Agunan Adalah: Pahami Definisi, Fungsi, Jenis, Nilai, dan Contohnya

Ketika kamu berniat mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan, kamu pasti mendapat pertanyaan terkait agunan. Agunan merupakan sumber daya yang bernilai ekonomi sebagai jaminan untuk mengajukan kredit.

Umumnya, pengajuan kredit ini dilakukan oleh pengusaha untuk meningkatkan produktivitas usahanya. Kendatipun tawaran KTA (Kredit Tanpa Agunan) marak di tahun-tahun belakangan ini, hal tersebut tidak menyurutkan peminat kredit dengan jaminan.

Alasannya pun beragam mulai dari plafon kredit tinggi, suku bunga rendah, sampai tenor panjang. Oleh karena itu, risiko pasca kredit bisa lebih rendah.

Pengertian Agunan Adalah

Apa Itu Agunan

Mungkin agunan lebih jarang kamu dengar ketimbang jaminan, tapi keduanya memiliki makna yang sama. Agunan adalah aset atau benda berharga yang bisa kamu jadikan jaminan sebelum mengajukan pinjaman atau kredit. Mengapa kreditur selalu menanyakan jaminan ketika kamu ingin melakukan peminjaman dana?

Karena agunan sebagai bentuk jaminan agar pelunasan pinjaman sesuai dengan waktu yang telah kedua belah pihak sepakati, yaitu pihak pemberi (kreditur) dan kamu sebagai penerima (debitur). Maka dari itulah barang jaminan bisa berpindah kepemilikan bila perjanjian tidak ditepati.

Dengan mengajukan pinjaman, kamu harus selalu siap bila sewaktu-waktu aset yang kamu jadikan jaminan menjadi milik lembaga keuangan jika kamu tidak dapat mengembalikan pinjaman. Makanya, agar hal tersebut tidak terjadi kamu harus mempertimbangkan kemampuan beserta konsekuensinya dengan matang sebelum melakukan peminjaman dana.

Baca Juga:
Mengenal Lembaga Keuangan, Fungsi dan Jenisnya
Debit adalah: Definisi dan Perbedaannya dengan Kredit
Pengertian Suku Bunga dan Jenis-jenisnya

Fungsi Agunan

Aset atau benda berharga yang kamu jadikan agunan menjadi penentu besaran nominal pinjaman yang bisa kamu peroleh. Jadi, semakin berharga barang yang kamu ajukan sebagai jaminan, semakin besar nominal kredit yang akan kamu dapatkan.

Tentu saja proses pemilihan nasabah debitur tidak bisa pihak kreditur lakukan dengan asal-asalan. Pihak debitur harus setidaknya memenuhi lima prinsip dasar sebagai penerima pembiayaan. Prinsip dasar ini bisa kamu sebut dengan 5C, yaitu:

  • Character: Karakter debitur; riwayat perilaku pembayaran beserta profil risiko gagal bayar.
  • Capacity: Sumber pendapatan; kemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya.
  • Capital: Kecukupan modal debitur yang dapat dianalisa dari nilai kekayaan bersih.
  • Condition: Kondisi ekonomi secara umum baik pribadi maupun individu, yang mana berdampak pada kemampuan pembayaran.
  • Collateral: Seberapa besar nilai agunan yang digunakan sebagai jaminan.

4C teratas berkorelasi langsung dengan kondisi perekonomian atau usaha milik calon debitur. Kreditur membutuhkan informasi tersebut untuk melihat dari mana sumber utama pembayaran angsuran atau pelunasan atas pembiayaan yang akan debitur tanggung nanti.

Kamu bisa menyebut 4C ini sebagai indikator utama pemilihan nasabah kredit atau indikator first way out. Jadi, kamu sudah bisa mendapatkan pembiayaan bila telah memenuhi empat kriteria tersebut. Kemudian C yang terakhir, yaitu Collateral.

Collateral atau agunan tidak ada hubungannya dengan kondisi perekonomian atau usaha calon debitur. Namun, agunan dapat calon debitur gunakan sebagai jaminan pelunasan apabila pihak peminjam tidak bisa memenuhi kewajiban pembayaran. Makanya, C terakhir ini bisa kamu sebut sebagai second way out.

Baca Juga: Apa itu Kreditur dan bedanya dengan Debitur

Agunan menjadi sumber motivasi bagi peminjam untuk memenuhi tanggung jawabnya sesuai perjanjian serta tidak lepas tanggung jawab dari pelunasan pinjaman. Di sisi lain, terkadang pemberi pinjaman mewajibkan adanya jaminan untuk lebih meyakinkan pihaknya saat pengajuan dana besar.

Jenis Agunan

Secara garis besar, jaminan bisa kamu kategorikan berdasarkan wujudnya menjadi dua jenis, yakni agunan berwujud dan tidak berwujud. Adapun dalam agunan berwujud terbagi menjadi dua jenis, yakni agunan bergerak dan tidak bergerak. Simak uraiannya di bawah ini:

1. Agunan Berwujud

Agunan berwujud artinya agunan yang ada bentuknya secara fisik. Kamu bisa melihat, menyentuh, dan mengukurnya. Jaminan ini terbagi lagi menjadi dua jenis, antara lain:

a. Agunan Bergerak

Secara harfiah, jaminan jenis ini bisa kamu gerakkan dan pindahkan dengan mudah. Banyak sekali contoh benda bergerak yang bisa kamu jadikan jaminan. Misalnya, kendaraan bermotor dan mesin. Sudah sangat lumrah di antara masyarakat Indonesia bila menjadikan kendaraannya sebagai jaminan pinjaman.

Biasanya kendaraan yang mereka jadikan jaminan kredit multiguna atau agunan adalah motor, mobil, dan truk untuk usaha skala kecil, kapal laut dan pesawat terbang untuk usaha skala besar.

Pihak bank memberi nilai taksiran paling tinggi untuk mobil adalah 100 juta dengan tenor paling lama selama 5 tahun. Sementara itu, mereka jarang memberikan penawaran melebihi angka tersebut, kecuali harga mobil benar-benar mahal. Untuk persyaratannya, pihak bank akan meminta BPKB, STNK, dan kunci kendaraan.

Selanjutnya, kapal dan pesawat sebagai jaminan skala besar paling tidak harus memiliki volume bruto minimal 20 meter kubik dan bobot bruto paling besar 20 meter kubik.

b. Agunan Tidak Bergerak

Jaminan jenis ini bisa kamu lihat dan sentuh, tapi lokasinya tidak bisa kamu pindahkan. Berikut adalah contohnya:

  • Properti (tanah dan bangunan): Rata-rata plafon yang pihak pemberi pinjaman tawarkan untuk sebuah rumah yaitu kisaran 100 juta sampai 2 miliar dengan tenor 2 hingga 10 tahun tergantung kondisi bangunan.
  • Logam mulia (emas): Kelebihan emas sebagai jaminan adalah bunga rendah dan likuidasi tinggi. Sehingga, kalau kamu ingin menggunakan perhiasan sebagai jaminan, nilainya hanya berkisar antara 70-80% saja. Karena yang menjadi penilaian bukan desainnya melainkan berat emasnya saja.
  • Mesin pabrik: Setelah melihat usia mesin dan kelayakan teknisnya, biasanya pihak bank memberikan plafon paling tinggi sebanyak 5 miliar. Hal ini juga sesuai dengan pertimbangan jumlah mesin sebagai jaminan.
  • Ternak dan Hasil Kebun: Walaupun jarang terjadi, pihak bank bisa menerima ternak dan hasil kebun sebagai jaminan. Suku bunga untuk hasil kebun hanya sebesar 0,5% per bulan untuk hasil kebun produk pilihan seperti kopi, sawit, dan tembakau. Sedangkan, pihak bank akan memilih sapi betina produktif yang hamil atau siap hamil sebagai jaminan.
  • Dll

2. Agunan Tidak Berwujud

Jaminan jenis ini adalah agunan yang keberadaannya tidak bisa kamu lihat ataupun kamu sentuh. Namun, nilai barang tersebut tetap ada. Misalnya hak paten, hak kekayaan intelektual, saham, deposito, obligasi, dan lain sebagainya.

Kriteria Aset yang Bisa Digunakan sebagai Agunan

Sebelum kamu mengajukan asetmu sebagai jaminan, sebaiknya kamu teliti lagi apakah aset tersebut sudah memenuhi 3 kriteria berikut ini:

  • Mempunyai nilai ekonomis, yaitu aset harus dapat dinilai dengan uang dan dapat diuangkan,
  • Kepemilikannya mudah, yaitu dapat dipindahtangankan dengan mudah, dan
  • Mempunyai nilai yuridis, yaitu pemberi pinjaman harus mendapatkan haknya untuk melikuidasi jaminan secara lengkap dan sah berdasarkan hukum.

Baca Juga: Aset adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Contoh Agunan

Bu Tika berniat mengembangkan usahanya dalam waktu dekat. Kemudian, beliau berkonsultasi dengan pihak bank ternama di Kotanya.

Karena dana yang Bu Tika butuhkan cukup besar, pihak bank memerlukan jaminan untuk menentukan limit pendanaan yang akan beliau dapatkan. Serta, mengurangi risiko akhir bila beliau mengalami wanprestasi atau gagal melunasi pembayaran.

Setelah itu, Bu Tika memutuskan untuk menggunakan sertifikat tanahnya sebagai jaminan. Sertifikat tanah ini yang bisa kamu sebut dengan agunan.

Kesimpulan

Sekarang kamu sudah paham bukan mengenai jaminan atau agunan? Sebaiknya gunakan kemudahan aset kamu sebagai jaminan pinjaman kredit dengan lebih bijak lagi. Kamu harus mempertimbangkan kemampuan yang kamu miliki untuk membayar dan melunasi kewajiban tersebut. Semoga bermanfaat!

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]