Kurator Adalah: Pengertian, Tugas, Syarat, dan Jenisnya

Untuk seseorang yang sering datang ke museum atau pameran lukisan, kemungkinan tidak asing dengan istilah kurator atau curator. Kurator merupakan seseorang yang bertugas untuk memandu, mengawasi, serta menjelaskan pada para pengunjung terkait berbagai karya yang ditampilkan.

Ternyata, kurator bukan hanya di bidang kesenian. Ingin tahu penjelasan selengkapnya? Simak artikel berikut!

Mengenal apa itu Kurator

Apa Itu Kurator?

Arti kurator adalah seorang pengurus di bidang institusi seni atau warisan budaya seperti pameran seni, museum, perpustakaan, dan galeri foto. Istilah ini juga ada yang menggunakannya untuk merujuk pada seseorang yang berkecimpung di bidang hukum. Umumnya orang tersebut akan mendapatkan gelar sebagai kurator kepailitan.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 mengenai Kepailitan dan Penundaan Pembayaran Utang, kurator adalah seseorang yang diangkat oleh pengadilan, dimana tugasnya yaitu mengurus serta membereskan harta para debitur pailit yang berada di bawah pengawasan dari hakim pengawas berdasarkan undang-undang tersebut.

Sementara itu, di bidang pendidikan seorang kurator adalah mereka yang merawat, mengurus, mencatat, menjaga, mensahihkan, serta menafsirkan warisan koleksi.

Warisan koleksi di sini bisa berupa ilmu pengetahuan, karya seni, serta teknologi. Untuk objeknya sendiri bisa dalam bentuk benda yang berwujud maupun koleksi yang nirwujud (tidak berwujud).

Baca Juga:
Pailit adalah: Pengertian, Penyebabnya dan bedanya dengan Bangkrut
Apa itu Debitur

Fungsi Kurator

Untuk seorang curator di bidang seni serta pailit teryata memiliki fungsi yang tidak sama. Untuk memahami fungsi dari masing-masing kurator tersebut, berikut penjelasannya.

1. Fungsinya di Bidang Seni

Adapun fungsi juru tafsir di bidang seni sendiri antara lain:

  • Merancang serta menentukan tema dari sebuah pertunjukkan karya seni.
  • Memberikan pengantar dan pemaknaan pada karya serta benda-benda yang sedang dipamerkan.

2. Fungsinya pada Kepailitan

Sementara itu, fungsi curator dalam urusan ini antara lain:

  • Memiliki fungsi untuk mengurus harta dari para debitur pailit yang ada di bawah pengawasan dari Hakim Pengawas.
  • Menuntaskan harta pailit.

Tugas Kurator

Setiap jabatan atau pekerjaan yang kamu miliki sudah pasti mempunyai tugasnya masing-masing. Hal yang sama dengan para curator yang mempunyai beberapa tugas yang harus mereka jalankan.

1. Tugas di Bidang Seni

Adapun tugas curator seni yaitu

  • Berperan di dalam kegiatan akuisisi karya.
  • Membantu marketing atau pemasaran karya seni untuk memperoleh target pasar yang sesuai.
  • Memberikan saran seputar nilai barang, perawatan, maupun cara menyimpannya
  • Membantu upaya penyebarluasan pengetahuan terkait benda-benda koleksi kepada masyarakat umum
  • Menelusuri serta melakukan penelitian secara mendalam mengenai asal muasal dan autentisitas dari benda-benda yang nantinya menjadi koleksi dari lembaga tempat mereka bekerja.

2. Tugasnya pada Kepailitan

Bagaimana dengan seorang curator pailit? Kamu perlu memahami bahwa tugas kurator tersebut adalah seperti berikut:

  • Mengawasi pengelolaan seputar usaha debitur, pengalihan kekayaan ketika kepailitan, serta pembayaran pada kreditur.
  • Mengawasi kegiatan seputar pengelolaan usaha yang dijalankan debitur.
  • Menyelenggarakan serta mengurus administrasi terkait Kewajiban Pembayaran Utang.
  • Mengurus administrasi seputar proses kepailitan.

Baca Juga: Apa itu Kreditur

Bagaimana Syarat-Syaratnya?

Apakah kamu berkeinginan menjadi seorang curator? Sama dengan pekerjaan pada umumnya yang mengharuskanmu memenuhi persyaratan tertentu, ketika kamu ingin menjadi kurator, maka kamu harus memahami apa saja persyaratannya.

Persyaratan ini tidak semua orang mampu memenuhinya. Mengapa? Karena harus seseorang yang benar-benar memiliki skill atau kemampuan tersebut. Adapun persyaratan untuk bisa menjadi seorang kurator adalah:

  • Mempunyai kemampuan analisis yang baik.
  • Mampu berpikir kritis.
  • Mempunyai kemampuan dalam bernegosiasi.
  • Mempunyai kemampuan komunikasi.
  • Memiliki kemampuan di bidang manajerial.
  • Mampu berbahasa asing

Melihat persyaratan tersebut, pastinya tidak mudah menjadi mereka. Kamu harus mengikuti serangkaian tes sehingga hasilnya membuktikan bahwa kamu memenuhi semua persyaratan tersebut.

Jenis-Jenisnya

Pada saat perusahaan mengalami pailit, maka harus segera menunjuk curator. Namun kurator tersebut harus benar-benar independen serta tidak mempunyai kepentingan apapun baik untuk kreditur maupun debitur.

Selain itu, seorang curator kepailitan tidak boleh sedang menangani kasus dengan perkara yang sama maupun terkait penundaan pembayaran utang sebanyak lebih dari tiga jenis perkara. Adapun, jenis-jenis curator tersebut antara lain:

1. Sementara

Untuk jenis yang pertama, seorang yang bertugas sebagai kurator adalah mereka yang bertugas mencegah debitur dari kemungkinan melakukan berbagai hal yang berpotensi merugikan seluruh harta maupun asetnya.

Ketika terdapat indikasi kepailitan sementara debitur masih belum dinyatakan pailit, curator sementara yang akan mengawasinya sebaik mungkin.

Kurator tersebut juga wajib memastikan seluruh harta serta asetnya dalam kondisi aman. Untuk hal ini, tiga tugas utama kurator adalah:

  • Mengelola usaha debitur yang berpotensi mengalami pailit.
  • Membantu pembayaran ke kreditur.
  • Pengagunan atau pengalihan kekayaan debitur.

Baca Juga: Aset adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

2. Pengurus

Curator juga bisa menjadi pengurus. Pengurus tersebut akan langsung ditunjuk PKPU atau Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Pengurus tersebut akan langsung melaksanakan tugas administrasi PKPU.

Kurator tersebut akan mengumumkan dan mengundang kreditur untuk rapat. Selain itu, pengurus juga harus membantu curator sementara dalam hal pengawasan terhadap debitur sehingga tidak sampai melakukan tindakan yang dapat merugikan aset kekayaannya.

Pengurus tersebut juga harus independen dan tidak boleh memiliki kepentingan baik pada kreditur maupun debitur.

3. Kurator

Ini adalah curator yang sebenarnya. Jika pada curator sementara bekerja sebelum adanya pailit, untuk jenis yang ketiga ini diangkat ketika debitur pailit. Ketika sudah pailit, debitur tersebut tidak memiliki hak untuk menguasai serta mengatur aset atau hartanya.

Itulah mengapa harus ada penunjukan curator dengan hati-hati dan penuh pertimbangan. Nanti mereka tersebut yang akan mengambil alih dalam pengurusan harta maupun aset dari debitur.

Kesimpulan

Itulah pembahasan tentang curator. Jadi, kurator merupakan istilah yang ada di bidang seni dan kepailitan. Keduanya mempunyai tugas yang berbeda sesuai pekerjaan atau bidang yang dijalankannya. Semoga bermanfaat.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]