Akuisisi: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

Bagi segelintir orang, akuisisi merupakan istilah yang mungkin sangat asing didengar. Namun, tidak demikian bagi orang-orang yang terjun sebagai pelaku bisnis. Istilah ini memang memiliki hubungan keterkaitan yang sangat erat antara bisnis, perekonomian, dan juga keuangan secara keseluruhan.

Hal ini karena, arti akuisisi merupakan sebuah langkah yang perlu dilakukan oleh para pelaku bisnis guna mempertahankan serta mengembangkan bisnis atau usahanya. Jadi, pada kesempatan kali ini, mari simak penjelasan tentang apa itu akuisisi secara lengkap beserta tujuan dan contohnya.

Pengertian akuisisi adalah

Apa Itu Akuisisi?

Secara garis besar, akuisisi (acquisition) adalah suatu aktivitas pembelian sebagian besar atau bahkan secara menyeluruh terhadap saham suatu perusahaan atau aset yang terdapat di dalamnya. Singkatnya, acquisition merupakan pemindahan kepemilikan perusahaan ataupun suatu aset.

Dengan melakukan tindakan ini, pembeli (atau yang lebih populer dengan sebutan acquirer) yang akan mengambil alih kendali atas seluruh aset serta omset dari perusahaan tersebut.

Selain itu, langkah ini biasanya merupakan tindakan yang dilakukan oleh perusahaan startup dengan skala yang kecil agar dapat mempertahankan serta mengembangkan usahanya. Bahkan, upaya ini juga merupakan suatu bentuk inovasi bisnis agar seluruh operasional perusahaan bisa berjalan lebih optimal.

Namun dalam beberapa kasus, perusahaan dengan skala besar juga kerap melakukan langkah akuisisi ini. Jadi, arti akuisisi ini bisa dikatakan juga sebagai bentuk kerja sama perusahaan dengan menerapkan metode pembagian saham sesuai dengan ketentuan perjanjian yang berlaku dalam hitam di atas putih.

Baca Juga:
Apa Itu Saham: Definisi, Jenis, dan Cara Membelinya
Aset adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Tujuan Akuisisi

Setelah membahas dan memahami tentang akuisisi merupakan salah satu langkah bisnis, kamu tentu penasaran apa tujuan dari tindakan penjualan aset perusahaan ini. Berikut beberapa tujuan dari kegiatan pengambilalihan tersebut:

1. Strategi Perkembangan Bisnis

Tidak jarang sebetulnya sebuah bisnis memiliki harapan peluang yang bagus tetapi mengalami kesulitan untuk berkembang. Salah satu faktor utamanya yakni keterbatasan pada sumber daya.

Dalam situasi tersebut, langkah acquisition sering kali menjadi pilihan sebagai solusi guna perkembangan bisnis atau usaha tertentu. Pada umumnya, perusahaan yang sering diakuisisi ini merupakan perusahaan pemula dan bisnis dengan skala kecil tetapi mempunyai prospek tajam kedepannya.

Jadi, atas dasar prospek dan peluang besar inilah si pemilik perusahaan biasanya akan menjual saham perusahaannya tersebut agar kedepannya bisnis atau usahanya bisa lebih berkembang lagi.

2. Memperluas Bisnis

Selain untuk perkembangan bisnis, para pelaku bisnis juga bakal tertarik untuk memperluas jangkauan usahanya jika memiliki sebuah peluang. Akuisisi menjadi salah satu langkah termudah dan tercepat guna memperluas ekspansi bisnis ke kancah yang lebih tinggi, seperti internasional contohnya.

Kamu hanya perlu membeli saham atau aset dari perusahaan di negara yang ingin kamu jadikan target perluasan bisnis ini. Setelah melakukan pembelian saham, kamu tidak perlu lagi melakukan proses recruitment karyawan, branding, ataupun merancang kepemilikan aset lain guna memenuhi keperluan operasional bisnis.

Baca Juga: Pengertian Branding Adalah

3. Memperkecil Persaingan Bisnis

Saat ini, di Indonesia terdapat jutaan perusahaan dan bisnis dengan berbagai jenis industri yang melakukan persaingan satu sama lain. Hal ini tentu akan memperkecil peluang bagi bisnis kamu untuk dapat berkembang dan maju, apalagi jika bisnis tersebut masih terbilang startup dalam skala kecil.

Dengan adanya tindakan penjualan saham, bisnis kamu sama saja telah melakukan kerjasama dengan si pembeli saham perusahaan tersebut. Hal ini tentu akan mempersempit peluang persaingan bisnis.

Selain itu, hal ini juga membuka peluang bagi bisnis kamu untuk mengasah senjata dan strategi guna melakukan invasi pasar agar bisnis kamu menjadi yang terbaik di kelasnya.

Baca Juga: Mengenal Bisnis Startup: Peluang dan Tips untuk Memulainya

4. Memperkuat Bisnis

Tujuan terakhir dari langkah akuisisi yaitu sebagai sarana untuk memperkuat bisnis. Dengan pengambilalihan perusahaan dan kerjasama berskala besar, tentu akan menghasilkan bisnis baru yang lebih kuat.

Tak hanya itu, dengan proses kerjasama antar perusahaan ini juga membuka peluang untuk penambahan armada dalam bidang tertentu. Penambahan armada ini nantinya yang akan memperkuat divisi kerja perusahaan dengan inovasi dan kreativitas yang baru.

Jenis-Jenis Akuisisi Beserta Contohnya

Pada penerapannya, akuisisi memiliki beberapa jenis yang perlu kamu ketahui. Berikut ini jenis-jenis akuisisi:

1. Akuisisi Aset

Jenis pengambilalihan perusahaan ini biasa dilakukan pada perusahaan yang terancam mengalami kebangkrutan. Acquirer secara langsung akan mengambil kendali aset perusahaan melalui proses lelang dan telah melewati proses likuidasi atau perencanaan penjualan perusahaan.

Dalam hal ini, penjual aset harus bisa menguatkan keyakinan kepada si pemilik saham agar memberi izin untuk pengalihan aset agar perusahaan tersebut selamat dari ancaman kebangkrutan.

Contoh jenis ini seperti pembelian aset kepemilikan perusahaan provider kartu sim Axis kepada PT. XL Axiata. Pada kasus ini, pihak perusahaan Axis Group hampir mengalami kebangkrutan hingga akhirnya melelang aset perusahaan dan menjadi bagian dari PT. XL Axiata.

Baca Juga:
Pailit adalah: Pengertian, Penyebabnya dan bedanya dengan Bangkrut
Likuidasi adalah: Pengertian, Jenis dan Contohnya

2. Pengambilalihan Saham

Pada jenis ini, perusahaan hanya akan menjual saham perusahaannya baik sebagian, maupun secara keseluruhan.

Berbeda dengan penjualan aset, pengambilalihan saham akuisisi merupakan jenis yang biasanya digunakan untuk pengembangan bisnis dan bentuk kerjasama perusahaan dengan perorangan atau perusahaan lain yang terkait.

Contoh akuisisi pengambilan saham misalnya pengambilalihan saham PT. Alfamidi Tbk yang menjual sebagian sahamnya kepada PT. Alfamart Tbk.

3. Kerjasama Horizontal

Kerjasama Horizontal merupakan jenis pengambilalihan aset perusahaan yang bertujuan memperkecil ruang dalam persaingan bisnis. Biasanya, jenis ini sering terjadi pada perusahaan dengan jenis industri yang sama sebagai bentuk kerjasama skala besar guna menciptakan suatu produk besar.

Contoh kerjasama horizontal antara lain seperti kerjasama PT. Dumex Alpharma dengan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat Actavis Group. Kemudian, PT. Dumex Alpharma merubah nama menjadi Actavis Group dengan pembagian saham 50 banding 50.

 4. Kerjasama Vertikal

Jika dalam jenis kerjasama horizontal kedua perusahaan berada dalam jenis industri yang sama, maka pada jenis vertikal ini memiliki sedikit perbedaan.

Perbedaan tersebut yaitu dua belah pihak perusahaan yang bekerja sama ini tidak bergerak dalam industri yang sama, namun memiliki keterkaitan terhadap satu sama lainnya.

Contohnya seperti kerjasama antara perusahaan busana dengan perusahaan penghasil bahan kain katun, dan sejenisnya.

5. Akuisisi Skala Besar

Jenis terakhir dari akuisisi yakni kerjasama atau pembelian saham serta aset bisnis dalam skala yang sangat besar.

Pembelian ini tidak memiliki faktor kebangkrutan perusahaan, namun terjadi karena ada seorang pebisnis dengan tingkat kekayaan tinggi yang berminat untuk membeli aset saham perusahaan secara keseluruhan.

Selain itu, proses pembelian ini biasanya tidak memiliki unsur kerjasama perusahaan. Namun, lebih ke arah pembelian secara total terhadap perusahaan tersebut.

Sebagai contoh, Raffi Ahmad yang membeli saham dan aset perusahaan yang dimiliki oleh klub sepak bola Persik Kediri secara keseluruhan. Kemudian, ia merubah nama perusahaan dan struktur yang terdapat di dalam manajemennya.

Penutup

Sekian pembahasan tentang apa itu akuisisi secara lengkap. Pada intinya, acquisition merupakan sebuah tindakan yang perlu diambil perusahaan untuk perkembangan bisnis. Selain itu, kerjasama perusahaan juga memiliki arti akuisisi yang juga bermanfaat bagi pertumbuhan bisnis.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]