Apa itu Agribisnis, Prospek Bisnis, & Contohnya

Masyarakat Indonesia biasanya beranggapan kalau bidang agrikultur itu hanyalah soal pekerjaan bercocok tanam saja, padahal belum tentu begitu. Cobalah kamu lihat yang namanya agribisnis; bidang usaha yang satu ini sempat pemerintah gencarkan demi membangkitkan ekonomi rakyat Indonesia.

Memahami Agribisnis

Apa Itu Agribisnis?

Secara sederhana, agribisnis adalah sebuah usaha yang berhubungan dengan bisnis pertanian, dari kata “agri”, singkatan dari agrikultur, yang berarti pertanian.

Kendati bidang usaha ini lebih banyak menghasilkan bahan pangan bagi kebutuhan masyarakat, budidaya tanaman hias sebetulnya juga termasuk dalam agribisnis.

Secara luas, definisi agribisnis adalah semua upaya mengolah hasil pertanian yang melibatkan penyediaan bahan baku bertani, pembudidayaan lahan pertanian, pemanenan, hingga pemasaran hasil tani.

Bidang usaha ini juga melibatkan penggunaan teknologi modern sehingga banyak kalangan milenial yang tertarik untuk melakukannya. Ada pula lembaga-lembaga semacam Koperasi Pertanian yang ikut serta dalam melancarkan kegiatan usaha tani modern ini.

Kemudian, teknologi modern seperti apa yang dipakai dalam agribisnis? Teknologi modern tersebut misalnya traktor, media tanam hidroponik dan aquaponik, sampai sistem pemasaran hasil panen yang berbasis internet atau daring. Itulah sebabnya orang-orang generasi milenial banyak yang ingin mencoba bisnis tani dengan bantuan internet.

Baca Juga:
Perbedaan Sistem Tanam Hidroponik dan Akuaponik
Koperasi: Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenisnya
Mengungkap Arti Koperasi Simpan Pinjam Indonesia

Prospek Agribisnis di Masa Depan

Negara Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber daya alam melimpah, belum lagi ditambah dengan tanah yang subur dan iklim tropis. Banyaknya curah hujan di Indonesia menjadikan negara ini sebagai tempat yang sangat cocok untuk mengembangkan agribisnis. Daripada kaum petani di negeri kita terbengkalai, lebih baik jika mereka mendapat pembinaan dalam urusan pertanian modern seperti ini.

Perkembangan teknologi maju dalam bidang pertanian juga sangat membantu dalam menumbuhkan minat bercocok tanam bagi generasi modern penduduk Indonesia. Ada pula program-program pemerintah yang ikut mendorong pertumbuhan sektor agribisnis yang telah dibuat oleh Kementerian Pertanian.

Apabila di antara kamu ada yang berminat menjadi wirausahawan, agribisnis menjadi salah satu bidang usaha yang cocok dikerjakan. Banyak jenis-jenis usaha tani modern ini yang dapat kamu lakukan di pekarangan rumah, tanpa perlu sibuk mencari atau membuka lahan.

Bidang usaha ini mampu menekan biaya pengeluaran rumah tangga yang seringkali melonjak apabila ada kelangkaan bahan pangan yang sempat terjadi, seperti cabai, sayuran, dll.

Perbedaan Agribisnis dan Agroteknologi

Sekilas, kata agribisnis dan agroteknologi tampak mirip, karena keduanya sama-sama memiliki kata agri / agro yang merupakan kependekan dari agrikultur. Jika dipahami lebih dalam, ternyata kedua istilah ini mempunyai pengertian yang berbeda.

Agribisnis merupakan ilmu pertanian yang fokus utamanya terletak pada segala macam kegiatan usaha yang ada kaitannya dengan bercocok tanam. Yang menjadi perhatian utama dalam bidang ini seperti jenis usaha tani yang dipilih, berapa banyak hasil panen yang terjual, atau siapa konsumen yang disasar.

Sedangkan, agroteknologi adalah ilmu pertanian yang lebih memperhatikan metode-metode pembudidayaan tanaman pertanian sampai ke detail-detailnya. Dalam agroteknologi, yang menjadi fokus utama yaitu faktor-faktor seperti pemilihan lahan bertani, media bercocok tanam, maupun pemberantasan hama.

Manfaat Membuka Agribisnis

Setiap bidang usaha pasti memiliki manfaat, baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Demikian pulanya dengan bidang usaha yang berkaitan langsung dengan penyediaan bahan pangan. Berikut ini yaitu manfaat usaha agribisnis:

1. Bisnis yang Melestarikan Alam

Bidang usaha ini dapat melestarikan alam sekitar melalui penghematan air, pupuk, dan lahan bercocok tanam. Dalam bisnis ini, kamu dituntut agar dapat mengolah tanah subur, memanfaatkan sinar matahari dan air hujan, serta memproduksi hasil panen yang ramah lingkungan.

2. Memberdayakan Masyarakat Golongan Menengah ke Bawah

Sektor pertanian banyak kamu temukan di wilayah pedesaan, tempat tinggalnya masyarakat golongan menengah ke bawah. Usaha agribisnis untuk golongan ini mampu mengembangkan pertanian tradisional yang sudah ada di pedesaan itu, juga memberdayakan ekonomi mereka.

3. Pilihan Jenis Usaha yang Beraneka Ragam

Kamu tak akan terpaku pada satu jenis varietas tanaman saja dalam bidang usaha ini, karena sifat agribisnis yang fleksibel. Mau menanam tomat, seledri, dan brokoli secara bersamaan? Mudah saja kamu lakukan dengan bantuan rumah kaca. Ingin membudidayakan tanaman hias bersama bibit-bibit unggul? Sekarang kamu sudah bisa melakukannya menggunakan sarana teknologi modern.

Contoh Usaha Agribisnis yang Bisa Dilakukan

Sekarang kamu akan mempelajari jenis-jenis pekerjaan yang dapat kamu lakukan dalam bidang usaha ini. Macam-macam contoh usaha agribisnis sebagai berikut:

1. Kebun Hidroponik

Bercocok tanam pada masa modern ini tak lagi memerlukan tanah yang luas. Dengan menggunakan kebun hidroponik, kamu dapat menghemat waktu, tenaga, dan sumber daya seperti pupuk dan air dalam bertani. Kebun hidroponik tersebut bentuknya bisa beragam, mulai dari rak-rak yang disusun rapi, wadah gantungan di tembok, atau pot-pot besar dalam sebuah rumah kaca.

2. Jual Bibit Unggul

Menanam dan bertani komoditas konvensional belum cukup untuk menjamin hasil tani yang melimpah dan menguntungkan. Kamu dianjurkan untuk memilih bibit komoditas yang unggul; maksudnya bibit yang cepat tumbuh, tahan kekeringan maupun penyakit, dan menghasilkan panen yang banyak. Pastikan kamu hanya membeli bibit varietas unggul dari penjual yang sudah berpengalaman.

3. Budidaya Tanaman Hias

Berjualan tanaman hias bisa menjadi sumber pundi-pundi rupiah bagimu. Ada tanaman hias berupa daun kuping gajah, pohon cemara mini, kaktus, bahkan bunga-bunga seperti mawar dan anggrek. Seorang pelaku agribisnis yang handal dapat membudidayakan tanaman-tanaman hias tersebut dan mendulang untung yang sangat banyak.

4. Pengolahan Sampah Organik

Mengolah sampah organik sebagai bentuk usaha agribisnis menjadi prospek yang dianggap sedikit kurang menguntungkan. Padahal, di tangan seorang pengusaha yang piawai, sampah organik tersebut dapat didaur ulang menjadi pupuk organik yang bermanfaat. Pupuk daur ulang memiliki sifat ramah lingkungan dan terbebas dari zat-zat kimia yang berbahaya bagi komoditas pertanian.

5. Terrarium Mini

Terrarium ialah suatu seni menanam tanaman hias yang menggunakan media sejenis kotak kaca atau plastik tembus pandang. Tanaman dalam terarium seringkali berupa kaktus mini, lumut karpet hijau, dan daun lidah mertua. Potensi terrarium sebagai usaha agribisnis sebetulnya cukup menjanjikan bagi para penggiat tanaman hias yang ingin menghemat pengeluaran.

6. Beternak Unggas Domestik

Membudidayakan unggas-unggas domestik seperti ayam, bebek, dan angsa bisa juga menjadi pilihan, khususunya untuk kamu tidak pandai dalam menanam tanaman pangan. Sebagai sumber protein yang gampang dalam pembudidayaan dan pengolahannya, unggas domestik selalu banyak dicari oleh masyarakat Indonesia.

Itulah penjelasan mengenai agribisnis, prospeknya dan macam-macamnya. Bagaimana, apakah kamu juga tertarik untuk membuka usaha pada bidang yang satu ini? Jangan ragu untuk mencoba, karena bisnis ini memiliki prospek yang cerah, didukung dengan keadaan alam Indonesia yang cocok untuk melaksanakan agribisnis.

Baca Juga: Ini Pinjaman dengan Bunga Rendah tanpa Jaminan

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Mungkin kamu pernah mendengar atau melihat cek, namun apakah kamu memahami apa itu cek? Ketika […]

News

Di zaman yang sudah modern ini, ada begitu banyak teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan kehidupan […]

News

Bagi sebagian orang, istilah rentenir bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan di beberapa daerah, profesi […]

News

Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah KPR yang berhubungan dengan cara pembelian rumah menggunakan sistem […]

News

Berbicara tentang keuangan, tentunya kamu harus hati-hati dalam menjaga dan memakainya agar tidak merugi. Ada […]

News

Dalam dunia investasi, salah satu istilah yang paling umum digunakan yakni emiten. Apa itu emiten? […]