Apa Itu Bunga Majemuk Dalam Investasi, Rumus dan Cara Menghitung

Besaran bunga menjadi hal yang selalu kamu perhatikan saat ingin berinvestasi. Untuk mengetahui dan memperkirakan bagaimana pergerakan uang investasimu nanti, kamu harus memahami istilah yang satu ini terlebih dahulu. Berikut ini merupakan pengertian bunga majemuk beserta rumus menghitungnya yang bisa kamu simak!

Pengertian Bunga Majemuk

Apa Itu Bunga Majemuk
Bunga dalam dunia keuangan sendiri secara umum terbagi menjadi dua jenis. Yang pertama adalah jenis tunggal dan yang kedua adalah jenis majemuk. Nah, dalam artikel kali ini, akan berfokus pada pembahasan terkait apa itu bunga majemuk.

Istilah yang satu itu merupakan salah satu jenis bunga yang besarannya berdasarkan pada modal awal dengan pertumbuhan bunga nya. Ini membuat pertumbuhan dari jenis majemuk ini tidak bisa linear. Kamu juga mungkin lebih familiar dengan istilah bunga yang berbunga pada jenis yang satu ini.

Jenis majemuk ini merupakan jenis yang paling sering kamu temui di berbagai tempat. Salah satunya di tempat untuk kamu berinvestasi. Namun, untuk memastikannya, kamu perlu menanyakan kembali kepada pihak terkait apakah menggunakan jenis majemuk atau tunggal untuk bunganya.

Baca Juga: Apa itu bunga tunggal

Pilihlah yang menggunakan bunga majemuk karena jenis ini bisa menawarkan keuntungan berdasarkan modal awal dan bunga tiap waktunya. Sedangkan bunga tunggal hanya berdasarkan modal awal saja.

Faktor yang Mempengaruhi Bunga Majemuk

Besar kecilnya bunga yang satu ini juga tergantung pada beberapa hal. Nah, berikut ini faktor yang mempengaruhi seberapa besar bunga jenis yang satu ini saat kamu berinvestasi :

1. Frekuensi

Semakin sering kamu menerima bunga setiap tahun secara rutin, maka hasil yang bisa kamu dapatkan nantinya juga akan semakin banyak. Inilah yang membuat frekuensi menjadi salah satu faktor yang bisa mempengaruhi besarnya bunga majemuk yang kamu dapatkan.

Setiap bank menawarkan frekuensi pengembalian bunga yang berbeda-beda. Ada yang memberikan bunga setiap satu tahun sekali, satu tahun empat kali, dan lain sebagainya. Untuk itu, pastikan kembali kepada pihak bank berapa frekuensi pengembalian bunga yang kamu terima nantinya.

2. Bunga

Kemudian faktor yang lain yang sudah pasti akan mempengaruhi besar kecil bunga yang kamu dapatkan adalah besaran persentase bunga itu sendiri. Semakin besar persentase bunga yang mereka tawarkan, maka semakin besar pula bunga yang akan kamu dapatkan nantinya.

Apalagi dalam hal ini, bunga majemuk merupakan bunga yang berbunga. Jadi, bunga yang kamu dapatkan dari persentase tersebut akan terhitung sebagai uangmu sehingga untuk persentase yang berikutnya akan menjadi semakin besar lagi.

3. Rentang Waktu

Investasi memang merupakan strategi pengelolaan keuangan untuk rencana jangka panjang yang sangat bagus. Untuk itu, semakin lama waktu yang kamu habiskan untuk berinvestasi, maka bunga majemuk yang kamu dapatkan juga akan semakin banyak nantinya.

Jadi, jangan sampai kamu mengambil dana investasimu ini sebelum target yang sudah kamu tentukan sebelumnya. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan besaran bunga yang semakin besar.

Baca Juga: Investasi Jangka Panjang: Pengertian, Tujuan, Resiko dan Jenisnya

Rumus Bunga Majemuk

Sebelumnya sudah ada pembahasan terkait faktor apa saja yang mempengaruhi besaran dari bunga ini. Meskipun sudah mengetahui hal itu, sayangnya kamu masih belum menguasai bagaimana cara menghitungnya. Untuk itu, berikut ini terdapat rumus untuk menghitung bunga majemuk.

A = P ((1 + r)/n)nt

Keterangan :

A     = merupakan nilai uang milik kamu di masa depan nanti.

P     = merupakan modal awal yang kamu setorkan.

r     = merupakan besaran bagian bunga yang kamu dapatkan dari investasi.

n    = merupakan banyak periode dari bunga milik kamu.

t    = merupakan lama waktu yang kamu habiskan dalam berinvestasi.

Agar kamu lebih mudah dalam memahami penggunaan rumus bunga majemuk itu, berikut ini terdapat contoh kasus dalam investasi.

Misalnya kamu berinvestasi selama 10 tahun dengan dana sebesar satu juta dengan pengembalian bunga majemuk sebesar 5% setiap tahunnya. Dari sini, kamu bisa mengetahui data seperti berikut ini :

P     = 1.000.000 (modal awal)

r     = 5% (bunga)

n    = 1 (frekuensi)

t    = 10 (lama waktu)

Kemudian kamu bisa memasukkannya ke dalam rumus bunga majemuk sehingga menjadi A = 1.000.000 ((1 + 5%)/1)1.10. Sehingga dana setelah 10 tahun yang bisa kamu dapatkan adalah sebesar Rp.1.628.895 atau kamu akan mendapat total bunga majemuk sekitar 600 ribuan setelah 10 tahun.

Baca Juga: Investasi Online: Pengertian, Jenis, Contoh dan Tipsnya

Aturan 72 dalam Bunga Majemuk

Selain rumus bunga majemuk, sebenarnya ada rumus lain yang juga berguna dalam perhitungan investasi ini. Namanya adalah aturan 72. Aturan ini tidak bisa kamu gunakan untuk menghitung seberapa besar bunga yang kamu dapatkan.

Kamu bisa menggunakan aturan 72 ini hanya untuk memperkirakan seberapa lama waktu yang kamu perlukan agar uangmu bisa menjadi dua kali lipat dari modal awalnya.

Rumus aturan 72 adalah sebagai berikut :

72/r = Y

Keterangan :

r    = merupakan persentase bunga.

Y    = lama waktu yang kamu perlukan agar modal awal berlipat ganda.

Contoh kasusnya adalah ketika kamu ingin menghitung seberapa lama waktu yang kamu butuhkan agar investasi menjadi berlipat ganda pada bank yang menawarkan bunga sebesar 5%, maka kamu bisa menggunakan rumus di atas.

Masukkan saja bunga tersebut kedalam rumus sehingga menjadi 72/5% = Y. Kemudian hitunglah hasilnya sehingga kamu mendapatkan 14,4 yang kamu simpan pada variabel Y di rumus. Nah, 14,4 itu merupakan waktu yang kamu perlukan, yaitu 14,4 tahun lamanya.

Menghitung Bunga Majemuk dengan Excel

Kesulitan menghitung manual? Gunakanlah Excel untuk menghitung bunga majemuk dari investasi mu.

Caranya mudah, pertama, kamu perlu menuliskan modal awal mu. Misalnya modal awal tersebut kamu tuliskan pada A1. Kemudian jika bunganya adalah 5% kamu hanya perlu mengalikan modal awal dengan 1 + 5% atau 1,05 dan meletakkannya pada A2 sehingga A2 berisi =A1*1.05.

Kemudian drag saja ke bawah sehingga rumus otomatis diterapkan di setiap barisnya. Drag ke bawah sesuai dengan berapa tahun lama waktu yang kamu inginkan untuk berinvestasi. Dengan begitu, kamu bisa menghitungnya dengan sangat cepat.

Keuntungan dan Kerugian Bunga Majemuk Bagi Investor

Kurang lebih seperti itulah jenis bunga majemuk ini. Nah, sebenarnya terdapat beberapa keuntungan dan juga kerugian dari bunga yang satu ini. Keuntungannya adalah kamu bisa memiliki uang yang terus saja bertambah setiap waktu. Kamu bisa mengamankan kondisi keuanganmu di masa depan.

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Sedangkan kerugiannya akan kamu rasakan saat kamu tidak memperkirakan resikonya. Penempatan dana investasi memerlukan pertimbangan yang kuat dan tidak bisa sembarangan. Saat berinvestasi sembarangan, dana milik kamu bukannya bertambah tapi malah bisa saja menjadi semakin berkurang.

Untuk itu, pastikan profil risiko kamu sendiri terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi peluang terjadinya kerugian bunga majemuk ini pada dana yang kamu investasikan untuk masa depan.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Di Indonesia, badan usaha ada bermacam-macam jenisnya. Salah satunya yang masih bertahan adalah koperasi. Mohammad […]

News

Pada jaman sekarang semakin banyak orang yang tertarik untuk menggunakan deposito. Namun tahukah kalian apa […]

News

Dalam dunia bisnis, terjadinya persaingan adalah salah satu hal yang semakin ketat dan meningkat secara […]

News

Menjadi warga Negara yang baik berarti selalu menuruti peraturan-peraturan yang ada pada Negara tempat dimana […]

News

Warga Indonesia yang memenuhi syarat wajib pajak memiliki kewajiban untuk lapor pajak. Dalam Ketentuan Umum […]

News

Dalam bekerja terdapat surat perjanjian kerja yang harus ditandatangani oleh karyawan saat proses penerimaan. Untuk […]