Anuitas: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Contoh Menghitungnya

Anuitas mungkin bukan istilah umum bagi masyarakat. Namun bagi mereka yang memiliki keahlian di bidang keuangan, anuitas sudah tidak asing lagi. Pastinya anda yang pernah mengambil pinjaman bank pasti sudah sedikit mendengar tentang konsep anuitas.

Pengertian Anuitas

Mengerti Apa Itu AnuitasAnuitas adalah suatu cicilan pembayaran ataupun penerimaan yang nilainya tetap yang bila dibayar ataupun diterima dalam kurun waktu tertentu. Anuitas ditujukan untuk mempermudah nasabah dalam membayar jumlah angsuran tiap periode karena besar pembayarannya tetap. Umumnya anuitas dimanfaatkan dalam perhitungan bunga atas pinjaman dan bunga atas investasi jangka panjang.

Secara lebih luas, istilah anuitas juga digunakan dalam produk asuransi. Dalam dunia asuransi, dapat dipahami sebagai manfaat pensiun yang dibayarkan setiap bulan. Anuitas adalah kontrak antara karyawan dan perusahaan asuransi di mana setiap karyawan membuat angsuran yang berbeda dan sebagai imbalannya menerima pembayaran secara teratur setelah jangka waktu yang ditentukan berakhir.

Sementara itu, di dunia investasi, anuitas digunakan untuk perencanaan keuangan masa depan untuk memberikan aliran pendapatan yang stabil selama masa pensiun. Dana tersebut akan dibayarkan secara berkala oleh karyawan selama mereka masih bekerja dan jumlahnya pasti akan meningkat setiap tahun hingga pensiun.

Dalam dunia perbankan, anuitas digunakan untuk menghitung besarnya bunga atau investasi. Tujuannya adalah untuk memudahkan nasabah membayar dan mendapatkan jumlah pengembalian investasi mereka.

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Jenis dan Contoh Anuitas

Angsuran kredit atau pinjaman biasanya ditentukan pada waktu yang sama setiap bulannya selama waktu kredit, sehingga bisa pada awal atau akhir periode. Hal yang sama berlaku untuk menerima imbal hasil investasi. Dengan memperhatikan syarat-syarat tersebut, dilihat dari jangka waktu pembayarannya, anuitas dapat dibagi menjadi empat jenis diantaranya seperti

1. Anuitas Biasa

Anuitas biasa adalah jenis anuitas di mana pembayaran atau penerimaan berkala untuk periode tertentu terjadi pada akhir periode. Misalnya, pembayaran hipotek dimana pembayaran dan penerimaan hipotik dibayar atau didapatkan saat akhir periode.

2. Anuitas Jatuh Tempo (Due Annuity)

Anuitas jatuh tempo (due annuity) adalah jenis anuitas dimana pembayaran atau penerimaan dilakukan secara berkala untuk jangka waktu tertentu yang terjadi pada awal periode. Contoh paling umum dari anuitas jatuh tempo adalah produk asuransi. Saat menggunakan produk asuransi, kita harus membayar premi sebelum dapat mengklaim dari produk asuransi yang kita gunakan. Selain asuransi, produk dengan anuitas jatuh tempo adalah perjanjian sewa, rental, dan lainnya.

3. Anuitas Ditangguhkan (Deferred Annuity)

Anuitas Ditangguhkan (deferred annuity) adalah jenis anuitas atau penerimaan berkala untuk jangka waktu tertentu yang terjadi atau dilakukan setelah lewat jangka waktu tertentu. Akibatnya, pembayaran atau penerimaan bisa ditunda.

4. Anuitas Langsung (Immediate Annuity)

Anuitas langsung (immediate annuity) adalah anuitas di mana penerimaan atau pembayaran dilakukan secara berkala selama periode waktu tertentu atau dilakukan secara langsung tanpa penundaan dalam suatu periode waktu tertentu. Salah satu contoh anuitas langsung adalah ketika Anda membeli mobil dengan cara kredit. Karena pembayaran dan penerimaannya tetap, Anda bisa melakukannya tanpa ada penundaan periode

Kelebihan dan kekurangan Anuitas

Ingatlah bahwa menghitung bunga pada anuitas memiliki kelebihan dan kekurangan. Seperti disebutkan sebelumnya, tujuan anuitas adalah untuk memudahkan klien membayar atau menerima pengembalian investasi mereka.

Dalam proses kredit, adanya anuitas memungkinkan peminjam membayar jumlah yang sama dengan mencicil setiap periode. Berbeda dengan hitungan bunga efektif yang didapatkan dari pembagian plafon dengan tenor, dalam anuitas nilai cicilan pokok dihitung berdasarkan total cicilan lalu dikurangi dengan bunga anuitas.

Meskipun secara kuantitatif nilainya sama dengan tingkat bunga sebenarnya, komposisi bunga anuitas berbeda. Dengan sistem anuitas, pembayaran bunga kredit di awal besar dan semakin berkurang seiring berjalannya periode kredit.

Sebaliknya, nilai pembayaran pokok akan lebih tinggi lagi. Struktur pembayaran pokok dan bunga akan terus berubah selama jangka waktu kredit, tetapi jumlahnya akan tetap sama secara nominal.

Sistem pembayaran dengan anuitas dianggap adil dan wajar karena nilai bunga dihitung berdasarkan jumlah pembayaran pokok yang masih terutang. Namun, beberapa pihak berpendapat bahwa anuitas ini merugikan peminjam. Apalagi jika si peminjam ingin melunasi utangnya.

Karena di awal komposisi cicilan lebih banyak dibayarkan untuk bunga, utang pokok tidak berkurang banyak. Hal ini dinilai berat karena beban utang utama masih relatif besar.

Penilaian Anuitas

Untuk menentukan nilai anuitas, perlu dilakukan perhitungan nilai sekarang dari pembayaran yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Penilaian ini akan membutuhkan mempertimbangkan nilai waktu uang, tingkat bunga, serta nilai masa depan.

Nilai sekarang dari anuitas adalah nilai aliran pembayaran yang didiskontokan oleh tingkat bunga untuk memperhitungkan pembayaran itu. harus dilakukan pada waktu yang berbeda di masa depan

Seperti disebutkan sebelumnya, perhitungan anuitas sering digunakan untuk menghitung nilai suku bunga pinjaman, sehingga nilai pembayaran bulanan yang menjadi pokok pinjaman kemudian ditambahkan ke tingkat bunga.Peminjam harus membayar selama periode pinjaman.

Selain itu, perhitungan anuitas juga dapat digunakan untuk menghitung bunga investasi seperti deposito atau investasi jangka panjang lainnya. Dalam bidang ini dilakukan perhitungan anuitas agar nilai keuntungan yang diperoleh dapat diinvestasikan pada dana investasi atau deposito dalam bentuk deposito atau jenis investasi jangka panjang lainnya.

Baca Juga: Investasi Jangka Panjang: Pengertian, Tujuan, Resiko dan Jenisnya

Perhitungan bunga ini sangat berbeda dengan bunga tetap dan sama efektifnya, meskipun dapat menghasilkan jumlah pembayaran atau jumlah pembayaran yang sama. Namun pada prinsipnya perhitungan bunga ini merupakan hasil modifikasi atau perubahan nilai dari nilai perhitungan suku bunga efektif.

Tujuannya tentu saja untuk memudahkan peminjam membayar uang muka yang sama setiap periodenya. Saat menghitung bunga efektif, bayar kembali pokok pinjaman dengan membagi batas kredit dengan jangka waktu atau jangka waktu pinjaman.

Hal ini berbeda dengan perhitungan anuitas, dimana nilai angsuran pokok dihitung dari jumlah angsuran yang telah ditentukan sebelumnya kemudian dikurangi dengan hasil anuitas. Kedengarannya cukup rumit, sehingga diperlukan beberapa aplikasi untuk menghitung bunga anuitas.

Meskipun jumlah pembayaran anuitas memiliki nilai yang sama dengan tingkat bunga aktual, strukturnya ternyata sangat berbeda. Dari jumlah angsuran yang dihasilkan, bunganya akan lebih besar dari pokoknya. Oleh karena itu, dengan setiap periode pembayaran, tingkat bunga akan cenderung menurun selama periode kredit.

Di sisi lain, pembayaran pokok pasti akan meningkat selama jangka waktu pinjaman. Struktur pembayaran bunga dan pokok pasti akan lebih tinggi selama masa kredit dan sistem tingkat bunga ini akan terus berubah secara berkala sampai dengan berakhirnya jangka waktu kredit

Perhitungan pada bunga anuitas ini akan lebih adil karena bunga akan dikenakan atas sisa pokok atau pinjaman yang belum dilunasi. Namun ada juga yang berpendapat bahwa bunga anuitas ini akan merugikan peminjam lain

Karena setelah dicicil, ada beberapa jatuh tempo dan peminjam ingin segera membayar pinjaman tersebut. Hal ini menyebabkan beban utama pinjaman yang harus dibayar memiliki nilai yang besar. Selain itu karena pembayaran angsuran di awal periode sebagian besar berupa bunga, sehingga pinjaman pokoknya hanya berkurang sedikit saja

Rumus Bunga Anuitas

Rumus perhitungan yang dilakukan dalam menghitung suku bunga anuitas adalah sebagai berikut:

Anuitas = SP X i x (30/360)

Keterangan:

SP = Saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya

i = Suku bunga per tahun

30 = Jumlah hari dalam sebulan

360 = Jumlah hari dalam setahun

Namun, rumus perhitungan anuitas ini dikembangkan lagi untuk mendapatkan nilai yang sesuai berdasarkan rumus anuitas menjadi:

P x i x [(1+i)xt) / (1+i)t-1)]

Keterangan:

  • P adalah pokok pinjaman
  • i adalah suku bunga
  • t adalah periode kredit

Contoh atau Simulasinya

Supaya semakin jelas mengenai perhitungan mengenai anuitas, yuk perhatikan simulasi atau contoh berikut ini

Kamu adalah seorang pebisnis UMKM yang memiliki utang modal usaha sebesar Rp12 juta. Utang ini memiliki periode pembayaran selama 12 bulan atau satu tahun dengan bunga 10 persen. Yuk kita hitung jumlah bunga yang harus dibayar dan jumlah cicilan per bulan.

Berdasarkan rumus bunga anuitas, maka cicilan bulanan dihitung dengan cara berikut.

12.000.000 x 0,83% x (1,105 / 0,105) = Rp1.054.991,-

Maka untuk perhitungan bunganya kamu bisa lihat di tabel bawah ini. Pastikan juga kamu sudah menghitung besaran bunga anuitas seperti di rumus diatas.
Mengerti Apa Itu Anuitas

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Di Indonesia, badan usaha ada bermacam-macam jenisnya. Salah satunya yang masih bertahan adalah koperasi. Mohammad […]

News

Pada jaman sekarang semakin banyak orang yang tertarik untuk menggunakan deposito. Namun tahukah kalian apa […]

News

Dalam dunia bisnis, terjadinya persaingan adalah salah satu hal yang semakin ketat dan meningkat secara […]

News

Menjadi warga Negara yang baik berarti selalu menuruti peraturan-peraturan yang ada pada Negara tempat dimana […]

News

Warga Indonesia yang memenuhi syarat wajib pajak memiliki kewajiban untuk lapor pajak. Dalam Ketentuan Umum […]

News

Dalam bekerja terdapat surat perjanjian kerja yang harus ditandatangani oleh karyawan saat proses penerimaan. Untuk […]