Akuntansi adalah: Pengertian dan Manfaatnya untuk Bisnis

Akuntansi merupakan suatu informasi yang menjelaskan tentang kondisi finansial badan usaha kepada pihak-pihak tertentu dalam bentuk laporan.

Umumnya, laporan keuangan ini berisikan informasi finansial dari segala jenis kegiatan yang pernah dilalui oleh badan usaha. Selain itu, laporan tersebut juga berguna dalam membantu menetapkan suatu keputusan untuk kepentingan bisnis.

Meski terlihat seperti laporan yang berisikan kumpulan angka dan grafik rumit, ternyata peran akuntansi terbilang sangat krusial dalam menjaga eksistensi badan usaha. Apa itu akuntansi? Untuk lebih memahaminya, silakan simak ulasan artikelnya di bawah ini!

Mengenal apa itu Akuntansi

Pengertian Akuntansi

Kebanyakan orang mungkin telah menganggap bahwa akuntansi merupakan suatu aktivitas yang hanya berkaitan dengan sistem menghitung angka. Padahal, faktanya tidak sesederhana itu.

Sampai sekarang, aktivitas tersebut sudah sering kita temukan dalam aspek kehidupan sehari-hari terutama pada kegiatan yang punya keterkaitan dengan bisnis.

Lantas, apa itu akuntansi? Secara bahasa, kata akuntansi sendiri berasal dari bahasa Inggris yakni accounting. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, accounting berarti menghitung atau mempertanggungjawabkan.

Secara makna, pengertian akuntansi terdiri dari berbagai macam penjabaran berdasarkan pendapat orang-orang. Pada artikel ini, kamu akan mendapatkan gambaran besar tentang makna akuntansi menurut pendapat beberapa orang.

Menurut buku Ekonomi untuk SMA atau sederajat karya Agus Mahfudz dkk, pengertian akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi untuk digunakan dalam penilaian dan pengambilan keputusan secara jelas.

Selanjutnya, pengertian akuntansi menurut pendapat Hantono dan Rahmi yang tertulis dalam buku Pengantar Akuntansi adalah suatu seni pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan pelaporan atas segala kejadian yang berhubungan dengan keuangan perusahaan, dan kemudian menafsirkannya.

Berikutnya, American Institute of Certified Public Accountants juga punya pendapat lain tentang pengertian akuntansi yakni seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran segala peristiwa yang sifatnya keuangan.

Kesimpulannya, pengertian akuntansi adalah rangkaian proses pencatatan, pengelompokkan, pengolahan, penyajian data (pelaporan), hingga penafsiran atas suatu kejadian yang berhubungan dengan keuangan.

Baca Juga: Badan Usaha adalah: Pengertian dan Bentuknya

Jenis-Jenis Akuntansi

Accounting sendiri terbagi menjadi berbagai macam kategori berdasarkan perbedaan fungsi dan tujuannya. Adapun jenis-jenis akuntansi tersebut terdiri dari:

1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)

Untuk jenis yang pertama ini mungkin sudah bisa kamu tebak fungsi dan tujuannya. Jenis accounting ini cenderung memiliki keterkaitan dengan unit-unit ekonomi badan usaha secara menyeluruh.

Akuntansi keuangan merupakan suatu hal yang berhubungan dengan pelaporan informasi keuangan kepada pihak-pihak tertentu. Pihak-pihak tersebut antara lain pelanggan, pemegang saham (investor), badan pengatur (regulator), kreditor, dan lain-lain.

Adapun, tujuan dari akuntansi keuangan jenis ini untuk menyampaikan informasi penting seputar keuangan perusahaan kepada pihak-pihak lain di luar perusahaan. Sehingga laporan keuangannya lebih bersifat serba guna dan dapat digunakan untuk tujuan umum.

Baca Juga:
Pengertian Laporan Keuangan, Contoh, Dan Fungsinya Untuk Bisnis
Investor Adalah: Pengertian, Resiko dan Tipsnya Supaya Sukses

2. Akuntansi Manajerial (Management Accounting)

Jika jenis accounting yang sebelumnya berhubungan dengan pelaporan informasi keuangan kepada pihak-pihak di luar urusan bisnis, jenis accounting kali ini justru malah sebaliknya.

Akuntansi manajerial merupakan kegiatan yang berkaitan dengan informasi keuangan ‘rahasia’ dan tidak boleh dibagi-bagikan kepada khalayak publik. Misalnya informasi tentang keuntungan bisnis, gaji, biaya barang hasil produksi, dan sebagainya.

Biasanya, jenis accounting ini cukup erat kaitannya dengan pemilik perusahaan yang masih berskala kecil.

Adapun, tujuan dari akuntansi manajerial yaitu untuk membantu pihak supervisor dan manajer perusahaan dalam mengendalikan perusahaan dan menetapkan suatu keputusan yang berhubungan dengan keuangan.

3. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)

Akuntansi Pemeriksaan lebih akrab dikenal dengan istilah lain yakni audit atau auditing (pemeriksaan). Tujuannya dari kegiatan audit yakni untuk memeriksa laporan atau hasil pencatatan data yang berkaitan dengan keuangan.

Setiap laporan keuangan perlu melalui proses pemeriksaan untuk memperbaiki adanya kesalahan dalam pencatatan. Dengan begitu, informasi yang tersaji dalam laporan tersebut akan menjadi lebih akurat dan lebih bisa dipercaya.

Oleh karena itu, setiap kegiatan auditing perlu menanamkan prinsip objektivitas dan interdepensi dalam proses pemeriksaannya.

Selain itu, tujuan lain dari pemeriksaan akuntansi yaitu untuk menilai ketaatan terhadap kebijakan, prosedur, efektifitas, dan efisiensi dari suatu kegiatan.

4. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)

Untuk jenis accounting kali ini sangat berhubungan dengan pengeluaran bisnis. Akuntansi biaya merupakan sebuah kegiatan pencatatan, penghitungan, dan analisis data biaya dari perusahaan atau industri.

Keberadaan bidang accounting ini terbilang sangat penting bagi setiap badan usaha karena berhubungan dengan penentuan harga atas suatu produk yang dihasilkan.

Selain itu, jenis accounting ini juga bertindak sebagai kontrol atas segala jenis biaya yang ada di perusahaan.

Adapun, tujuan dasar dari akuntansi biaya ini untuk menghimpun dan menganalisis data biaya baik yang telah terjadi maupun yang akan terjadi.

5. Akuntansi Perpajakan

Jenis akuntansi perpajakan berhubungan dengan penetapan objek pajak yang menjadi beban perusahaan. Singkatnya, jenis accounting ini mengacu pada pelaporan pajak atas keuangan yang dimiliki oleh perusahaan.

Kegiatan akuntansi perpajakan bertujuan untuk membantu mengontrol jenis-jenis transaksi di masa depan yang berhubungan dengan pertimbangan beban pajak.

Jenis accounting ini memiliki peran penting dalam mempertimbangkan konsekuensi terhadap setiap kegiatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Jadi, bagi para akuntan yang bertugas mengerjakan bidang ini harus bisa memahami maksud dari isi undang-undang perpajakan terbaru yang berlaku.

Manfaat dari Akuntansi

Akuntansi merupakan jenis aktivitas yang hampir selalu ada dalam kehidupan masyarakat terutama dalam hal berbisnis. Sepenting apa sih peran accounting? Ini dia penjelasan singkat tentang manfaat akuntansi berikut ini:

1. Sebagai Bahan Evaluasi Keuangan

Akuntansi yaitu kegiatan pencatatan data yang berhubungan dengan aspek ekonomi dan keuangan. Nantinya, hasil catatan tersebut akan menjadi data berharga untuk menilik kilas balik perjalanan bisnis yang telah kamu lalui.

Dari catatan tersebut, kamu juga dapat mengevaluasi dan memperbaiki beberapa strategi bisnis sebelumnya yang sekiranya belum berhasil dengan baik.

2. Sebagai Sumber Informasi Keuangan

Jika ingin mengetahui kondisi keuangan bisnis, kamu dapat menengok laporan keuangan pada periode tertentu. Sejatinya, laporan keuangan tersebut dapat berfungsi untuk:

  • Menyajikan data keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya
  • Melacak lalu lintas keuangan perusahaan
  • Mempertimbangkan pelaksanaan transaksi
  • Membantu penentuan keputusan bisnis
  • Dan masih banyak lagi

3. Sebagai Bukti Adanya Transaksi Keuangan

Aspek keuangan kerap menjadi perihal yang sensitif dan krusial yang harus dikelola dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab. Untuk itu, kamu perlu mencatat setiap data keuangan setelah selesai melakukan kegiatan transaksi.

Jika terjadi masalah nanti, kamu dapat menunjukkan laporan keuangan tertentu sebagai bukti sah dari adanya sejumlah kegiatan transaksi yang pernah terjadi.

4. Membantu Menyusun Rencana Keuangan Keluarga

Akuntansi menjadi kegiatan pengelolaan keuangan yang juga perlu diterapkan dalam lingkungan keluarga. Saat kamu sudah berkeluarga nanti, keuangan akan jadi aspek yang perlu diperhitungkan dengan matang dan bijak. Bahkan rencana keuangan keluarga juga perlu kamu persiapkan sebelum melangkah ke pelaminan.

Kebutuhan setelah berumah tangga terbilang sangat beragam dan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Mulai dari pembangunan rumah, kebutuhan sehari-hari, biaya kesehatan, biaya pendidikan, sampai dengan biaya-biaya tak terduga.

Jika sebuah keluarga tidak bijak dalam urusan pengelolaan keuangan, mereka akan cenderung mengalami kesulitan saat ditimpa suatu masalah yang berkaitan dengan aspek keuangan.

Proses dalam Akuntansi

Akuntansi yaitu proses mencatat, meringkas, menganalisis, dan melaporkan data yang berhubungan dengan aspek ekonomi dan keuangan perusahaan atau organisasi bisnis.

Berdasarkan pengertian tersebut, bisa kita ketahui bahwa kegiatan accounting terdiri atas serangkaian proses-proses sebagai berikut:

1. Mencatat

Proses dalam pelaksanaan accounting yang pertama yakni pencatatan terhadap adanya transaksi yang terjadi dalam suatu bisnis. Secara umum, istilah pencatatan ini lebih sering disebut sebagai kegiatan pembukuan.

Dalam setiap pembukuan keuangan, pihak akuntan akan mencatat segala kejadian yang berhubungan dengan keuangan secara menyeluruh. Nantinya, pembukuan ini akan menjadi sebuah laporan yang menyajikan data finansial secara lengkap dalam bentuk laporan keuangan akhir.

2. Meringkas

Setelah mencatat transaksi, pihak akuntan perlu meringkas hasil catatan tersebut karena masih terlihat penuh dengan data-data mentah yang cukup banyak.

Pada dasarnya, data mentah merupakan hasil pencatatan transaksi yang tidak terlalu berperan penting dalam akuntansi. Data mentah tersebut juga tidak memberikan pengaruh besar dalam proses pengambilan keputusan untuk kepentingan bisnis.

Meski begitu, data-data mentah tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori agar lebih rapi. Lalu, pihak akuntan juga perlu menerjemahkan maksud dari data-data mentah tersebut secara jelas dan tetap ringkas.

3. Melaporkan

Setelah melalui proses pencatatan dan peringkasan, proses akuntansi berikutnya yaitu melaporkan hasil catatan tersebut dalam bentuk laporan keuangan. Pihak akuntan dapat memberikan laporan keuangan tersebut kepada pihak-pihak yang memerlukan contohnya pihak manajerial perusahaan.

Apalagi, pihak-pihak manajerial memiliki kewajiban untuk mengetahui kondisi perusahaan termasuk aspek keuangannya. Laporan keuangan tersebut dapat diberikan setiap periode bulanan maupun tahunan.

4. Menganalisis

Proses akuntansi yang terakhir yaitu menganalisis laporan keuangan untuk mendapatkan suatu kesimpulan. Dari hasil analisis inilah yang nantinya akan pihak manajemen pakai dalam menetapkan keputusan bisnis.

Dalam proses analisis tersebut, pihak yang bersangkutan dapat membandingkan data penjualan, laba rugi, dan data keuangan lainnya untuk menentukan dan melacak kinerja bisnis dalam suatu perusahaan.

Agar memperoleh hasil analisis yang akurat, laporan keuangan perlu dikerjakan dengan cara yang tepat, cermat dan akuntabilitas.

Baca Juga: Laporan Laba Rugi: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Mengapa Harus Akuntabilitas?

Akuntabilitas adalah sebuah prinsip yang harus dimiliki oleh setiap akuntan. Maksudnya, akuntan perlu mengerjakan kegiatan-kegiatan akuntansi secara bertanggung jawab sesuai dengan tugas-tugasnya.

Jika akuntan dapat bekerja dengan benar, maka risiko keuangan perusahaan akan tetap aman dan terhindar dari potensi kerugian.

Secara umum, akuntabilitas merupakan prinsip atau sistem tanggung jawab atas suatu tugas berdasarkan fungsi masing-masing jabatan. Adapun, prinsip-prinsip akuntabilitas ini meliputi:

  • Memiliki komitmen untuk melakukan pengelolaan organisasi yang bernilai akuntabel
  • Berorientasi pada visi, misi, dan hasil
  • Memegang erat nilai kejujuran, objektif, transparan, dan inovatif

Tak hanya akuntan saja yang perlu menanamkan prinsip akuntabilitas. Karyawan-karyawan lain dalam perusahaan juga wajib menjalankan tugas-tugasnya dengan baik agar tujuan bisnisnya dapat lekas tercapai dengan hasil yang memuaskan.

Akuntansi dalam Perusahaan

Akuntansi menjadi bagian penting dalam suatu bisnis yang perlu dikerjakan oleh pihak-pihak terkait yang handal dan berprinsip akuntabilitas.

Untuk jenis perusahaan kecil, ada baiknya untuk mempekerjakan akuntan profesional dari luar dengan sistem kerja paruh waktu. Sedangkan untuk perusahaan besar, mereka bisa merekrut seorang akuntan baru sebagai karyawan internal dengan sistem kerja penuh waktu.

Siapapun orangnya, orang yang mengemban tugas sebagai akuntan perlu memahami tugasnya dengan benar, jujur, ulet, dan bertanggung jawab.

Penulis:

News
Butuh informasi mengenai layanan atau event kami?
021 50928823
Senin–Jumat, 09:00–18:00
Berita Terkait

News

Bagi yang ingin mulai berinvestasi, sekuritas merupakan sebuah elemen penting agar kegiatan penanaman modal yang […]

News

Membuat laporan memang sudah menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan besar atau pelaku usaha. Kamu yang […]

News

Dalam setiap aktivitas jual beli, uang kartal menjadi alat transaksi pembayaran yang sangat mudah penggunaannya […]

News

Akuntabilitas merupakan sebuah pertanggungjawaban organisasi atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan pada administrasinya. Arti akuntabilitas […]

News

Jika kamu sedang mengembangkan sebuah bisnis, omset menjadi hal yang perlu kamu perhitungkan secara detail […]

News

Bagi kamu yang menjadi pebisnis dan ingin mengembangkan perusahaannya di masa depan, ekspansi bisnis merupakan […]