Apa Itu Cek, Syarat Penggunaan dan Jenis-jenisnya

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika memperoleh sebuah cek, nasabah tidak serta merta langsung dapat menggunakannya.

Untuk bisa menggunakannya terdapat beberapa persyaratan yang wajib terpenuhi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia telah mengatur dan memutuskan aturan yang wajib terpenuhi mengenai cara penggunaannya.

Pahami Apa itu Cek

Apa Itu Cek

Cek atau cheque adalah surat yang dikeluarkan oleh Bank dan dapat digunakan nasabah untuk memerintahkan penarikan sejumlah uang kepada Bank tersebut kepada pihak yang tertulis atau pembawa ceknya.

Dokumen ini penting, karena nasabah yang memilikinya dapat membuat perintah pengambilan sejumlah uang dengan nominal yang tertulis di dalamnya.

Misal, tertulis nominal sebesar Rp 10.000.000, maka nasabah dapat mencairkan dengan jumlah yang sesuai dalam dokumen tersebut. Namun, untuk proses pencairan dana tidak dapat kamu lakukan begitu saja. Terdapat langkah-langkah dalam proses penarikan dana.

Baca Juga: Apa itu Bank Sentral: Definisi, Tugas dan Fungsinya

Syarat Penggunaan Cek

Setelah mengetahui tentang pengertiannya maka pada bagian ini kamu akan mengenali persyaratan dalam menggunakannya. Cek menjadi dokumen penting dan memiliki persyaratan sesuai dengan penetapan Bank Indonesia. Berikut beberapa persyaratan yang harus kamu penuhi dalam proses penggunaannya:

1. Penulisan Nama

Cek merupakan warkat yang penting, maka dalam penulisannya, informasi yang tertera harus jelas terbaca. Syarat dalam menggunakan dokumen ini yaitu menuliskan nama dari pihak yang memberikan atau menerima dana.

Baca Juga: Apa itu Warkat

2. Dokumen dari Nasabah untuk Bank

Adanya cek itu sendiri, cek menjadi dokumen utama. Karena cek merupakan sebuah syarat tertulis dan untuk memerintahkan sebuah bank agar mencairkan dana.

3. Nominal Tertulis

Syarat berikutnya agar kamu dapat menggunakannya yakni tertulisnya nominal dalam dokumen tersebut. Nominal ini wajib tertera karena dokumen ini merupakan sebuah perintah bagi bank untuk melakukan pembayaran.

4. Penulisan Informasi Secara Jelas

Selanjutnya, dalam syarat sah penggunaan cek, tertulisnya informasi dalam surat tersebut. Apa saja informasi yang wajib ada dalam dokumen tersebut? Informasi tersebut mulai dari tanggal hingga tempatnya.

5. Lokasi Pencairan Dana

Pada syarat kelima yang wajib kamu ketahui yaitu dimana lokasi untuk mencairkan dana. Dalam dokumen tersebut akan tertulis lokasi yang dapat kamu datangi untuk melakukan penarikan dana.

6. Adanya Tanda Tangan Basah

Persyaratan terakhir penggunaan cek, yakni terdapat tanda tangan pada dokumen tersebut. Jenis tanda tangan yang tertera wajib tertulis dengan tinta pena atau yang biasa kamu kenali dengan tanda tangan basah. Pihak yang membubuhkan tanda tangan yaitu yang memberikan dokumen tersebut.

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Bagaimana Jika Terdapat Persyaratan yang Tidak Terpenuhi?

Agar dapat menggunakannya secara sah, maka kamu wajib memenuhi persyaratan di atas. Karena dokumen ini merupakan surat penting dan berharga sehingga memiliki syarat yang harus terpenuhi. Namun, bila terdapat syarat yang tidak terpenuhi, maka akan ada beberapa kondisi seperti berikut ini:

1. Persyaratan Formal

Untuk dapat menggunakannya, maka wajib memenuhi persyaratan formal. Hal ini karena jika dokumen tersebut tidak memenuhi syarat maka kamu tidak dapat menggunakannya. Oleh karena itu, perhatikan dengan saksama terkait persyaratan wajib penggunaannya.

2. Lokasi Pembayaran Jika Tidak Tertera dalam Cek

Kondisi kedua yaitu ketika sebuah cek telah memenuhi persyaratan, namun terlewat pada tempat untuk melakukan penarikan dana. Dalam kasus ini, maka terdapat dua solusi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pilihan yang pertama yakni dengan melakukan pembayaran pada lokasi yang tertulis pada sisi bagian samping pihak penarik. Namun, jika tidak tertulis lokasi pembayaran sama sekali maka kamu dapat melakukan pilihan kedua.

Opsi kedua yaitu dengan melakukan penarikan dana melalui Kantor Pusat Bank yang terkait dengan dokumen tersebut.

Baca Juga: Surat berharga adalah: Pengertian dan Ciri-cirinya

Jenis-Jenis Cek

Berikut ini adalah keseluruhan jenis cek yang perlu kamu ketahui agar tidak tertukar saat menggunakannya:

1. Cek Atas Pembawa atau Unjuk

Cheque jenis yang pertama ini merupakan dokumen yang tidak memiliki nama penerima dana. Oleh karena itu, jika jenis cheque ini kamu bawa ke bank terkait, maka pihak bank dapat melakukan proses pencairan dana.

2. Cek Atas Nama

Berbeda dengan jenis sebelumnya, dalam cheque dengan atas nama memiliki ketentuan yang paten. Untuk prosesnya, maka hanya nama yang tertulis pada bagian penerima dana yang dapat melakukan pencairan dana. Pada jenis ini, maka bagian ‘nama penerima’ tidak tercoret dan terisi dengan nama untuk pihak penerima.

3. Cek Kosong

Sesuai dengan namanya, cheque ini merupakan dokumen yang tidak menuliskan jumlah dana yang bisa pihak bank bayarkan.  Jadi, untuk besaran nominal memang sesuai dengan kehendak pemilik dokumen yang akan melakukan pencairan dana.

4. Cek Mundur

Selanjutnya, merupakan cheque yang memiliki tenggat waktu penarikan dana. Pada praktiknya, pemilik dokumen harus memperhatikan tanggal yang tertera dalam surat agar dapat menggunakannya.

Karena jika tenggat waktu yang tertera masih jauh dari tanggal penerimaan, maka kamu belum bisa menggunakannya untuk pencairan dana.

5. Cek Silang

Jenis cheque terakhir yaitu dokumen yang memiliki tanda silang secara tertulis. Apa fungsi dari tanda tersebut? Tanda ini menunjukkan bahwa pencairan dana hanya dapat terproses ke rekening pihak penerima. Jadi, jenis dokumen ini hanya melayani pencairan dana secara non-tunai.

Perubahan Cek

Sebuah cheque dapat berubah asalkan persyaratannya terpenuhi. Cara penulisan perubahan tersebut sesuai dengan peraturan, yaitu memberikan coretan pada tulisan yang akan berubah.

Setelah itu, memberikan tulisan yang baru dan kemudian memberikan tanda tangan di bagian terdekat dari sisi tulisan yang mengalami perubahan.

Masa Berlaku

Selanjutnya, penting untuk kamu ketahui tentang masa berlaku sebuah cek. Kamu pastinya tidak menginginkan dokumen yang kamu pegang sudah tidak dapat terproses untuk pencairan dana bukan? Maka dari itu, perlu untuk memperhatikan masa berlaku dari surat tersebut.

Seperti yang kamu ketahui bahwa penggunaan cheque tidak bisa sembarangan dan memiliki peraturan yang termuat dalam undang-undang. Begitu pula dengan peraturan terkait masa berlakunya.

Untuk lama durasi yang berlaku yaitu 70 hari setelah jadwal penarikan. Sementara itu, untuk jangka habis temponya yakni 6 bulan sejak selesainya masa berlaku

Sudah Pahamkah Kamu Tentang Cek?

Itulah tadi pembahasan singkat mengenai apa itu cek, cara penggunaan, hingga jenis dan masa berlakunya. Semoga kamu bisa memahami lebih dalam lagi tentang cheque, supaya dapat menggunakannya sebagaimana mestinya.

Karena, ada sebagian orang yang masih awam dengan cheque, sehingga sering mengeluhkan kegagalan pada proses pencairan dana. Maka dari itu, kamu perlu untuk teliti lagi sebelum menerima dan mencairkan cek ke bank. Agar cek kamu tidak ditolak oleh pihak bank dan kamu bisa segera mendapatkan uang kamu.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Dalam peradaban tak hanya kebudayaan, sosial, perekonomian dan teknologi saja yang perlu masyarakat kenal. Melainkan […]

News

Bagi sebagian besar orang, hukum penawaran sudah menjadi makanan sehari-hari. Walaupun begitu masih banyak juga […]

News

Banyak pebisnis eksportir pemula yang gagal karena tidak memahami apa itu embargo. Secara garis besar […]

News

Di era globalisasi ini, bukan tidak mungkin lagi bila para pelaku ekonomi dapat melakukan transaksi […]

News

Pernahkah kamu mendengar kata hibah sebelumnya? Hibah merupakan salah satu istilah yang banyak orang ketahui […]

News

Salah satu teori yang penting untuk kamu ketahui bahkan kuasai dalam kehidupan yaitu manajemen risiko. […]