Piutang: Pengertian, Jenis, Ciri dan Bedanya dengan Utang

Salah satu istilah yang cukup banyak dibicarakan dalam dunia bisnis yaitu piutang. Piutang menjadi hal yang sangat penting untuk perusahaan perhatikan karena menyangkut keberlangsungan operasional bisnis. Apa itu piutang?

Pengertian piutang adalah

Pengertian Piutang

Piutang merupakan suatu hak pembayaran milik perusahaan terhadap seseorang karena telah menerima produk atau jasa tapi belum membayarnya dengan lunas. Nama lain dari piutang adalah tagihan yang termasuk hak milik yang ada pada orang lain. Untuk lebih jelasnya, berikut pengertiannya menurut beberapa ahli.

1. Soemarso

Menurut Soemarso, tagihan ini lebih pada kebiasaan bagi perusahaan untuk memberikan kelonggaran kepada para pelanggan pada waktu proses penjualan. Kelonggaran tersebut berupa memperbolehkan pelanggan untuk membayar terhadap barang atau jasa di kemudian waktu.

2. Rusdi Akbar

Menurut Rusdi, piutang merupakan semua hak perusahaan terhadap organisasi lain untuk menerima sejumlah barang pada masa yang akan datang. Ini sebagai bentuk akibat dari apa yang terjadi pada masa lalu.

3. Martono dan Harjito

Menurut Martono dan Harjito, piutang dagang atau sering juga disebut dengan account receivable merupakan tagihan perusahaan kepada pelanggan atau pihak lain yang membeli produk perusahaan.

4. Horne

Horne mengartikan hampir sama tentang tagihan yaitu meliputi jumlah uang yang dipinjamkan perusahaan pada pelanggan yang telah membeli barang atau jasa secara kredit.

Jenis-Jenis Piutang

Adapun jenis-jenis piutang antara lain:

1. Piutang Usaha

Piutang usaha atau account receivable merupakan sejumlah pembelian kredit dari pelanggan dan merupakan tagihan terbesar yang perusahaan miliki. Jenis ini timbul sebagai bentuk akibat dari penjualan barang atau jasa dan biasanya akan tertagih dalam waktu 30-60 hari.

Baca Juga: Debit adalah: Definisi dan Perbedaannya dengan Kredit

2. Wesel Tagih

Wesel tagih atau notes receivable merupakan surat formal yang diterbitkan sebagai bentuk pengukuran utang. Waktu tagih wesel antara 60-90 hari dan biasanya mewajibkan pihak yang berutang untuk membayar bunganya.

Nah gabungan dari wesel tagih dan tagihan usaha yang terjadi karena adanya transaksi penjualan ini disebut dengan piutang dagang.

Baca Juga: Wesel Tagih: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya

3. Piutang Lain-Lain

Jenis yang terakhir yaitu piutang lain-lain atau other receivable yang terdiri dari piutang bunga, piutang gaji, uang muka karyawan, dan restitusi pajak. Secara umum jenis ini bukan berasal dari kegiatan operasional perusahaan sehingga jenis ini biasanya terletak pada bagian yang terpisah di neraca keuangan.

Baca Juga:
Apa Itu Restitusi Pajak?
Pengertian Laporan Keuangan, Contoh, Dan Fungsinya Untuk Bisnis

Tidak hanya itu, tagihan juga bisa digolongkan ke dalam beberapa jenis yaitu:

  • Lancar, merupakan tagihan yang pelakunya melakukan pembayaran sesuai dengan perjanjian di awal.
  • Tidak Lancar, merupakan tagihan yang pelakunya membayar melebihi dari waktu yang sudah disepakati di awal, sehingga pihak penjual rugi atas kejadian tersebut.
  • Dihapuskan, merupakan tagihan yang sudah tidak bisa ditagih lagi karena alasan pembeli atau konsumen mengalami kerugian atau bangkrut.
  • Dicadangkan, merupakan tagihan yang sudah disisihkan dari awal untuk menghindarkan dari jumlah tidak tertagih.

Ciri-Ciri Piutang

Adapun ciri-ciri dari piutang antara lain:

1. Ada Nilai Jatuh Tempo

Ciri-ciri tagihan pertama adalah adanya nilai jatuh tempo. Nilai ini merupakan penjumlahan dari nilai transaksi utama kemudian ditambah dengan nilai bunga yang dibebankan untuk dibayarkan pada tanggal jatuh tempo.

Hal ini berasal dari transaksi yang pembeli lakukan secara kredit. Saat melakukan pembayaran kredit, pembeli tidak hanya membayar sejumlah nilai barang tetapi juga bunga karena dia meminta waktu untuk membayar barang tersebut dalam waktu jatuh tempo.

2. Terdapat Bunga yang Berlaku

Sistem piutang juga memiliki ciri yaitu terdapat bunga yang berlaku. Bunga tersebut sebagai bentuk dari konsekuensi pembeli yang meminta waktu pembayaran tertentu untuk melunasi pembayaran lamanya. Hal ini juga sebagai bentuk kompensasi bagi penjual atas periode waktu pelunasan kredit tersebut.

3. Memiliki Konsekuensi Telat Pembayaran

Dalam sistem tagihan juga terdapat konsekuensi jika kamu telat membayar. Hal ini karena tagihan ini juga terkadang sebagai penentu lancar atau tidaknya operasional perusahaan.

Nah, jika perusahaan mengalami kendala operasional, maka bisa-bisa mereka akan merugi. Dalam hal inilah, pemberian konsekuensi ini sebagai bentuk peringatan agar para pelaku tagihan tidak telat dalam melakukan pembayaran.

Perbedaan Utang dan Piutang

Beberapa orang sering terkecoh antara utang dan piutang, bahkan tidak jarang mereka menganggapnya sama. Padahal keduanya berbeda loh! Lalu apa bedanya?

Utang merupakan kewajiban pembayaran atas jasa yang telah kamu terima. Dalam proses pelaporan keuangannya, utang termasuk ke dalam akun kredit saat dibayar dan akun debit saat diterima.

Utang yang kamu bayar dalam jangka waktu kurang dari satu tahun termasuk utang jangka pendek. Sedangkan jika utang yang kamu bayarkan lebih dari satu tahun maka termasuk utang jangka panjang.

Sedangkan, piutang adalah hak pembayaran atas jasa yang sudah perusahaan lakukan. Nah saat perusahaan mengeluarkan tagihan, pencatatannya masuk akun kredit.

Jika tagihan sudah kamu bayar, maka pencatatan akan masuk ke debit. Tidak hanya itu, tagihan juga termasuk dalam aset lancar.

Contoh-Contoh Pernyataan Piutang

Untuk lebih jelasnya mengenai piutang, maka sebaiknya kamu simak juga contoh-contoh pernyataan dalam surat perjanjian hutang piutang berikut.

1. Pernyataan Saldo Akhir Bulan

Pernyataan ini merupakan bentuk pernyataan dalam surat perjanjian hutang piutang berupa jumlah sisa utang yang perlu untuk debitur bayarkan pada periode-periode berikutnya. Tidak hanya sebagai tanda pembayaran tetapi juga sebagai pengingat jumlah sisa utang dan tanggal jatuh tempo utang.

2. Faktur Belum Dibayar

Contoh pernyataan dalam surat perjanjian hutang piutang selanjutnya adalah faktur yang perusahaan keluarkan untuk distributor atau konsumen dengan tagihan dagang. Faktur ini umumnya berisi jumlah barang yang konsumen beli, nominal uang muka, sisa piutang, dan jatuh tempo pelunasan.

3. Saldo Berjalan

Terakhir ada saldo berjalan yang merupakan pernyataan tagihan yang dibuat oleh akuntan khusus bagian internal perusahaan.

Dengan mencantumkan piutang sebagai saldo berjalan, pihak-pihak perusahaan dapat memantau bagaimana progres pelunasan utang, kemudian bisa menggunakannya untuk memperkirakan waktu pelunasan.

Kesimpulan

Piutang merupakan salah satu hal penting yang mempengaruhi operasional perusahaan. Jika kamu memiliki tagihan dalam perusahaan sebaiknya kamu langsung membayarnya, ya. Bagi perusahaan yang utangnya belum tertagih, pihak yang bersangkutan bisa follow up secara berkala. Semoga artikel ini bermanfaat!

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]