Mengetahui Apa Itu Liabilitas, Manfaat, dan Contohnya untuk Perusahaan

Kewajiban atau liabilitas merupakan konsep yang akrab di telinga pemilik bisnis. Hal ini merupakan persyaratan bagi setiap perusahaan untuk memastikan kelancaran kegiatan operasional mereka.

Liability sangat berhubungan terhadap seberapa lancar sebuah perusahaan beroperasi. Selain itu, liability merupakan sebuah risiko yang harus pemilik perusahaan ambil untuk memajukan perusahaannya.

Meski sudah menjadi hal yang lumrah, masih banyak orang yang belum sepenuhnya memahami kewajiban ini. Untuk itu, simak lebih lengkap penjelasannya di bawah ini.

Memahami Pengertian Liabilitas

Apa itu Liabilitas

Menurut Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik atau SAK ETAP (2009), liabilitas adalah utang yang harus dilunasi sebagai akibat dari peristiwa masa lalu.

Perusahaan akan melibatkan diri dalam mengorbankan sumber daya yang akan menguntungkan mereka di masa depan untuk memenuhi atau menyelesaikan kewajiban. Kewajiban juga bisa kamu sebut sebagai pasiva dalam bisnis dan neraca keuangan.

Secara sederhana, liabilitas atau liability (kewajiban) merupakan klaim atau tuntutan-tuntutan terhadap perusahaan oleh pihak ketiga yang merupakan kewajiban keuangan. Kewajiban ini berupa pinjaman atau utang yang harus perusahaan lunasi kepada pihak ketiga. Pihak ketiga inilah yang bisa kamu sebut sebagai kreditur.

Perusahaan sebaiknya mengambil liability jika memang perusahaan tersebut memiliki aset yang sedikit. Hal ini sebagai upaya untuk mendukung keberhasilan pengembangan perusahaan. Sebab, perusahaan akan sangat sulit untuk maju atau berkembang ketika bertahan dengan aset yang sedikit.

Kamu harus mengetahui bahwa liabilitas tidak selalu berbentuk uang tunai. Namun, kewajiban juga dapat berupa produk, layanan, atau jenis keuntungan finansial lainnya.

Kewajiban juga dapat dihasilkan dari berbagai jenis transaksi. Misalnya dari pengalihan aset, koneksi bisnis, dan berbagai transaksi yang dapat menguntungkan perekonomian perusahaan.

Baca Juga: Apa itu Kreditur

Perbedaan Liability dan Beban

Setelah mengetahui apa itu liabilitas, kamu harus mengetahui perbedaannya dengan beban. Beban dan liability sering dianggap sebagai dua hal yang sama. Namun, keduanya sebenarnya sangat berbeda.

Biasanya, liability berbentuk utang dan bermanfaat untuk mendapatkan aset untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Misalnya, perusahaan kamu membeli peralatan produksi yang berguna dalam pembuatan barang. Kemudian, pinjaman perusahaan kamu gunakan untuk melakukan pembayaran. Jadi transaksi tersebut termasuk sebagai liabilitas.

Sedangkan beban adalah pembayaran berkelanjutan untuk item yang berguna untuk menghasilkan pendapatan atau keuntungan tetapi tidak memiliki nilai intrinsik. Biaya yang perusahaan keluarkan untuk membayar iklan dengan tujuan menarik pelanggan adalah salah satu contoh atau gambaran dari beban.

Liabilitas dan beban biasanya terdaftar di bagian yang berbeda dari laporan keuangan. Beban biasanya tercantum pada laporan laba rugi sedangkan liability biasanya tercantum di neraca.

Baca Juga:
Nilai Intrinsik – Pengertian, Jenis dan Contohnya
Pengertian Laporan Keuangan, Contoh, Dan Fungsinya Untuk Bisnis
Laporan Laba Rugi: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Perbedaan Liability dan Leverage

Leverage dalam bisnis mengacu pada bagaimana perusahaan memperoleh aset baru. Ketika kamu memperoleh aset dengan meminjam lewat pinjaman, hal tersebut meningkatkan liabilitas. Jika bisnis memiliki lebih banyak leverage, maka semakin banyak pinjaman yang mereka miliki.

Beberapa liability menguntungkan perusahaan karena mereka meningkatkan aset melalui leverage karena perusahaan perlu menarik dan mempertahankan pelanggan.

Pembagian Liabilitas

Liability biasanya muncul di neraca laporan keuangan yang tertulis pada akhir periode. Ini bertujuan untuk mencari tahu situasi keuangan perusahaan selama periode tersebut. Liability biasanya berada di kolom kanan laporan keuangan di samping catatan ekuitas.

Dalam pelaporan keuangan suatu bisnis perusahaan, kewajiban ini terbagi menjadi dua golongan, yang pertama adalah jangka pendek (current/short term liabilities) dan jangka panjang (long-term debt).

1. Current/Short Term Liabilities

Liabilitas ini bisa kamu sebut juga dengan kewajiban lancar. Current/short term liabilities merupakan kewajiban yang harus segera perusahaan lunasi dalam waktu kurang dari satu tahun. current/short term liabilities terbagi menjadi sebagai berikut:

  • Utang usaha (account payable).
  • Utang gaji (accrued salaries payable).
  • Wesel bayar (notes payable).
  • Utang wesel (notes payable).
  • Utang pajak.

2. Long-Term Debt

Liabilitas jangka panjang yaitu kewajiban berikutnya. Kewajiban jangka panjang menunjukkan bahwa jangka waktu yang diberikan untuk pembayaran kewajiban ini diperkirakan lebih dari satu tahun.

Biasanya, suatu perusahaan mengambil utang ini agar mendapat modal langsung untuk membiayai pembelian aset atau proyek modal baru.

Dalam mengetahui solvabilitas jangka panjang perusahaan, kewajiban ini sangat penting. Oleh karena itu, perusahaan akan mengalami krisis solvabilitas jika belum mampu membayar utang jangka panjangnya pada saat jatuh tempo. Selanjutnya, berikut ini pembagian liabilitas jangka panjang:

  • Utang obligasi.
  • Utang hipotik.
  • Kredit noveltasi.
  • Utang sewa jangka panjang.
  • Utang pemegang saham.
  • Pinjaman bank.
  • Utang sewa dana.
  • Utang subduer.

Baca Juga:
Apa itu Ekuitas, Jenis dan Contohnya
Rasio Solvabilitas: Pengertian, Jenis dan Rumusnya

Cara Analisis Liability

Sehatnya keuangan suatu perusahaan juga dapat kamu tentukan dengan melihat apakah perusahaan tersebut memiliki laporan kewajiban atau tidak. Oleh sebab itu, penulisan dan pencatatan harus kamu lakukan dengan cermat, rapi, dan sistematis. Terdapat dua teknik untuk memeriksa liabilitas dalam bisnis, yakni:

1. Rasio Hutang Terhadap Ekuitas

Cara pertama yakni dengan menggunakan rasio utang terhadap ekuitas atau debt-to-equity ratio. Rasio ini menghitung liabilitas jangka pendek dan jangka panjang dalam akun ekuitas perusahaan.

Kamu harus memastikan rasio utang terhadap ekuitas tidak melebihi 50%. Sebab, pemilik perusahaan harus mengurangi utang jika rasio utang terhadap ekuitas lebih besar dari 50 persen.

2. Rasio Utang Terhadap Aset

Rasio utang terhadap aset ini menghitung proporsi total utang perusahaan (liabilitas jangka panjang dan pendek) terhadap total asetnya. Ketika kamu menggunakan cara ini, kamu harus memperhatikan kuantitas aset perusahaan yang dapat kamu gunakan untuk memenuhi dan membayar kewajiban tersebut.

Karena beberapa aset tidak dapat dijual untuk nilai yang ditampilkan di neraca, maka rasio utang terhadap aset harus lebih rendah dari 50%. Suatu perusahaan kemungkinan besar akan dapat terus beroperasi jika total seluruh asetnya dapat berguna untuk melunasi seluruh utangnya.

Contoh Liabilitas

Adit merupakan karyawan di sebuah perusahaan bernama PT Makmur Sentosa. Pada bulan Juli 2022, Ia mendapatkan gaji sebesar Rp5.000.000, lalu tunjangan anak sebesar Rp500.000, dan tunjangan transportasi sebanyak Rp1.000.000.

Selain itu, PT Makmur Sentosa juga membayar asuransi kecelakaan sebesar Rp200.000, asuransi kematian sejumlah Rp100.000, dan tunjangan hari tua sebesar Rp200.000. Jadi, gaji kotor yang Adit terima dari PT Makmur Sentosa yakni Rp7.000.000.

Kemudian, gaji yang Adit terima mengalami beberapa potongan seperti dana pensiun Rp100.000, zakat sebesar Rp400.000, angsuran rumah ke Bank sebesar Rp1.500.000, dan Pph 21 Rp425.000. Jadi, gaji bersih yang Adit terima adalah Rp4.575.000.

Dari perhitungan di atas, kewajiban yang harus PT Makmur Sentosa bayarkan kepada Adit sebagai liabilitas adalah Rp7.000.000. Ini berlaku selama Adit masih menjadi karyawan dan berkontribusi di PT Makmur Sentosa.

Baca Juga:
Dana pensiun adalah: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Perhitungannya
Cara Perhitungan Pajak Penghasilan (PPH) dan Simulasi Pembayaran

Kesimpulan

Itulah penjelasan mengenai apa itu liabilitas, manfaat, dan contohnya dalam suatu perusahaan. Kesimpulannya, bahwa salah satu hal yang dapat berguna untuk suatu perusahaan adalah liability karena bertujuan mengembangkan usahanya secara optimal.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
021 50928823
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]