Analisis Rasio Keuangan: Pengertian, Fungsi dan Jenisnya

Bagi seorang investor, maka salah satu hal penting yang akan selalu mereka perhatikan yaitu analisis rasio keuangan. Secara sederhana, pengertian analisis rasio keuangan merupakan alat yang digunakan untuk menilai bagaimana kinerja keuangan mereka berdasarkan dengan data pada masing-masing pos. Lalu apa sebenarnya tujuan dan contoh analisis rasio keuangan?

Apa itu analisis rasio keuangan

Pengertian Analisis Rasio Keuangan

Jika dilihat dari arti kata, maka rasio yaitu angka yang akan dibandingkan dengan angka lain dalam sebuah hubungan. Dari pengertian tersebut, maka pengertian rasio keuangan yaitu indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi yang akan diperoleh dengan membagi suatu angka dengan angka lainnya.

Analisis rasio keuangan adalah metode analisa yang dipakai untuk menjadi sebuah indikator terhadap pertumbuhan perusahaan dengan berpatokan pada melihat laporan keuangan selama masa tertentu.

Dengan menggunakan cara ini maka bisa dilihat apakah kinerja perusahaan sudah maksimal atau belum. Berdasarkan analisis tersebut, nantinya segala macam kebijakan dan keputusan bisa diambil.

Baca Juga:
Pengertian Laporan Keuangan, Contoh, Dan Fungsinya Untuk Bisnis
Laporan Laba Rugi: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Tujuan Analisis Rasio Keuangan

Setelah memahami pengertian analisis rasio keuangan, maka hal lain yang perlu kamu ketahui adalah tujuan dari analisis rasio keuangan. Beberapa tujuan dari hal ini antara lain:

1. Bahan Analisis Bagi Calon Investor

Salah satu tujuan dari pembuatan analisis rasio keuangan yakni sebagai bahan untuk calon investor melihat bagaimana kondisi dari suatu perusahaan. Nantinya, dengan adanya rasio keuangan ini maka akan terlihat apakah perusahaan tersebut tumbuh tiap tahun atau tidak. Bagaimana kinerja dari perusahaan juga akan terlihat dari sini.

Calon investor akan berpatokan pada analisis ini dan menentukan apakah mereka akan memberikan dana pada perusahaan tersebut atau tidak. Analisis keuangan tersebut juga bisa menjadi salah satu acuan untuk menilai apakah perusahaan akan berkembang atau tidak.

Baca Juga:
Investor Adalah: Pengertian, Resiko dan Tipsnya Supaya Sukses
Apa itu Venture capital, Jenis Pendanaan dan Daftarnya di Indonesia

2. Acuan untuk Memberikan Kredit pada Perusahaan

Ketika perusahaan membutuhkan dana tambahan, dan mencari kredit menjadi pilihannya maka analisis rasio keuangan ini akan menjadi salah satu acuan apakah kredit tersebut bisa diberikan atau tidak. Dalam hal ini, maka pemberi pinjaman akan melihat apakah perusahaan tersebut memiliki kemampuan membayar atau tidak.

Rasio keuangan ini akan menunjukan berapa tingkat pendapatan yang perusahaan dapatkan. Dan apakah dengan pendapatan tersebut mereka mampu untuk melunasi pinjaman atau tidak.

Baca Juga: Apa itu Kreditur

3. Menentukan Tingkat Kesehatan Suatu Perusahaan

Analisis rasio keuangan juga akan menunjukan apakah perusahaan berada pada posisi yang sehat atau tidak. Hal ini akan memperlihatkan bagaimana kinerja perusahaan tersebut.

Apakah perusahaan menghasilkan keuntungan? Apakah kinerja perusahaan tumbuh? atau apakah nilai aset perusahaan lebih besar dari jumlah utang yang mereka punya? Hal-hal tersebut bisa didapatkan dengan melihat rasio keuangan yang perusahaan miliki.

Di sisi lain, rasio keuangan ini juga bisa menjadi patokan ketika akan melakukan kerja sama dengan perusahaan lain. Dalam hal ini suatu perusahaan bisa melihat apakah perusahaan lain yang akan mereka ajak kerja sama berada pada posisi sehat atau tidak.

Baca Juga: Aset adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

4. Perbandingan Tingkat Keuntungan

Hal lain yang juga menjadi tujuan dari analisis rasio keuangan yakni sebagai perbandingan tingkat keuntungan. Dengan rasio yang ada maka akan lebih mudah membandingkan tingkat keuntungan suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Nantinya akan didapatkan nilai apakah keuntungan dari perusahaan tersebut wajar atau masih di bawah perusahaan lain.

5. Bahan Evaluasi

Dengan berpatokan pada analisis rasio keuangan ini maka kita juga melihat apakah perusahaan tersebut tumbuh atau tidak. Hal ini akan berguna sebagai salah satu bahan dalam kebutuhan evaluasi.

Analisis ini akan menjadi patokan yang jelas terhadap kinerja perusahaan. Dengan berpatokan pada bahan evaluasi maka setiap orang bisa melihat bagaimana progress dari perusahaan tersebut.

6. Menentukan Strategi ke Depan

Selain sebagai bahan evaluasi, dengan berpatokan pada analisis ini juga akan menentukan strategi apa yang akan perusahaan lakukan kedepannya.

Analisis ini juga akan menunjukan bagaimana kekuatan perusahaan saat itu, bagaimana kondisi persaingan, dan lainnya. Hal tersebut yang menjadi faktor seperti akan menentukan strategi apa kedepannya untuk perusahaan.

Jenis-Jenis Rasio Keuangan

Dalam penggunaanya, ada beberapa jenis rasio keuangan yang biasa digunakan. Jenis tersebut antara lain:

1. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas atau liquidity ratio merupakan sebuah cara untuk mengukur kemampuan likuiditas dari sebuah perusahaan. Cara untuk mendapatkan rasio ini yaitu dengan melihat aktiva lancar perusahaan relatif terhadap utang lancarnya.

Untuk melihat analisis rasio likuiditas ini, maka ada beberapa rasio yang bisa digunakan seperti:

a. Rasio Lancar

Rasio lancar atau current ratio adalah cara untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang akan segera jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia.

Artinya, rasio ini akan membandingkan antara aktiva lancar yang ada dengan utang yang akan jatuh tempo. Dalam hal ini perusahaan dikatakan sehat ketika perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar nya makin besar. Oleh karena itu, semakin tinggi juga kemampuan perusahaan untuk menutupi utang jangka pendeknya.

Contoh rasio lancar apabila rasionya 1:1 atau 100% maka hal itu berarti aktiva lancar dari perusahaan tersebut bisa menutupi utang lancar yang ada. Perusahaan akan dikatakan semakin sehat ketika nilai rasionya berada di atas 1 atau di atas 100 %. Itu artinya nilai aktiva lancar jauh berada di atas utang lancar.

b. Rasio Cepat

Rasio cepat atau dikenal juga dengan nama quick ratio adalah sebuah cara untuk menunjukan kemampuan perusahaan dalam membayar utang lancar dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan. Nilai ini akan menunjukan berapa kemampuan aktiva lancar yang paling likuid untuk menutupi utang.

Angka ratio yang sehat yakni 100% atau 1:1. Namun biasanya, angka rasionya tidak akan mencapai 100%. Semakin mendekati 100% maka semakin baik.

c. Cash Ratio

Rasio ini akan mengukur antara kas dan aktiva lancar yang bisa menjadi kas dengan segera dibandingkan dengan utang lancar. Dalam hal ini, maka kas merupakan uang perusahaan yang ada di kantor atau di bank dalam bentuk rekening. Sementara harta setara kas diantaranya harta lancar yang dengan mudah dan cepat bisa diuangkan.

Rasio ini akan mengukur jumlah kas tambah harta setara kas yang akan dibandingkan dengan utang lancar. Nilai rasio yang baik yaitu 100%. Namun biasanya. nilai tersebut juga sulit untuk dicapai, sehingga nilai yang baik yaitu yang mendekati 100%

Baca Juga: Apa Itu Likuiditas, Manfaat dan Jenisnya

2. Rasio Aktivitas

Jenis rasio keuangan yang selanjutnya adalah rasio aktivitas atau activity ratio. Tujuan dari analisis rasio keuangan ini yaitu menentukan pada beberapa aset berapa tingkat aktivitas aktiva tersebut.

Dengan analisis rasio keuangan ini, maka perusahaan bisa melihat aktiva mana yang produktif dan tidak. Selain itu perusahaan juga bisa mengalokasikan dana kelebihan pada aktiva yang lebih produktif. Analisis rasio bisa didapatkan dengan beberapa cara berikut:

a. Perputaran Piutang

Menghitung perputaran piutang merupakan cara untuk mengukur berapa kali rata-rata piutang dalam setahun. Rasio ini akan mengukur kualitas piutang, termasuk efisiensi perusahaan dalam pengumpulan dan penggunaanya.

b. Perputaran Persediaan

Rasio aktivitas akan memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam mengelola persediaan yang mereka punya. Semakin tinggi tingkat perputarannya maka semakin efektif pengelolaanya.

c. Perputaran Aktiva Tetap

Rasio aktivitas juga akan memperlihatkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang mereka miliki. Semakin tinggi nilai rasio ini maka semakin efektif proporsi aktiva tetap tersebut.

d. Perputaran Total Aktiva

Rasio aktivitas merupakan cara untuk mengukur efektivitas penggunaan total aktiva. Semakin tinggi dari nilai rasio ini maka menunjukan semakin baik manajemen melakukan tugasnya.

3. Rasio Solvabilitas

Jenis rasio keuangan lainnya yakni rasio solvabilitas. Jenis ini merupakan cara untuk mengukur seberapa efektif tingkat penggunaan aktiva atau kekayaan perusahaan. Dalam penggunaannya, rasio keuangan yang akan digunakan diantaranya:

a.  Rasio Utang terhadap Aktiva

Rasio ini akan memperlihatkan seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai utang. Dalam konteks lain, rasio ini akan mengukur sejauh mana utang bisa ditutupi oleh aktiva. Semakin kecil rasio nilainya maka semakin baik.

b. Rasio Utang terhadap Ekuitas

Rasio ini akan menunjukan bagaimana hutang jangka panjang jika dibandingkan dengan jumlah modal sendiri. Dalam hal ini maka idealnya jumlah hutang tidak boleh melebihi jumlah modal. Semakin kecil porsi utang maka akan semakin baik.

Baca Juga: Rasio Solvabilitas: Pengertian, Jenis dan Rumusnya

4. Rasio Profitabilitas

Rasio jenis ini merupakan analisis rasio keuangan yang akan menunjukan tingkat imbalan atau keuntungan berbanding dengan penjualan atau aktiva. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan rasio berikut:

  • Margin Laba Kotor: merupakan ukuran keuntungan tiap hasil penjualan setelah perusahaan membayar harga pokok penjualan
  • Margin Laba Operasi: ukuran keuntungan dari tiap hasil sisa penjualan setelah dikurangi semua biaya dan pengeluaran lain.
  • Margin Laba Bersih: perhitungan untuk melihat laba yang perusahaan dapatkan setelah dikurangi semua biaya.
  • Return On Investment: perhitungan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang bisa digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Perhitungannya menggunakan laba bersih.
  • Rentabilitas Ekonomis: cara untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari semua aktiva yang mereka miliki.

Baca Juga:
Pengertian dan Cara Menghitung Return on Investment
Profit adalah: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

5. Rasio Investasi

Rasio investasi merupakan cara untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan imbalan untuk para investor dalam jangka waktu tertentu. Rasio ini juga bertujuan untuk memperlihatkan kinerja perusahaan.

Baca Juga: Ini Simpanan dengan Jasa Penyimpanan Mencapai 10% Per-tahun

Contoh Analisis Rasio Keuangan

Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan contoh analisis rasio keuangan yang sudah tertuang dalam laporan keuangan:

Contoh analisis rasio keuangan

Sumber: idx.co.id

Data di atas merupakan contoh analisis rasio keuangan dari Bank Mandiri yang bersumber dari laporan kinerja yang tercatat di IDX. Data tersebut menggunakan trend analysis yang berpatokan pada data historis.

Misal, kamu ingin melakukan analisis pada ROA. Maka berdasarkan data di atas, ROA cenderung turun. Rasio lain yang kamu butuhkan juga tersaji pada data tersebut.

Seberapa Penting Analisis Rasio Keuangan?

Berdasarkan contoh tadi, maka kamu bisa melihat bagaimana kinerja dari perusahaan dari beberapa tahun terakhir. Meskipun tidak bisa menjadi patokan pasti, namun setidaknya analisis rasio keuangan ini bisa menjadi cara untuk melihat apakah perusahaan tersebut berkembang atau tidak. Itulah salah satu alasan pentingnya melakukan analisis rasio keuangan. Semoga informasinya bermanfaat!

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
150210
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]