belah pihak.
  • Metode pembayaran, jangka waktu jatuh tempo, serta jangka waktu yang berlaku sebagai waktu membayar premi.
  • Keterangan kurs dan jenis mata uang, jika pembayaran premi tidak menggunakan mata uang rupiah.
  • Ketentuan dan risiko jika nasabah membayar premi melewati batas jatuh tempo.
  • Penghitungan dividen dan nilai tunai jika kedua belah pihak membutuhkannya.
  • Klausula yang perusahaan, peserta, pemegang polis, atau nasabah gunakan ketika hendak menghentikan penanggungan ganti rugi. Di dalamnya, memuat syarat-syaratnya.
  • Langkah dan tata cara untuk mengajukan klaim, bukti yang mendukung, dan syaratnya.
  • Panduan pembayaran dan penyelesaian klaim.
  • Klausula penyelesaian sengketa, yang di dalamnya ada yurisdiksi serta prosedur baik di dalam atau di luar pengadilan.

Baca Juga: Dividen: Pengertian, Jenis, Cara kerja dan Tipsnya

Fungsi Polis Asuransi

Polis asuransi memiliki fungsi bagi pihak penanggung dan tertanggung. Bagi pihak tertanggung atau nasabah, fungsi polis asuransi diantaranya sebagai berikut:

  • Sebagai bukti tertulis terhadap penjaminan penanggungan untuk macam-macam risiko, serta ganti rugi kepada nasabah, yang mana kerugian tersebut akan tertera dalam perjanjian dan telah disepakati.
  • Menjadi bukti atas pembayaran premi kepada pihak penanggung dari nasabah.
  • Bukti yang bersifat otentik untuk menuntut pihak perusahaan asuransi, jika pada suatu saat lalai dan meninggalkan kewajibannya untuk memenuhi jaminan tanggungannya.

Sementara itu, bagi perusahaan asuransi atau penanggung, fungsi polis asuransi diantaranya:

  • Sebagai tanda terima atau bukti tertulis terhadap premi dari pihak tertanggung atau nasabah.
  • Bukti tertulis terhadap jaminannya kepada nasabah untuk membayar kerugian tertanggung.
  • Menjadi bukti otentik untuk menolak tuntutan penggantian kerugian oleh tertanggung, apabila penyebab kerugian terjadi di luar syarat-syarat yang tertera.

Istilah yang Ada dalam Polis Asuransi

Memahami berbagai istilah dalam polis asuransi sangatlah berguna, agar kamu lebih berhati-hati terhadap polis yang hendak kamu ambil. Berikut beberapa istilah dalam polis asuransi yaitu:

  • Premi: Biaya yang perlu nasabah bayarkan sesuai dengan kesepakatan dengan perusahaan asuransi.
  • Klaim: Tuntutan tertanggung untuk mendapatkan jaminan perlindungan bagi kerugiannya.
  • Klaim Tertunda: Klaim yang perlu perusahaan asuransi bayarkan mengalami penundaan karena berbagai penyebab.
  • Masa Tenggang: Mengacu pada batas jatuh tempo bagi nasabah untuk segera membayar premi sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
  • Uang Pertanggungan: Biaya yang perlu perusahaan asuransi bayarkan berdasarkan klaim yang nasabah ajukan karena risiko finansial, sesuai dengan kesepakatan proteksi.
  • Payor: Nasabah yang memiliki kewajiban untuk membayar premi.
  • Ilustrasi: Perhitungan bayangan tentang manfaat yang perusahaan asuransi tawarkan melalui agennya untuk calon nasabah.
  • Secondary Benefits: Manfaat lainnya yang bisa diterima nasabah, selain manfaat utama.
  • Rider: Mengacu pada tambahan yang dapat nasabah beli untuk melengkapi manfaat pokok dari pihak penanggung. Tetapi, Nasabah tidak dapat membeli rider secara terpisah.
  • Klausul: Pasal-pasal yang bersifat mengikat nasabah dengan pihak penanggung.
  • Biaya Akuisisi: Dana yang muncul akibat dari penerbitan polis asuransi.
  • Biaya Top-Up: Biaya ketika tertanggung melakukan pembayaran premi secara berkala serta premi tunggal.
  • Batas Potong: Mengacu pada biaya yang nasabah tanggung, sebab kurangnya dana yang ditanggung oleh perusahaan asuransi kepada rumah sakit.
  • Cuti Premi: Kondisi ketika tertanggung ingin berhenti membayar premi secara sementara, karena berbagai alasan.
  • Contestable Period: Jangka waktu dari pihak penanggung untuk membatalkan polis.
  • Free-Look Period: Jangka waktu 2 pekan yang bisa calon nasabah manfaatkan untuk membatalkan kerja sama, sebab tidak menyetujui pasal-pasal perusahaan asuransi.
  • Grace Period: Mengacu pada masa tenggang nasabah setelah jatuh tempo tiba. Jika pembayaran tertunda dan melewati tenggat waktu, polis asuransi dapat hangus.
  • Lapse: Premi asuransi telah melewati batas tenggang, serta tidak ada pembayaran lebih lanjut sampai masa efektif, juga berhenti.

Sudah Tahu Apa Itu Polis Asuransi?

Setelah mengetahui apa itu polis asuransi, kamu bisa memanfaatkannya, agar tidak salah sebelum memutuskan menggunakannya. Polis asuransi menjadi hal penting yang perlu kamu pahami agar terhindar dari hal-hal yang bersifat merugikan bagi kesehatan finansialmu.

Perjanjian tertulis ini juga bisa menjadi tabungan dana darurat masa depan yang bisa menolong kamu ketika dibutuhkan. Karena kondisi dunia ke depannya tidak ada yang pernah tahu. Misalnya saja, pandemi yang menyerang seisi dunia selama 2 tahun silam.

Baca Juga:
Dana Darurat Adalah, Manfaat, Tips dan Cara mempersiapkannya
Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Jika memiliki polis asuransi, tentunya kondisi tersebut akan membuat kamu lebih tenang dan tidak panik. Semoga artikel ini membantu!

 

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
021 50928823
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]