Apa itu Akuntabilitas, Prinsip, Jenis, dan Penerapannya

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas secara luas sangat menyiratkan ketersediaan pada penilaian kinerja para anggotanya. Namun apakah kamu tahu apa itu akuntabilitas dan penerapannya pada sebuah bisnis?

Akuntabilitas adalah

Apa itu Akuntabilitas?

Kata akuntabilitas sendiri berasal dari Accomptare (mempertanggungjawabkan) dalam bahasa Latin, yang memiliki kata dasar Computare (memperhitungkan) dan Putare (mengadakan perhitungan).

Istilah ini memiliki sejarah panjang hingga akhirnya menjurus kepada pemerintahan dan juga sistem pertanggungjawaban keuangan.

Secara garis besar, arti akuntabilitas adalah istilah untuk pengelolaan sebuah organisasi atau lembaga, yang berkaitan dengan transparansi kinerja dalam mempertanggungjawabkan kinerja para pemangku kekuasaan.

Dalam bidang keilmuan, organisasi yang akuntabel memiliki kemampuan untuk menjelaskan kondisi organisasi yang kamu jalankan.

Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa cakupan dari pertanggungjawaban ini cukup luas dan hampir mencakup seluruh kegiatan sebuah organisasi atau lembaga. Sebut saja aktivitas, tindakan, kondisi, kebijakan, keputusan, produk, dan tentu saja perputaran administrasi dalam perusahaan tersebut.

Fokus atau ruang lingkup dari akuntabilitas seharusnya lebih kepada kewajiban melaporkan, menjelaskan, dan mempertanggungjawabkan kegiatan usahanya. Hal ini bertujuan untuk keamanan dan kelancaran bersama, demi mencapai tujuan dengan persentase keberhasilan dan keamanan yang lebih tinggi.

Dengan mendalami arti akuntabilitas dengan benar, sebagai pelaku usaha kamu bisa memberikan pertanggungjawaban yang sebenar-benarnya kepada pihak yang bersangkutan. Dengan begitu fungsi pemantauan terhadap jalannya bisnis dapat lebih terkontrol dengan progres yang tepat untuk mencapai tujuan sebuah kegiatan.

Jadi, jika kamu persempit pemahaman lebih dalam lagi, maka kamu akan menemukan bahwa kegiatan ini menjadi sebuah jaminan pertanggungjawaban dari evaluasi kinerja dan perilaku. Hal ini mengacu pada berbagai aspek yang menjadi tanggung jawab para stakeholder dalam sebuah organisasi maupun bisnis.

Prinsip Dasar Akuntabilitas

Jika kamu menjadi bagian dari sebuah sistem, ada baiknya kamu mempelajari apa itu akuntabilitas, maka ada beberapa prinsip dasar yang harus kamu pelajari terlebih dahulu. Berikut beberapa prinsip yang harus kamu pelajari untuk membuat sistem yang tepat:

1. Seluruh Anggota Memiliki Tanggung Jawab Atas Tugasnya

Prinsip pertama pastinya rasa tanggung jawab yang sama untuk menjalankan visi, misi, dan komitmen untuk kemajuan bersama. Seluruh anggota wajib mempertanggungjawabkan apa yang menjadi tugasnya dengan bersikap akuntabel pada setiap lini atau divisi perusahaan.

Baca Juga:
Pengertian Visi Misi: Perbedaan, Fungsi, dan Manfaatnya
Inilah arti Komitmen
Memahami Struktur Organisasi Perusahaan, Fungsi dan Contohnya

2. Akuntabilitas Membutuhkan Sistem Manajemen

Prinsip kedua yaitu usaha sebuah organisasi atau lembaga dengan membuat sistem manajemen yang berfokus untuk mewujudkan lingkungan yang akuntabel. Pasalnya, manajemen ini berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan maupun perjanjian kerja dari perusahaan tersebut.

3. Memiliki Tujuan dan Orientasi yang Jelas

Accountability merupakan sebuah pertanggungjawaban atas seluruh tindakan dan kegiatan pekerja. Oleh karena itu, seluruh orang yang terlibat tidak bisa asal dalam melakukan sesuatu. Pasalnya harus ada orientasi dan tujuan yang jelas, beberapa poin seperti visi, misi, dan target bisa menjadi penentu dan pedoman terbaiknya.

4. Akuntabilitas terkait Presentasi dan Transparansi

Setiap orang yang memegang sebuah tanggung jawab, harus bisa menunjukkan pencapaian target yang diperoleh. Selain itu laporan yang tersaji harus bersifat detail, terperinci dan transparansi, serta dapat dipertanggungjawabkan.

5. Memiliki Attitude yang Mencerminkan Nilai Accountability

Sebagai pelaku usaha dan seluruh orang yang terlibat memiliki attitude yang baik dan mencerminkan nilai akuntabilitas adalah sebuah keharusan. Beberapa attitude seperti kejujuran yang mengacu pada transparansi, objektif dan aktif yang mengacu pada inovatif, serta etos kerja yang menggebu-gebu.

Jenis-Jenisnya

Jika kamu pelajari secara gamblang, akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban dari sebuah sistem atas pekerjaannya. Dari sini terdapat sebuah pendapat bahwa hal ini dapat berubah tergantung sektor dari sistem yang menerapkannya.

Berikut beberapa jenis pertanggungjawaban yang wajib kamu pelajari, antara lain:

1. Pertanggungjawaban Perusahaan

Jenis pertama pastinya sangat dekat dengan kamu yang menjalankan sebuah perusahaan. Pasalnya, akuntabilitas sangat berhubungan dengan angka. Fokusnya yaitu kewajiban dari perusahaan publik untuk menerbitkan laporan keuangan triwulanan dan tahunan yang lengkap dan terperinci.

Hal ini mengharuskan akuntan perusahaan untuk bertindak kooperatif dan bertanggung jawab, karena kamu akan menjadi narasumber atas pertanggungjawaban hukum dari data tersebut. Tanggung jawabnya menjadi integritas dan keakuratan laporan keuangan perusahaan tersebut.

Auditor independen menjadi badan atau petugas yang akan menelaah laporan keuangan perusahaan tersebut, sehingga terjadi keyakinan publik yang memadai terhadap keabsahan laporan keuangan tersebut. Tujuannya menghindari tindak kriminal atau kecurangan atas penyajian laporan tersebut.

Baca Juga:
Pengertian Laporan Keuangan, Contoh, Dan Fungsinya Untuk Bisnis
Apa itu Laporan Laba Rugi, Elemen, Cara Membuat dan Contohnya

2. Pertanggungjawaban Politik

Pada jenis kedua ada pertanggungjawaban politik yang pastinya ada kaitannya dengan kontribusi politik.

Selain itu, fokusnya juga merembet pada bagaimana kandidat menggunakan sumber dayanya. Salah satu jenis ini yaitu penerbitan peringkat indeks tahunan atas kebijakan, pengungkapan, dan pengawasan perusahaan publik besar.

Aspek yang diawasi merupakan sumbangan perusahaan tersebut dalam tujuan politik maupun kandidat. Ruang lingkup ini memberikan peraturan lebih ketat daripada pertanggungjawaban perusahaan. Perlu pasukan regulator dan pengawas swasta yang bekerja untuk memastikan perusahaan melaporkan kegiatan dengan benar

3. Pertanggungjawaban Pemerintahan

Selain perusahaan publik, pemerintah juga menjadi salah satu sistem yang harus menerapkan lingkungan kerja yang sehat. Pasalnya ukuran pertanggungjawaban pemerintah berdasarkan beberapa faktor penting, seperti beberapa faktor ini:

  • Sistem peradilan politik yang bebas dan adil.
  • Perlindungan hak asasi manusia bagi seluruh rakyatnya.
  • Kondisi masyarakat sipil yang dinamis.
  • Tingkat kepercayaan publik yang tinggi pada aparatur negara, pengadilan, dan reformasi sektor keamanan.

Pemerintah harus dapat melindungi warganya dengan pelaporan serta sistem pemerintah yang jelas. Pertanggungjawaban ini mengharuskan pemerintah untuk bisa mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan melalui audit yang hasilnya menjadi aset publik dalam pelaporan perilaku tidak pantas di dalamnya.

4. Pertanggungjawaban Media atau Pers

Media selaku penyebar informasi pastinya memiliki akuntabilitas dan etika dalam penyebaran informasinya. Bahkan mengharuskan adanya sejumlah pengawasan internal maupun eksternal. Hal ini bertujuan untuk menghindari penyebaran hoax maupun perusakan karakter atau image individu maupun kelompok.

Hal ini mengacu pada media informasi publik seperti media elektronik maupun konvensional. Namun accountability ini sendiri masih sedikit rancu di Indonesia, mengingat penggunaan media sosial juga bisa diartikan sebagai media berita. Bedanya  yaitu seluruh pengguna bisa menjadi penerbit atau media.

5. Pertanggungjawaban Profesional

Secara teori pertanggungjawaban ini lebih mengacu pada bagaimana pelaksanaan kinerja dan tindakan yang kamu lakukan. Selaku pelaksana kegiatan atau aktivitas profesional, maka akan menekankan aspek kualitas dan pelayanan dari hasil kerja yang kamu lakukan.

Contoh Akuntabilitas

Secara garis besar beberapa contoh accountability sudah sangat sering kamu temui setiap harinya, entah dalam keadaan sadar maupun tidak. Berikut beberapa contohnya:

1. Pertanggungjawaban dalam Sebuah Bisnis

Seperti yang kamu pelajari sebelumnya, bahwa setiap perusahaan publik wajib membuat pertanggungjawaban yang jelas. Namun apakah kamu tahu apa saja yang jadi cakupannya? Berikut beberapa contohnya:

  • Divisi marketing wajib membuat laporan penjualan produk, laba rugi, dan lain sejenisnya.
  • Divisi customer service bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik, tata bahasa, serta pengetahuan produk untuk meningkatkan minat beli pelanggan.
  • Tim produksi yang bertanggung jawab membuat produk mentah hingga jadi, serta memberikan laporan tertulis terkait penggunaan stok bahan serta anggaran pengadaannya
  • Dan masih banyak lagi.

2. Pertanggungjawaban dalam Politik

Selain kebutuhan pribadi, seluruh pengeluaran dengan tujuan politik juga harus bisa kamu pertanggungjawabkan. Akuntabilitas ini biasanya adalah kepentingan para stakeholder maupun ajang kerjasama politik dengan suatu bisnis. Berikut contohnya:

  • Sumbangan dana untuk sebuah kampanye, baik untuk kepentingan pribadi maupun bisnis yang menggunakan dana pribadi maupun bisnis.
  • Kegiatan produksi untuk kepentingan politik.
  • Pembuatan laporan penggunaan anggaran.
  • Dan beberapa contoh lainnya.

3. Pertanggungjawaban oleh Pemerintahan

Yang tidak kalah penting pastinya adalah bentuk pertanggungjawaban dari pemerintahan. Pasalnya, selaku pengelola sebuah negara ada kewajiban tersendiri untuk tujuan mensejahterakan rakyat. Terutama tanggung jawabnya pada beberapa hal yang bersangkutan langsung dengan rakyat.

Dalam praktiknya, akuntabilitas merupakan sebuah wujud kontribusi pemerintah dalam menciptakan negara yang kondusif dan sejahtera. Hal ini mengacu pada upaya pemerataan ekonomi dan mewujudkan cita-cita bangsa. Contoh penerapannya seperti:

  • Penanganan covid 19 pada setiap sektor.
  • Pertanggungjawaban keuangan pembangunan jalan dan sarana prasarana publik.
  • Transparansi penggunaan dana pajak.
  • Mewujudkan rancangan peraturan perundang-undangan dengan tujuan kesejahteraan rakyat dan negara.
  • Dan beberapa contoh lainnya.

Kesimpulan

Dari pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas adalah wujud tanggung jawab seluruh anggota yang tergabung dalam sebuah sistem. Dengan adanya accountability, seseorang dapat mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka kerjakan, terutama yang bersangkutan dalam hal keuangan sebuah sistem.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]

News

Menghitung laba dan rugi menjadi kegiatan mutlak dilakukan oleh perusahaan atau pelaku usaha. Kegiatan ini […]